
"Tembok yang kita bangun di sekeliling kita agar terhindar dari kesedihan, juga menjauhkan kita dari kebahagiaan."
"Denganmu, hatiku telah menemukan ritmenya."
"Cinta itu seperti angin. Kau tak dapat melihatnya, tapi kau dapat merasakannya."
❤***❤***❤
Siang telah berubah menjadi malam
setelah Sholat Isya Bela merapikan baju - baju gamis Syar'i miliknya yang dia bawa tadi di ruang ganti yang berada di kamar suaminya, sedangkan Rifqy memilih manyelesaikan pekerjaannya yang sudah lama dia tinggalkan melalui laptop.
Banyak sekali laporan tentang Caffe dan Rumah Sakit yang di kirim oleh Dimas, assistent sekaligus sahabatnya melalui E-mail selama Dia tak ada karena cuti menikah.
"Assalamualaikum Mas?" Salamnya pada Dimas setelah panggilan terhubung dari sebrang sana
"Wa'alaikummussalam, ada apa Qy?
tumben lo telpon gua? gimana - gimana malam pertamanya? hahaha" tanya Dimas beruntun dengan di iringi oleh gelak tawa dari mulutnya yang lemes. Hadeh!
"Damt it lo!" umpat Rifqy kesal dengan perkataan sahabatnya itu yang begitu gamblang
"Wett sensi amat pengantin baru! ada apa malem-malem telpon?" ledek Dimas seraya menanyakan ada apakah gerangan? 😆
Rifqy mencabik kesal. "Diem! gua cuma mau tanya keadaan Rumah Sakit dan Caffe doang Dimas!" Jawab pemuda itu di sela-sela obrolannya bersama Assistent
Dimas terkekeh. "Lo gak usah khawatir, serahin semua sama gua.
Lo cukup duduk manis dan terima laporan gua lewat E-mail aja, yang pasti biar lo bisa terus lengket sama istri lo. Hahaha" ledek Dimas lagi lagi dan lagi yang kesekian kalinya
Rifqy yang mendengar itu hanya bisa memutar bola matanya malas, meladeni perkataan Dimas yang menurutnya begitu gamblang hanya akan membuat Dirinya terus - terusan kesal.
"Damt it lo! ya udah lah gua tutup aja telponnya?
Gak berfaedah." mematikan telpon secara sepihak karna kesal dengan ledekan yang terus di berikan Dimas
***
Di sebrang sana
Seorang pemuda sedang cekikikan tak jelas, karena berhasil meledeki Sahabat sekaligus Bosnya menjadi mengumpati dirinya karena kesal. Itu lah kelakuan Dimas yang sangat membuat Rifqy terkadang ada yang hilang kalau tak lagi bersama Dimas.
"Hahaha...
Dasar bujang labil! hahaha" masih terus tertawa
"Udah tau gua reseh, masih aja lo telpon gua waktu diri lo yang lagi pengantin baru!
Hahahah"
***
Di ruangan ganti Rumah Rifqy Al-Furqan
"Huh! ternyata ruangan ganti aja ada sendiri ya? Takjub banget sama rumah ini.
ckckck" Bela berdecak kagum akan keindahan Rumah dari seorang pemuda yang sudah 1 minggu ini menjadi Suaminya
__ADS_1
Gadis itu ambruk terduduk di lantai.
"Waduhh cape juga ya ngerapiin baju-bajunya? tau gini aku terima aja jasa yang mau kak Rifqy panggil." menyeka keringat yang mengalir di keningnya sambil terus merapikan baju - baju miliknya ke lemari yang terlihat begitu besar
Bela menggembungkan pipinya ke kanan dan kiri secara bergantian.
"Kira-kira kak Rifqy habis uang berapa ya untuk ngebangun rumah ini?" tanyanya pada diri sendiri
Bela terkekeh, mengingat tingkah koplaknya yang tanya pada dirinya sendiri. mana aku tau!
"Ya ampun makin somplak aku, ngomong kok sama diri sendiri. Sadar sadar!" menggelengkan kepala dan menepuk pipinya beberapa kali agar tersadar dari lamunannya
"Kamu kenapa?" Tanya Rifqy yang melihat gelagat Bela yang mencurigakan.
Ya, apa lagi! kalau bukan melihat Bela yang geleng - geleng kepala seraya menepuk pipinya secara bergantian, dan itu mampu membuat Rifqy terheran - heran.
Bela kaget. "Ehh ini anu.." menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan berusaha mencari jawaban yang masuk akal. Jangan sampai Dia tau kalo aku udah bicara sendiri kaya orang gila. batin Bela
"Anu apa?" sambar Rifqy sambil duduk di samping Bela
"Ehh gak papa kak" Salah tingkah karna perbuatannya sendiri yang sangat konyol di pandang mata
Rifqy mengacak - acak pucuk kepala Bela yang masih berbalut jilbab dengan pelan, tapi masih saja berantakan.
"Ihh kak! berantakan tau!" mencebikkan bibirnya dengan kesal
Rifqy terkekeh. "Udah selesai?" mengalihkan pembicaraannya
"Udah kok kak" jawab Bela sambil menggantung gamisnya yang terakhir ke lemari besar yang ada di depan mata
"Ya udah atuh kita ke dalem" meraih tangan Bela dan menyematkan jari-jari Bela ke jari-jarinya
Sampai di ranjang mereka memilih merebahkan tubuhnya efek lelah bersih-bersih rumah tadi siang 😆
"Kak?" panggil Bela yang merasa belum mengantuk
"Hemm" hanya deheman yang keluar dari mulut Rifqy sebagai jawaban
Bela bergelayut manja di lengan Rifqy. "Kak Rifqy aku belum ngantuk!" Ucap Bela yang di buat seperti rengekan anak kecil
Rifqy yanv mendengar suara Bela seperti rengekan langsung membuka matanya dan menatap Bela.
"Dasar!" mencubit pipi Bela gemas
"Awww sakit tau kak!" pekik Bela yang pura-pura ngambek
"Iya, maaf maaf!" mengusap pipi Bela yang habis di cubitnya
"Kak, aku masih boleh bisnis online kan?" Tanya Bela serius memasang wajah memelas agar masih di izinkan meneruskan bisnis onlinenya
"Kenapa? apa kamu gak percaya sama aku?" bukannya menjawab Rifqy malah balik bertanya kepada Bela
"Bukan gitu kak, tapi kan aku masih ada Ibu sama Bapak yang harus aku tanggung, soalnya Ibu sama Bapak udah gak aku bolehin kerja jadi nanti kalo aku gak nerusin bisnis aku terus Ibu sama Bapak gimana?" Mencoba menjelaskan duduk permasalahannya kepada sang Suami
"Aku bisa nanggung Ibu sama Bapak, mereka orang tua kamu sama aja orang tua aku juga" Jawab Rifqy meyakinkan Bela
"Kak, please ngertiin aku..." mengantupkan kedua tangannya di depan dadanya
__ADS_1
"Aku gak mau nyusahin kak Rifqy kalo harus nanggung aku juga harus nanggung orang tua aku" Lanjut ucapnya lagi
"Tapi..." belum selesai ngomong telah di potong dengan Bela
"Kak!" memasang push eyes nya
"Ck, Iya iya boleh" Ujarnya pasrah
"Yeiiii !" terlalu senang sampai lompat - lompatan di atas ranjang seperti anak kecil yang baru di belikan mainan oleh Ayahnya
"Sya, Sya udah nanti jatuh!" berusaha meraih tangannya agar Bela diam
"Syasya! ayo atuh jangan lompat-lompat nanti kamu ja..."
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Bela sudah terjatuh di atas tubuh Rifqy karna terpleset gaun tidurnya sendiri
Bruuukkkk
"Awww Sttttt" Pekik Rifqy
"puphhhhh hahahaha" tawa Bela pecah saat dia jatuh tepat di atas Rifqy
"Syasya!" teriak Rifqy kesal
"Ampuuunnnn" Ucap Bela sambil berlari meninggalkan Rifqy
"Awas kamu ya" mengejar Bela yang lari sambil tertawa
"Hahahha ampun kak!" terus berlalu berputar - putar di kamar tersebut
jduttt
kepala mereka saling membentur
"Awwwww" Pekik mereka berdua sambil mengelus area yang terasa sedikit berdenyut
"Hahahah" Mereka sama-sama tertawa dengan kekonyolan keduanya
"Aduh capek" Kata Bela
"Sama" Timpal Rifqy
Tanpa di sadari ada sepasang mata yang memperhatikan Bela dan Rifqy sedari tadi di balik pintu masuk.
"Kamu sudah kembali nak!
terima kasih kamu telah berhasil mengembalikan sifat Rifqy yang dulu hilang. terima kasih." Gumam orang itu dalam hati
.
.
.
Bersambung...!
vote 😍
__ADS_1
jangan lupa like dan komentarnya ya gaesss 👌