
Di saat sedang sibuk-sibuknya dengan file-file yang ada di atas meja miliknya, Rifqy dan Dimas di kejutkan dengan getaran Ponsel yang berbunyi menandakan ada panggilan masuk dari Ponsel tersebut.
"Mas, ponsel lo bunyi tuh. Berisik tau!" Sewot Rifqy yang tak tau bahwa ponselnya lah yang berbunyi
"Ahh bukan punya Gua kok Qy, Ponsel Lo kali?
Lo liat gih!" sahut Dimas yang sedang mengecek ponsel miliknya
Mendengar itu Rifqy langsung mencari dimana keberadaan Ponselnya
Bunda? ada apa ya Bunda telpon?. Batin Rifqy bertanya-tanya
"Kenapa Qy? Bunda telpon apa?" Tanya Dimas yang sudah tau pasti Bunda Rifqy yang telpon, secara tadi Rifqy bilang kalo orang tuanya sedang On The Way ke kota ini
"Iya Mas, Bunda nelpon.
Kenapa ya? Apa bunda udah di Bandara? tapi kok cepet amat sih?" Jawab Rifqy sambil menggeser tombol hijau di layar benda pipih yang ada di genggaman tangannya itu
"Mana Gua tau!" Dimas menggedikkan bahu menandakan kalau Dia tak tau
****
"Assalamualaikum Bunda?" Sapa Rifqy pada orang di sebrang sana
"Wa'alaikummussalam Sayang" Jawab Bunda
"Ada apa Bun? Kok telpon Rifqy?" Tanya Rifqy
"Loh kenapa Bunda gak boleh telpon anak satu satunya Bunda ini? hem" sahut Bunda dengan sedikit penekanan pada anak satu-satunya
"Bukan gitu Bun. Emm Bunda udah di Bandara apa?" Tanya Rifqy yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, kalau tidak ya bisa melebar kemana-mana
"Bunda sama Ayah udah ada di Bandara S.H dan bentar lagi mau check out ke Bandara R.I, jadi mungkin kalo udah lepas landas 40 menit sampe Bandara sana Nak." Jawab Bunda menjelaskan pada anaknya
"Bener Bunda udah di Bandara S.H? Kok bisa?" celetuk Rifqy sangking kagetnya sampai berteriak hingga membuat Dimas seketika menutup telinganya
Apa-apaan sih Rifqy ini? kok bisa teriak-teriak gitu? emang ini hutan, ih dasar orang utan lo!. gerutu Dimas dengan suara yang sangat pelan agar Rifqy tak dapat mendengarnya sambil menatap tajam kepada Rifqy, yang di tatap bukannya takut malah acuh tak acuh
"Ya bisa lah Qy, kan Bunda gak sabar pengen ketemu sama calon menantu Bunda, jadi ya di percepat penerbangannya.
Aduh Bunda jadi gak sabar nih?" ujar Bunda antusias
"Ahh bunda bisa aja?
Baru lusa besok kok Bunda kita kesananya." entah seperti apa sekarang ini wajah Rifqy, sedari tadi sudah tersipu malu
"Ya gak papa lah Sayang.
Kira -kira secantik apa sih calon menantu Bunda ini? kok bisa bikin anak Bunda klepek-klepek ya?" goda Bunda sambil mencoba untuk memancing Rifqy agar mau menceritakan tentang calon istrinya
"Cantik Bun, cantik luar dalam.
__ADS_1
Pokoknya cantik deh, cantiknya luar biasa Bun. Kalo Bunda liat sendiri orangnya mungkin Bunda akan iri" Jawab Rifqy yang senyum-senyum sendiri membayangkan wajah calon istrinya yang begitu cantik nan ayu
"Loh bentar-bentar! kok Bunda bisa iri? kenapa gitu?" lanjut Bunda yang bingung karna anaknya bilang kalau dirinya pasti akan iri dengan kecantikan calon menantunya
"Iyalah iri! orang cantikan Syasya daripada Bunda. Kan Syasya masih muda dan gadis kalo Bunda udah tua.. Hahaha" seketika tawanya pecah mendengar ucapkan yang keluar dari mulutnya sendiri
"Loh, loh, loh!
Jadi Bunda tua nih?" sahut Bunda berpura-pura ngambek, padahal mah di sebrang sana Ayah Rifqy sampai heran melihat Istrinya yang cekikikan tanpa suara. Sedangkan kalau di tanya hanya menempelkan jari telunjuknya ke depan bibirnya, mengisyaratkan untuk diam.
"Iya emang tua kan Bun? hihihi" masih cekikikan menggoda Bundanya sendiri
"Oh, gitu?
Bagus ya, udah berani bilang Bunda tua? ya udah Bunda akan balik lagi ke Kalimantan dan gak akan nemenin anak Bunda ini ke rumah calon Istrinya!" nah kan jurus maut yang membuat Rifqy langsung diam menutup mulutnya, tak bisa berkutik apa-apa.
"Loh, kok gitu Bun? jangan dong!
Iya deh iya Bun, ca bercanda juga. Sensi gitu deh.
Bunda cantik walaupun udah berumur tapi masih keliatan muda dan gak keliatan kalo umur Bunda ini udah kepala 5" ralat Rifqy menarik kata-katanya
"Bunda ngambek!" nah loh ngambek kok ngomong-ngomong ya 😆
"Ahh, Bunda ini.
Ngambek kok ngomong-ngomong?" celetuk Rifqy heran dengan tingkah laku Bundanya
"Biarin!" ketusnya
Maaf Bunda ku yang cantik. Jangan ngambek lagi ya?" bujuk Rifqy
"Pasti lah cantik, Pilihan anak Bunda ini gak akan pernah salah." bukannya mengindahkan perminta maaf anaknya, ehh Bunda malah memuji Rifqy
"Bunda jangan gitu, kan Rifqy jadi malu" sahut Rifqy memperingati Bundanya
"Ya Ampun anak Bunda malu? anak Bunda punya malu toh? dasar anak nakal?" Bunda
"Bunda, Rifqy bukan anak nakal lagi, buktinya sekarang Rifqy udah jadi Dokter dan Rifqy juga yang urus Rumah Sakit Ayah. Kalo Rifqy anak nakal, Rifqy gak mungkin bangun usaha dengan kaki Rifqy sendiri" Jelas Rifqy dengan sedikit kesal atas ucapan Bundanya
"Iya deh anak Bunda udah dewasa, udah mau nikah ini?" Goda Bunda
"Bunda jangan terus godain Rifqy?" Rifqy
"Hehe..." Bunda terkekeh mendengar kata-kata Rifqy
"Sayang bunda Sudah mau masuk pesawat, nanti kalau Sudah sampai Bunda telpon lagi ya dan jangan lupa jemput Bunda sama Ayah?" lanjut Bunda
"Siap Bunda jangan khawatir?" Rifqy menghormat, padahal mah di sebrang sana orangnya tak melihat
"Ya sudah Assalamualaikum Sayang" Bunda
__ADS_1
"Wa'alaikummusalam Bun" Rifqy
Setelah panggilan berakhir, Rifqy meletakkan kembali Ponsel nya di atas meja kerja
"Kenapa lo senyum-senyum sendiri Qy? Lo ngeres ye?" Tanya Dimas yang terheran dengan Rifqy yang senyum-senyum sendiri serasa orang gila
"Sialan lo! Gua masih waras. Belum juga gua nikah udah mikir ngeres.. Hahaaha"
"hahaha.. kira Gua"
Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka hanya ada keheningan di ruangan itu, mereka sibuk dengan pemikiran mereka sendiri
****
Suara Adzan berkumandang mengajak umat muslim menunaikan kewajiban nya yaitu Sholat Dzuhur
Suara yang menyejukkan jiwa untuk orang yang mendengarnya
Setelah mendengar suara Adzan Rifqy dan Dimas beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju Masjid terdekat di Caffe miliknya
Sepanjang perjalanan banyak orang yang berdecak kagum kepada mereka dan banyak yang memuji ke tampanan yang di miliki mereka
****
Rifqy dan Dimas keluar dari Masjid, mereka telah menunaikan Sholat Dzuhur
Disaat perjalanan ke Caffe ponsel Rifqy berbunyi
Drrrttt Drrrt Drrrtt
"Assalamualaikum Bunda"
"Wa'alaikumusalam sayang. Rifqy, Bunda sama Ayah sudah sampai di Bandara R.I ini! Kamu jemput kami ya?" Pinta Bunda
"Ohh iya Bunda Rifqy On The Way kesana ya?" Rifqy
"Iya Sayang. Assalamualaikum" Bunda
"Wa'Alaikummussalam Bun" Rifqy
Panggilan pun berakhir Rifqy memasukkan kembali ponsel miliknya ke saku celana
"Kenapa Qy?" Tanya Dimas
"Ini Bunda udah di Bandara, Emm Mas lo handel masalah Caffe ya? Gua jemput Bunda Dulu" Pinta Rifqy sebelum meninggalkan Dimas sambil jalan dengan sedikit berlari
"Siap bos, jangan khawatir?" Teriak Dimas
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...!