
Dengan jalan tergesa-gesa dan sedikit berlari Rifqy menuju mobilnya yang terparkir di depan bangunan Caffe N Resto QySya miliknya
Tuiittt Tuiittt (di kira-kira aja ya bunyi alarm mobil itu kaya gimana ðŸ¤)
Alarm mobilnya berbunyi
Rifqy memasuki mobil dan mendudukkan tubuhnya di belakang kemudi.
Dengan segera Rifqy menyalakan dan menjalankan mobil yang sedang di kendarainya dengan kecepatan sedang, karena jalanan yang sedikit lengang, Rifqy dapat melajukan mobilnya dengan leluasa tanpa ada masalah dalam kemacetan ataupun kendala apapun yang biasa Dia temui saat pulang dari Rumah Sakit sore hari.
30 menit Rifqy sudah berada di dalam Bandara, Ia terlihat menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri seperti sedang mencari seseiorang.
Yap, benar sekali! Rifqy sedang mencari dimana keberadaan Ayah dan Bunda yang sangat Ia (Rifqy) rindukan.
Disaat sedang sibuk mencari Orang Tuanya, tiba-tiba Rifqy di kagetkan dengan suara yang familier di telinganya dan sangat Ia kenali sedang memanggil namanya
"Rifqy!!!" panggil orang itu dengan sedikit berteriak
Seketika itu Rifqy membalikkan badannya mencari keberadaan dimana orang yang memanggilnya, seketika matanya melebar menangkap sosok 2 orang paruh baya yang sangat di sayangi sedang tersenyum kepada dirinya
"Bunda!!" panggil Rifqy seketika berlari memeluk Bundanya tersebut
Yah, memang benar yang memanggil Rifqy adalah Bundanya, Rasa rindu yang di rasakan Rifqy kepada Orang Tuanya sangat besar, karna memang mereka sudah terpisah selama 6 bulan yang lalu setelah Bundanya kembali ke Kalimantan Tengah.
"Bunda, Rifqy kangen banget" Ucap Rifqy memeluk orang yang masih terlihat cantik dan muda itu dengan erat, semakin lama semakin erat seperti tak ingin melepaskan pelukannya
"Bunda juga kangen Sayang sama kamu! Ya ampun semakin dewasa tambah tampan saja anak Bunda ini!" kata Bunda menggoda Rifqy setelah melepas pelukan
"Bunda jangan terus goda Rifqy!" Sahut Rifqy yang tanpa terasa air matanya keluar begitu saja, di karenakan rasa rindu yang begitu besar kepada kedua orang tuanya
"Rifqy jadi malu" imbuhnya dengan sedikit menundukkan kepalanya karna wajahnya sudah merah seperti tomat
"Coba liat Ayah, anak kita udah tau malu sekarang. Hehe" ujar Bunda terkekeh dengan menatap kepada Ayah Rifqy yang berada di samping
"Ayah dilupain nih kayanya!" timpal Ayah Rifqy memicingkan matanya merasa di lupakan oleh anak sendiri
"Ayah!!" Panggil Rifqy sembari mengalihkan pandangannya ke arah Ayah tersayang
"Rifqy gak akan lupa sama Ayah!" imbuh Rifqy langsung mendekap tubuh kekar pria paruh baya di depannya itu
"Anak Ayah memang sudah dewasa sekarang ya?" Ayah menepuk pelan bahu Rifqy sambil melepas dekapan hangat tubuh anaknya
"Ahh, Ayah!" jawab Rifqy tersipu malu
"Sudah Peluk Pelukannya, Ayuk kita pulang! Bunda capek ini mau istirahat!" timpal Bunda Rifqy sambil memijat bahu karna terlalu lelah
"Hayuk Bun Yah
Sini biar Rifqy aja yang bawa kopernya!" meraih koper besar yang di bawa kedua orang tuanya ke tangannya
Disaat berada di dalam mobil, Rifqy dan Orang Tuanya asyik mengobrol
__ADS_1
"Ayah Bunda, kita kerumah Rifqy aja ya? Rumah Bunda sama Ayah kan udah lama gak di tinggalin." Bujuk Rifqy sambil tersenyum berharap Ayah dan Bundanya mau menuruti apa katanya
"Tapi bukannya ada Embok yang ngerawat 'kan? Rumah Bunda sama Ayah" jawab Bunda memandang wajah anak semata wayangnya
"Iya lah Bun, tapi 'kan emang Mbok lagi pulang kampung jadi Mbok lagi gak ada!" terang Rifqy
"Loh! terus Rumah kita gimana Yah?" pekik Bunda kaget
"Ahh Bunda jangan teriak-teriak! malu di lihat orang" kata Ayah menunjuk orang-orang dengan ekor matanya
"Hehe.. Iya maaf"
"Ya, kerumah Rifqy" mohon Rifqy menunjukkan wajah melasnya dengan memainkan pupeyes
"Terserah kamu Nak!" Sahut Ayah Rifqy
****
(Skip)
Sampailah mereka Di Rumah Rifqy, Ia berjalan menuju kamar yang ada Di rumahnya dan tak lupa Ia membawa koper Orang Tuanya
"Bunda sama Ayah tidur di kamar ini aja ya? soalnya cuma ada 2 kamar utama dan satunya lagi kamar tamu" terang Rifqy sembari membuka kamar yang sama besar dengan kamar di sebelah yaitu kamarnya.
"Iya Sayang" Jawab Bunda Rifqy singkat, tanpa permisi menyelonong masuk ke dalam kamar tersebut
"Rifqy istirahat di kamar dulu ya Bunda Ayah?
Bunda dan Ayah juga istirahat!"
Rifqy keluar dari kamar Orang Tuanya berjalan menuju kamar pribadi miliknya.
Ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri
15 menit waktu nya untuk mandi, setelah selesai dengan ritual mandinya Dia merebahkan diri untuk melepas lelah dan penat selama setengah harian mengerjakan pekerjaan yang menumpuk di Caffe
****
Suasana semakin sore
Setelah terbangun dari tidurnya, Rifqy duduk di pinggir ranjang miliknya sambil memainkan benda pipih yang ada di genggaman tangannya
Aku telpon Syasya aja deh, biar Bia bisa ada persiapan buat lusa besok. Gumam Rifqy yang senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana acara lusa hari
****
Sedangkan Bela
Setelah menunaikan Sholat Ashar, Ia Beranjak ke kamarnya
Saat Ia merebahkan dirinya di ranjang, Bela mendengar ponselnya bergetar
__ADS_1
Drrttt Drrttt Drrttt
Kak Rifqy! ngapain Dia telpon lagi? aku gak mau angkat. Gumam Bela memalingkan wajahnya
Drrttt Drrtt Drrttt
berkali-kali ponsel Bela bergetar karna perbuatan Rifqy yang tak pantang menyerah untuk bisa bicara dengan Bela
Ihhh ngapain sih terus-terusan nelpon?. Geram Bela yang semakin kesal
Ia (Bela) mendengus kesal lalu menggeser tombol hijau ke bawah
***
"Hallo Kak. Assalamualaikum?" Sapa Bela setelah mengangkat telpon dari Rifqy
"Hem Wa'alaikummussalam.
Akhirnya kamu angkat telpon dari aku juga"
"Ada apa kak? kenapa nelpon?" Tanya Bela ketus
"Bel, lusa aku akan bawa orang tua aku kesana? Aku berniat untuk melamar kamu."
Jawaban Rifqy membuat Bela terkejut
"Hahh...!" ucap Bela yang langsung menutup mulutnya dengan tangan "Kak, gak usah becanda deh!
Kan Aku udah bilang Aku gak pantes buat kamu! jadi untuk apa kamu susah-susah mau melamar aku? Gak usah ya Kak!" Pinta Bela berharap Rifqy ingin mendengarkan kata-katanya, tapi apa yang di katakan Bela tidak ada artinya. Rifqy malah akan tetap melamarnya dan segera menentukan tanggal pernikahan dalam waktu dekat ini
"Gak akan. Aku akan tetap melamar kamu dan secepatnya menentukan tanggal pernikahannya.
Aku mohon Bel kamu mau ya?"
"Terserah aku gak peduli!"
Tuttt Tuttt Tuttt
Panggilan terputus begitu saja
"Bel Bel tunggu dulu aku belum selesai ngomong! Bel!"
Rifqy melihat Ponselnya dan panggilan nya ternyata sudah terputus
"Sial!" Ucap Rifqy sambil mengacak-acak rambutnya frustasi
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...!
Jangan Lupa Vote Sebanyak-Banyaknya ya Readerss 😊 Like + Koment 😊