Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
Bonus Ekstra Part ~ Keluarga Bahagia


__ADS_3

...~Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu, sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu~...


...R.A Kartini...


Happy Reading !!!


Ternyata tidak hanya keluarga kecilnya Shakira dan Arjuna yang sedang berlibur hari itu, Nana dan Zayyan ternyata juga sedang melakukan liburan keluarga. Hanya saja keluarga kecil satu ini tidak pergi ke Taman Impian Jaya Ancol melainkan mereka memilih piknik disebuah danau membawa bayi kecil yang memiliki ketampanan diatas rata-rata itu.


Nana terlihat sibuk memasukan perlengkapan bayi kecilnya itu kedalam sebuah tas. Sementara Zayyan sibuk mengajak putra semata wayangnya mengobrol. Baby Keel kini sudah bisa bercoleteh saat ada yang mengajaknya berbicara.


“Sayang.” Panggil Zayyan. “Udah siap belum ?.” Tanyanya sembari mengangkat pergelangan tangan untuk melihat jam.


“Tunggu bentar lagi selesai.” Jawab Nana yang terus mondar-mandir dikamar yang membuat sang suami menjadi pusing melihatnya.


“Kamu cari apaan sih ? Mondar-mandir aja dari tadi, ngak pusing apa !.” Seru Zayyan merasa jengah melihat istrinya seperti itu.


“Itu.. Aku cari botol susunya anak kamu, aku lupa tarok dimana.” Jawab Nana sembari kembali berfikir mengingat dimana ia meletakkan botol susu Keel.


Zayyan diam. “Coba lihat didapur, mana tau ada disana.” Ujar Zayyan memberi saran.


“Ahh iya, aku baru ingat sekarang, tadi aku tarok didapur dan lupa membawanya kembali kekamar.” Ucap Nana yang langsung bergegas turun kebawah untuk mengambil botol tersebut. Namun tak lama ia kembali kekamar tanpa membawa apa-apa.


“Kok cepat banget ? Terus botolnya mana ?.” Tanya Zayyan heran.


Bukannya menjawab Nana malah langsung mendekati Zayyan yang kini tengah menggendong putranya. Tanpa aba-aba Nana langsung mengecup singkat bibir Zayyan lalu tersenyum sembari berjalan kembali keluar.


“Cup… Terima kasih cintaku.” Seru Nana yang langsung berlari keluar kamar sebelum Zayyan membalas perbuatannya itu.


Zayyan tersenyum bahagia karena mendapat serangan tiba-tiba dari istri tercintanya. “Dia sekarang udah mulai berani ternyata.” Gumam Zayyan sembari tersenyum.


***


Kini mereka telah berada didalam mobil. Zayyan sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, selain karena berjaga-jaga kerena membawa Keel, ia juga ingin menikmati waktu seperti ini bersama keluarga kecilnya.


Nana memangku baby Keel sembari sesekali mengajak nya mengobrol. “Hari ini Keel mau jalan-jalan sama mommy dan juga ayah. Keel happy banget ya nak, karena ayah jarang-jarang mau ajak Keel main kayak gini.” Ucap Nana menganjak Keel berbicara. Sementara bocah kecil itu hanya bercoletah ria seakan menjawab ucapan mommynya.


“Maafin ayah ya karena sibuk kerja dan jarang ajak Keel sama mommy jalan-jalan. Tapi ayah janji deh akan selalu luangin waktu bukan kalian. Dan setelah ini ayah akan ajak kalian jalan-jalan keluar negeri deh sebagai ganti karena selama ini ayah terlalu sibuk.” Seru Zayyan.

__ADS_1


“Ngak apa-apa kok ya. Kan ayah kerja juga buat Keel dan mommy biar bisa hidup senang dan enak.” Jawab Nana menirukan suara anak kecil.


Tiba-tiba baby Keel menangis kencang. Sepertinya bayi laki-laki itu mulai mengantuk dan itu bisa dilihat dari matanya yang mulai sayu. Nana memberikan ASI yang sudah ia pompa terlebih dahulu tadi sampai putranya itu terlelap.


Wanita yang baru saja menjadi seorang ibu itu tampak tengah memperhatikan anaknya dengan seksama. Ia sesekali juga juga tersenyum bahagia saat memandang wajaha tampan putranya itu apalagi saat mulut Keel bergerak seperti ia sedang menyusu.


“Kamu kenapa perhatiin wajah Keel dari tadi ?.” Tanya Zayyan membuka suara setelah puas melihat istrinya memandang anak mereka sejak tadi.


Nana memutar kepalanya kesamping hingga bisa melihat wajah suaminya itu. Lalu tersenyum setelah menyadari sesuatu hal.


“Kamu lihat deh mas, Keel mirip banget sama kamu.” Seru Nana yang kini kembali menatap wajah putra kesayangannya itu.


“Ya iya lah sayang, kan dia anaknya mas ! Masa ia dia mirip sama orang lain.” Celetuk Zayyan sembari kembali memfokuskan dirinya kembali mengemudi.


Nana mendengus kesal dengan jawaban dari suaminya itu. “Iya aku juga tau mas. Tapi kan aku yang hamil dia selama 9 bulan dan aku juga yang melahirkan nya. Bagaimana mungkin saat lahir dia malah mirip kamu 100% dan aku sama sekali ngak kebagian.” Protes Nana dengan sedikit kesal. Tapi meskipun begitu ia sangat bahagia bisa melihat Zayyan junior dalam diri putranya itu.


Tawa Zayyan pun pecah mendengar ucapan istrinya itu. “Kok gitu sih sayang ! jadi kamu ngak seneng kalau anak kita lebih mirip mas ?.” Tanya Zayyan.


“Iya bukan gitu juga sih, tapi kok rasanya kayak cemburu gitu ya lihatnya.” Jawab Nana dengan sedikit cemberut. “Tapi seneng juga kok bisa lihat kamu versi kecilnya.” Sambung Nana sembari tersenyum.


***


Kebahagiaan tidak selalu dinilai dari seberapa mewah hadiah yang diberikan oleh pasangan mu. Juga tidak bisa dilihat dari seberapa banyak uang yang kamu miliki. Pun tidak bisa diukur dengan skala tertentu. Kadang kala dengan sebuah kesederhanaan saja, kita mampu bahagia.


Saat ini keluarga kecil itu memilih piknik disebuah danau yang sangat indah. Bermain dan tertawa bersama buah hati mereka. Menyaksikan ia tumbuh dengan segala tinggah menggemaskannya.


Zayyan tampak mengangkat tinggi Keel seakan sedang membawanya terbang. Bayi itupun tampak tertawa lepas karena diperlakukan demikian oleh ayahnya. Sementara Nana tersenyum bahagia, inikah definisi bahagia yang sesungguhnya ? Pikir dokter cantik itu.


“Kenapa senyum-senyum begitu ?.” Tanya Zayyan merasa aneh dengan istrinya.


“Aku hanya bahagia melihat dan menikmati ini semua.” Jawab Nana. “Terima kasih telah hadir dan memberiku bahagia sebesar ini.” Lanjutnya.


Laki-laki itu tampak tersenyum “Harusnya aku yang berterima kasih karena telah bertahan disisiku meskipun dengan banyak luka.” Seru Zayyan mengingat kembali apa yang pernah ia lakukan pada istrinya itu.


“Tidak perlu diingat lagi. Kadang masalah datang hanya untuk memberi kita pembelajaran.” Nana tersenyum sembari menyenderkan kepalanya dilengan sang suami dengan manja. “Aku hanya ingin mas berjanji satu hal.” Seru ibu dari baby Keel.


“Apa ?.”

__ADS_1


“Berjanjilah untuk selalu bersama menyaksikan anak-anak kita tumbuh, lalu menikah dan memberikan kita cucu-cucu yang lucu. Aku ingin mas janji untuk selalu mencintaiku hingga kematianlah yang memisahkan kita.” Jawab wanita itu.


Zayyan terdiam. Ia merasa keberatan dengan kalimat terakhir yang diucapkan oleh istrinya itu. Ada semacam ketidaksukaan saat mendengarnya. “Mas janji, tapi mas tidak suka dengan kalimat terakhir sayang.” Ujar Zayyan.


Nana mendongak seolah bertanya kenapa. “Karena mas akan mencintaimu tidak hanya sampai kematian memisahkan kita. Tapi sampai kita dipertemukan lagi dialam yang berbeda disisi sang pencipta.” Jawab Zayyan.


“Tapi mas tidak suka kalau kita membahas kematian diwaktu seperti ini. Merusak mood saja.” Kesal Zayyan.


Nana terkekeh mendengar kekesalan suaminya. “Baiklah.. Mari kita ganti topic pembicaraannya.” Seru Nana.


“Sayang.” Panggil Nana sembari menatap langit yang tampak cerah hari itu.


“Iya.”


“Rasanya aku tidak sabar menunggu anak kita tumbuh besar. Kira-kira ia akan mewarisi sifat siapa ketika besar nanti ?.” Tanya Nana sembari membayangkan jika anak-anak nya tumbuh besar.


“Dia akan mewarisi sifat aku dan kamu, karena dia anak kita.” Jawab Zayyan sembari meninggalkan sebuah kecupan singkat diwajah Nana. “Tapi aku ingin tanya, kapan kita akan memberikan adik untuk Keel ?.” Tanya Zayyan.


Mendengar itu Nana tampak terkejut hingga terperangah. Bagaimana mungkin suaminya memikirkan anak lagi sementara Keel saja baru lahir.


“Nanti setelah Keel tumbuh besar, mungkin 3 atau 4 tahun lagi.” Jawab Nana dengan santainya.


Seolah mengerti dengan pembicaraan orang tuanya, Keel langsung tertawa bahagia. Sementara Zayyan dan Nana saling pandang melihat tawa putranya itu sebelum kemudian mereka sama-sama menggelitik tubuh Keel hingga ia tertawa keras karena merasa geli.


Hari itu, kebahagiaan pun singgah disetiap mereka dengan caranya masing-masing. Ada Zayyan dan Nana yang bahagia karena melihat pertumbuhan putranya. Ada Arjuna dan Shakira yang bahagia karena kabar kehamilan Shakira. Dan ada Raka dan Alexa yang bahagia karena menikmati status baru mereka sebagai sepasang suami istri.


Hanya Zizi dan Tristan yang belum menunjukan kebahagiaan mereka, tapi author yakin suatu saat mereka berdua juga pasti akan menemukan kebahagiaan mereka. Entah itu dengan mereka bersama atau malah dengan orang lain.


Bonus Pict:



Menikahi Mr. Rajendra pun selesai sampai disini. Selamat bertemu lagi di Novel baru Author ‘Azizah Love Note’ dan ‘Mentari Dari Bumi Sakti.’


Jangan lupa tinggalkan jejak sebagai tanda perpisahan dengan Nana dan Zayyan ya. Terima kasih 


Kerinci, Jambi 17 Oktober 2020

__ADS_1


__ADS_2