Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Siapa Dia?


__ADS_3

"Jangan pernah berburuk sangka atau ber-se'udzon kepada orang lain tanpa tau cerita terlebih dahulu darinya!


Cobalah untuk sering ber-khusnudzon kepada orang lain!


itu akan membuat pikiran mu lebih tenang


Dan Kau tak akan berdosa"


❤***❤***❤


"Apa kabar Bebs?" sapa wanita itu setelah menyelonong masuk begitu saja tanpa rasa bersalah dan dosa


"Kau..!!" Seru Rifqy geram dengan kedatangan seseorang yang sangat familier di hidupnya waktu dulu


Wanita itu mendudukkan tubuhnya di atas soffa yang ada di Ruangan Rifqy, Wanita berpakaian serba putih menatap Rifqy dengan tatapan yang dapat di artikan.


Wanita yang berstatus Perawat Di Rumah Sakit Ayah Rifqy itu telah kembali dengan maksud dan tujuan tertentu yang sulit sekali di artikan.


"Untuk apa Kau kesini lagi? Apa tujuan Mu Sher?" Tanya Rifqy dingin


"Ayolah Bebs, Kamu mah gak ada basa basinya sama sekali?" Goda Wanita itu dengan berjalan menuju meja kerja Rifqy, tapi sebelum Wanita itu melangkah lebih jauh lagi ke arahnya, Rifqy sudah menghentikan langkah kaki itu dengan isyarat tangannya. Mau tak mau maka Wanita itu 'pun berhenti, Dia mencabik kesal dan kembali lagi ke Soffa yang baru di dudukinya.


"Jaga batasan Mu Sher!" Sahut Rifqy dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya


"Apa tujuan Mu kesini? hemm!


bukankah Kau telah pergi bersama laki-laki itu, yang lebih tampan dan kaya dari ku?


bukankah Kau telah bahagia bersamanya? maka dari itu Kau meninggalkan Ku disaat Ayah Ku sedang goyah, hampir saja bangkrut." lanjut Rifqy menanyai Wanita itu dengan pertanyaan yang beruntun


"Bebs Aku..." belum saja Dia menjawab, tapi sudah di potong oleh Rifqy


"Sherly!!" bentak Rifqy yang geram dengan tingkah laku gadis yang bernama Sherly itu, agar secepatnya berhenti berbicara omong kosong


"Belum puas Kau menghancurkan kehidupan Ku Sher? meninggalkan Ku sendiri saat Aku terbaring di atas tempat tidur Rumah Sakit setelah kecelakaan. meninggalkan Ku beralih ke pelukan laki-laki lain. Apa Kau enggak berfikir bahwa perlakuan Mu itu telah menggoreskan luka dan meninggalkan rasa sakit yang begitu dalam? Aku tau tujuan Mu saat ini Sher? Aku tau itu, jadi Aku harap Kau tau apa yang harus Kau lakukan sekarang" Ujar Rifqy begitu tenang memberondong pertanyaannya kepada Sherly, mantan Kekasihnya.


Ya, Sherly yang sedang ada di depan Rifqy sekarang adalah Sherly yang pernah mengisi relung hatinya dahulu, orang yang pada masanya sangat berarti dalam kehidupannya melebihi apapun, orang yang sangat di cintai dan di sayanginya pada waktu dulu mereka masih bersama menjadi seorang kekasih.

__ADS_1


"Bebs Aku kembali, Aku kembali untuk Mu! Aku masih sangat mencintai Mu Rifqy. Aku ingin kita kembali seperti dulu, bersama-sama lagi Bebs. Aku sangat merindukan Mu" Sherly tidak mengindahkan kata-kata Rifqy, laki-laki yang telah menjadi mantan kekasihnya. Perlahan tapi pasti Sherly berjalan mendekati Rifqy, ragu Dia berjalan takut kalau Rifqy menghentikan langkahnya. Tapi entah apa yang di fikirkan Rifqy? tapi Rifqy membiarkan begitu saja Sherly mendekatinya. Rifqy mencoba memejamkan matanya, merasakan harum tubuh dari wanita yang pernah menjadi kekasihnya yang terus berjalan mendekatinya.


Rifqy menghela nafas saat merasakan hangatnya tubuh Sherly di atas paha miliknya. Ya, Rifqy tau kalau Sherly sekarang telah duduk di pangkuannya.


Cihhh... dasar gak punya harga diri! Rubah Penjilat. Dimas mendengus kesal pada Sherly yang seperti tidak punya harga diri juga pada Rifqy yang telah membiarkan Rubah itu duduk tenang di pangkuannya.


"Hentikan sandiwara Mu Sher?" Dimas berjalan mendekat ke arah Rifqy dan juga Sherly, tapi belum sampai, Rifqy sudah menghentikan langkah kakinya dengan telapak tangan yang tertahan.


"Dasar gak punya etika! Rubah penjilat! mamam tuh ludah yang lo buang!" Gerutu Dimas yang berat hati kembali ke Sofa yang ada di ruangan Rifqy tersebut, Dia memilih menjadi penonton dan mengawasi dari dekat saja.


"Lihatlah Bebs! bahkan Kamu masih membiarkan Ku untuk duduk di pangkuan Mu. Aku yakin Kami masih sangat mencintai Ku kan?" Bisik Sherly pada telinga Rifqy untuk sedikit menggodanya


"Cukup basa - basi dan main - main Mu Sher!" Sahut Rifqy tanpa tergoda sedikit pun dengan bisikan yang Sherly hembuskan ke telinganya


"Bebs, Aku sangat merindukan Mu" Sherly memeluk erat tubuh Rifqy setelah mengatakan itu


"Apa yang Kau lakukan Sher!? berhenti!!" Sentak Rifqy berusaha menghentikan sikap manja dari Sherly kepadanya


"Pergilah Sher! hubungan kita sudah berakhir semenjak Kau meninggalkan Ku!" Titah Rifqy ingin cepat-cepat lepas dari Sherly, tapi bukannya pergi Sherly malah mengecup bibir Rifqy dan sedikit ********** perlahan karna tidak ada penolakan dari Rifqy.


Cihhh.. dasar gak tau malu!!. umpat Dimas yang merasa gerah dalam ruangan itu, ingin segera pergi dari sana.


Dimas beranjak dari Sofa, berjalan menuju pintu. Ingin sekali Dia keluar tapi Dia urungkan setelah melihat siapa yang ada di depannya.


Dimas menelan salivanya susah payah. seorang gadis bercadar sedang ada di depannya. Dia ingat sekali kalau gadis itu istri Rifqy, Bos sekaligus Sahabatnya. Kalau sampai Dia masuk dan melihat apa yang ada di dalam bisa jadi perang dunia kedua ini, begitulah fikirnya


****


Bela yang sudah merencanakan kalau sehabis Dia Cek Up, maka Ia akan menemui Rifqy untuk mengajaknya makan siang bersama, karna memang hari sudah siang.


Bela memasuki Rumah Sakit dengan tergesa-gesa karna Dokter yang biasa menanganinya sudah menunggu di ruangannya.


"Assalamualaikum" Salam Bela saat memasuki ruangan Dokter Fira, Dokter yang selama ini menanganinya dengan senyum yang tak lepas dari bibir mungilnya. Bibirnya selalu melengkung ke atas merasakan bahagia di dalam hatinya karna sebentar lagi akan bertemu suami tercintanya.


"Wa'alaikummussalam" jawab Dokter Fira dengan senyum ramah


"Silahkan duduk Mbak!" Dokter mempersilahkan Bela untuk duduk

__ADS_1


"Terima kasih, Dok" Sahut Bela tidak kalah ramah


"Selama 5 kali pertemuan kenapa Mba Syasya tidak mengindahkan panggilan Saya" Tanya Dokter dengan mengintimindasi. Ya, Dokter Fira selalu memanggil gadis itu dengan sebutan Mba Syasya.


"Maaf Dok, Saya masih ada urusan yang enggak bisa di tinggalin Dok" jawab Bela jujur, memang benar selama panggilan itu Dia masih ada urusan pernikahan


"Baiklah, kita mulai aja ya"


"Iya Dok"


Selama 1 jam Cek Up, Bela di berikan obat dari Dokter agar cepat memulihkan keadaannya


Setelah Bela selesai Cek Up, Bela segera keluar berjalan menuju lantai ruangan Rifqy. Melewati lorong demi lorong Rumah Sakit dan memasuki Lift.


Ting


(pintu lift terbuka) menampilkan sang empu yang ada di dalam


Bela berjalan menuju ruangan yang bertuliskan 'Direktur Utama Dokter Rifqy Al-Furqan'. Tapi belum dia memasuki ruangan itu, pintu pun terbuka menampilkan seorang pemuda dari dalan sana.


"Saya mau cari suami Saya. Ada?" tanya gadis itu yang tak lain dan tak bukan Bela


"Saya permisi kedalam" Bela menyelonong masuk begitu saja tanpa menoleh kembali. Dan seketika


Deg Deg Deg


"Siapa Dia...?"


.


.


.


Bersambung...!


Mohon dukungannya ya readerssss tercinta 😘

__ADS_1


__ADS_2