Menikahi Gadis Penolongku

Menikahi Gadis Penolongku
Semangat


__ADS_3

"Kamu memiliki dua pilihan setiap harinya. Melanjuti tidur dan bermimpi, atau bangun untuk mengejarnya."


"Kamu tidak akan pernah menjumpai hari ini lagi, jadi buatlah hari ini berarti."


"Setiap pagi kita dilahirkan kembali, apa yang kita lakukan hari ini adalah yang terpenting."


❤***❤***❤


"Baiklah let go My Wife?" Ucap Rifqy dengan Menenteng 2 sapu di tangannya dan hal itu lah yang membuat Bela menahan tawa yang serasa ingin meledak melihat tingkah lucu dari suami yang baru 1 minggu itu.


Bela tersenyum geli. "Iya Kak, siniin sapunya!" pinta Bela kepada Rifqy yang masih memegang 2 sapu di tangannya


Rifqy menyerahkan 1 sapu yang di pegangnya kepada sang istri dan di terima oleh Bela dengan senang hati.


Mereka mulai menyapu di awali dari kamar utama Rumah tersebut yaitu kamar Rifqy sendiri,


lalu lanjut lagi di balkon kamar milik Rifqy,


beralih di Kamar tamu Rumah tersebut yang ada 2 kamar,


di ikuti oleh Ruang kerja milik pemuda tampan tersebut,


lantai atas tak tertinggal sedikitpun oleh kedua insan tersebut,


turun lagi menyapu ke tangga,


lalu menuju ruang tamu agar bisa di bersihkan,


maju lagi ke teras depan rumah minimalis yang sangat khas itu,


kemudian kembali ke arah dapur,


dan yang terakhir teras belakang rumah tersebut yang terdapat kolam renang di sampingnya.


Saat membersihkan teras belakang rumah minimalis yang khas sekali dengan desain Eropanya, Bela mulai kelelahan karna rumah Rifqy memang terlalu besar menurutnya. Ahh, Dia menyesal kenapa tidak menuruti kemauan dari suaminya yang ingin memanggil janitor off call yang mungkin akan siap jika hanya membersihkan Rumah milik Rifqy. Ya, begitulah pikir Bela sesaat duduk di kursi santai depan kolam renang.


"Kenapa? cape ya?" Tanya Rifqy yang duduk di samping Bela sembari menyeka keringat Bela dengan tisu


Bela mengangguk mengiyakan


Rifqy menatap lekat manik mata milik Istrinya. "Biar pelayan kebersihan aja ya yang bersihin rumah kita? aku tau kamu cape, jadi mereka aja yang akan bersihin rumah ini." ucap Rifqy yang langsung di balas gelengan cepat dari Istrinya


"Gak usah kak, kita kan masih bisa bersihin sama-sama." sambil tersenyum manis


Ya, walaupun Dia lelah tapi tak masalah baginya. Karena selagi masih bisa bersama - sama dengan suaminya Dia akan senang - senang saja, apalagi hal itu lah yang akan membuat hubungan mereka yang belum terlalu dekat menjadi lebih dekat dan mencari kenyamanan masing - masing dari keduanya.


"Tapi..." Belum selesai Rifqy berucap tapi Bela telah memotong kata - katanya


"Kak, aku gak papa. Selagi kita bisa ngelakuin pekerjaan ini sama - sama kenapa harus ngerepotin orang lain. Apalagi Rumah kamu ini gak terlalu kotor dan berdebu kok. Ya kan?" sambar Bela yang masih sama Keukeuh dengan pendiriannya.

__ADS_1


Ya, sifat keras kepala inilah yang Rifqy takutkan dari Bela, Rifqy memang telah banyak mendengar dari Ayah mertuanya kalau Bela, Istrinya sangat lah keras kepala, ya bagaimanapun harus ada salah satu yang mengalah dan itu adalah Rifqy sendiri.


"Ya udah kalo gitu" hanya bisa pasrah dengan keputusan istrinya


Bela tersenyum bahagia, melihat Rifqy menuruti kemauannya. "Ya udah kak, yuk lanjutin lagi bersih-bersihnya" Mengulurkan tangannya agar di gandeng oleh Rifqy


Rifqy yang melihat uluran tangan Bela pun kaget dengan sesaat kemudian dia sadar dan menggandeng tangan Bela dengan lembut. Mereka masuk beriringan ke rumah untuk melanjutkan bersih-bersih yang tertunda.


Setelah menyapu Rifqy dan Bela mengepel lantai seluruh ruangan, di lanjutkan dengan mengelap debu yang menempel di perabotan dalam Rumah yang minimalis itu tapi lebih luas dari Rumah milik kedua orang tuanya. Ini mah bukan Rumah minimalis namanya! bahkan Rumah ini lebih besar dari Rumah Ibu dan Ayah. Huh ada - ada saja!. gerutu Bela dalam hatinya


Setelah hampir 2 jam akhirnya pekerjaan mereka telah usai. Rifqy dan Bela berjalan ke tangga menuju kamar Rifqy yang sekarang juga telah menjadi kamar Bela.


Saat telah sampai di dalam kamar, berbarengan Rifqy dan Bela menghempaskan tubuh mereka ke ranjang, merasakan lelah yang luar biasa hebatnya.


Baru kali ini Rifqy merasakan lelahnya apalagi ia tak pernah yang namanya bersih-bersih rumah. Rifqy selalu memanggil jasa kebersihan untuk membersihkan rumahnya, kalau bukan karna permintaan Bela yang menurutnya konyol dengan menyiksa dirinya sendiri seperti ini pasti Rifqy tak mau melakukan hal bodoh itu.


"Huhhhh" hembusan nafas keduanya keluar dari mulut mereka dengan berbarengan.


Saat tersadar mereka saling memandang dan sama - sama terkekeh geli.


"Capek ya?" tanya Rifqy masih dengan posisi terlentang menatap langit - langit kamar miliknya


"He'em" Jawab Bela singkat sambil memejamkan matanya untuk bisa menghilangkan nyeri di kepala yang tiba - tiba menyerang.


"Laper gak?" Tanya Rifqy lagi dan mulai memiringkan badannya agar bisa menghadap Bela


"Aku akan memesan makanan dulu? oke?" tanpa menunggu jawaban dari Bela, Rifqy mengotak - ngatik benda pipih mahal miliknya untuk memesan makanan.


"Oke!" kata Rifqy setelah selesai memesan makanan lewat aplikasi Go-food


"Kak?" panggil Bela kepada Rifqy


Rifqy tak bergeming. "Iya." masih memejamkan matanya dengan lengan di letakkan atas kening


"Kak Rifqy udah lama tinggal disini?" Tanya Bela yang penasaran sekali akan kehidupan seorang pemuda yang sekarang telah menjadi suaminya


"Iya, udah hampir 1 setengah tahun.


Kenapa emang?" balik bertanya setelah menjawab pertanyaan Bela


Bela menggeleng pelan. "Gak papa, berarti kak Rifqy tinggal disini sendiri?"


"Enggak!" jawabnya singkat


"Terus?" semakin penasaran dengan arah pembicaraan yang Dia sendiri yang memulai


"Ada mbok yang bantu aku." perlahan membuka matanya dengan menghadapkan badannya menatap Bela


"Mbok siapa?" Ikut memiringkan badannya saling menghadap Rifqy

__ADS_1


Rifqy tersenyum, mendengar Istrinya yang begitu sangat penasaran dengan kehidupannya.


"Mbok Inah, dia yang bantu Bunda untuk ngerawat aku dari aku masih kecil sampe sekarang pun masih." Menjelaskan panjang lebar kepada Bela


"Terus sekarang Mbok Inah itu dimana?" tanya Bela lagi kepada Rifqy


"Dia lagi di rumah bunda" jawab Rifqy dengan santainya


"Terus kesini lagi kapan kak?" lagi lagi bertanya membuat Rifqy memutar matanya malas


"Gak tau" kata Rifqy malas membahas topik ini


"Ihhh kak jawab! kesini lagi kapan?" merajuk seperti anak kecil


Sebelum Rifqy menjawab pertanyaan Bela suara bel pintu berbunyi


Ting Tong Ting Tong...


"Udah itu pasti makanannya udah dateng, sekarang aku bukain dulu pintunya?" pasrah dan hanya di angguki oleh Bela


10 menit berlalu Rifqy telah kembali ke dalam kamar dengan menenteng plastik yang berisi makanan mereka.


"Ayo kita makan dulu nanti kita ngobrol lagi" ajak Rifqy


"Iya.. Iyaa" Jawab Bela pasrah


"Wahhh gimana kak Rifqy tau kalo aku suka makanan ini!" Teriaknya saat membuka makanan yang baru saja di pesan Rifqy


"Aduh jangan teriak-teriak! Aku hanya pesan saja." jawabnya berbohong karna senenarnya dia sudah tau semua yang di sukai maupun yang tidak di sukai Bela jauh sebelum menikah


"Maaf maaf! abisnya aku laper!" kekeh Bela seraya nyengir memamerkan senyum kudanya


Rifqy yang melihat kelakuan istrinya hanya geleng-geleng kepala


Sesaat Bela sudah memakan dengan lahap makanan yang ada di depan matanya.


"Pelan-pelan atuh" Ujar Rifqy yang melihat Bela memakan dengan terburu-buru


Bela hanya tersenyum malu dengan kelakuannya, yang tak sadar kalo ada Rifqy di sampingnya


Walaupun kamu belum bisa mencintai aku, tapi aku akan berusaha untuk membuat kamu bisa mencintai aku. Insha Allah. Batin Rifqy dengan mata yang tak lepas memandangi Bela


.


.


.


Berdambung...!

__ADS_1


__ADS_2