
"*Apakah Kamu Percaya Bahwa Pertolongan Allah itu Ada? Jika Iya. Maka Janganlah Kamu Pernah Menyerah.
Kwalitas Manusia Akan Terlihat Berbeda Ketika Ujian Menghampirinya.
Ada yang Sadar lalu Bersabar.
Ada yang Kufur hingga Lupa Bersyukur.
Ada yang Terkena Ujian Semakin Mendekat pada Pencipta-Nya,
Dan Ada Yang Semakin Jauh Hingga Terlupa Bahwa Ujian adalah Bentuk Kasih Sayang-Nya*"
( Pejuang Hijrahku)
❤***❤***❤
Suara bising kendaraan menyeruak di jalanan Ibukota saat ini, Di bawah teriknya Matahari seorang Gadis Berpakaian Syari dan Bercadar sedang mengemudikan kendaraan sepeda motornya menuju Rumah Sakit terbesar di Kota ini. Dia memacu sekuternya dengan kecepatan sedang, karna memang gadis itu tak suka dengan kebut-kebutan semacam itu lah.
Panas terik Matahari mampu menembus ke dalam Jilbab besar yang di pakai Gadis itu sehingga membuat keringatnya bercucuran di dahi maupun rambut yang sedikit membasahi jilbabnya.
Setelah 30 menit Ia sampai di Rumah Sakit tersebut dan langsung memarkirkan kendaraan nya di tempat parkir yang sudah di sediakan oleh pihak Rumah Sakit.
Gadis bercadar berjalan dengan tergesa-gesa setelah melewati pintu masuk utama Rumah Sakit tersebut, sambil melihat pesan yang ada di ponselnya karna ada notifikasi pesan dari Dokter yang menangani nya sejak Dia di diaknosa ada Tumor yang ada di belakang telinga lanjut setelah operasi yang di lakukan gadis itu, hingga saat ini 'pun Dokter itu masih menanganinya untuk Medical Chek Up setiap 1 minggu 1 kali.
Tanpa di sadari nya Seorang pemuda juga melakukan hal yang sama. Berjalan dengan menatap ponsel yang ada di genggaman tangan nya. Sungguh tak patut di tiru 😬 ckckck.
Wanita itu berjalan dengan sangat cepat mengejar waktu yang tersisa dari Dokter Nita, Dokter yang sedang menunggunya di Ruangan, karna memang Dia telah terlambat dan akhirnya insiden tabrakan antara kedua Insan itu pun terjadi.
Brukk
Tanpa Di sadari ponsel gadis itu jatuh ke belakang Pemuda tersebut. Ya Gadis itu menabrak seorang pemuda yang bukan mahram nya, Pemuda yang sama-sama tak melihat jalan dengan benar hanya Ponsel yang Dia lihat barusan.
__ADS_1
Gadis itu kaget dan langsung mundur ke belakang dengan cepat tapi perlahan. Rifqy orang yang di tabrak Gadis itu menoleh ke belakang, tapi sesaat melihat gadis itu mundur Rifqy juga ikut mundur, Rifqy menyadari bahwa Gadis itu tak nyaman karna telah menabrak Pemuda yang bukan Mahramnya, jadi Dia pun mengerti akan itu.
"Maaf. Saya tidak sengaja! karna Saya terburu-buru ingin menemui Dokter yang ada di Rumah Sakit ini dan Saya tidak melihat ke depan maka dari itu Saya menabrak Anda. Sekali lagi maafkan Saya" Gadis itu menjelaskan duduk perkaranya seraya meminta maaf kepadanya tanpa menatap kearah Rifqy sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Gadis yang tadinya menunduk langsung mengangkat wajahnya karna yang di tabrak hanya diam saja tanpa membalas permintaan maafnya.
Pemuda itu menyengit karna Ia seperti mengenal dengan suara itu. Ya seperti suara yang sangat Ia rindukan selama ini.
Suara itu! sepertinya Aku mengenal suara itu! tapi dimana**? batin Rifqy berfikir
"Saya juga salah, kamu tidak perlu meminta maaf" Ucap Rifqy menatap mata gadis yang ada di depannya dalam-dalam
"Maaf saya buru-buru, Saya harus pergi! Permisi"
Gadis itu pamit pergi dengan menundukan kepala nya kembali
Rifqy terus menatap punggung gadis yang menabraknya dengan tatapan penuh arti, di saat itu juga jantungnya berdebar dengan cepat serasa seperti mau copot.
Rifqy menyengit "Apa ini? Ponsel siapa ini? apa jangan-jangan ponsel Gadis tadi? Ya Ampun Aku harus mengembalikan Ponsel ini sebelum gadis itu mencarinya" Gumam Rifqy menggenggam Ponsel itu
"Tapi kemana gadis itu pergi**?" Rifqy bertanya pada dirinya sendiri sambil mengedarkan pandangannya menengok kesana-kemari, tapi sudah tidak ada Gadis yang tadi menabraknya.
*****
Di Ruangan Dokter Nita
Sementara di dalam Ruangan Dokter yang menangani Bela selama ini. Ya gadis itu adalah Bela, gadis yang bernama Aulia Syasya Bela.
Selama 1 jam Medical Chek Up yang di lakukan oleh Dokter untuk Bela dan setelah pemeriksaan Bela di nyatakan sudah tidak ada tumor yang tumbuh lagi di belakang telinganya.
Bela mengucapkan syukur dalam hatinya dan mengucapkan terima kasih lalu berpamitan kepada Dokter Nita yang di angguki olehnya.
__ADS_1
Bela keluar Ruangan Dokter dengan wajah berseri-seri sekaligus bahagia, Ia berniat menelpon orang tuanya untuk memberitahu kabar yang sangat baik ini. Tangan mungil Bela mulai merogoh ke dalam tas selempang itu, namun sumpah demi apa di saat itu juga Bela bingung dimana ponselnya berada? karna di dalam tas tidak ada. Bela ternyata baru sadar kalau Ponselnya telah hilang atau mungkin tertinggal di dalam Ruangan tadi pikirnya.
"Ponsel ku kemana? apa tertinggal di dalam ruangan dokter Nita? ahhh iya kalo gitu Aku harus balik lagi kesana" tanya Bela pada dirinya sendiri sambil menepuk jidatnya beberapa kali mengutuki kebodohannya.
Dia kembali ke ruangan Dokter tapi di dalam ruangan tak ada ponselnya, Ia keluar kembali dengan wajah bingung sekaligus panik
"Dimana Ponsel ku ? apa terjatuh saat Aku menabrak Pria tadi? Ya Allah semoga masih ada disana? Gumam Bela seraya memohon sambil berlalu meninggalkan Ruangan Dokter Nita
Kaki jenjang Bela berlari dan mulai menyusuri lorong demi lorong rumah sakit untuk bisa menemukan Ponselnya. Sebenarnya jika ponsel itu hilang Dia tak masalah, yang jadi masalah adalah isi yang ada di dalam ponsel tersebut. Jika sampai hilang maka karirnya akan berakhir saat ini juga.
20 menit Bela berlari telah melewati lorong demi lorong, sekarang Bela telah sampai di tempat Dia menabrak Pria berjas Putih tadi. Di lihat sekeliling tapi nihil ponselnya tidak ada, dan di perkirakan telah hilang, atau mungkin saja telah di temukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab lalu di jual. Tidak tidak Dia tak boleh berfikiran seperti itu, Dia harus optimis akan hal ini.
Seketika itu Bela langsung terduduk lemas di lantai seraya mengutuki dirinya sendiri, betapa bodohnya Dia sampai bisa kehilangan benda berharga miliknya saat ini 😭
"Dimana ponsel Ku? dimana? Huhuhu" tanya gadis bercadar itu dalam tangisnya tanpa suara itu
"Aku gak akan sanggup kalo untuk sekarang harus kehilangan benda berharga Ku itu saat ini!" racau Bela masih duduk di lantai Rumah Sakit, untung saja Di lorong itu tidak ada orang yang lewat jadi Bela tak akan malu kalau menyadari itu.
"Bodoh Kamu memang bodoh!"
.
.
.
Bersambung...!
Jangan lupa like, koment, vote dan rona cintanya ya Readerss tercinta Ku 😊
Mohon dukungannya 🙏
__ADS_1
Terima Kasih 🤗