
“Istri-istrimu adalah (laksana) tanah tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu sebagaimana saja yang engkau kehendaki.” (**QS. Al-Baqarah: 223)
Dari Abu Dzar Al-Ghifari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ** »
"Hubungan badan antara kalian (dengan isteri atau hamba sahaya kalian) adalah sedekah. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘
Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?’
Beliau menjawab, ‘Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa.
Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala."
❤***❤***❤
"Hubungan suami istri lo udah lakuin kan sama dia?" Akhirnya tersampaikan juga yang sedari tadi di tahannya, karna Dimas sangat penasaran makanya ia berani bertanya.
Tohh juga umur pernikahan sahabat sekaligus Bosnya itu dengan istrinya sudah berjalan 1 bulan lebih, jadi tidak mungkin kan kalau kedua insan itu belum pernah melakukan sama sekali.
Rifqy menyenderkan kepalanya pada kursi yang di dudukinya di ikuti tangannya memijat pelipis menandakan ada masalah yang sedang di hadapi.
"Belum..." jawab Rifqy dengan mata yang mulai terpejam
Dimas melotot. "Apa?!" Seru Dimas kaget saat mengetahui bahwa sahabatnya telah menikah tapi belum melakukan hubungan yang sebagaimana mestinya seorang suami dan istri.
Menunjuk Rifqy dengan jarinya. "Lo gak NORMAL ya, Qy?!" tanya Dimas penuh dengan penekanan di kata Normal itu.
Pemuda yang sedang duduk di kursi kebesarannya tampak menghela nafas kasar. "Gua normal lah! gila lo!" Rifqy mengilah.
Dimas mendengus. "Terus kenapa lo gak lakuin itu ke dia? jangan bilang lo gak berani lagi?" Tanya Dimas berusaha tenang, tampak Dimas menahan kesal kepada Rifqy saat tau yang sebenarnya.
"Gua gak mau maksa dia, Mas." Jawab Rifqy dengan entengnya dan melanjutkan pekerjaannya memeriksa data diri pasien dan riwayat dari penyakitnya yang ada di dalam map berwarna-warni itu.
"Aihhh, bodoh lo!" umpatan Dimas meluncur begitu saja dari mulut pemuda yang masih Jones (jomblo ngenes) itu seraya menatap tajam kepada Rifqy.
__ADS_1
Rifqy mencabik. "Ngapain lo ngeliatin gua kaya gitu banget? hah? dan berani lo bilang gua bodoh?" Rifqy melempar pulpen yang di pegang untuk menulis, tapi dengan cepat Dimas menangkapnya.
Tapi bukannya takut, dimas malah bertambah kesana kepada Rifqy. "Kesel gua sama lo tau gak?" Ujar Dimas bersedakep di dada.
Rifqy menyengit dengan memicingkan mata elang miliknya. "Kenapa?" Tanya Rifqy dengan wajah dinginnya.
Mulai lagi deh tuh muka dinginnya keluar! hadehh!
"Ya ampun Rifqy...!" menepuk jidatnya beberapa kali, ia tak habis pikir kenapa mempunyai sahabat yang begitu bodoh akan cinta
"Lo emang bodoh tau gak!..." Melempar kembali pulpen Rifqy yang tadi di lempar kepadanya ke empunya lagi.
Dengan sekejap mata pulpen sudah ada di tangannya lagi. "Lagian kenapa jadi lo yang kesel sendiri? gua ini yang belum mau lakuin, ehh lo yang repot." Rifqy mendengus kesal dengan sikap kepo dan nyinyirnya Dimas yang keterlaluan sekali menurutnya.
"Lo tau gak Qy?..." belum selesai dia berkata, ehh sudah di potong oleh Rifqy.
"Gak!" sambar Rifqy memotong perkataan Dimas.
"Diem dulu Rifqy!" pekiknya dengan sedikit berteriak. Baru kali ini Dimas berkata dengan nada tinggi seperti itu.
Rifqy sejenak diam mendengarkan perkataan Dimas. Sungguh kata - kata itu mengena dan menyentuh ke dalam relung hatinya.
Rifqy melengos. "Sok tau!" jawab Rifqy ketus.
"Qy, bukannya gua sok tau, tapi itu lah yang gua tau tentang perempuan! ahh dasar lo ya gak mikir!! masa tiap malem nelpon gua cuma mau tanya kerjaan mulu. Masa-masa pengantin baru itu harusnya mainnya di ranjang, pandangin tuh wajah istrinya bukan di laptop mantengin Email." kesal Dimas dan suaranya mulai meninggi.
"Gua jadi heran sama lo, sebenernya lo normal gak sih? apa jangan-jangan punya lo itu gak bisa bangun ya? hahh." tanya Dimas matanya menelisik menatap Rifqy penuh intimindasi
"Sialan lo!!! punya gua masih fressss kali. huhhhhh..." Sahut Rifqy kesal.
"Qy, kenapa lo gak honey moon aja sama istri lo?" tanya Dimas mengusulkan ide yang terlintas di otaknya begitu saja.
Rifqy tampak mengerutkan dahinya menjadi berlipat - lipat. "Kemana?" tanya Rifqy. Ohh ya ampun kakak Rifqy kok telmi ya? telat mikir! 🤭
"Mana gua tau, kok malah tanya sama gua. Lo maunya kemana? atau lo bisa tanya tuh sama istri lo dulu." Menggidik bahunya acuh tak acuh.
__ADS_1
"Tohh juga gua cuma nyaranin doang, keputusan mau atau gak maunya itu ya ada di tangan lo kan?" Lanjut Dimas pasrah dengan mau dari sahabat nya. Toh juga dia sudah berpendapat. Memang susah sih ngomong sama orang yang keras kepala, egois dan juga tak tau apapun tentang perempuan. Taunya tentang mementingkan diri sendiri saja!
Sejenak mereka diam, sama-sama hanyut dalam pemikirannya sendiri-sendiri.
"Bener kata lo Mas, gua harus ajak dia Honey Moon..." sejenak kata-katanya terhenti. Dia menghembuskan nafasnya kasar.
"Tapi gak sekarang, gua baru masuk jadi gua gak mau kalo kerjaan gua nambah numpuk gara-gara gua tinggal lagi, pergi buat Honey Moon." Lanjut Rifqy dengan santainya.
Dimas tersenyum miring penuh arti. "Lo tenang aja, kan ada Assistent lo yang bisa di andelin ini." menepuk dada kirinya pelan dengan tangan kanan mengepal seperti membanggakan diri sendiri.
"Gua gak mau kalo lo itu jadi budak kerjaan." Sahut Rifqy dengan terkekeh pelan.
"Sialan lo! gua bukan budak!" Dimas mendengus kesal
"Terus apa?" tanya Rifqy lagi
"Ya, gak tau! hahaha" terkekeh dengan penuh arti.
"Qy, lo hari ini gak ada kerjaan." kata Dimas lanjutnya.
"Terus kenapa?" Tanya Rifqy dengan santainya.
"Mending lo pulang aja deh, deket-deket tuh sama istri lo" nah kan nampak lagi senyum smirknya yang tak bisa di artikan oleh siapapun.
"Lo ngusir gua? ini rumah sakit punya Ayah gua jadi terserah gua mau pulang atau disini. Sok ngusir gua lagi ck" Rifqy berdecak kesal dan mulai tersinggung dengan ucapan Dimas.
"Terserah lo!!! serahhh" Sahut Dimas yang langsung meninggalkan Rifqy sendiri disana.
.
.
.
Bersambung...!
__ADS_1