
Alarm Rifqy dan Bela di pagi hari telah membangunkan mereka pagi pagi sekali
Kukuruyukkk...
Seorang Rifqy menggeliat menerjapkan matanya mendengar alarm nya telah berbunyi, dia meraih ponselnya yang berada di atas meja nakas di samping ranjang yang ia dan istrinya tiduri, dia melihat angka jam yang tertera di layar handphone.
Waktu menunjukan pukul 03.00
Rifqy sejenak melirik wajah cantik nan ayu milik istrinya yang masih terlelap tidur di bawah hangatnya selimut yang tebal, sebelum beranjak dari tempat tidurnya untuk membersihkan diri, dia memainkan jarinya di area wajah Bela. Dari mulai menunjuk-nunjuk pipi sedikit tembam dengan pelan tapi bisa menggangu sang empu, mencubit pelan hidung kecil sedikit mancung itu, dan mengusap-usap bibir kecil merah alami milik istrinya hingga membuat Bela menggeliat karna merasa terganggu dengan aktivitas yang di lakukan Rifqy.
"Kak, udah deh masih ngantuk tau." Ucapnya dengan mata masih terpejam.
"Bangun sayang." Bisik Rifqy di telinga Bela hingga membuat Bela kegelian dan akhirnya membalikkan badannya membelakangi Rifqy.
Rifqy hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan istrinya yang menurutnya sangat lucu itu.
"Sayang bangun atuh." Bisiknya lembut di telinga kiri Bela.
"Kak ngantuk!" Sahut Bela sedikit kesal.
"Ini udah mau jam setengah empat, bangun atuh. Atau mau aku cium dulu biar kamu cepet bangun dan buka mata" menunjuk-nunjuk pipi Bela pelan dengan jari telunjuk.
"Hah" Terperajat mendengar Rifqy mengatakan sudah jam setengah empat dan ingin menciumnya jika tak bangun juga. oh tidak!
Bela langsung duduk dan mengucek matanya agar bisa terbuka sempurna.
Rifqy tersenyum geli. "Istri aku pinter deh!" mencubit pipi Bela gemas.
"Awww, sakit Kak!" pekik Bela seraya memonyongkan bibirnya sambil tangan di lipat di dada.
Rifqy terkekeh. "Mau mandi gak? atau mau mandi bareng?" menaik - turunkan matanya. seneng amat godain aku!
Mata Bela langsung mendelik sebal mendengar godaan yang di lontarkan Rifqy.
"Enggak" jawab Bela cepat
Rifqy terkekeh pelan
"Okey, aku mandi dulu" Ucap Rifqy turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah Bela sudah tak mengantuk lagi, iapun segera menyiapkan sajadah, sarung, baju koko, peci untuk suami dan juga perlengkapan untuknya sholat juga.
Tak butuh waktu lama Rifqy sudah keluar dengan handuk yang hanya menutupi setengah tubuhnya. Saat Bela melihat itu ia langsung berlari membawa handuk bath up nya ke dalam kamar mandi. Malu itu lah yang di rasakan Bela saat ini. konyol!
Rifqy dan Bela telah siap untuk Sholat Tahajud, Sholat malam yang sering kedua insan itu lakukan setiap malam harinya.
Di lanjutkan dengan Rifqy yang Sholat Subuh berjama'ah di Masjid dekat rumahnya dan Bela Sholat Subuh sendiri di dalam rumah Rifqy.
****
Hari ini adalah hari kepulangan Bunda dan Ayah Rifqy ke Kalimantan.
__ADS_1
Tempat dimana Ayahnya merintis usaha dari nol / bawah sekali di sana. Usaha yang dari dulu ia rintis agar bisa di wariskan kepada anak semata wayangnya, tapi apalah daya dia, sedangkam putra tunggal yang sangat ia harapkan malah memilih profesi sebagai Dokter ahli bedah dan spesialis penyakit dalam dan putranya hanya mau untuk mengurus Rumah Sakit miliknya.
Rifqy memang tak berkeinginan meneruskan usaha yang di tekuni ayahnya untuk waktu dekat ini, karna baginya profesi Dokter yang dia sandang sekarang sangat di butuhkan banyak orang. Tapi entahlah untuk hari yang akan datang, mungkin dia akan mulai menekuni usaha dari Ayahnya agar bisa untuk meneruskan usaha sang Ayah di Kalimantan, saat Ayahnya telah tak mampu lagi untuk menanggung beban di hari tua.
Hari ini Rifqy dan Bela akan ikut menghantar Ayah dan Bundanya ke Bandara sebagai bentuk perpisahan sebelum kembali ke kota jauh disana, tapi sebelum itu mereka akan mampir terlebih dahulu ke rumah utama yang akan Ayah dan Bunda tinggalkan.
"Hari ini gak usah masak ya? kita delivery aja biar gak telat ke rumah Bundanya." Ucap Rifqy yang sedang duduk di tepi ranjang terus memandang istrinya yang sedang bersiap-siap.
"Iya, kak." Sahut Bela sembari membenarkan pashmina yang sedari tadi mungkin sudah 1 jam lebih tak jadi-jadi.
"Sayang berapa lama lagi, kalo gak kita akan telat ini." Ujar Rifqy mengingatkan.
"Sebentar lagi." Jawabnya singkat.
"Ini udah 1 jam lebih kamu bersiap." melirik arloji yang terpasang di tangan kirinya.
"Oke, udah siap" Sahut Bela sambil menenteng tas dan ponselnya di meja rias.
"Oke, ayo." Mengulurkan tangannya untuk menggandeng Bela.
Saat sampai di tengah-tengah tangga tiba-tiba ada yang mengetok pintu dari luar.
Tok Tok Tok
Rifqy langsung membukanya
Terlihat seorang ojol makanan yang datang membawa makanan yang telah di pesan oleh Rifqy lewat aplikasi.
"Kita makan di rumah Bunda ya?" Kata Rifqy
****
Sepanjang perjalanan ke rumah Bunda terdengar canda tawa yang keluar dari mulut mereka berdua, Rifqy terus menggenggam tangan Bela dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan fokus kepada kemudi.
Sampai di rumah Orang tuanya, Rifqy dan Bela langsung berhambur masuk ke dalam kamar utama yang ada di rumah tersebut. Ya, dimana lagi kalau bukan kamar Bunda dan juga Ayah.
"Assalamualaikum Bun, Yah!" sapa Rifqy dan Bela berbarengan.
"Wa'alaikummussalam Nak!" jawab Bunda
"Sini sayang." titah Bunda kepada Bela dan Rifqy.
Bunda memeluk menantu dan anaknya bergantian, di lanjutkan Ayah yang merengkuh putra semata wayangnya.
"Boy, ingat kalo pun Ayah dan Bunda balik ke kota ini lagi, harus dapat kabar yang menggembirakan untuk kami! ya, cucu." ucap Ayah menepuk bahu sang anak.
"Hah" kaget iya kaget! susah payah dia menelan ludahnya yang tercekat di tenggorokan.
"Kita langsung ke bandara aja ya? jadwal penerbangan ayah dan bunda di majukan 1 jam, kita hanya punya waktu 30 menit dari sekarang." Ujar bunda menjelaskan.
"Iya kita harus cepat." Tambah Ayah menimpali.
__ADS_1
"Hah!" Rifqy dan Bela saling pandang
Oh ya ampun, mereka berdua belum sarapan pagi dan harus langsung berangkat ke Bandara!
Untung saja tadi sepanjang perjalanan ke Rumah Orang Tuanya, mereka sempat makan roti untuk mengganjal perut agar tak terasa sakit nantinya. Ya, semoga saja!
****
20 menit sampailah mereka di Bandara R.I
10 menit lagi pesawat yang akan di tumpangi orang tua Rifqy lepas landas.
"Bunda sama Ayah berangkat dulu ya Rifqy, jaga menantu Bunda ini." Kata Bunda memberi nasihat.
"Iya Qy, pokoknya jaga menantu kami" Timpal Ayah Rifqy.
"Siap" Jawab Rifqy sembari meletakkan telapak tangan di pelipis yang yang miringkan (seperti hormat)
"Bunda percaya sama kamu, Bela sayang Bunda harap waktu Bunda dan Ayah balik kesini lagi perut kamu sudah ada isinya ya sayang" Kata Bunda lembut mengelus perut Bela
Bela hanya tersenyum getir
Mengingat pernikahannya dengan Rifqy terlalu cepat, dia belum memiliki rasa cinta untuk suaminya, mana mungkin bisa melakukan hubungan suami istri tanpa adanya rasa cinta.
Entahlah yang pasti keinginan mentuanya begitu cepat, mengingat usia pernikahannya yang belum ada satu bulan itu dari sekarang.
"Bunda udah ya, tuh udah di panggil" Ucap Rifqy mengalihkan pembicaraan mereka yang begitu vulgard.
"Iya sayang, Bunda sama Ayah pergi dulu ya?" sambil berjalan menuju Pesawat yang akan on going.
Bela dan Rifqy sama sama mengangguk dan tersenyum
.
.
.
Bersambung...!
- Menikahinya Demi Putri Angkatku
- My Best Friends
Jangan lupa mampir 🤭
Like 👍
Coment yang membangun 💋
Vote 👌
__ADS_1
Rate bintang 5 ya 😄
gak maksa kok 😂