
"Jadilah Wanita Yang Seperti Sayyidatuna Fatimah Azzahra
Yang Ketika Di perhatikan Oleh Laki-Laki, Dia Malu Dan Merasa Tidak Nyaman
Bukan Bangga...
Tentang AKU
Aku bukan seperti Dia..
Aku tak bisa memakai Pensil Alis,
Tidak memakai Softlens,
Memakai Eyeliner takut kecolok,
Berlipstik 'pun jarang.
Aku bukan seperti Dia..
Yang pandai merias Diri,
Yang punya paras cantik,
Yang bertubuh indah,
Yang terkagum saat Kau melihatnya.
Aku bukan Dia..
Yang berpakaian Modis, Aku hanya berpakaian seperti wanita berumur. Aku hanya wanita sederhana, memakai apa yang Ku punya.
Karna Kau tau pada dasarnya, indah tak indah sama sama kembali ke tanah.
Allah tak pernah berkata yang parasnya cantik tempatnya Surga.
Tetapi, Yang berhati cantiklah yang Insha Allah Surga Jaminannya...
Mensyukuri apa yang menempel di tubuh Ku.
Merias wajah 'pun Aku tak bisa,
Memang inilah Aku..
(Aulia Syasya Bela)
❤***❤***❤
Di Ruangan Dokter
__ADS_1
Sementara di Ruangan DR. Rifqy Al-furqan tepatnya ruangan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah AM setelah kepergian Bela (gadis yang menabraknya.
DR. Rifqy duduk dengan kepala bersandar di kursinya. Di pandangi Ponsel milik Gadis yang telah menabraknya tadi dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Di putar-putar benda pipih itu, lanjut dengan di cium Ponsel yang ada di genggaman nya, bau harum vanila semerbak khas wanita. Rifqy seperti mengenali harum tersebut, seperti bau harum dari wanita penolongnya waktu dulu kecelakaan 1 tahun yang lalu.
Rifqy memang hafal dengan bau harumnya, karna Dia memang berada di pangkuan gadis itu hampir 1 jam lamanya, di tambah dengan tangan yang tak bisa lepas dari gadis itu dulu. Jadi mau tak mau gadis yang sudah menolongnya juga harus ikut ke dalam ruangan UGD (Unit Gawat Darurat) di saat yang bersamaan.
Rifqy menyengit setelah membaca nama BELA yang ada di Softcase ponsel tersebut. Nama yang seperti famillier di telinga Rifqy, tapi Siapa? pikirnya
Jadi nama gadis itu BELA*? nama yang cantik seperti penampilannya*. Rifqy bergumam dengan lengkungan bibir membentuk senyuman yang sangat jarang di pandang mata oleh siapapun. Bahkan Dimas selaku Assistent dan Sahabat yang menemani perjuangan Kariernya sangat jarang melihatnya tersenyum seperti saat ini.
Dimas menyengit sesaat seperti ada yang beda dari diri Rifqy. Tapi apa?
"Qy Lo kenapa sih?" tanya Dimas penasaran
"Gak kenapa-kenapa" jawab Rifqy singkat
"Terus kenapa itu bibir senyum-senyum sendiri kaya orang Gila" celetuk Dimas mengejek Sahabatnya
"Emang Gua gila!" Ketus Rifqy menjawab pertanyaan Dimas
"Qy, Lo beneran gila?" pertanyaan bodoh
"Pertanyaan macam apa itu? yang menanyakan Bosnya gila! Lo kali yang gila?" elak Rifqy
"Ya Lo sendiri tadi yang bilang kalo Lo gila" bantah Dimas membela diri sendiri
"Emang" jawab Rifqy malas
Itu gadis yang tadi dan yang punya Ponsel ini.
Kenapa dia menangis? Apa Dia sedang mencari Ponselnya ini? Pikiran Rifqy bertanya-tanya
Ahhh sittsss kenapa hatiku terasa sakit melihat dia menangis seperti ini? Siapa sebenarnya gadis itu**?. Gumam Rifqy yang seakan heran kenapa terasa ada yang ganjal dengan hatinya ini saat berada di dekat gadis itu. Hatinya meringis sakit karna tangisan gadis bercadar itu, entah kenapa? Rifqy 'pun tidak tau dirinya kenapa?
Di dekatilah gadis itu dengan perasaan kalut dan bertanya-tanya
"Hei ada apa? apa Kamu mencari ini?" Tanya Rifqy menyodorkan ponsel dan sapu tangan dengan membungkukkan badannya di depan gadis itu
Gadis itu menerima sapu tangan itu dengan segera Ia menghapus air matanya dan menatap pemuda yang sedang menyodorkan Ponsel miliknya, pemuda yang sama yang di tabraknya siang tadi. Tatapan mata mereka sejenak bertemu, tanpa fikir panjang gadis itu langsung menunduk kembali di saat Dia sadar telah menatap mata yang bukan mahramnya.
"Hei, apa Kamu tak ingin mengambil ponsel mu ini?" Tanya Rifqy lagi
"Ahh iya terima kasih banyak karna telah mengembalikan ponsel Saya? Sekali lagi Saya ucapkan terima kasih?" Jawab Bela dengan menunduk
"Iya sama-sama, oh iya nama Kamu siapa?" tanya Rifqy dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman
"Saya Bela. Dan maaf kita bukan mahram!" Jawab Bela dengan menangkupkan tangan di depan dadanya
"Oh iyaa benar, maaf kalo gitu" balas Rifqy mengambil kembali uluran tangannya dan di simpan di saku celana
__ADS_1
"Tidak masalah! kalau begitu Saya pergi dulu. Sekali lagi Saya ucapkan Terima Kasih banyak?" pamit Bela beranjak untuk pergi dari hadapan Rifqy. Bela seakan risih jika berhadapan dengan pria yang jelas-jelas bukan mahramnya.
"Iya sama-sama, terima kasih kembali" jawab Rifqy
"Assalamualaikum" salam Bela dan segera meninggalkan Rifqy sendiri disana
"Wa'alaikumussalam" balas Rifqy menjawab salam gadis itu tanpa mengindahkan pandangan matanya
Gadis Baik, Sholehah lagi. Ucap Rifqy dengan senyum yang mengembang di wajahnya
Ahh iya kan nanti malam aku harus ke Rumah gadis penolongku. Ingatan Rifqy akan sesuatu yang membuatnya bersemangat lagi.
Flashback On
"Qy, mending Lo aja deh yang ke rumah gadis yang nolong Lo waktu itu**?" Ucap Dimas kepada Rifqy, berusaha bernegosiasi
"Sialan Lo! Lo berani merintah gua? hah!" sahut Rifqy tak terima
"Ya bukan kaya gitu Qy, kan Lo yang ada urusan sama tuh gadis? kenapa jadi gua yang harus kesana? gini nih kan lo bisa langsung ketemu orang tua tuh gadis buat ngobrolin tentang rencana lo untuk ngekhitbah anaknya" Dimas menjelaskan apa maksut Dia menyuruh Rifqy kesana sendirian
"Kenapa otak Lo jadi encer Mas!" Ucap Rifqy dengan senyum mengejek itu
"Sialan Lo! udahlah gua pergi dulu ada urusan. Dan nih Alamat tuh gadis.
Gua udah pastiin kok kalo ini alamat tuh bener" Ketus Dimas menyerahkan tulisan alamat gadis itu
"Sini! gua liat. Udah sana Lo pergi. Sana!" Rifqy mengusir Rifqy agar segera pergi, tentu saja itu hanya bercanda
Dimas pergi meninggalkan ruangan Rifqy dengan geleng-geleng kepala melihat sahabat nya sudah di taklukan seorang gadis. Dan bahkan gadis yang belum Di kenal sama sekali.
Flashback Off
Rifqy berlalu meninggalkan Rumah Sakit, Ia berjalan ke parkiran Rumah Sakit untuk mengambil mobilnya.
Dengan segera Ia memasuki mobil itu untuk pulang ke rumahnya.
Sesampainya Rifqy di rumah minimalisnya nan megah Ia masuk dan berjalan dengan cepat di tangga rumah menuju kamar untuk mandi yang ada di kamar pribadinya
ahh akhirnya aku bisa merebahkan tubuhku sebentar sebelum aku mandi dan pergi lagi. Gumam Rifqy dengan memejamkan matanya
.
.
.
Bersambung...!
Mohon dukungannya 🙏
__ADS_1
Terima kasih untuk yang sudah membaca 😘