Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Mencari Gadis Ku


__ADS_3

*Do You Best !


"Apa saja yang Kau usahakan buat Dirimu dari kebaikan, pasti kau peroleh Kebaikan pula di sisi Allah berikut pahala yang Besar"


((QS. Al Muzammil : 2*))


❤***❤***❤


"Gua gak mau tau, Mas! pokoknya Lo harus cari tau informasi tentang dia sampe ketemu!kalo gak ketemu jangan harap Lo bisa balik ke ruangan ini lagi!" Ucap Rifqy


cihh dasar keras kepala. batin Dimas serasa ingin berteriak di hadapan laki-laki itu


"Baiklah... Baiklah... Gua akan cari informasi tentang dimana gadis Mu itu tinggal, kalo gitu Gua pergi dulu?" kata Dimas mengalah, karna Ia tau kalau sudah adu bicara dengan Sahabatnya sekaligus Bos yang punya wewenang itu maka Dia tak akan menang, selalu kalah telak.


"Ya.. pergilah !!!" usir Rifqy dengan mengibaskan tangannya beberapa kali ke arah Dimas agar segera pergi dari hadapannya


C**k... Dimana Gua harus mencari Gadis itu?Ahh dasar menyusahkan!. Gumam Dimas dengan mulut komat kamit sembari berjalan pergi meninggalkan ruangan Rifqy sang Bos besar, ceeilahhh Bos besar 🤭


Setelah kepergian Dimas untuk mencari dimana keberadaan gadis yang sudah membuatnya jatuh hati, Rifqy terduduk lemas dengan kepala bersandar di kursinya, ia merasa kepalanya mulai berdenyut sakit. Di pijat pelan pelipisnya agar bisa berkurang rasa sakitnya, ia mulai berfikir


"Dimana gadis itu? dimana ia tinggal? apakah ia masih mengingat ku? atau bahkan dia sudah melupakan ku?". Batin Rifqy bertanya pada dirinya sendiri seraya ia memohon dalam hatinya


"Ya Allah pertemukan kami! jika memang ia jodoh ku permudahlah jalan kami, dan jika ia bukan jodoh ku izinkan hamba mengucapkan terima kasih hamba untuknya atas kebaikannya dulu! tolong pertemukan kami Ya Allah. Ku mohon"


*****


Adzan Magrib berkumandang, Rifqy berlalu keluar untuk menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah seorang pemuda Muslim di Mushola bawah Rumah Sakit. Setelah Sholat Magrib Rifqy 'pun kembali lagi ke ruangannya di lantai paling atas, Ruangan seorang Direktur Utama Dr.Rifqy Al-Furqan.


Karna hari sudah mulai malam Rifqy memutuskan untuk kembali kerumahnya. Sesampainya ia di rumah minimalis nan megah itu, tak lupa ia membersihkan diri untuk bisa cepat-cepat merebahkan dirinya yang sudah lelah di atas ranjang luasnya.


*****


Sementara Di sana


Dimas sedang duduk di kursi belakang kemudi mobil miliknya, di senderkannya badannya yang letih setelah mencari kesana-kemari gadis penolong dari Sahabatnya itu, tapi hasilnya nihil tak! Dia tak menemukannya sama sekali.


Huhh di hembuskan nafasnya dengan kasar


"Rifqy Rifqy!! tergila-gila kok sama gadis yang gak di kenal kaya begono. Aneh tapi Lo nyata" Ucap Dimas di ikuti dengan tawa kecil dan geleng-geleng kepalanya

__ADS_1


"Huhh... Gua harus cari kemana Dia? mana tau dimana gadis itu tinggal Gua. Hadeh" Gumamnya sambil memejamkan mata sebentar untuk menghilangkan rasa penat


Drrrttt Drrrtttt Drrrttt


Handphone Dimas bergetar menandakan ada panggilan masuk dari anak buah yang ia suruh mencari informasi tentang gadis yang bernama Aulia Syasya Bela


"Boss, Saya sudah menemukan informasi terinci tentang gadis itu" ucap orang itu di sebrang sana tanpa basa basi setelah Dimas mengangkat telponnya


"Kerja bagus! kirim informasi tentangnya lewat Email segera!" sahut Dimas dengan memberi Perintah kepada anak buahnya


"Baiklah, Boss!" balas Orang itu


"Sisa pembayaran akan Saya tranfer!" Kata Dimas sekali lagi sebelum Ia benar-benar mematikan telponnya


"Siap Bos" Sahut Dia singkat


Tak menunggu waktu lama, Notifikasi Email di Handphonenya telah diterima


Gua rasa Gua harus kasih tahu kejutan ini ke Rifqy. Gumam Dimas sambil menggesek-gesekkan telapak tangannya


*****


Sementara


(("Tolong!!! Tolong!!! hei pak saya mohon tolong orang ini pak!! kenapa bapak² malah hanya melihat saja kenapa tak ada yang menolong pak!" Ucap gadis berjilbab syari dengan wajah cantik tertutup dengan wajah kekhawatirannya yang nampak


"maaf neng tapi kami tak berani menolongnya kami takut di introgasi polisi" Ucap Bapak-Bapak ketakutan sembari menggedikkan bahunya pertanda ngeri


"Pak tolong yang punya hati nurani saya mohon pak saya mohon tolong saya bawa orang ini kerumah sakit pak! kalian semua memang tak punya hati!" Ucap gadis itu dengan mulut bergetar dan ucapannya mampu membuat kedua pria paruh baya luluh


"***Mari Neng, kita bawa ke Rumah Sakit untuk bisa segera di tangani. Ayo Neng bawa masuk ke mobil Saya saja ***Neng******!" ucap 2 orang kakak beradik itu menatap gadis itu


"Baiklah Pak, terima kasih banyak Pak" balas gadis itu sambil tersenyum manis


"Iya, Ayo Neng!" Kata Bapak sambil membatu mengangkat tubuh pemuda yang kecelakaan


"Tolong tolong tolong Saya!" ucap pemuda yang masih berlumuran darah di kepala nya itu


"Sabar! Kita akan ke Rumah Sakit, ini lagi di perjalanan! tolong tenang ya?" Ucap gadis itu menenangkan pemuda yang ada di pangkuannya

__ADS_1


"Tolong... Tolong... Tolong..."))


Begitulah mimpi dari Rifqy yang sudah membuat dia terbangun dari tidur lelapnya


"Astagfirullah hal'adzim Ya Allah. Kenapa aku harus mimpi kejadian itu lagi?" Ucap Rifqy seraya mengambil obat yang ada di laci meja nakas dan langsung meminumnya. Ya itu adalah obat penenang, obat yang selama ini sudah di konsumsi oleh rifqy. Setelah kecelakaan Rifqy mengalami Trauma berkepanjangan yang mengharapkan Ia mengonsumsi obat penenangnya jika di perlukan seperti sekarang ini.


Walaupun sudah di lakukan terapi untuk menghilangkan trauma tetap saja trauma itu tak kunjung hilang. Dokter telah melarang Rifqy untuk tidak mengonsumsi obat penenang itu lagi, tapi apalah daya karna sifatnya yang keras kepala itu, Rifqy tetap saja meminumnya untuk sekedar menenangkan nya di saat dia habis bermimpi buruk seperti sekarang dan waktu yang sudah-sudah.


Rifqy terduduk dengan gelisah menunggu kabar dari sahabat sekaligus asistennya, Ia mulai merebahkan tubuhnya kembali di ranjang king size miliknya sambil memandang langit-langit kamarnya.


Drtttttt Drttttt Drrrttt


Bunyi Handphone Rifqy bergetar.


Di angkatlah telpon itu setelah mengetahui bahwa yang menelpon adalah Dimas


"Assalamualaikum mas. Ada apa?" tanya Rifqy setelah mengangkat telponnya


"Wa'alaikumussalam Qy! Gua ada kabar baik nih. Gua udah dapat informasi tentang Aulia Syasya Bela?" jawab Dimas dengan santainya di sebrang telpon sana


"Apa! Serius! Dimana Dia sekarang mas! hahhh cepat katakan!" pekik Rifqy sembari bertanya dengan berbondong-bondong


"Besok aja ya Gua jelasin di Rumah Sakit, sekarang Gua cape mau tidur" Sahut Dimas


"Ehhhh tunggu dulu!"


Tuttt... Tuttt... Tuttt... telepon terputus


Sialan! memang siapa Bosnya disini? Aku atau Dia? beraninya Dia memerintah ku seperti ini! sudahlah lebih baik Aku tidur. Tidak sabar rasanya menunggu hari esok! ? aku pasti akan menemukanmu Gadis Penolongku. Gumam Rifqy dengan wajah berseri-seri pertanda senang


.


.


.


Bersambung...!


Dikit dulu ya up nya 😊 terus ikuti kisahnya ya 🤗 dan jangan lupa like, koment dan votenya 😉

__ADS_1


Terima kasih 😘


__ADS_2