
Gak kerasa ya udah pergantian tahun aja 😀 kira - kira revolusi kalian ditahun ini apa? kalo author semoga pandemi segera berakhir 😬
Sebelum aku lanjutin lagi cerita dari Rifqy dan Bela
Aku mau ucapin Selamat Tahun Baru 2021 untuk para readers tercinta yang sudah setia membaca dan setia menunggu update dari aku tentang cerita ini, yang menurut aku belum ada artinya apa-apa, masih banyak kesalahan dari tulisannya maupun jalan ceritanya yang kadang gak nyambung 😅 hehehe 😆
Semoga di tahun baru ini, tepatnya di tahun 2021 ini kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, semoga cita-cita kita yang belum terwujud di tahun kemaren bisa terwujud di tahun ini, semoga rezeki kita semua terus mengalir dan semoga semoga semoga yang baik-baik aja deh doanya 🤭🤲🏻 Aamiin 😇
Hihi mon maap nih author telat ucapinnya 😂😆🤣
Udahan ah prakatanya 😆🙏 aku mau lanjut ke ceritanya lagi nih 😊
Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers 😘 dengan like, coment yang membangun setelah membaca, jangan lupa masukin rak buku favorite kalian ya 😉 rate bintang 5, dan juga vote sebanyak-banyaknya 😅🤦
🗣 : Waduh serakah amat thor? diborong semua 😳😕
👤 : hehehe 😃 kan seikhlasnya aja 😊
Udah ahh balik ke cerita lagi 👇
❤**❤**❤
Dengan tersenyum canggung Pemuda tampan keturunan Arab - Indo yang bernama Rifqy itu kembali menatap wajah sendu dari Istrinya, dan inilah kelemahan Pemuda itu!
Rifqy paling tidak bisa melihat keadaan Istrinya yang seperti ini, sangat tidak bisa!
Walau Rifqy tau kalau Istri tercintanya itu paling bisa menyembunyikan wajah kesedihan dengan senyuman ceria yang biasa gadis bercadar itu lakukan didepan Suaminya. Seperti sekarang ini Rifqy bisa menangkap kesedihan yang terpancar dari tatapan yang masih belum teralihkan itu, tapi secepatnya gadis itu ubah dengan tatapan ceria dan senyuman lemah lembut penuh kemanisan. Ohh ya ampun!
Rifqy tau kalau Istrinya sangat ingin mempunyai momongan tapi Rifqy juga tidak ingin melakukannya disaat keadaan gadis tercintanya sedang dalam keadaan lemah seperti sekarang.
Nantilah! ia akan mencari waktu yang pas dan cocok untuk itu semua, untuk masa depan mereka berdua. Pikirkan saja nanti begitulah batin Rifqy yang mendahului berbicara.
Tangan kekar nan putih dengan bulu halus disana menggenggam tangan mungil sang Istri, hingga membuat Istrinya tersentak dan mengalihkan pandangannya kepada Pemuda tersebut. Mata gadis bercadar itu menatap lamat - lamat wajah Suaminya seraya menaikkan kedua alisnya sebagai tanda kalau ia sedang bertanya 'ada apa?'.
Tapi Rifqy bergeming, ia tak menghiraukan kode pertanyaan dari sang Istri. Tangan Rifqy menjulur kepada wajah gadis di depannya yang tampak tenang. Dengan pelan tapi pasti tangan yang masih bertengger di wajah itu mulai melepaskan cadar yang terpasang di wajah sang Istri.
Sreetttt
Dan terlepas!!
"Kamu tau?" pertanyaan yang keluar dari bibir Rifqy membuat sang punya wajah yang masih dielus - elus oleh Rifqy terheran dan bingung.
Gadis yang dipanggil Syasya oleh suami dan keluarganya itu memicingkan matanya menatap suaminya dengan bibir yang bergerak kekanan dan kiri sebelum akhirnya menyerah dengan gelengan kepala sebagai jawaban.
Rifqy tampak tersenyum manis. "Ini, ini, ini, ini dan ini sesuatu yang sangat aku rindukan!" kata Rifqy dengan menunjuk kedua mata, hidung, bibir dan pipi sang istri yang mulai tirus karena memang baru saja terbangun dari masa kritisnya.
Tapi apa ini?
Bela malah memberengut dengan ditariknya tangan yang masih digenggam suaminya.
"Loh?" bingung melihat istrinya yang sekarang seperti sedang merajuk.
"Apa?" sahut Bela ketus dan memalingkan pandangannya ke samping.
"Kenapa? hem?" tanya Rifqy kemudian.
__ADS_1
Seketika Bela menatap Rifqy tajam. "Jadi cuma wajah aku aja yang dikangenin?" ohh, ini salah Rifqy!
Pemuda tampan keturunan Arab - Indo itu terkekeh pelan. Ternyata merajuk cuma karena itu.
"Kangen kamu juga dong." menarik pelan tubuh Bela kedekapan, membuat gadis itu tersenyum bahagia. "Kangen senyum kamu, keceriaan kamu, tawa kamu, masakan kamu yang super uenak, bau harum badan kamu yang khas, suara kamu yang serak - serak basah gimana gitu..."
"Ihhhh..." memukul pelan lengan Rifqy hingga membuat sang empu meringis kesakitan.
"A-awww shh, sakit sayang!" ringis Rifqy dengan wajah yang dibuat - buat.
"Habisnya kak Rifqy sih! yang terakhir itu gak enak bener didenger." sarkas Bela yang tak terima penuturan sang suami.
"Hahahaha..." tawa Rifqy menggelegar di dalam Ruangan tersebut.
Bela yang mendengar tawa Rifqy memutar bola matanya malas dengan tangan yang tidak tinggal diam.
Mata Rifqy seketika membola saat merasakan panas di pinggang sebelah kanannya. "Awwwww..." pekiknya kemudian. "Sakit sayang! kamu ya! tadi mukul sekarang nyubit."
"Biarin." Balas Bela singkat.
"Mending peluk jangan mukul maupun nyubit lag..."
Belum saja menyelesaikan ucapannya, Rifqy sudah merasakan kehangatan dari tubuh mungil yang sekarang tambah mungil alias kurus 😅
Lama mereka larut dalam pelukan dengan pemikiran yang tidak bisa dibaca satu sama lain oleh masing - masing dan hanya mereka yang tahu.
"Kak?"
"Hem." gumaman sebagai jawaban.
Bela bergerak mencari tempat yang nyaman di dalam pelukan Suami. "Yang kemaren itu siapa?" rasa penasarannya begitu kuat hingga tak bisa tertahan. Lihatlah sekarang baru saja sadar dari masa kritisnya ehh masih ingat dan bertanya.
Terdengar Rifqy menghela nafas panjang sebelum melepaskan tubuh sang Istri yang sangat ia rindukan minggu - minggu terakhir ini.
Ditatapnya bola mata sang Istri yang sudah mulai berkaca - kaca, sedikit saja terjatuh kalau sampai Bela berkedip.
"Dia..."
"Siapa?" potong Bela saat Rifqy mulai ingin menjelaskan.
Lagi - lagi Rifqy dibuat terkekeh dengan tingkah polah tidak sabaran dari Istrinya.
"Mau tau banget ya?" colek hidung yang tidak terlalu mancung itu untuk menggoda.
Bela memberengut. "Gak tau lah!" melengos!
"Iya, iya ini aku jelasin." dengan masih menahan tawa karena terasa lucu melihat wajah Bela yang ingin rasanya bibirnya meledak.
"Ya udah cepet." balas Bela cepat.
"Dia Sherly."
"Sherly?" Rifqy mengangguk ragu, ragu apakah ia akan melanjutkan atau tidak.
"Dia mantan pacar ku dulu."
__ADS_1
"Pacar?" sakit sungguh sakit! mendengar suaminya mengucap kata keramat itu dari bibirnya, ya meskipun itu kemauan dari Bela sendiri.
Rifqy tampak menggeleng kepala. "Mantan Pacar!" kata Rifqy menambahkan satu kata lagi disana.
"Terus."
"Waktu itu pas kamu dateng ke Rumah Sakit, Dia sebenarnya sudah bekerja disini selama hampir sebulan. Saat Dimas memberikan data dari Perawat baru awalnya aku enggak curiga tapi saat aku buka identitasnya aku kaget, kesal dan marah. Kok bisa gitu Dimas terima dia di Rumah Sakit ini?
Tapi saat aku tanyain ke Dimas, Dimas juga enggak bisa berbuat apa - apa karena memang saat itu Dia mengancam akan mengiris lengannya dengan pisau kalo Dimas kekeh ingin mengusir dan nggak mau terima dia.
Ya mau gak mau harus diterima."
"Sejauh itu dia cuma pengen deket sama Kak Rifqy?"
"Tepat sekali."
"Terus kenapa waktu aku ke Ruangan Kak Rifqy, dia ada disana?"
Rifqy mencoba tenang untuk menjelaskan pada Istrinya. "Karena dia nyelonong masuk walau sebenernya aku marah banget waktu itu, walau begitu dia tetep gak peduli.
Dia tetep ngeyel duduk di pangkuan aku seraya goda aku. Dikira aku bakal luluh apa ya? aku malah tambah ilfeil." tangannya mengepal mengingat kelakuan dari wanita yang dulu pernah ia cintai ternyata bermuka dua untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan.
"Aku udah tau gak usah diulang yang itu!" memutar bola mata jengah. "Terus kenapa dia dulu ninggalin kak Rifqy?"
"Hampir bangkrut!" singkat dan padat jawaban yang diberikan Rifqy.
"Ayah atau Kak Rifqy?"
"Ayah dan aku juga. Dulu waktu aku kecelakaan yang membuat aku koma selama 3 hari itu, yang ditolong kamu sebenarnya terjadi karena melihat perselingkuhan dia dengan seorang pria tampan yang lebih mapan dari aku dan dia lebih memilih pria itu dibanding aku. Makanya aku jadi kalap dan gelap mata, aku bawa mobil dengan kebut - kebutan sampe gak sadar kalo aku ditabrak sama Bus yang memang sudah oleng dari awal.
"Lalu sekarang dia kembali karena mendengar Kak Rifqy sudah bangkit dan sukses lagi? dan berusaha merebut kak Rifqy dari aku?"
"Itu tidak akan terjadi!" tatapan matanya tajam menerawang jauh disana, namun berubah melemah saat bersitatap dengan wanita yang amat ia cintai.
"Aku takut, Kak!
"Jangan takut! itu tidak akan terjadi. Okey? kamu jangan khawatir ya?" kata Rifqy mencoba menenangkan.
Rifqy merasakan kalau Istrinya mengangguk di dalam dekapannya.
Pemuda tampan keturunan Arab - Indo itu tidak akan membiarkan sesuatu buruk terjadi pada sang Istri, Ia sudah berjanji akan menjaga dan melindungi Bela jika sesuatu terjadi dikarenakan gadis gila itu.
Rifqy sangat tahu siapa itu Sherly? siapa itu gadis gila itu?
Sherly mempunyai watak yang sangat keras kepala dan keinginannya harus tercapai, kalau sampai tak bisa dengan cara satu maka dengan cara kedua 'pun jadi yaitu dengan cara menyakiti bahkan bisa dengan membunuh.
Ini tidak akan Rifqy biarkan! tidak akan!
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...!
Semoga tidak terjadi sesuatu kepada Bela lagi ya gaess? 😇 semoga 🤲🏻