
Setelah kepergian Orang Tua Rifqy, di dalam mobil Bela merasakan perutnya terasa begitu sakit, mungkin karena belum makan sedari tadi. Bela memang mempunyai penyakit magh yang jika ia tak sarapan maka perutnya akan terasa begitu sakit dan melilit.
Ia (Bela) sedari tadi duduk sambil memegangi perutnya dengan sesekali meremas pelan gamis yang melekat di tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit. Namun nihil!
Rifqy melirik Bela yang sedang memejamkan matanya, tampak ada kerutan di dahi Bela setiap Rifqy menatap wajahnya. Walaupun tak terlihat dengan jelas tapi Rifqy tau kalo ada raut yang berbeda saat ini di wajah istrinya.
Cittt
Rifqy langsung menginjak rem dan seketika mobilpun berhenti dengan mendadak.
Rifqy memegang pipi Bela yang tertutup cadar. "Kamu kenapa?" Tanya Rifqy saat melihat Bela menggigit bibir bawahnya
Bela tersentak. "Enggak." jawab Bela lirih.
"Kamu kenapa?" Tanyanya lagi karna belum mendapat jawaban yang memuaskan dari Bela.
Gadis itu memejamkan mata dan membukanya kembali. "Perut aku sakit, Kak." Jawab Bela dengan bibir bergetar.
"Apa! kenapa gak bilang dari tadi? pasti magh kamu kambuh kan?" Serunya dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Kita cari rumah makan yang deket - dekat sini aja ya?" imbuh Rifqy.
Bela hanya mengangguk pasrah
Rifqy melajukan mobilnya lagi dengan kecepatan sedang sambil kepalanya tengak tengok mencari dimana rumah makan yang dekat dari Bandara saat ini.
Setelah sudah jalan lumayan jauh Rifqy melihat Rumah Makan di sebrang jalan sebelah kiri dan.
Terpampang nama "Rumah Makan Khas Sunda" di depan bangunannya yang bisa di bilang sangat unik dan mungil. Akhirnya dapat juga. Batin Rifqy tersenyum bahagia.
"Kita makan disana aja ya?" Menunjuk Rumah Makan di sebrang jalan.
Bela menatap sayu Rifqy
"Iya kak, terserah kak Rifqy aja." sahut Bela
Bela dan Rifqy pun keluar dari mobil dan berjalan menuju Rumah Makan Khas Sunda yang sudah ada di depan mata.
Memang Rifqy sudah rindu akan masakan Khas Sunda yang sudah lama tak di makannya setelah kesibukan selama ini.
Masakan Sunda adalah masakan dari masyarakat di Jawa Barat dan Banten, Indonesia. Makanan Sunda memiliki ciri kesegaran bahannya, lalap terkenal di makan dengan sambal dan juga karedok menunjukan kegemaran orang Sunda terhadap sayuran mentah segar.
Sambal terasi adalah bumbu penyerta yang lazim dalam hidangan sunda, di makan dengan lalap atau tahu dan tempe goreng.
Sayur asem dengan kuah berbumbu asam jawa mungkin adalah sayur yang paling populer dalam hidangan sunda.
****
Rifqy menggandeng tangan Bela menuju meja kosong yang ada di dalam sana.
Pelayan menghampiri mereka berdua dengan membawa buku menu.
Wah, tampannya. batin pelayan itu.
"Maaf Mba, Mas mau pesan apa?" Ucap ramah pelayan Rumah Makan.
"Makanan paling enak yang ada di Rumah Makan disini!" Jawab Rifqy yang tak lepas memandang wajah Bela.
"Baiklah, silahkan di lihat dulu Mas.
__ADS_1
Makanan disini ada Nasi Liwet Sunda, Nasi Tutug Oncom, Nasi Timbel, Empal Gentong, Empal Gepug Daging Sapi, Bakakak Ayam, Sate Maranggi, Cilok, Batagor, Lotek, Karedok, Mi Kocok, Asinan Bogir, Awug, dan minumannya ada Es lilin, Bajigur, Es Cendol, Es Goyobod, Es Doger, dan Es Oyen, juga air putih bias. " Ujar pelan itu menjelaskan makanan apa saja yang ada di Rumah Makan tersebut.
Rifqy mengangguk
"Mba, Saya mau Nasi Liwet Sunda, Empal Gentong, Bakakak Ayam, Sate Maranggi, Cilok, Mi Kocok, Awug, Batagor dan minumnya Es Cendol dan Es Oyen ya, Mba?" tutur Rifqy meminta makanan yang ingin ia dan istrinya makan.
Bela hanya bisa membelalakkan matanya mendengar Rifqy menjelaskan bahwa makanan yang di pesan untuk mereka berdua sangatlah banyak. Mana mungkin bisa menghabiskan makanan sebanyak itu pikirnya saat itu.
Pelayan tersenyum dan mengangguk paham
"Baiklah Mas, tunggu sebentar biar kami persiapkan terlebih dahulu." Ucap pelayan itu lagi dengan senyum ramah.
"Iya" Jawab Rifqy singkat.
Bela menyenggol perut Rifqy dengan siku lengannya.
"Kak, kamu gila ya makanan sebanyak itu apa abis untuk kita berdua?" Ucap Bela melotot dengan mata mengimindasi
"Tenang aja, pesanan kita kan tiap makanannya hanya 1 porsi." Jawab Rifqy santai. tetap aja kebanyakan, huh dasar!.
"Terserah lah" Sahut Bela memalingkan wajahnya
"Kamu pokoknya harus coba makanan khas Sunda, pasti kamu bakal ketagihan deh." Kata Rifqy dengan bangganya mengatakan seperti itu.
"Oya?" dengan senyum mengejek.
"Ya ampun sayang jangan kaya gitu. Kalo bukan disini udah aku makan kamu." membalasnya dengan senyum devil
Bela yang mendengar pernyataan Rifqy dan melihat senyum Rifqy yang seperti itu pun begidik ngeri membayangkan bagaimana dia mau makan istrinya sendiri batinnya bertanya-tanya.
Tak lama 2 orang pelayan datang dengan membawa makanan pesanan di tangan mereka masing - masing
"Makasih ya, mba" Sahut Bela yang tidak suka melihat pelayan itu menatap suaminya terus- menerus dengan senyum menggoda.
Pelayan hanya mengangguk
"Ayo atuh di makan?" Ucap Rifqy yang melihat Bela malah sibuk memperhatikan pelayan, bukannya makanannya.
Bela menoleh dan seketika. "Wahhh" sahut Bela yang terpana dengan makanan yang ada di depannya.
"Ini enak banget loh" Kata Rifqy lagi
"Keliatannya enak sih" Sahut Bela yang masih ragu.
"Ya, memang enak" Ujar Rifqy dengan bangga.
"Sekarang di makan dulu, katanya tadi perutnya sakit." Menyendokkan Nasi liwet ke dalam piring Bela.
"Ehh gak usah kak, bisa aku aja." mencegah Rifqy agar tak melayaninya, seharusnya dia yang melayani Rifqy ehhh ini malah kebalik.
Rifqy tersenyum dan mengangguk
"Aku foto'in dulu ahh" meraih ponselnya yang ada di dalam tas
Ya ampun! kelakuan istri ku ini. gumam Rifqy dalam hati sambil menepuk dahinya beberapa kali melihat kelakuan istrinya.
Dia pun mengabadikan dengan ponselnya
(Foto hasil kereta Mbah Google ya 🤫)
__ADS_1
NASI LIWET SUNDA
BAKAKAK AYAM
EMPAL GENTONG
MI KOCOK
SATE MARANGGI
EMPAL GEPUL DAGING SAPI
CILOK
AWUK
BATAGOR BANDUNG
ES GOYOBOD
ES CENDOL
Ck ck ck Rifqy mendesah saat mengetahui kalau istrinya sudah sangat lama membuang waktu hanya untuk memfoto sebuah makanan. Katanya tadi perutnya sakit, tapi sekarang malah asyik foto - fotoin aja. Udah berapa lama ini (melirik arloji mahal branded yang bertengger di tangan sebelah kirinya) udah hampir setengah jam dia malah asyik dengan ponselnya. Aku juga kan laper! uhh nasib - nasib!
Mau di tegor takut marah! gak di tegor tapi udah laper banget!
Ampuni hamba Ya Allah, Ya Rabbi yang maha pengampun dan yang maha pemberi rezeki. Jangan buat perut ku ini lapar sebelum istri ku ini selesai memfoto. batinnya menggerutu seraya berdoa.
.
.
.
Bersambung...!
lanjut gaess 💪
__ADS_1