Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Foto Prewedding


__ADS_3

"Akan ada kebahagiaan setelah duka


Percayalah! semua telah Allah atur sedemikian rupa..


Jangan terpuruk!


Bangkit dan tersenyumlah! karena selalu ada Allah yang memberi kekuatan.."


"Kau tahu kebahagiaan sederhanamu apa?


Ketika Kamu merasa tidak sanggup, tapi Allah mudahkan..


Allah menjadikannya tidak mustahil bagimu, setelah Kamu berpasrah penuh Pada-NYA ❤"


❤***❤***❤


Beberapa menit yang lalu Bela dan Rifqy telah memilih gaun pengantin yang akan di pakai kedua insan itu untuk akad nikah dan resepsinya.


Setelah menempatkan pilihannya kepada gaun yang Bela suka maka Rifqy memutuskan untuk mengantar Bela pulang, Ia tak ingin kalau Ibu Bela khawatir karna Ia membawa pergi Putrinya terlalu lama.


Dalam perjalanan seperti yang telah lalu tak ada pembicaraan antara mereka, hening yang menemani mereka berdua.


Bela memilih melihat jalanan kota dari jendela dan Rifqy sibuk mengemudi dengan pikirannya sendiri.


"Bel?" Panggil Rifqy memecah keheningan


Bela menoleh lalu menatap orang yang memanggilnya, Rifqy. "Iya." jawab gadis bercadar itu


"Kalau besok kita foto prewedding apa Kamu mau?" tanya Rifqy dengan ragu, karna Ia tau pasti Bela tak akan mau melakukan foto prewedding, apalagi foto sebelum pernikahan. Ia hanya ingin memastikan sendiri dari mulut Bela.


Bela tampak mengerutkan dahinya. "Kenapa Kak? Apa kita mau foto prewedding?" Bukannya menjawab, Bela malah balik bertanya kepada Rifqy.


"Itu kalo Kamu mau!" Jelas Rifqy menyahuti


"Ya gak papa Kak, kita akan foto prewedding besok.


Tapi tetap tanpa sentuhan tangan ya?" Ujar Bela mempertegas


"Bener?" tanya Rifqy yang memastikan kembali


Bela hanya mengangguk mengiyakan


"Baiklah" Senyumnya mengembang mendengar kalau Bela ternyata mau untuk di ajak foto prewedding. Awalnya Dia takut kalau Bela akan marah, jika Rifqy mengajak gadis itu foto prewedding. Tapi nyatanya tidak! Dia mau untuk melakukannya. Namun, hanya tanpa sentuhan ya!


Hening lagi!


Tak ada yang bertanya satu sama lain, hingga mereka sampai di depan Rumah Bela.


"Gak usah Kak! Aku bisa buka sendiri kok" Ucap bela yang tau bahwa Rifqy pasti akan membukakan pintu mobil lagi untuknya


Dan hanya di balas anggukan kepala oleh Rifqy


Setelah memasuki rumah Bela menjatuhkan tubuhnya di ranjang, sepertinya Ia sangat lelah.


Setelah di rasa cukup Bela bangun berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Ia merasa kalau tubuhnya sangat lengket setelah seharian Ia berjalan melihat gaun-gaun yang ada di galery milik Anggi.


Ia keluar dari kamar menuju meja makan, di sana sudah ada orang tuanya yang menunggu.


Perlahan Ia mendudukkan tubuhnya di atas kursi samping Ibunya.


"Sya, Kamu gak Sholat Nak?" Tanya Ibu yang heran

__ADS_1


Bela menggeleng. "Gak bu, Syasya lagi ada tamu bulanan." Jawab Bela lalu menyuapkan makanan kemulutnya


"Bu, Pak besok Besok Kak Rifqy ngajak Syasya untuk foto prewedding" Imbuh Bela memberitahu Ibu dan Bapaknya


"Ya gak masalah Nak, tapi ingat Kamu harus jaga diri!


Kalian belum muhrim, jadi gak ada sentuhan!" Tegas Ayah tanpa mau di bantah sedikit pun


"Iya Nak, kalian harus bisa jaga jarak sampai acara H nanti." Timpal Ibunya membenarkan ucapan Suaminya


Bela tersenyum lalu mengangguk. "Iya, Syasya tau Bu, Pak!


Kalo gitu Syasya ke kamar dulu, Syasya ngantuk Bu." Ucap Bela meninggalkan Orang Tuanya di meja makan


*****


Malam telah berganti pagi


Sinar matahari telah memunculkan kesilauannya.


Bela menerjapkan mata merasakan silau karna hordeng jendela yang telah di buka oleh Ibunya.


"Bu, Syasya masih ngantuk!


Syasya masih mau tidur." Ucap Bela yang masih memejamkan mata karena kantuknya


Ibu menggeleng kepala beberapa kali, melihat tingkah putrinya yang sampai jam 9 masih tertidur. Bagaimana bisa? apalagi Dia sebentar lagi akan menjadi Istri dan Menantu orang!


"Ya ampun Putri Ibu ini malas sekali sih!


Kamu sebentar lagi mau jadi Istri orang loh, gimana bisa Kamu jam segini belum bangun?" Ucap Ibu sambil menarik selimut dari tubuh Bela agar Bela mau terbangun


"Kamu ingat kan kalau hari ini ada foto prewedding dan kalian akan cari cincin pernikahan?" Ucapan Ibunya membuat Bela langsung bangun dan membelalakan matanya. Hampir saja Ia lupa pikirnya.


Ini jam berapa Bu?" Tanya Bela sambil beranjak dari ranjang berlalu ke kamar mandi


"Jam 9" Jawab Ibu singkat dan langsung keluar dari kamar anak gadisnya itu


Astaghfirullah! kenapa Aku bisa lupa dan bangun sesiang ini. Ahhhhh gimana kalo Aku belum siap tapi Kak Rifqy udah jemput. Gumam Bela dengan menutup pintu sedikit keras.


Beberapa menit Ia selesai dengan mandinya, saat akan berganti pakaian terdengar suara Ibunya yang memanggil dari balik pintu kamar.


"Syasya, ada Nak Rifqy di depan.


Cepatlah!" ujar Ibu memberitahu Putrinya kalau Calon Suaminya sudah menjemput


"Iya Bu, sebentar!" Teriak Bela sambil memakai jilbab Pashmina di kepala dan tak lupa juga cadarnya


Setelah selesai Bela keluar kamar menuju ke ruang tamu


"Sya, Kamu sudah selesai?


Pergilah! Nak Rifqy sudah menunggu dari tadi" Ehh! apa ini? Ibu mengusirku? tak mungkin kan!


"Iya, Bu" sahut Bela


"Rifqy dan Bela pamit ya Bu?" Rifqy menyalami tangan calon mertuanya itu


"Iya, pergilah" Sahut Ibu Bela


*****

__ADS_1


Bela dan Rifqy telah berada di dalam mobil menuju studio foto milik sahabat Rifqy


Satu jam perjalanan dari rumah Bela menuju studio itu.


Sesampainya di tempat yang di tuju, Rifqy dan Bela keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu studio, dan Bela hanya bisa mengekor di belakang Rifqy.


Sampailah mereka di depan pintu masuk, Rifqy memegang handle pintu dan masuk ke dalamnya di ikuti oleh Bela.


"Hai bro! apa kabar Lo?" Tanya pria tampan yang selalu membawa kamera mahal miliknya. Dia meraih tangan Raffi dan menabrakkan tubuhnya ke tubuh Raffi. Ya, seperti salam pertemuan 🤨


Rifqy tersenyum. "Seperti yang lo lihat. Alhamdulillah baik."


"Lo gimana?" Rifqy balik bertanya


Balas tersenyum. "Alhamdulillah baik juga.


Gimana-gimana Lo mau yang kaya gimana?" Tanya Endy yang langsung pada inti pembicaraan mereka


"Yang pasti tanpa sentuhan. Oke?" sahut Rifqy


"Oh Iya! ini Calon Istri Gua Bela.


dan Bel Dia temanku Endy yang mau jadi juru foto kita" Ucap Rifqy memperkenalkan mereka berdua


"Hai, Endy" Ucap Endy mengulurkan tangannya pada Bela


Bela hanya mengangukkan kepala dan menangkupkan tangan di dada sebagai salam berkenalan.


Endy yang melihat itu mengerti bahwa Bela tak ingin bersentuhan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.


"Oke Qy. Kita langsung ke ruang studio Gua aja ya?" Endy mengajak Rifqy ke dalam ruang studio pemotretan miliknya


Rifqy mengangguk. "Oke" mengacungkan ibu jari sebagai persetujuan


Sekian lama berbincang bagaimana mereka akan melakukan fotonya, akhirnya Rifqy memutuskan segera melakukan sesi pemotretannya.


Cekrek... Cekrekk... Cekrekk...


Suara kamera foto berkali-kali terdengar menggema di ruangan itu, foto berdua tanpa bersentuhan telah di lakukan.


"Bagus-Bagus Qy" Ucap Endy menunjukan hasil foto di dalam kamera kepada Rifqy


"Lo tau kan apa yang harus Lo lakuin sama foto-foto ini" menaikkan dua alisnya dan menunggu jawaban yang akan di lontarkan Endy


"Iya, lo tenang aja!" Jawab Endy menepuk bahu sahabatnya itu


"Kalo gitu, Gua pamit ya?


Gua harus cari cincin untuk pernikahan Kami." Pamit Rifqy yang harus segera mencari cincin pernikahan untuk acaranya


"Tunggu undangan dari Gua!


1 minggu lagi adalah acara akad dan resepsinya. Gua harap lo bisa dateng!" imbuh Rifqy


"Siap, Gua tunggu undangannya!" mengacungkan jempol ke Rifqy


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...!


__ADS_2