Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Hari Pertama Ke RS


__ADS_3

Hari terus berganti menjadi hari berikutnya, dan berjalan semana mestinya.


1 bulan sudah Rifqy dan Bela di persatukan dalam ikatan sakral yang sangat suci di mata agama terutama di mata Allah yaitu pernikahan.


Harusnya ini masih hangat-hangatnya seorang pengantin, yang biasa inginnya dekat-dekatan, ingin selalu peluk-pelukan, tapi apalah di kata tidak untuk 2 sejoli berbeda gender itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Rifqy dan juga Bela ๐Ÿ™„ dan bahkan Rifqy dan Bela pun belum pernah melakukan hubungan intim sebagaimana mestinya seorang suami dan istri.


Entah apa yang di pikirkan mereka berdua tapi yang pasti karna mereka menikah terlalu cepat jadi tak kunjung melakukan kewajiban batin mereka masing-masing. Ya, mungkin!


Hari ini adalah hari pertama Rifqy kembali lagi ke Rumah Sakit setelah 1 bulan lebih ia meninggalkan Rumah Sakit dan mempercayakan kepada Dimas, Assistent sekaligus sahabatnya.


Memang Rifqy biasa memantau keadaan Rumah Sakit dan juga keadaan Caffe miliknya lewat Email yang di kirim oleh Assistent sekaligus sahabatnya dari laptopnya. Hampir setiap malam Rifqy selalu tidur malam, ia lupa bahwa ada seseorang yang butuh perhatian darinya, di lihat bahwa Rifqy dulu yang bersikekeh ingin menikahi Bela tapi seakan sekarang dia lupa akan hal itu dan lebih memilih menghabiskan waktunya untuk pekerjaan.


Waktu yang hilang tidak bisa di kembalikan lagi, seharusnya waktu itu Rifqy pergunakan untuk lebih dekat dan mengenal sosok Bela lebih dalam lagi, tapi sia-sia hanya karna pekerjaan. Sungguh aneh tapi nyata ๐Ÿ˜ต


Di dapur Bela telah usai dengan makanan yang di masak pagi ini. Setelah dia selesai menata makanan di atas meja makan, Bela beranjak dari dapur berjalan menuju kamarnya dan Rifqy, Ia ingin menyiapkan pakaian kerja yang akan di pakai untuk suaminya.


Saat pintu terbuka Bela tak melihat Rifqy ada di dalam, tapi terdengar suara gemercik air mengalir di kamar mandi menandakan bahwa Rifqy sedang dengan ritual mandinya. Bela berjalan menuju ruang ganti dan membuka lemari yang terdapat pakaian kerja milik Rifqy.


"Kamu akan menyiapkan pakaian kerja untukku?" pertanyaan dari seseorang yang sangat ia kenal, walau ia tau dari suara dan bau badannya yang membuat Bela kaget dan langsung membalikkan badannya.


Bela menelan saliva nya saat melihat Rifqy hanya memakai handuk untuk menutupi setengah badan bawah dan terlihat rambut yang masih basah menambah kesan macco dari diri Rifqy di mata Bela tentunya.


"Kamu pasti tau pakaian kerja ku kan, hanya jas putih kedokteran seperti ini" Ucap Rifqy meraih jas putih pakaian kedokteran miliknya dari belakang Bela hingga membuat rambut basahnya menyentuh pipi mulus miliknya.


"Kamu kenapa?" Tanya Rifqy saat merasakan getaran hebat yang berasal dari tubuh Bela.


Bela menggeleng cepat


"A..aku gak pa..pa kok" Jawab Bela terbaru-bata karena gugup sekali.


Rifqy yang mendengar hanya ber-oh ria dengan di iringi mangut-mangut


"Biar aku aja!" Ucap Bela saat melihat Rifqy akan meraih celana dan kemeja untuk di pakainya hari ini.


"Aku tau memang aku belum mengetahui tentang pakaian apa yang biasa kamu pakai tapi aku ingin menjalani kewajiban aku sebagai seorang istri yaitu melayanimu." Tegas Bela dengan menatap Rifqy.


Rifqy tersenyum devil dan mulai terlintas ide untuk mengerjai Bela


"Baiklah kalau memang kamu mau menjalani kewajiban mu itu kenapa harus setengah-setengah?" tanya Rifqy dengan seringai di bibirnya yang sulit sekali di artikan dan dia mulai mendekat ke Bela.


"Emmm.. maksutnya?" tanya Bela yang gemetar saat melihat Rifqy lebih mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Memang saat Rifqy mendekatinya akhir-akhir ini Bela biasa saja tapi tidak dengan hari ini, ia seakan merasa kalau Rifqy akan meminta haknya kepada Bela.


Bela mundur dan susah payah dia menelan saliva nya sampai akhirnya dia terpojok di sudut lemari yang paling ujung.


Tangan kekar Rifqy telah mengunci Bela sehingga tak bisa lagi Bela lari dari situasi yang paling gaswat ini, Bela memejamkan matanya saat Rifqy mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Bela.


Tubuhnya bergetar hebat merasakan hawa panas di seluruh tubuhnya.


Bagaimana pun Bela dan Rifqy adalah manusia normal.


Tak dapat di pungkiri memang keduanya sangat menginginkan itu? tapi apalah daya, ego besar keduanya mengalahkan keinginannya.


"Hahaha Aku ganti dulu!" ucap Rifqy di iringi gelak tawanya menyudahi perbuatan mengerjai istrinya, dengan meninggalkan tempat Bela yang masih mematung.


Ternyata aku di kerjain! aku kira dia akan beneran cium aku.. bodoh jangan ngeres Bela. Bela geleng-geleng kepala menghilangkan pikirannya yang kotor.


***


Bela dan Rifqy sudah berada di meja makan, mereka sarapan dengan hening tak ada pembicaraan dari keduanya, hanya suara dentingan sendok dan garbu yang menemani mereka.


Selesai sarapan Rifqy memilih berangkat ke Rumah Sakit lebih pagi dari biasanya karna dia tau pasti pekerjaannya menumpuk setelah di tinggal 1 bulan. Tak lupa dia berpamitan pada istrinya, Bela.


Bela mengangguk. "Iya, kak." lalu meraih tangan Rifqy dan mencium punggung tangannya dengan bibir.


Rifqy tersenyum hangat. "Jaga diri baik-baik di rumah?" peringatan bagi Bela dan segera di anggukinya.


Cup


Bela melotot saat tau bahwa baru saja Rifqy mencium keningnya sekilas sebelum masuk ke dalam mobil


***


Rifqy telah sampai di ruangan kerjanya, tepatnya ruangan Direktur Utama Rumah Sakit tersebut.


"Mas, apa ada jadwal operasi hari ini?" tanya Rifqy masih fokus pada map data diri pasien yang di tanganinya.


Dimas menggeleng. "Gak ada, Qy" jawab Dimas cepat.


"Ngomong-ngomong gimana nih acara eak-eaknya? lancar?" dengan smirk senyum menggoda miliknya.


Rifqy memicingkan matanya. "Eak-eak apaan?" pura-pura tidak mengerti, padahal mah Rifqy tau arah pembicaraan Dimas kemana. Ah, dasar lemes! laki tapi mulutnya pedes amat kaya mpok lemes bener dah! huh dasar nyebelin!. Gerutu Rifqy sambil mengepalkan kedua tangan miliknya.

__ADS_1


"Aihh lo itu! masa gak tau maksud dari omongan gua ini sih?" Dimas mendengus kesal, Dia tau kalau Rifqy ini hanya pura - pura tak mengerti.


"Ya apa? gua gak ngerti." melihat sekilas pada Dimas dan menggedikkan bahunya tanda tak tau dan juga tak peduli ๐Ÿ˜


Dimas mendesah sebal. "Hubungan suami istri! lo udah lakuin kan sama dia?" Akhirnya tersampaikan juga apa maksut perkataannya dari tadi. Nah kan!


Rifqy menyenderkan kepalanya pada kursi di ikuti tangannya memijat pelipis menandakan ada masalah yang sedang di hadapi.


"Belum..."


.


.


.


Bersambung...!


Mampir ke novel aku yang lain yuk ๐Ÿ˜Š


mau promo dulu judulnya


- Menikahinya Demi Putri Angkatku


- My Best Friends


.


.


Jangan lupa dukungannya juga ya?


Like ๐Ÿ‘


Vote sebanyaknya๐Ÿ”ฅ


Comment ๐Ÿ’‹


Rate๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ


and Favoriteโค

__ADS_1


__ADS_2