Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Waktu dan Sakit


__ADS_3

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً


“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” . [HR.Muslim]


 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا


“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” . [HR. Bukhari dan Muslim]


"Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya". [HR. Muslim no. 2573].


"Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya". [HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, disahihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576].


"Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya". [HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jamiis Shoghirno.1870].


❤***❤***❤



Di Rumah Sakit Umum Daerah Subadjo (Rumah Sakit milik Ayah Rifqy)


Dokter Nita menemui Direkturnya yaitu Rifqy Al-Furqan di Ruangan kerja Rifqy.


Dokter muda itu tampak memberikan selembar kertas putih ber-cap-kan Rumah Sakit milik Ayah Rifqy yang di bungkus dengan amplop putih bersih, transparan di tengah amplopnya dari tangannya langsung.


Rifqy tampak menyengitkan dahinya tak mengerti maksud dari Dokter Nita, sebelum Dia meraih amplop tersebut


Rifqy menatap serius Dokter Nita. "Apa ini Dokter Nita?" tanya Rifqy sembari meraih amplop itu dengan tangan kanannya lalu kembali bersandar di kursi singgasananya


Dokter Nita berusaha tersenyum, walau sebenarnya itu adalah senyum pelik yang keluar dari bibirnya. "Buka saja Direktur!." jawabnya seakan menyuruh untuk membuka amplop tersebut


Tak menunggu waktu lama Rifqy tampak membuka amplop putih itu dengan perasaan yang tidak karuan, entah perasaan apa saat ini? yang pasti dadanya bergemuruh setelah membaca pernyataan kertas yang bertuliskan kecil-kecil itu yang merupakan data hasil Laboratorium kesehatan dari Istrinya yang di ambil malam tadi setelah penanganan di ruangan IGD..


Mata Rifqy menyiratkan kepedihan mendapat kabar yang tak pernah Dia sangka dari sebelumnya, Dia menyangka kalau Bela telah sembuh dari sakitnya, tapi apa ini? sungguh membuat hatinya sangat sakit menghadapi kenyataan pahit nan sakit ini.


Rifqy tampak melempar kertas itu kembali ke atas meja kerja berwarna coklat miliknya tepat di depan Dokter Nita duduk, hingga membuat Dokter wanita itu kaget sekaligus takut akan tatapan tajam milik Direktur tempat Dia berkerja.


Rifqy menatap tajam Dokter Nita. "Jelaskan!" titahnya tanpa mengalihkan pandangan itu dari mata wanita yang ada di depannya saat ini.


Sebenarnya Dia sudah tahu akan apa isi dari kertas hasil Laboratorium tersebut. Ya jelas saja Dia tahu karna Dia juga seorang Dokter Ahli Bedah dan Spesialis Penyakit Dalam, akan tetapi Rifqy lebih memilih untuk mendengar penjelasan dari Dokter yang selama ini menangani Istrinya sejak 1 tahun lebih yang lalu. Ya, Dialah Dokter Nita, Dokter yang merupakan bawahan Rifqy saat ini.


Dokter Nita menghela nafas berat. "Direktur Rifqy, Tumor otak yang di derita oleh Nona Syasya yaitu Istri Anda sebenarnya sudah tak ada lagi, penyakit itu telah hilang dari sejak 3 bulan yang lalu sebelum Nona Syasya menikah dengan Anda. Namun..." kata-katanya terhenti karena Rifqy menyela ucapannya terlebih dahulu

__ADS_1


"Namun apa Dokter Nita yang terhormat?" sambar Rifqy menyela ucapan Dokter Nita dengan menekan kalimat yang ada di belakang kata tersebut


Dokter Nita susah payah menelan saliva miliknya


Lalu Dia tampak menyeka keringat dingin dari dahinya. "Namun, dari hasil Lab yang Saya lakukan tadi malam.


Kepala Nona Syasya terdapat penggumpalan darah di tengah sebelah kirinya, dan ternyata Tumor yang telah di ambil melalui Operasi beberapa waktu lalu masih meninggalkan Tumor yang sangat kecil.


Ukuran yang sekarang termasuk sudah membesar Direktur, diameter dari Tumor yang sudah berubah seperti gumpalan darah tersebut sudah membentuk ukuran menjadi 8 CM dari mungkin waktu sebelumnya.


Emm.. Direktur...?" Dia tampak ragu untuk menjelaskan, tapi Dia berusaha untuk mengumpulkan keberanian agar bisa berbicara lebih lanjut lagi kepada Direktur tersebut


"Ada apa berhenti? teruskan!" menjentikkan tangan agar bisa menyadarkan Dokter Nita dari lamunannya


"Baik.


Direktur, Nona Syasya harus segera di tangani lebih lanjut lagi. Istri Anda harus melakukan operasi pengambilan gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah yang seharusnya darah tersebut bisa tersalurkan ke jaringan otak sebelah kiri dari kepala Nona Syasya, akan tetapi karna penggumpalan darah tersebut kepala Nona Syasya mungkin akan sering sakit jika tidak di lakukan operasi sesegera mungkin,.


Kalau tidak Nona Syasya bisa..."


"Kalau tidak kenapa Dokter Nita?" Rifqy berusaha berbicara dengan nada yang sangat tenang walau sebenarnya yang Dia rasakan adalah kepedihan, kesedihan, kekecewaan akan takdir yang sudah di gariskan Tuhan untuk Istrinya. Kenapa bukan Dia yang mengalami ini semua? kenapa bukan Dia yang mendapat penyakit ini? kenapa harus Istri yang sangat Ia cintai? kenapa? dan kenapa?


Aku harus bilang apa ini?. batin Dokter Nita berkecamuk


"Eee Direktur?" Dokter Nita sudah memutuskan kalau Dia akan memberanikan diri berbicara kepada Rifqy, karna hanya ini jalan satu-satunya yang dapat Dia lakukan untuk pasien yang sudah di tanganinya selama 1 tahun lebih terakhir ini.


Rifqy mendongak lalu menatap manik mata penuh ke khawatir dari wanita di depannya tersebut. "Iya!" jawabnya dengan senyum miring dari bibirnya


"Direktur, Saya harap Direktur Rifqy dapat memaklumi ucapan yang mungkin keluar dari bibir Saya! Saya sangat berharap!"


"Ada apa? apa ada masalah?"


"Direktur, sebenarnya Nona Syasya sudah tahu akan hal ini pada saat kemarin siang Dia melakukan Medical Cek up dengan Saya di Ruangan Saya.


Tepat setelah pemeriksaan dari Ronsen dan Cek Laboratorium juga menunjukan bahwa masih terdapat Tumor kecil yang mungkin tumbuh setelah operasi yang di lakukan beberapa bulan yang lalu. Namun ukurannya sudah bertambah besar untuk sekarang ini Direktur." Dokter Nita tampak menghela nafas berat sebelum melanjutkan ucapannya


"Direktur, Saya harap kalau Direktur Rifqy juga dapat ikut andil dalam Operasi yang akan di lakukan beberapa waktu yang akan datang untuk Istri Anda, Nona Aulia Syasya Bela..."


BRAK


"Apa maksud Anda Dokter Nita!" Rifqy menggebrak meja kerjanya setelah mendengar ucapan yang keluar dari bibir milik orang yang ada di depannya tersebut

__ADS_1


Dokter wanita tersebut menyatukan tangan di depan dada seraya memohon. "Saya mohon Direktur!


Saya mohon! Direktur yang juga sebagai Dokter Ahli Bedah dan Spesialis Penyakit Dalam untuk bisa ikut andil dalam Operasi yang akan di lakukan Istri Anda Direktur.


Saya sangat tahu bahwa Direktur adalah orang yang sangat di segani, bukan karena kedudukan Direktur tetapi karena Kehebatan Dokter dalam setiap Operasi yang di lakukan Direktur Rifqy.


Saya tahu bahwa setiap Operasi yang di lakukan Dokter Rifqy akan sangat berhasil dan Pasien dari Direktur juga banyak yang sembuh dari penyakitnya.


Termasuk juga Penyakit Tumor maupun Kanker sekaligus. Saya harap Dire..." ucapan yang sudah di susun sedemikian rupa hancur ketika Rifqy menyela kata-katanya


"Saya tidak akan mau!


Anda tau kan kalau Saya tidak akan mungkin bisa melakukan itu? apalagi Pasien yang akan di lakukan itu adalah Istri Saya sendiri, jadi Saya tidak akan sanggup." sambar Rifqy seraya menggelengkan kepala tanda tidak mau


"Saya mohon Direktur!


Operasi saat ini sangat membutuhkan Dokter hebat dan yang bertalenta seperti Direktur Rifqy. Dan untuk Operasi nanti juga akan ada Dokter Senior yang akan membantu Saya dan juga Direktur.


Ini semua demi Istri Direktur.


Saya mohon! Saya sangat sangat memohon pada Direktur!


Saya harap Direktur bisa memikirkan ini semua dengan baik! permisi Direktur!"


.


.


.


Bersambung...!


Like 👍


Coment 💋


Vote sebanyaknya 💥


Rate 🌟🌟🌟🌟🌟


Favorit ❤

__ADS_1


__ADS_2