
Hari semakin siang
Rifqy yang sedang berada ruangannya di sebuah Rumah Sakit terbesar di Kotanya tersebut, sedang duduk di atas kursi kebanggaannya dengan senyum yang tak pernah luntur, bibirnya selalu melengkung ke atas menandakan kalau hati dan fikirannya sedang berbunga-bunga mengingat tindakannya tadi pagi yang sudah terang-terangan mencium gadis yang sekarang telah menjadi istri baginya, karna memang biasanya hanya tindakan mencuri ciuman yang bisa dia lakukan sebelum tidur dan tindakan gadis itu di Rumah setelah di tinggal olehnya semakin membuat jantung Rifqy berdetak lebih kencang dari biasanya.
Bagaimana tidak? istri cantiknya jerit-jeritan mengatakan bahwa dia telah mencintai Rifqy, memang tidak secara langsung Bela mengucapkan di depan Rifqy, tapi Rifqy justru bahagia karna dia telah membuat gadis yang sangat di cintainya ikut mencintainya dalam waktu 1 bulan setelah pernikahan dia dan istrinya. Dengan begitu cinta yang telah di berikan untuk istrinya tidak bertepuk sebelah tangan bagi Rifqy karna sekarang sudah ada nama dirinya yang terukir di dalam hati gadis itu.
Kebahagiaan mana lagi yang di inginkan Rifqy selain cintanya di balas dengan cinta oleh istrinya sendiri. Di dalam setiap sujudnya, Rifqy selalu berdoa menyelipkan nama agar bisa menghadirkan cinta dalam hati seseorang nama itu dan dapat membalas cintanya dengan cinta itu pula.
Suatu kebanggaan bagi Rifqy karna perlakuan, kata-kata lembut dan cinta yang di berikan untuk seorang gadis yang selama ini telah mengisi relung hatinya tidak sia-sia. Sekarang telah hadir cinta di antara mereka berdua, Rifqy hanya akan menunggu kapan saat waktu itu datang seorang Bela mengungkapkan perasaannya itu kepada Rifqy di depannya langsung tanpa ada rasa ragu.
Ya, Rifqy melihat tindakan Bela dari CCTV yang telah di hubungkan ke Smartphone mahal miliknya.
Flashback On
Sesampainya di Rumah Sakit Rifqy langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju ruangannya di lantai paling atas, melewati lorong demi lorong dengan menaiki lift agar bisa cepat sampai dan langsung masuk ke Ruangannya yaitu Direktur Utama Drs. Rifqy Al-furqan.
Sampai di depan pintu ruangannya Rifqy berdiri sejenak di depan pintu sampai beberapa menit pintu itupun otomatis terbuka dengan sendirinya menampilkan dalam ruangannya yang begitu rapi dan apik dengan cat berwarna putih khas Rumah Sakit. Dengan segera tapi pasti Rifqy masuk berjalan ke kursi kebanggaannya, membuka jas putih yang melekat di tubuhnya menyisakan kemeja berwana merah maroon meletakkannya dan duduk di atas kursinya.
Rifqy mengeluarkan Smartphone dari dalam saku celananya, dia ingin melihat kegiatan apa yang sedang di lakukan istrinya sewaktu di tinggal olehnya saat dia pergi Rumah Sakit.
Niat hati ingin melihat kegiatan apa yang di lakukan Bela, istrinya.
Ehh malah dia melihat kejadian istrinya yang sedang lompat-lompat sambil berputar-putar seperti anak kecil yang baru di belikan mainan oleh orang tuanya dengan tangan kanan menempel di pipi kanannya.
Rifqy menyengit. "Kenapa Syasya?" gumam pemuda itu heran, seheran - herannya seraya bertanya. Tapi semua jawaban terjawab sudah saat orang yang sedang di pantaunya dari ponsel mahal miliknya mengucap kata - kata yang dapat membuat dirinya membeku di tempat dengan mulut menganga, terbuka lebar.
"Aku Cinta Kamu Kak?! Aku Mencintaimu" Jerit Bela dengan suaranya yang menggema dalam ruangan, untung saja rumah itu kedap udara jadi tidak akan ada yang tau kalau Dia jerit-jerit seperti orang gila atau seperti orang yang baru dapat lotre 😅
__ADS_1
Mata Rifqy membelalak, mulutnya yang menganga cepat-cepat dia tutup dengan telapak tangannya, tubuhnya beku tapi hatinya seakan bergetar dan jantungnya berdetak dengan kencang seakan mau lompat dari tempat yang seharusnya.
Flashback Off
***
"Qy, lo kenapa sih? sakit?" tanya Dimas setelah masuk ke dalam ruangan dengan melihat Rifqy senyum-senyum sendiri seperti orang sedang jatuh cinta.
Karna khawatir kenapa-kenapa Dimas berjalan ke arah meja kerja milik Rifqy untuk memastikan dengan memegang dahi pria itu, tapi belum sampai Dimas menyentuh dahi itu, tangannya langsung di tepis dengan kibasan tangan dari Rifqy.
"Apaan sih lo? jangan pegang-pegang gua juga kali." Rifqy mendengus kesal mendapati perlakuan Dimas yang ingin sembarangan ingin menyentuh dirinya, sudah tau pria itu tidak gampang di sentuh, hanya akan mau di sentuh oleh gadis bercadar yang telah menjadi nyonya Rifqy Al-furqan itu saja.
Seketika senyuman manis dari bibir itu hilang tergantikan dengan wajah dingin
"Gua lagi bahagia, jadi jangan bikin gua badmood lagi." lanjut Rifqy tanpa mengalihkan pandangan dari Smartphone mahal miliknya itu.
"Kepo tau gak lo?!" desis Rifqy sedikit kesal.
Dimas nampak mencabik. "Aihh lo ini, gua cuma pingin tau kali." cicit Dimas membela dirinya sendiri.
"Sama aja, pengen tau itu artinya kepo!?" sahut Rifqy yang masih tampak serius dengan Smartphone di tangannya.
"Ayo lah kasih tau gua Qy!?" desak Dimas.
"Kenapa? Lo pengen tau Gua bahagia karna apa gitu?" tanya Rifqy lagi.
"Ya iyalah, jarang-jarangkan Gua nemuin Lo lagi senyum-senyum sendiri kaya orang gila gini" jawab Dimas dengan menahan tawa atas apa yang di ucapkannya barusan.
__ADS_1
Rifqy mendesah. "Sialan Lo!? kurang ajar! pergi Lo!" titah Rifqy seakan menyuruh Dimas untuk pergi dari Ruangannya itu, padahal dia tau kalau sahabat sekaligus assistentnya itu hanya bercanda.
Dimas pun terkekeh melihat wajah garang Rifqy, suatu kebanggan bagi Dimas melihat wajah itu yang menurutnya sangat lucu
Pemuda itu mengeluarkan Smartphone dari saku untuk mengabadikan moment ini, hihihi 😂
Cekrikk (anggaplah seperti itu ya suara kamera smartphone mahal 😅)
Rifqy mendelik tak percaya. "Sialan! ngapain lo? lo fotoin gua ya? siniin ponsel lo!" geram Rifqy menyadari Dimas telah memfotonya.
Dimas tertawa. "Hahaha Gua puas liat muka garang lo kaya gini, suatu kebanggaan bagi Gua" jawab Dimas di sela-sela tawanya.
"Gak akan gua kasih! nanti akan gua kasih foto ini ke Kakak ipar gua. Hahaha" imbuhnya dengan wajah sangat puas.
Rifqy terdiam, tak menjawab kata-kata Dimas yang barusan itu
Dimas menghentikan tawanya, saat melihat perubahan dari air muka milik Rifqy. "Lo kenapa lagi Qy, tadi baru aja lo senyum-senyum sendiri ehh sekarang udah murung aja kaya gitu?" tanya Dimas lagi yang menyadari perubahan wajah senyum menjadi murung
"Emmm Gua..."
.
.
.
Bersambung...!
__ADS_1
Yang suka dengan cerita ku jangan lupa jempolnya ya 😊 gak maksa kok 🤭 jangan lupa rona hati, vote dan juga komentnya ya readerss 😂 etss rate bintang 5 juga boleh 🙏