
Dekap percayamu dalam hati ❤
Bahwa Allah akan selalu memberi yang terbaik dalam hidup ini!
Ingatkan hati!
Agar tidak pernah lupa bahwa, Allah lah yang mengendalikan segalanya..
Luka kemaren, jadikanlah pelajaran!
Dan percayalah! Allah telah menyiapkan sebuah nama yang tepat untukmu..
Percaya tidak?
Jika kualitas diri itu memcerminkan kualitas diri pasangan kita?..
❤***❤***❤
Matahari telah berada di atas kepala, hari semakin siang dan panas semakin menerpa kulit orang yang berada di bawahnya.
Asap dan debu kendaraan semakin menyeruak di jalanan kota dengan di iringi oleh suara-suara bising dari deru motor dan mobil yang berlalu lalang di samping, belakang maupun di depan mobil milik Rifqy.
Mobil yang di kendarai Rifqy dan Bela tengah berada di jalan kota yang memang sedikit macet, Rifqy yang sedikit kesal karna belum ada pergerakan dari mobil yang di depannya pun memukul-mukul setir kemudi.
Setir di pukul pun klakson berbunyi membuat Bela yang berada di samping Rifqy sedang memandang kendaraan berlalu lalang melalui jendela terlonjak kaget
"Astaghfirullah" latahnya seraya mengelus dada beberapa kali
"Ehh maaf. Habisnya mobil gak jalan-jalan." Sahut Rifqy yang menyadari kalo Bela kaget dengan perlakuannya itu
Bela mengangguk di iringi dengan senyuman. "Gak papa Kak! yang sabar sebentar lagi juga pasti jalan kok." Ucap Bela mencoba untuk menasehati pemuda yang sebentar lagi menjadi suaminya itu
Rifqy pun menjadi luluh dengan perkataan yang Bela lontarkan baru saja. Dia yang nampak kesal menjadi tidak kesal lagi.
"Emm, Bel?" Panggil Rifqy yang seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Bela
Bela menengok menatap Rifqy. "Iya. Ada apa Kak?" Sahut Bela seraya bertanya
Ragu! memang!
Tapi Dia coba untuk tanyakan, karena memang itu hak Bela yang memang harus Ia bayar. "Kamu mau mahar apa dari Aku?" Menatap mata Bela dengan serius
"Emm..." Kata-kata Bela berhenti seperti memikirkan sesuatu
"Kalo boleh Bela mau mahar bacakan Bela Surah Ar-Rahman di depan semua orang pas acara akad nanti? itu aja kak! Bela gak mau minta apa-apa" imbuhnya lirih dengan menunduk, tapi tetap saja ucapan yang keluar dari bibir mungil itu masih bisa di dengar oleh indra pendengaran Rifqy.
Rifqy mangut-mangut tanda mengerti. "Baik!Aku akan kasih lebih buat Kamu!
Jikalau Kamu gak minta, maka Aku yang akan kasih itu ke Kamu" Ujar Rifqy dengan senyum yang tak pernah surut dari bibirnya
Bela menyengit dahinya. "Maksud kak Rifqy gimana?" Tanya Bela terheran-heran
__ADS_1
"Kamu akan tau nanti pas acara istimewa kita 7 hari lagi, yaitu pernikahan kita." Jawab Rifqy dengan santainya
Bela hanya mengangguk kepala beberapa kali
*****
Setelah menunggu 30 menit di tengah kemacetan akhirnya mobil yang di kendarai Rifqy dan juga Bela 'pun berjalan menuju Mall terbesar yang ada di kota tersebut.
Rifqy tampak menghela nafas lega
"Akhirnya sampai juga!" Ujar Rifqy setelah memarkirkan kendaraannya di tempat parkir yang memang di sediakan oleh pihak Mall
Bela tersenyum. "Alhamdulillah Kak!" Sahut Bela membenarkan
"Iya, Alhamdulillah!" Senyumnya begitu manis yang mengembang di bibir Rifqy
Kedua insan itu pun keluar dari mobil, berjalan menuju pintu masuk Mall, Setelah masuk mereka menaiki tangga eskalator yang ada di Mall untuk cepat sampai ke lantai 5 dari gedung Mall tersebut.
Sampailah mereka di sebuah toko perhiasan yang tampak besar daripada yang lainnya.
Mata Bela tak lepas dari keindahan dunia yang ada di depan mata tersebut. Batinnya berkecamuk merasakan sensasi desiran saat melihat indahnya perhiasan yang terpampang nyata.
Tapi tetap Dia jangan takabur! Dia tak ingin menjadi orang yang serakah!
Salah satu Karyawan menghampiri sepasang sejoli tersebut. "Mau cari apa Kak?
Silahkan di pilih!" Ucap salah satu karyawan kepada Rifqy
Apa? yang paling bagus!
Ya Allah Aku gak salah denger?
pasti mahal-mahal deh cincinnya di toko ini? mana rata-rata berlian pula. Gumam Bela dalam hati
Salah satu karyawan yang ada di dalam 'pun keluar dengan membawa 3 buah kotak yang berisi cincin pernikahan dengan taburan berlian di atasnya.
"Ini adalah cincin untuk pernikahan pengeluaran terbaru dari toko ini Kak, belum ada yang mempunyai salah satu dari 3 pasang cincin ini!
Karna memang 3 pasang cincin ini hanya ada 1 buah di toko ini. Toko Kami baru launching jadi masih ada 1 buah dari setiap 1 pasang model cincin" Ucap karyawan menjelaskan panjang kali lebar
"Oke!" sahut Rifqy
"Kamu mau yang mana Bel?" Beralih menatap kepada Bela
"Terserah Kak Rifqy aja!" Jawab Bela yang matanya belum beralih dari cincin yang sederhana namun terlihat mewah itu
Rifqy pun mengikuti arah pandang Bela dan ternyata itu yang dia mau pikir Rifqy menerka-nerka
Rifqy beralih kepada Karyawan tanpa menatap wajah Karyawan itu. "Mba, Saya mau yang ini! keliatannya sederhana tapi mewah gitu.
Bungkus ya mba?" Ucapan Rifqy membuat Bela membulatkan matanya
__ADS_1
"Kamu mau apa lagi Bel? Gelang atau kalung gitu?" Lanjut Rifqy bertanya ke Bela dan hanya di balas gelengan kepala dari si punya nama
Karyawan itu menyerahkan bungkusan kotak cincin kepada Rifqy. "Ini Kak! silahkan!" Ucap salah satu Karyawan
Rifqy pun menerimanya dengan senang hati. "Oke, makasih Mba.
Kalo gitu yang model kaya gini jangan di keluarin lagi ya?" Ucap Rifqy tersenyum dan langsung meninggalkan toko itu di ikuti oleh Bela
Bela heran kenapa Dia enggak bayar? apa ini tokonya? ahh sudah lah biar nanti Aku tanya kepada dia Pikir Bela sambil menggedikkan bahunya
*****
Sampai di dalam mobil Bela ingin bertanya, namun Dia belum ada keberanian
Mobil melaju sedikit menjauh dari Mall dan telah berada di tengah jalanan kota yang macet tadi
Bela membenarkan duduknya menjadi menghadap pada Rifqy. "Kak?" Panggil Bela. Ia berfikir untuk bertanya saat ini juga.
Rifqy yang mendengar di panggil pun menengok "Iya" jawabnya
"Kok tadi Kak Rifqy gak bayar?" Tanya Bela dengan memberanikan diri bertanya
Rifqy terkekeh. "Hahaha..
Kenapa Kamu heran ya?" Bukannya di jawab! ehh Dia malah balik bertanya kepada gadis itu
"Bukan gitu kak, tapi..." Belum selesai bicara, ucapan Bela di potong oleh Rifqy
"Tapi apa?
Itu Mall Bunda Bel!
Jadi buat apa Aku susah-susah bayar?" Jawabnya santai sambil nyengir memamerkan barisan gigi putihnya
Bela yang mendengar itu mengangguk mengerti akan jawaban yang di lontarkan oleh Rifqy
.
.
.
Bersambung...!
Jangan Lupa Like 👍
Koment 💋
dan Vote dari poin maupun koin ya 😊
Thank you 😘
__ADS_1
Happy Reading 😉