
"TAKDIR
Takdir memang seperti teka - teki
Yang sulit untuk di cari jawabannya..
Saat Kita sudah yakin akan sebuah jawaban,
Ternyata jawaban itu sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan..
Tuhan seolah mempermainkan Kita,
Menarik - ulur kehidupan yang saat ini tengah Kita jalani..
Namun!
Di balik itu semua, ada maksud yang tidak pernah Kita perkirakan.
Begitulah!
Teka - teki Tuhan..
Maka dari itu*!
Berbaik sangkalah selalu
Agar di berikan sesuatu yang baik pula oleh-Nya*..
"La TahzaN Innalaha ma'ana
Jalan takdir Allah tak pernah salah..
Berbaik sangkalah dengan aturan-Nya!
Jika perlu untuk Engkau menangis,
maka menangislah!
Tapi ingat,
jangan sedih lama - lama!..."
❤***❤***❤
Suara ayam jago di sepertiga malam membangunkan Rifqy di mimpi indah dari alam bawah sadarnya, Ia.(Rifqy) menggeliat dan menerjapkan matanya berusaha membukanya dengan lebar-lebar.
Saat menggerakkan badannya, Rifqy seperti merasakan ada yang menimpa dirinya, badannya susah untuk di gerakkan.
Ia berusaha melirik kearah samping dan benar saja ada seseorang yang sedang tidur dengan kepala di atas dadanya.
Seketika senyumnya melebar merasakan bahagia yang tak terkira baginya, ahh dia baru ingat kalo dia sudah menikah kemarin dan sudah menjadi suami seorang gadis yang sudah 1 tahun ini mencuri hatinya.
Rifqy berusaha menggeser tubuh istrinya dengan hati-hati agar Dia tak terbangun, Pemuda itu beranjak mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menunaikan ibadah di sepertiga malam.
Karna merasa ada yang menyentuh tubuhnya, Bela menggeliat dan mulai membuka mata dengan mengucek pelan dengan punggung tangan agar mau terbuka.
__ADS_1
"Kak?" Panggil Bela saat melihat Rifqy akan beranjak ke kamar mandi
"Iya" Pemuda tampan yang di panggil Kakak itu pun menoleh kearah orang yang memanggil dengan tersenyum manis
"Kak Rifqy mau kemana?" Tanya Bela duduk dengan membenarkan gaun tidurnya yang sedikit berantakan
Masih tersenyum. "Mau mandi." mulai berjalan ke kamar mandi
Bela merangkak ke pinggir ranjang dan duduk kembali di sana. "Emang ini jam berapa Kak? udah pagi ya?" Tanya Bela lagi
"Ini masih sepertiga malam Sayang dan Aku mau sholat Tahajud" Panggilan sayang dari membuat wajah Bela merona, Bela memalingkan wajahnya kearah lain agar Rifqy tak melihat wajah merahnya yang sudah seperti tomat itu.
"Emm Kak, Aku juga mau sholat!" Ikut beranjak dari tempat tidur, belum berjalan jauh namun langkahnya sudah terhenti dengan ucapan Rifqy.
Rifqy tergelak, namun cepat-cepat Dia merubah ekspresinya lagi. "Hei, Kamu mau menggoda Aku?" menunjuk ke gaun tidur Bela yang berantakan memperlihatkan area perut yang terpampang nyata
"Ihh enggak" sangkas Bela sembari berusaha menutupi perut mulusnya dengan selimut
Rifqy terkekeh. "Mau mandi bareng?" Rifqy mencoba menggoda Istrinya seraya menaik - turunkan alisnya berulang kali
"Enggak! Kak Rifqy duluan.
Aku mau cari kunci lemariku dulu deh." kilahnya dan berjalan menuju tas yang tergantung di dinding
Ini kuncinya, kenapa aku gak kepikiran ya kalo kuncinya ada di tas ini. bodoh bodoh bodoh kan emang aku taro di sini. Ya Ampun. gerutu gadis cantik itu sambil tepuk jidat kenapa dia begitu bodoh?
Setelah sama-sama mandi dan berwudhu, Bela dan juga Suaminya segera menunaikan Sholat Tahajud, mereka berdua terlihat khusyuk dalam berdoa.
Karna sebentar lagi Adzan Subuh maka Bela dan Rifqy tak tidur lagi, mereka menunggunya dengan membaca Al-Qur'an.
"Kenapa baca Al-Qur'annya gak bersuara?" tanya Rifqy yang terheran - heran
"Gak papa kak" Jawab Bela singkat sambil menutup Al-Qur'an, menciumnya dan mengusap wajah cantiknya dengan telapak tangan.
****
Rutinitas baru akan di mulai, Bela dan Rifqy keluar dari kamar setelah Sholat Subuh bersama.
Bela beranjak ke dapur dan Rifqy akan Jogging pagi seputaran untuk mengeluarkan keringat, memang itu sudah menjadi kebiasaan untuk Rifqy.
Rifqy keluar dari Rumah sang Mertua dengan memakai Kaos berwarna bata tua di padu - padankan jogger pant berwarna abu-abu dan tak lupa juga untuk topi hitam bergambar tengkorak yang sering Ia pakai kemana saja jika di perlukan, itu membuat Pemuda itu tampak tampan! apalagi jika sedang tersenyum.
Rifqy memang untuk penampilan di lihat oleh orang awam sedikit berantakan, kesehariannya biasa memakai hoddie maupun jaket, dengan jeans sobek dan juga tindik di telinga menambah kesan Dia anak badung. Meskipun begitu, jika berurusan dengan masalah Agama Rifqy lah yang nomer satu.
Ya, itulah Rifqy! Dia memang suka dengan penampilam yang seperti itu, tapi jangan salah dengan Iman nya! ibarat kata 'jangan lihat covernya! lihatlah dalamnya."
Hari ini adalah hari pertama mereka setelah menikah.
Bela akan memasak Ayam kecap, Sayur kangkung dan juga orek tempe.
Gadis itu memulai dengan mengiris bawang merah dan mengukek bumbu.
__ADS_1
1 jam berada di dapur Bela telah menyelesaikan masakannya, aroma khas makanan menyeruak menusuk hidung Rifqy yang baru saja tiba di dalam Rumah.
"Wah harumnya enak sekali." komentar dari Rifqy yang langsung menuju ke dapur melihat berbagai makanan yang tertata rapi di atas meja makan
"Assalamualaikum kak!?" Sahut Bela menyindir suaminya yang masuk tapi tak mengucapkan salam terlebih dahulu
"Ahh iya, Assalamualaikum sayang?" Menunjukan senyum pepsodent yang menjadi andalannya
"Sekarang mandi dulu, bau keringet" menutup hidung dengan terkekeh
"Enggak tuh" sesaat menciumi badannya sendiri. Mana? gak bau?
"Oke, oke aku mandi ya?" pasrah pemuda itu yang langsung menyelonong masuk ke dalam kamar
Bela yang melihat itu hanya geleng geleng kepala dan tersenyum
****
Tak butuh waktu lama Rifqy sudah rapi dengan baju santainya. Dia langsung duduk di asal kursi karna merasa lapar.
"Mau makan yang mana?" Tanya bela antusias memamerkan makanan yang baru Ia masak
"Semua" jawabnya dengan menunjuk semua makanan dengan jari telunjuk
"Wahh wahh wahh! ternyata menantu kita sudah disini ya, Bu?" sambat Bapak Bela berbicara kepada Ibu Bela yang juga ikut duduk di samping Rifqy
"Selamat pagi nak?" Ibu Bela menimpali perkataan Suaminya dengan menyapa sang menantu
Rifqy tersenyum ramah. "Selamat pagi Bu, Pak?" balasnya dengan menyapa mereka kembali
"Masakan istri mu ini enak sekali loh, gak kalah sama di restoran" oh, ya ampun Pak! jangan mulai deh?!
"Iya, apa lagi kalian habis keabisan tenaga untuk tadi malam" Ibu menimpali ucapan Bapak sedikit cekikikan.
Bela yang mendengar penuturan dari Ibu memandang Rifqy seakan bertanya apa maksudnya? entahlah karna hanya gidikan bahu yang menjadi jawaban dari Rifqy.
"Bu, udah dong kan mereka jadi malu" Ucap Bapak menengahi
"Baiklah ayo makan"
Suasana di meja makan sangat kacau, sesekali mereka tertawa dengan obrolan yang cocok, suara dentingan sendok dan piring ikut mengiringi kekacauan itu 😁
.
.
.
Bersambung...!
Jangan lupa mampir ke lapak aku yang lain ya ?
- Menikahinya Demi Putri Angkatku
- My Best Friends
__ADS_1
Di tunggu juga Like, Votenya 😁