
"Hadiah terindah bagi seorang Istri adalah
Kasih Sayang
Dan perhatian yang tulus
Dari sang Suaminya..."
❤***❤***❤
1 Minggu kemudian
Sejak kejadian di meja makan waktu itu..
Hari ini tepat 1 minggu pernikahan Rifqy dan juga Bela, beberapa hari yang lalu Rifqy telah meminta izin kepada kedua Mertuanya yaitu Bapak dan Ibu Bela untuk membawa istrinya tinggal di rumah yang selama ini Dia tempati sebelum nikah.
Dan disinilah sekarang!
Bela sedang menpacking Baju - baju gamis syari miliknya dan barang lainnya yang akan di bawa untuk di masukan ke dalam koper besar yang telah di siapkan oleh sang Suami. Tak lupa juga dong Bela membawa si Miauw kucing kesayangannya yang kalo di tinggal di Rumah Ibu Bapaknya mungkin Si Miauw akan sangat rindu. Hahaha rindu 😁 jangan rindu nanti berat biar Aku saja! Hahay emangnya Dilan Milea? 😂
Flashback On
Di dalam ruang keluarga yang juga ada di ruangan TV sedang ada Rifqy, Bela dan Orang tua Bela. Mereka sedang berbincang - bincang kecil layaknya keluarga yang sangat bahagia. Emang bahagia gimana sih Author? 😆
Rifqy menarik nafas pelan seraya menghembuskannya. "Bu, Pak Rifqy mau minta izin?" Ucap Rifqy kepada kedua mertuanya
Bapak dan Ibu Bela saling pandang, mendengar penuturan sang Menantu.
"Ada apa nak?" tanya Ibu Bela yang memang sudah sangat penasaran
"Iya ada apa? kamu mau minta izin apa? mau bulan madu" Timpal Bapak Bela yang masih sempat - sempatnya menggoda Rifqy, sang menantu.
Rifqy menggeleng. "Bukan Pak, Rifqy mau minta izin kalo Rifqy ingin mengajak Bela ke rumah Rifqy.
Maaf pak, Bu! bukannya Rifqy gak betah disini tapi Rifqy kebetulan udah punya Rumah sendiri, nanti kalo Rifqy terus disini gak ada yang nempatin Pak, Bu" Jawab Rifqy panjang kali lebar dengan tinggi pula ya 🙄
"Memang Ayah sama Bunda Rifqy yang terkadang memantau rumah yang biasa di tempati Rifqy, tapi 3 hari lagi orang tua Rifqy akan balik lagi ke kota Kalimantan, karna Ayah memang bisnisnya berada disana." Tambah Rifqy yang tetap menjelaskan
Terlihat Bapak Bela menghembuskan nafasnya dengan kasar, seperti ada perasaan yang tidak ingin di tinggal oleh Putri Kesayangannya. Tapi apa mau di kata! Putrinya sekarang sudah menikah, jadi sudah bukan tanggung jawab dan hak lagi untuk dirinya menahan Putrinya berlama - lama di dalam Rumah yang turut andil dalam kenangan membesarkannya selama ini.
Sekarang Putrinya harus ikut dengan sang Suami, kemana pun Dia pergi! jadi tak ada alasan untuk Bapak menolak itikat baik sang Menantu yang ingin mengajak Sang Putri ke Rumahnya.
"Baiklah sekarang Putri Bapak ini adalah istri kamu, jadi kamu bisa bawa dia kemana pun kamu mau nak.
Tapi pesan Bapak cuma jaga dia, lindungi dia nak, sayangi dia seperti kamu menyayangi kedua orang tua kamu. Dan satu lagi jangan pernah kamu sakiti anak Bapak! karna kalo kamu sampe berani Bapak yang akan dalam barisan paling depan yang akan menentang kamu" Penuturan Bapak Bela sembari menepuk pelan bahu menantunya beberapa kali
__ADS_1
Rifqy hanya bisa mengangguk seraya melengkungkan bibirnya ke atas
"Kapan kamu akan membawa Putri kami nak kerumah kamu?" Tanya Ibu Bela dan terus menatap serius pada Sang Menantu
"Insha Allah mungkin 2 hari lagi, Bu." Jawab Rifqy sopan
"Ya sudah sekarang kalian istirahat ya?" Ucap Ibu Bela kepada Putri dan juga menantunya
Flashback Off
"Bu, Pak Syasya pamit ya? Bapak sama Ibu jaga kesehatan ya?
Insha Allah Syasya akan sering-sering kesini kok." Ucap Bela memeluk Ibu bergantian dengan Ayahnya
"Iya nak, kamu juga jaga kesehatan sayang, inget sama..." belum selesai Ibu menyelesaikan ucapannya sudah di potong dengan Bela
"Emm, Bu?" menatap Ibunya intens seraya menggelengkan kepala mengisyaratkan kata 'jangan bicara apapun Bu'
Ibu dan Bapak yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas kasar karna sudah lelah bicara kepada Bela, kalau Bela memang harus secepatnya memberitahu suaminya tentang operasi yang pernah di jalani sebelum mereka menikah.
"Pak, Bu Rifqy juga pamit ya?" Timpal Rifqy pada mertuanya
"Iya nak, jaga anak Ibu ya?" Jawab Ibu menatap Rifqy dengan tatapan mengharap
"Insha Allah Bu, Rifqy akan jaga Bela." Menyalami tangan ibu dan Bapak Bela, di ikuti oleh Bela juga
Rifqy duduk di belakang kemudi, tak lama dia menacapkan gas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang memecah jalanan kota yang tidak terlalu padat.
*****
Sampai di rumah Rifqy sekitar 1 jam perjalanan, Rifqy turun berjalan memutar dan membuka pintu mobilnya untuk Bela
"Makasih kak?" setelah keluar dari mobil
Dia terpaku dengan rumah yang minimalis tapi terlihat megah di depannya itu.
Apa ini rumah kak Rifqy ya? bagus banget.
Ya Allah indahnya 😍 Gumamnya dengan mata memandang kesana kemari menikmati keindahan
(Pict hanya searching di google ya 😄)
"Ayuk atuh" Ajak Rifqy yang melihat Bela masih diam di tempat belum jalan Dan Bela langsung mengekori Rifqy setelah mendengar ajakan Rifqy.
__ADS_1
Rifqy membuka pintunya, Bela semakin terpaku dengan keindahan di dalam rumahnya.
"Kak, ini rumah Kak Rifqy?" Tanya Bela menatap Rifqy bingung
"Bukan" Enteng sekali jawabnya! singkat!
Rifqy membuka hordeng jendela yang masih tertutup
"Kak, kalo ini bukan rumah kak Rifqy ngapain kita kesini?
Ayo kita pergi kak! nanti kalau pemilik Rumahnya dateng gimana?" ya ampun polos sekali!
Setelah berkata seperti itu Bela menggandeng Rifqy untuk keluar dari rumah yang menurutnya bukan rumah Rifqy.
Rifqy terkekeh mendengar penuturan Bela yang begitu polosnya.
Rifqy menghentikan langkahnya membuat Bela kaget.
"Dengerin aku! ini memang bukan rumah aku! tapi Ini Rumah Kita. Rumah aku dan kamu! bukan hanya rumah aku jadi udah jangan khawatir" Memegang kedua pipi Bela dengan kedua telapak tangannya
"Ya udah yuk ke kamar kita" Tambahnya lagi sembari menggandeng berjalan menaiki tangga
"Hah! kamar kita?"
"Iya, ayo"
Sampailah di sebuah ruangan yang Rifqy sebut kamarnya itu, tiba - tiba
Uhukk Uhukk
Bela terbatuk saat membuka hordeng kamar yang di masukinya.
"Maaf ya, belum sempet di bersihin" ucap Rifqy yang mendengar Bela terbatuk karena debu
"Gak papa kok kak, biar nanti aku yang bersihin" Ya, seperti inilah Bela! selalu menawarkan diri kepada orang lain
"Kita yang akan bersihin sama-sama, oke?" mengedipkan sebelah matanya dan Bela hanya tersenyum geli melihat kelakuan Rifqy.
"Baiklah Let Go?" Menenteng 2 sapu di tangannya
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...!