Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Lamaran Dan Seserahan (2)


__ADS_3

"TAKDIR


Takdir memang seperti teka-teki yang sulit di cari jawabannya.


Saat Kita sudah yakin akan sebuah jawaban, ternyata jawaban itu sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang di perkirakan oleh Kita.


Tuhan seolah mempermainkan Kita, menarik ulur kehidupan yang saat ini tengah Kita jalani.


Namun, di balik itu semua ada maksud yang tidak pernah kita perkirakan.


Begitulah, teka-teki Tuhan. Maka dari itu sebaiknya, berbaik sangka lah selalu agar di berikan sesuatu yang baik pula oleh-Nya."


.


.


(Rifqy Al-Furqan)


❤***❤***❤


Bapak Bela menatap wajah Putri semata wayangnya yang sedari tadi menunduk malu-malu.


"Putriku!


Malam ini Nak Rifqy Al-Furqan telah datang dan telah menyampaikan niatnya melamarmu untuk di jadikan calon makmumnya pada waktu nanti telah tiba saatnya.


Apa engkau bersedia untuk menerima lamaran dari Nak Rifqy Al-furqan?" Tanya Bapak Bela sambil tersenyum


Bela mendongak. "Bissmillahirrahmanirrahim..


Dengan mungucapkan kalimat basmalah, Insha Allah Aku menerima Kak Rifqy Al-Furqan sebagai Calon Imamku kelak jika datang waktunya" Jawab Bela menatap wajah Rifqy yang juga sedang menatapnya, dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya.


"Alhamdulillah" Ucap semua orang yang ada di Ruangan tersebut


Rona bahagia terpampang nyata dari kedua Insan yang sedang di madu asmara tersebut, dan kebahagiaan pula untuk kedua keluarga yang melihat Putra dan Putri mereka yang sebentar lagi akan melanjutkan kehidupan ke jenjang yang lebih lanjut yaitu pernikahan.


"Terima kasih..


Insha Allah Aku akan berusaha menjadi Imam yang baik untukmu nanti" Sahut Rifqy dengan senyum manis yang mengukir di bibirnya


"Alhamdulillah, Kami selaku orang tua hanya bisa berpesan jagalah diri dalam pergaulan karna selama itu pula kalian belum menjadi muhrim.


Demikian sambutan dari Kami, adapun mengenai penetapan waktu akad nikah akan kita bahas nanti.


Saya selaku Ayah dari Aulia Syasya Bela mohon maaf atas kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak dan Ibu sekalian.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" Ujar Bapak Bela melanjutkan kata-kata yang terputus tadi


"Wa'alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh" sahut semua orang menjawab salam yang di berikan Bapak Bela sebagai penutup

__ADS_1


Bunda Rifqy menghampiri Bela dan berucap


"Kamu cantik sekali Nak?" senyum ramah Ia tunjukan kepada calon menantunya


Bela tersenyum di balik cadarnya. "Terima kasih, Bu" sahut Bela sopan


"Panggil Bunda!


Saya Bundanya Rifqy jadi Kamu juga harus panggil Saya Bunda! Oke?!" titah Bunda Rifqy yang mau tak mau harus di turuti oleh Bela


Bunda memberikan salah satu souvenir seserahan yang berisi Seperangkat Alat Sholat dan juga 1 Set Syar'i (Gamis + Hijabnya) kepada Bela. "Mohon di terima ya Nak, ini seserahan dari Putra kami Rifqy.


Dan Bunda dengan Rifqy sendiri loh yang memilihnya." Pinta Bunda Rifqy sambil menggenggam tangan Bela dengan menunjuk semua barang seserahan dengan ekor matanya


"Iya Bun, Saya terima.


Sekali lagi Saya ucapkan terima kasih." Jawab Bela pada calon mertuanya itu dengan senang hati membalas genggaman tangannya


Bunda tersenyum lalu mengangguk. "Sama-sama Nak" seketika itu Bunda langsung medekap tubuh calon menantunya agar dapat Ia peluk.


Hal yang sangat membuat Rifqy bangga dan juga bahagia melihat Bunda dan calon Istrinya sudah mau saling mengenal satu sama lain.


Terima kasih Ya Allah.


Terima kasih atas nikmat yang telah Engkau berikan kepada Kami. Batin Rifqy seakan ingin menjerit karena kebahagiaan yang Ia rasakan saat ini berlipat ganda.


Kedua belah pihak berbincang-bincang untuk menentukan tanggal pernikahan Rifqy dan Bela. Setelah cukup lama telah di putuskan bahwa acara akad nikah dan resepsinya akan di lakukan 10 hari dari sekarang, karna tak mau lama-lama menungg, mereka tidak mau menimbulkan fitnah jika berlama-lama.


Setelah menikmati hidangan, Rifqy tak lupa meminta seseorang untuk mengabadikan dirinya dengan Bela. Hemm buat kenang-kenangan yakan? hihi 🤭


Rifqy perlahan menghampiri Bela. "Boleh gak kita foto berdua buat kenang-kenangan?" Tanya Rifqy dengan hati-hati agar Bela tak tersinggung


Bela yang mendengar itu, menatap mata Rifqy sejenak kemudian menunduk kembali berbarengan dengan anggukan yang menandakan kata-kata iya pada anggukan itu.


Rifqy yang melihat anggukan Bela meminta keluarganya untuk memfoto dirinya dengan Bela, Foto tanpa sentuhan pastinya ya kan!


Tapi tetap serasi..


Bela dan Rifqy menunjukan raut bahagia karna sebentar lagi mereka akan melangsungkan pernikahan, ikatan yang suci di antara laki-laki dan perempuan. dan menjalani hiruk piruk rumah tangga yang penuh lika-liku di dalamnya.


****


Waktu menunjukan pukul 22.00


Rifqy beserta rombongan berpamitan untuk pulang karna hari semakin malam.


"Kalau begitu kami sekeluarga mohon undur diri.


Terima kasih atas sambutan hangat dan hidangan yang sangat nikmat ini dari Bapak Surya sekeluarga.

__ADS_1


Assalamu'alaikum" Ucap Ayah Rifqy berpamitan kepada keluarga Bela


"Kami juga sekeluarga berterima kasih atas kunjungan Bapak dan rombongan ke rumah kami.


Wa'alaikummussalam" Jawab Bapak Surya selaku Ayah kanding Bela kepada Ayah Rifqy dengan saling bersalaman


Dan semua pun saling bersalaman kecuali Rifqy yang tidak menyalami Bela, Ia hanya memandang wajahnya sebelum melangkahkan kaki keluar dari rumah itu.


"Aku pulang ya?


emm tunggu Aku sampai Aku jadi imam Kamu nanti?" ucap Rifqy dengan tersenyum kepada Bela


Bela hanya menganggukkan kepala untuk menjawab ucapan Rifqy yang di lontarkannya tadi


"Pak, Bu Saya pamit?


Mohon restunya Pak?" Ucap Rifqy menyalami Bapak dan Ibu Bela secara bergantian


"Restu Bapak dan Ibu akan selalu untuk kalian, setelah nak Rifqy jadi suami Bela jagalah dia seperti engkau menjaga harga dirimu Nak?" Jawab Bapak Bela menepuk pelan bahu Rifqy


"Ibu juga merestui mu Nak" Timpal Ibu Bela menatap Rifqy


Rifqy menghela nafas lega


Dia tersenyum lalu mengangguk. "Terima kasih Pak Bu, Insha Allah Saya akan menjaga anak Bapak dan Ibu dan melindunginya" Sahut Rifqy


Rifqy sekeluarga pun keluar dan berjalan menuju mobil milik nya, dengan perasaan bahagia Ia memasuki mobil dan mulai melajukannya.


***


Perlahan tapi pasti Rifqy menjalankan mobillnya melewati gerbang menuju depan rumah minimalis.


Ya, mereka telah sampai di kediaman milik Rifqy, dengan segera Rifqy dan Orang tuanya beranjak keluar dari mobil memasuki rumah.


Berjalan dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya Rifqy memasuki kamar kesayangannya yang akan menjadi kamarnya kelak bersama istrinya.


Setelah berganti pakaian Rifqy mulai merebahkan tubuhnya di ranjang kingsize yang berbalut spray Biru miliknya.


Ia (Rifqy) mulai memejamkan matanya dan berharap semoga saja tidurnya diselimuti mimpi indah malam nanti.


.


.


.


Bersambung...!


Jangan lupa Vote sebanyak-banyak nya, Like dan komen yang membangun ya readersss 😊 hihihi 😁

__ADS_1


Terima Kasih....


__ADS_2