Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Apa Dia Punya Tumor?


__ADS_3

"Ketika Dua Hati Saling Mencintai, Mereka Akan Selalu Temukan Cara Untuk Tetap Bertahan, Tidak Peduli Betapa Sulitnya Untuk Terus Bersama."


(Rifqy Al-furqan)


❤***❤***❤


Sesampainya di Rumah Bela langsung saja keluar dari mobil Grab yang di tumpangi itu, Dia langsung berlari menuju pintu masuk. Di ambilnya kunci Rumah yang di bawanya dalam Tas slempang miliknya.


Setelah pintu terbuka menampilkan keindahan isi yang ada di dalamnya, hampir semua dekorasi dan barang-barang di Rumah Rifqy semua mewah rancangan Arsitek dan Desain terkenal di Negara ini.


Bela terus berjalan dengan cepat di tangga menuju kamarnya dan Rifqy, Suaminya yang sekarang di tinggali oleh mereka.


Lalu masuk ke dalamnya dengan di iringi tangisnya yang pecah, ada rasa sakit yang menjalar di dada, dari ulu hati menuju matanya menjadi tangisan yang memilukan siapa saja yang mendengar.


Badannya merosot ke lantai bersender di pinggiran ranjang king size besar milik Rifqy


"Hiksss hikss hiksss Ya Allah kenapa sesakit ini?" rintihnya sembari memegangi dadanya yang sesak dengan sesekali di tekan oleh tangan "Dada Ku sesak Ya Allah, Hati Ku serasa teriris oleh belati tajam. Air mata ini, kenapa Kamu gak mau berhenti? kenapa selalu mengalir dengan derasnya? kenapa? kenapa? kenapa?" gumamnya bertanya pada Diri sendiri


Bela terus menangis sesegukan karna memang air matanya tidak mau berhenti, kepalanya di tenggelamkan di antara selimut Bad Cover dengan tangan yang terus memukuli ranjang itu, seolah kalau memang yang bersalah Dia ranjang bukan Suaminya.


"Aku sakit! Aku sakit!" racaunya sekali lagi. Keadaan Bela tidak bisa di bilang baik, malah keadaannya buruk sekali dari penampilan dan juga hatinya. Rasa gelisah, tak tenang, sesak, sakit, kecewa bercampur menjadi satu.


Fikirannya terus menerawang kejadian tadi siang di Rumah Sakit, tanpa izin 'pun dan tanpa permisi kejadian itu berputar-putar di otaknya, di kepalanya. Kejadian yang sangat nyata di depan mata kepalanya sendiri, kejadian antara Suami dan Mantan Kekasihnya itu sedang bercumbu mesra tanpa rasa dosa sama sekali fikirnya.


Hiksss Hiksss Hiksss


Tangisannya kembali tumpah setelah kembali mengingat kejadian barusan itu, kejadian yang menurutnya memalukan !


Bela terus menangis sesegukan dengan kain Sprei dan Bad Cover yang jadi korbannya, entah berapa puluh tetesan air mata Bela yang telah mengalir begitu saja tanpa permisi dengan si empunya, bahkan sprei tempat tidur itu 'pun basah seperti sengaja di tumpahkan air oleh si pemiliknya.


***


Sedangkan di perjalanan dari Rumah Sakit, Rifqy mengendarai mobilnya dengan cukup kencang karna memang jalanan sudah mulai lengang, Dia sudah tidak peduli dengan keselamatannya yang Dia pedulikan dan fikirkan adalah perasaan Istrinya sekarang yang mungkin sedang menangis di Rumah.


Apalagi Di Rumahnya tidak ada siapapun, memang Mbok Jum (pembantunya) bisa di bilang orang yang ikut andil dalam mengurus Rifqy sedari kecil selain Bunda dan Ayahnya. Mbok Jum sedang tidak ada di tempat karna cucunya sedang sakit dan harus menjalani operasi, maka dari itu Dia belum juga kembali walau disana sudah 2 bulan lamanya.

__ADS_1


Rifqy terus menatap lurus ke depan dengan kaki yang tak pernah absen menginjak pedal gas dan sesekali rem. Dia terus melajukan mobilnya menuju arah Rumahnya. Hingga, entah tidak ada angin ataupun hujan dan bahkan tidak ada petir menyambar, di depan ada evakuasi pohon tumbang sehingga membuat jalanan macet dan untuk sementara di alihkan ke jalan satunya. Namun yang menjadi permasalahan jalanan itu akan memakan waktu yang sangat lama untuk bisa sampai ke rumah karna memang sangat jauh.


"Ahhh Syittt ! kenapa harus ada pohon tumbang segala sih? padahal gak ada angin, hujan maupun petir yang bisa menyambar" umpat Rifqy sambil memukul-mukul setirnya hingga mengeluarkan bunyi klakson


Seseorang 'pun mendekati mobil Rifqy


"Maaf Mas, untuk sementara jalan di alihkan ke arah barat. Jadi Masnya bisa lewat sana.." Kata seseorang yang terlihat masih sangat muda "Pohon yang tumbang masih di evakuasi Mas, untuk sekarang gak bisa di lewati terlebih dahulu" lanjutnya berkata


"Gua gak peduli singkirin itu pohon! Gua lagi buru-buru" Sahut Rifqy setengah berteriak kepada pemuda itu


"Mohon maaf Mas, bisa balik arah ke Barat" Ujar pemuda masih sopan dan ramah


"Sial"


Mau tak mau Rifqy harus balik arah ke jalan Barat, mungkin akan menyita waktu berjam-jam lamanya dan mungkin juga akan sampai malam jika jalanan macet, karna memang di jalanan sana cukup terkenal dengan kepadatan kendaraannya kalau sudah jam segini.


***


Jam menunjukan pukul setengah 8 malem


Sampai Adzan Isya berkumandang yang dapat di dengar oleh telinga semua penduduk bumi ini. Dengan segera Bela mengambil air Wudhu, setelah selesai berwudhu Bela membentangkan sajadahnya di depan badannya menghadap Kiblat agar bisa di gunakan bersujud menyembah Allah sang Maha Esa. Sesudah Sholat Isya dan Sholat Sunah Witir Bela lanjutkan dengan berdzikir menyebut Asma-Asma Allah agar hatinya bisa tenang.


Dzikir penenang hati Dia ucapkan setiap saat hatinya merasa khawatir.


Tak terasa Bela telah BerDzikir selama 2 jam lamanya hingga kepala sebelah kirinya terasa sakit, kepala bagian belakang terasa berat dan kepala bagian depan terasa berdenyut hebat. Ini yang Bela rasakan waktu Tumornya masih ada dahulu, tapi kata Dokter Tumornya sudah tidak ada pikiran Bela melayang sampai-sampai Bela tak mampu lagi mempertahankan dan menyeimbangkan tubuhnya


Dan


Brukkk


Bela jatuh tersungkur ke lantai keadaannya pingsan dengan masih memakai Mukena Mahar yang di berikan Rifqy waktu Ijab Kabul pernikahan dua insan itu.


Hingga


Ceklekkk

__ADS_1


Pintu terbuka lebar menampakan seorang pemuda bertubuh kekar, atletis, tinggi, putih dengan keadaan yang acak-acakan itu


"Astagfirullah Haladzim" Ucap Rifqy saat mengetahui bahwa Istrinya tergletak di lantai dengan wajah pucat, bibir mengering dan tangan yang dingin


"Cepat panggil Dokter Keluarga Gua untuk ke Rumah sekarang !" Perintah Rifqy pada orang yang di sebrang telepon sana


"Sayang bangun" Rifqy terus menepuk-nepuk pipi Bela dengan pelan agar bangun


Karna sudah lama Bela tidak bangun-bangun di gendong Bela ala bridal style untuk di pindahkan ke atas ranjang. Di bukanya mukena itu dan di benarkan jilbab serta cadarnya karna sebentar lagi mungkin Dokter keluarganya akan segera sampai.


Tok Tok Tok


"Masuk" sahut Rifqy pada orang yang mengetuk pintu dan muncullah Dimas di ikuti oleh seorang pria paruh baya yang di kenal sebagai Dokter di Keluarganya.


"Bos, Gua bawa Dokter Bayu" Ucap Dimas setelah masuk


"Iya, periksa Istri Saya Dok" sahut Rifqy menatap Dokter itu dengan nanar


Kasian sekali pemuda ini.. Batin Dokter Bayu melihat penampilan Rifqy yang acak-acakan


"Baiklah" balas Dokter sambil tersenyum


Dokter pun memeriksa keadaan Bela dengan beberapa tahap, terkadang dahinya berkerut menandakan ada hal yang janggal.


"Apa Dia punya Tumor?"


.


.


.


Bersambung...!!!


Assalamualaikum Readerss 😊 jangan lupa dukung Author ya? 🤭 caranya Like, Komen, Vote dan jangan lupa pencet rona hatinya 😉 Etss jangan lupa follow Ig Author : sabelatasya

__ADS_1


Terima kasih 😘


__ADS_2