
Sebelum Adzan Subuh berkumandang Rifqy telah terbangun dari alam bawah sadarnya. Apalagi kalau bukan tidur 😴
lalu Dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar terlihat lebih segar. Setelah selesai dengan acara bersih-bersihnya, Ia lanjutkan dengan berwudhu terlebih dahulu sebelum berangkat ke Masjid Assalam, Masjid dekat komplek tempat tinggalnya.
Keluar kamar mandi Ia beranjak ke Ruangan ganti berjalan menuju lemari pakaian besar miliknya untuk mengambil Baju Kokoh, Sarung dan juga tak lupa Pecinya.
Udara pagi ini yang sangat dingin begitulah fikiran Rifqy. Suasana pagi yang gelap gulita tidak menyurutkan niat Rifqy untuk berjalan di bawah awan gelapnya pagi yang belum terdapat sinar sedikitpun di atas sana.
Sesampainya di Masjid Rifqy masuk ke dalam Masjid untuk mengumandangkan Adzan dan mengajak orang-orang untuk Sholat Subuh berjamaah di Masjid.
Lantunan Adzan yang sangat merdu keluar dari mulut Rifqy, seketika dapat meluluhkan hati orang yang mendengarnya. Benar-benar sangat merdu.
Walaupun Rifqy seorang Dokter tapi kalau untuk membaca Ayat Al-Qur'an jangan ditanya lagi. Bahkan waktu masa SMA Rifqy pernah mendapat juara 1 MTQ tingkat Nasional, bahkan tak banyak yang tau bahwa Rifqy adalah seorang Hafidz Qur'an. Rifqy memang lulusan mahasiswa terbaik dari Universitas Al-Adzar Mesir, jurusan Ilmu Kedokteran dan Tahfidz Qur'an. Jadi tak heran jika Rifqy sangat pandai dalam membacakan dan memerdukan suaranya saat membaca Al-Qur'an.
Sesudah menunaikan Sholat Subuh Rifqy bersiap-siap untuk meninjau bisnisnya yaitu Caffe N Resto QySya yang sudah lama Ia mulai dan sudah lama juga Ia tak berkunjung kesana.
Rifqy berjalan menuju garasi Mobil miliknya, dan mengeluarkan mobil yang sangat Ia sayangi, yang sudah Dia anggap kekasih hati kedua. Dengan pasti Rifqy menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankannya dengan kecepatan sedang.
Seperti biasa sesampainya di Caffe Rifqy langsung disambut dengan karyawannya yang sangat senang telah kedatangan BOS yang sangat baik seperti Rifqy. Banyak Karyawannya yang menundukkan kepala tanda hormat dan berucap
"Selamat Pagi Kak?" sapa salah satu dari mereka
Rifqy mengangguk "Pagi" dengan di sertai senyuman hangat yang dapat membuat wanita yang melihatnya diabetes 😆
Ya semenjak Rifqy bertemu dengan Bela, Rifqy kembali hangat dan ramah kepada karyawan Caffe maupun bawahannya di Rumah Sakit Ayahnya.
Di Caffe Rifqy tak mau di panggil dengan sebutan embel-embel 'Pak', Dia hanya mau di panggil dengan sebutan 'Kak'. Karna menurutnya Dia masih muda belum tua, jadi untuk apa Dia di panggil Pak?.
Rifqy sangat sebal jika masih ada yang memanggilnya dengan sebutan 'Pak' karna baginya 'Pak' itu hanya pantas untuk disebutkan pada orang yang seumuran dengan Ayahnya.
Ia memasuki ruangan yang sangat Ia rindukan, banyak file yang harus Ia tanda tangani setelah sekian lama Ia tinggalkan. Walaupun selama ini Dimas lah yang Ia percaya menangani Cafe nya tetap saja yang harus menanda tangani File adalah pemilik Cafe yaitu Direktur Utama.
Disaat Rufqy mulai mendudukan tubuhnya di atas kursi empuknya. Tiba-tiba
__ADS_1
CEKLEK
Pintu terbuka dan menampakkan Dimas sahabatnya sekaligus tangan kanannya sedang berjalan masuk ke dalam Ruangan.
Sekilas Rifqy menengok ke arah pintu yang terbuka dan kembali menatap ke laptopnya lagi.
"Wah wah wah Bos kita dateng nih. Udah lama Bos?" Tanya Dimas sambil menggoda Rifqy dengan memanggilnya BOS
"Sial lo! Diem deh! jangan panggil gua Bos. Panggil aja kaya biasa sih" gerutu Rifqy yang paling tak suka jika ada yang memanggilnya Pak maupun Bos, apalagi yang memanggil Sahabatnya sendiri Dimas.
"Hahaha..
Sensi amat lo hari ini!" Dimas terkekeh mendengar ucapan Rifqy barusan
"Gua lagi gak pengen bercanda Dimas!" Kata Rifqy yang mampu membungkam mulut Dimas yang menurutnya sangat pedas jika sudah berbicara
"Qy gimana hubungan lo sama KAKAK IPAR Gua" Dimas bertanya dengan menekankan kata-kata pada pengucapan Kakak Ipar
"Hehh!! Sejak kapan Dia jadi Kakak Ipar bagi lo?" Tanya Rifqy dengan mendengus kesal atas ucapan Rifqy yang menyebut Bela Kakak Iparnya
Kan Lo Kakak Gua berarti kan Dia Kakak Ipar gua dong" menampilkan cenguran tanpa dosa
"Sejak kapan Gua punya Adik kaya Lo? cabe rawit! mulut pedes bener kalo udah ngomong?" gerutu Rifqy langsung melengos membuang muka, tak suka di anggap Kakak oleh Dimas
"Dari Nyokap Bokap Lo angkat Gua jadi anaknya 10 tahun yang lalu"
"Berisik. Diem gak lo!" Perintah Rifqy dengan melayangkan pulpen dan mendarat di atas kepala Dimas
Pletak
"Sshh sakit tau Qy! Kenapa sih lo" Tanya Dimas dengan mengusap kepalanya yang sakit beberapa kali
"Dia nyuruh gua cari wanita lain untuk jadi istri gua" Ucapan Rifqy berhasil menghentikan aktivitas Dimas yang lagi mengusap kepala yang barusan terkena pulpen
__ADS_1
"Hahh jadi lo di tolak Qy. Buahahaaa" Tawa Dimas menggelegar di dalam Ruangan Rifqy
Rifqy yang melihat tawa Dimas mendengus sebal mendengar ucapan pedas dari mulut Dimas
"Siapa bilang Gua di tolak! Berani Lo ya ngetawain Gua. Gua pecat baru tau rasa Lo" Hardik Rifqy menatap tajam pada Dimas yang sudah Ia anggap Adik bagi Rifqy
Seketika itu Dimas langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya kuat-kuat dan sesekali menekan bibirnya agar tak tertawa lagi tapi tetap ada tawa kecil yang keluar dari mulutnya
"Sorry deh sorry. Tapi kok bisa dia nyuruh Lo buat cari wanita lain?" tanya Dimas yang mulai penasaran kok ada yang menolak ajakan nikah dari seorang Rifqy Al-Furqan. Orang yang sangat di inginkan semua kamu Hawa
"Seperti informasi Lo Mas, Karna masa lalu Bela yang kelam. Dia gak punya kepercayaan diri kalo harus jadi Istri Gua" Rifqy menidurkan kepalanya di atas meja kerjanya dengan menatap Dimas sendu
"Jangan nyerah! Langsung aja bawa Bunda sama Ayah kesono untuk ngelamar Bela" usul Dimas yang terus menyemangati Rifqy
"Gua udah ada niat, Bunda juga lagi On The Way kesini dan rencananya lusa Gua kesana" sahut Rifqy masih dengan posi yang sama
Hari ini tepatnya 4 hari setelah kejadian Bela menolak Rifqy
Dan rencananya Rifqy lusa akan melamar Bela untuk menjadi calon Istrinya
"Bagus deh! Udah di siapin baik-baik mental lo?" Ucap Dimas dengan nada sedikit mengejek sambil cekikikan melihat wajah Rifqy yang menurutnya sangat lucu itu
"Maksut lo apa! udah Gua siapin baik-baik. tenang aja.. Hahaha" Sahut Rifqy yang tak terima atas ejekan Dimas yang tak berfaedah begitulah pemikiran Rifqy
Mereka pun sama-sama tertawa larut dalam obrolan mereka, untuk sejenak Rifqy lupa akan kesedihannya yang kemaren-kemaren telah di tolak Bela, gadis yang telah lama di carinya.
.
.
.
Bersambung...!
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan koment ya readerss 😊
Terima kasih 😘