Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Sayang, Aku Mencintaimu! Bertahanlah!


__ADS_3

"Rencana Allah Itu Lebih Baik dari Rencanamu, Jadi Tetaplah Berjuang Dan Berdoa Hingga Kau Akan Menemukan Bahwa Ternyata Memang Allah Memberikan Yang Terbaik Untukmu"


❤***❤***❤


"Maksud Dokter?" Rifqy balik bertanya pada Dokter Bayu, tak mengindahkan pertanyaan yang di berikan oleh Dokter paruh baya itu


"Saya hanya menerka-nerka saja Tuan" Jawab Dokter masih memeriksa Bela


"Setahu Saya Dia sudah pernah di operasi. Ya kan Mas?" melirik Dimas yang sedari tadi diam


"Hah, Iya. Informasi dari data Rumah Sakit Ayah Rifqy kalo memang Istrinya telah di operasi hampir 8 bulan yang lalu" timpal Rifqy membenarkan pertanyaan Rifqy


"Apakah masih sering melakukan Medical Chek Up?" Tanya Dokter Bayu lagi yang tak mampu di jawab oleh Rifqy


"Saya tidak tahu" Jawab Rifqy menunduk


Rifqy berjalan ke arah ranjang dan di genggam tangan Bela yang dingin itu, lalu di ciumi punggung tangannya berharap kalau tangan Istrinya yang dingin itu bisa menghangat. Tapi kenyataannya berbalik, saat Rifqy memegang tangan itu denyut nadinya seakan melemah.


"Sayang Kamu kenapa?" tanya Rifqy panik "Sayang bangun! kenapa tangan Kamu semakin dingin, denyut nadi Kamu semakin melemah dan..." Rifqy tak mampu berkata-kata lagi melihat cadar di hidung Istrinya seperti ada cairan merah kental yang keluar dari sana. Tubuhnya seakan terdorong ke belakang, mulutnya kaku, lidahnya kelu dan tercekak tak mampu berbicara apa-apa lagi, Wajahnya 'pun pucat pasi.


Rifqy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tanda kalau Dia tidak mau kehilangan gadis bercadar itu.


"Rifqy!!" pekik Dimas yang melihat Rifqy seperti ingin terjungkal ke belakang, dengan sigap Dia memapahnya agar terus mampu berdiri.


"Sepertinya Kita harus segera membawa Nona ke Rumah Sakit, ini Nona terus mengeluarkan banyak darah dari hidungnya. Saya mohon bantu Saya!" Ucap Dokter Bayu memelas kepada Rifqy dan Dimas yang berada di Ruangan itu


"Hah mana Dok?" sahut Dimas yang tidak terlalu memperhatikan cadar yang di pakai Bela


"Itu cadarnya berubah jadi warna merah" tunjuk Dokter Dimas dengan sorotan matanya yang di ikuti juga oleh Dimas


"Astagfirullah" Pekik Dimas setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri


"Rifqy!!!" panggil Dimas


Tak ada jawaban dari Rifqy


"Rifqy!!!!" panggil Dimas dengan sedikit keras


Namun masih tidak ada jawaban


"Rifqy!!!!!" panggil Dimas dengan emosi


Karna masih tidak ada jawaban dari Sahabatnya itu


"Rifqy sadar!!!! Rifqy lihat Istri Lo" Bentak Dimas sambil menunjuk tubuh Bela "Istri Lo harus segera di bawa ke Rumah Sakit!! Lo ngerti gak sih Qy!!! jawab" teriak Dimas yang belum juga di jawab oleh Rifqy


"Rifqy Lo itu bodoh!!! lagi genting kaya gini dan Lo cuma bisa diem aja!!! Hahhh!!!" Ucap Dimas yang semakin emosi

__ADS_1


dan


PLAK PLAK


"Sadar !!! Sadar woy!!"


"Dimas tolong jaga sikap Kamu! bagaimana 'pun Tuan Muda adalah atasan Kamu!" pekik Dokter Bayu memperingati Dimas


"Dia juga sahabat Saya. Dia itu bodoh, Dok!!!" balas Dimas yang masih esmosi etsss salah emosi ya ✌


"Sadar!!!" sambil terus menampar-nampar wajah Rifqy


"Istri Gua Mas" Ucap Rifqy memelas setelah sadar dari lamunannya yang seperti orang linglung itu


"Makanya Kita harus bawa Istri Lo ke Rumah Sakit!!! Lo tau gak? keadaannya semakin memburuk. Lo mau Istri Lo kenapa-kenapa?" tanya Rifqy seperti menakut-nakuti. Tapi sumpah demi apapun Dimas berbicara seperti itu karna ingin Rifqy sadar dari lamunannya yang tidak berguna sama sekali, malah akan memperkeruh keadaan dan bisa saja memperburuk Istrinya.


Rifqy hanya bisa menggeleng kepala, menggantikan kata 'tidak'


"makanya cepet Lo angkat tubuh Istri Lo bawa ke mobil sekarang!" titah Dimas yang di harus angguki oleh Rifqy


Perlahan tapi pasti Rifqy menggendong tubuh mungil Istrinya dari ranjang berpindah ke tangannya. Menggendongnya dengan langkah cepat dan lebar selebar lebarnya terus menuruni tangga melewati lorong demi lorong untuk bisa sampai di pintu utama Rumah tersebut.


Setelah pintu utama terbuka Rifqy langsung meletakkan tubuh Istrinya di bangku belakang penumpang di ikuti oleh Rifqy, Dimas dan juga Dokter Bayu.


Dimas melajukan Mobil itu dengan kecepatan tinggi namun mampu dengan tenang, beruntung Pohon tumbang yang tadi siang menghalangi jalan Rifqy telah rampung di evakuasi oleh Petugas.


"Bertahanlah ! jangan pernah tinggalkan Aku Sya ! Aku gak akan sanggup menjalani hidup tanpa Kamu di samping Aku, Aku udah terbiasa apa-apa di dampingi Kamu. Bangun ! jangan pernah tinggalkan Aku Sya ! jangan !" Ujar Rifqy dengan senyum kecut


Dimas yang melihat Bos sekaligus Sahabatnya menangis lewat spion depan hanya bisa meringis dengan mengelus dada.


"Qy Kita udah sampe" Suara itu mengagetkan Rifqy


"Perawat tolong Dokter Rifqy sekarang!" titah Dimas kepada Perawat dan hanya bisa di turuti, karna memang Dimas juga orang nomer 2 yang berkuasa di Rumah Sakit Ayah Rifqy setelah Rifqy sendiri tentunya


"Bawa brangkar kesini dan juga panggil Dokter Nita sekarang juga!!" suara Dimas begitu menggema di lingkungan Rumah Sakit


Perawat dan Dokter 'pun berbondong-bondong membawa brangkar di ikuti oleh Dokter Nita di belakang perawat yang membawa brangkar


"Astagfirullah Mba Syasya!" Pekik Dokter Nita, Dokter yang menangani Bela selama ini


"Kenapa ini bisa terjadi?" menatap wajah Rifqy seperti bertanya kepadanya


"Apakah Dokter adalah Suami Mba Syasya?" tanya Dokter Nita lagi kepada Rifqy


"Iya" jawab Rifqy singkat


"Saya mohon bawa Mba Syasya ke IGD" Ujar Dokter Nita yang semakin khawatir dengan keadaan Pasien yang di tanganinya selama 1 tahun ini

__ADS_1


Tak menunggu waktu lama Rifqy, Dimas, Dokter Nita serta Perawat berjalan cepat dengan membawa brangkar yang di atasnya ada tubuh Bela


Rifqy terus memegangi tangan Bela serasa tidak ingin terpisah darinya


"Sayang, bertahanlah!" Kata Rifqy dengan tatapan sendu


"Dok, tolong tunggu di luar" Ucap Perawat yang tak memperolehkan Rifqy untuk masuk


"Enggak enggak! Saya harus masuk" sahut Rifqy


"Di dalam ada Istri Saya. Saya ingin menemaninya!" Bentak Rifqy kepada Perawat itu


"Tapi Dok.." Ucapan Perawat itu terpotong oleh Dokter Nita


"Sust biarkan saja Dokter Rifqy masuk, Dia tau apa yang harus Dia lakukan untuk Istrinya" Ujar Dokter Nita menengahi masalah yang ada di depannya sekarang


Rifqy 'pun langsung masuk ke dalam ruang IGD di ikuti dengan Perawat yang tadi tak mengizinkannya masuk


Ceklek (Pintu tertutup)


Tuppp


dan lampu 'pun menyala menandakan masih ada penanganan di dalam ruangan


"Sayang bertahanlah!" kata Rifqy lirih dengan langsung menggenggam telapak tangan Bela


"Dokter, Saya akan melakukan chek Lab agar bisa tahu kalau Tumor Mba Syasya itu masih ada atau tidak?" Ultimatum Dokter Nita tanpa menatap wajah Rifqy


"Silahkan! apapun yang terbaik untuk Istri Saya Dok!" balas Rifqy menuruti saran yang di berikan Dokter Rifqy


"Sayang, Aku Sangat Mencintaimu! Bertahanlah!" bisiknya di telinga Bela


Cupp


mengecup kening Bela di sertai dengan pelukan hangat


.


.


.


Bersambung...!


Minta dukungannya ya Readersss 😊 dengan cara Like, Koment, Votenya 😉


Terima kasih 🤗

__ADS_1


__ADS_2