
"Jalan masih panjang.
Menyudahi atau melanjutkan?
Berhenti atau tetap berjalan?
Diam di tempat atau terus bergerak?
Pilihanmu, penentu.
Sudah begitu saja.
Sekali lagi, jalan masih panjang.
Masa lalu adalah guru terbaik
Pelajarilah kesalahan
Simpanlah kebaikan
Untuk masa depan yang lebih baik.."
.
.
(Rifqy Al-Furqan)
❤***❤***❤
Matahari telah menampakkan wajahnya dengan sangat menyilaukan mata setiap insan manusia di bumi ini.
Hari ini Bela terlihat bangun tidur lebih siang, dari pada seperti pagi yang biasanya.
Mungkin di karenakan malam yang telah di lewati Bela dengan bahagia, malam yang sangat di tunggu-tunggu bagi setiap wanita. Yaitu, kepastian dari seorang Pria untuk melamarnya dan mengajaknya ke dalam hubungan yang lebih serius lagi.
Hubungan yang penuh dengan lika-liku masalah dari suka maupun duka. Hubungan yang sangat suci. Hubungan yang mutlak di mata agama dan di mata Allah. Hubungan yang di dasari oleh ikatan Ijab Qabul dan juga kepercayaan dari kedua belah pihak. Hubungan itu adalah pernikahan untuk bisa merajut ke dalam Rumah tangga bersama dengan Dirinya 🤭
Bela bangun setelah sinar matahari menembus celah-celah jendela kamar miliknya, Gadis yang sangat malas menurutnya karna jam di dinding 'pun telah menunjukkan pukul 7 lewat 30 menit, dan Dia masih berada di bawah selimut bad cover tebal berwarna pink muda miliknya.
Karena silau akan sinar matahari, Bela tampak menggeliat dengan berusaha membuka mata yang masih sangat berat dan lengket untuk di buka.
Setelah matanya terbuka dengan lebar, Bela langsung beranjak ke kamar mandi, tak butuh waktu lama Bela telah selesai dengan ritual bersih-bersih badannya.
Karna malam tadi Bela kedatangan tamu bulanan yang tak terduga setelah acara yang sangat menegangkan, maka Dia tidak menunaikan kewajiban yang Fardhu maupun Sunah yaitu mulai dari Sholat Tahajjud, Sholat Fajar dan juga Sholat Subuh.
Jadi beginilah! Gadis itu terlihat bisa lebih bersantai dari pada hari biasanya.
Selesai mandi Bela langsung mengenakan pakaian santai, dengan memakai dress hitam berbunga di balut dengan cardy abu-abu, tak lupa Ia memakai jilbab dengan cadar mocca dan kaca mata yang menghiasi bulatan indra penglihatannya yang sangat indah, membuat Bela makin anggun di pandang mata.
Bela tampak berjalan kearah samping rumahnya, ya seperti biasa jika tak ada pekerjaan maka Bela selalu menyempatkan diri untuk berjemur di bawah sinar matahari di pagi hari.
Ia mendudukkan tubuhnya di bangku coklat yang ada di samping rumahnya.
Beka tersenyum.
Hari Yang Cerah. Gumam Bela saat matanya terarah kepada matahari terbit di ufuk sebelah timur sana
Cukup lama Ia berdiam diri disana, merasakan kehangatan tubuhnya di karenakan terkena sinar matahari.
Lantunan suara burung yang berkicauan di pagi hari menambah kesan tersendiri untuk Bela.
Gadis itu merasa lega! sangat bahagia! itulah yang di rasakan saat ini.
Di saat Bela sedang duduk termenung menatap langit yang sangat cerah, dengan tiba-tiba ponselnya berbunyi membuyarkan lamunan yang tanpa sengaja.
__ADS_1
Di lihatnya siapa yang menelpon pagi-pagi dan ternyata nama yang tertera "Calon Suami"
Ia tampak menggeser tombol warna hijau untuk menerima panggilan suara.
"Assalamualaikum calon istriku" salam hangat Rifqy di pagi hari kepada Bela, membuat gadis itu tersenyum simpul di balik cadar mocca yang di pakainya. Inilah suara yang setiap kali membuat hatinya berdesir! entah karna apa?
"Wa'alaikummussalam Kak" Jawab Bela lirih membalas salam dari Rifqy, seorang calon suaminya.
Rifqy terkekeh, mendengar Calon Istrinya yang gugup jika berbicara kepadanya. "Jangan ngelamun pagi-pagi ! masa calon Istri dari Tuan Rifqy Al-Furqan melamun sih?" Ucap Rifqy yang menandakan kalau Dia melihat Bela sedang duduk termenung sekarang ini.
Bela tertegun sesaat, sebelum berbicara lagi. "Ehh, kok?" pekik Bela lantang karena bingung dengan ucapan Rifqy yang menurutnya janggal itu
"Kak Rifqy dimana sekarang? kok tau Aku lagi duduk? aku kan dari tadi gak kasih tau Kak Rifqy!" Tanya Bela beruntun seraya celingak-celinguk mencari keberadaan calon suaminya itu
Rifqy tersenyum. "Kenapa tengak-tengok gitu? hem?" Tanya Rifqy semakin mengagetkan Bela. Pasalnya baru saja Bela kaget karena Rifqy tau kalau Bela sedang duduk termenung, ehh sekarang Rifqy juga tau kalau Bela sedang mencari keberadaan Rifqy.
"Aku ada di dekat kamu kok" imbuh Rifqy yang semakin membuat Bela bingung
"Kak Rifqy dimana? Ihhh!" Tanya Bela mengerucutkan bibirnya yang semakin jengkel dengan Rifqy yang menurutnya bertele-tele, Dia melipat salah satu tangannya di depan dada karena kesal.
"Hehe...
Jangan marah geh!" Rifqy terkekeh melihat Bela yang semakin kesal
"Bisa nya sembunyi kaya hantu tau! coba geh keluar sekarang!" Tantang Bela kepada Rifqy yang ada di sebrang sana, mungkin Bela mengira kalau Rifqy sedang bercanda. Tapi jangan salah! Rifqy memang sedang memandang wajah cantik nan ayu itu tanpa berkedip.
"Hemmm boleh juga.
Hahaha" Tawa Rifqy semakin keras dari balik ponsel
"Udahlah aku mati'in aja" Ancam Bela
"Ya udah" Jawab Rifqy singkat
Tut... Tut... Tut...
Panggilan pun langsung terputus
Tak mau ambil pusing Bela memutar lagu dari ponsel miliknya
💞*****💞
**Dahulu kita terbiasa
Selalu menunggu terus menunggu
Berharap datang seseorang
Untuk melengkapi kisah hidup ini
Terlalu sulit melangkah
'Tuk temukan yang selalu dinantikan
Hingga kita pun berjumpa
Tiada lagi alasan untuk menunda
Akhirnya kita bersama
Setelah menanti lama
Semoga selalu terjaga
A-ha-a-a ho-o-o ...
Waktu telah berbicara
__ADS_1
Menanti tak sia-sia
Karena kau yang kini ada
A-ha-a-a ho-o-o ...
Sangatlah berharga
Bertahan di kesendirian
Telah menuntunku menemukanmu
Tanpa ragu aku berikan
Semua rasa cinta yang tersimpan lama
Penantian selama ini
Tak membuatku jera tetap berharap
Kuyakin seseorang 'kan datang kepadaku Menggenggam tanganku huhuhu
Akhirnya kita bersama
Setelah menanti lama
Semoga selalu terjaga
A-ha-a-a ho-o-o ...
Waktu telah berbicara
Menanti tak sia-sia
Karena kau yang kini ada
A-ha-a-a ho-o-o ...
Sangatlah berharga
Sangat berharga penantian
Sangatlah berharga penantian
Na na na na na na na na na na na Na na na na na na na na na na na Na na na na na na na na na na na
Akhirnya kita bersama
Setelah menanti lama
Semoga selalu terjaga
A-ha-a-a ho-o-o ...
Waktu telah berbicara
Menanti tak sia-sia
Karena kau yang kini ada
Sangatlah berharga
(Rizky Febian - Penantian Berharga**)
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...!