
Kini mentari tengah bertemu dengan meridian langit lokal. Ketika ia mencapai titik tertingginya dilangit. Nana berencana pulang kerumah mertuanya untuk segera memberi tau mereka kabar bahagia ini. Sedari tadi senyuman nana tidak pernah pudar dari bibirnya. Sepertinya wanita itu sangat bahagia hari ini.
"Nanaaa" Panggil seseorang dari arah belakang. Nana memutar tubuhnya untuk melihat.
"Zizii, ada apa ?" Tanya wanita itu.
"Lo mau kemana sih ?" Tanya zizi.
"Mau pulang lah" Jawab nana, wanita itu kembali melangkahkan kakinya.
"Pulang sama gue aja ya. Kan lo ngak bawa mobil hari ini" Seru zizi. Nana menghentikan langkahnya ketika mendengar ucapan zizi. Benar juga yang dikatakan sahabat nya itu, tadi pagi kan dia berangkat kerja diantar oleh suaminya.
"Ya udah deh. Tapi ngak ngerepotin lo kan ?" Tanya nana. Ia takut kalau zizi jadi repot jika mengantarkannya pulang.
Zizi memutar kedua bola matanya mendengar ucapan nana. Sejak kapan wanita hamil itu mempedulikan orang lain kerepotan atau tidak dengan nya, pikir zizi.
"Sejak kapan coba lo peduli orang lain kerepotan atau ngak ?" Tanya zizi.
"Oh jadi lo kerepotan ? ya udah deh, gue pulang sendiri aja" Jawab nana, saat ia baru saja melangkahkan kakinya tangannya dicekal oleh zizi.
"Tunggu dulu napa sih. Gue sama sekali ngak merasa direpotin sama lo kok. Gue malah senang jika bisa antar lo". Jawab zizi. Ia sadar, sekarang ia harus hati-hati memilih kata jika berbicara dengan wanita yang ada dihadapannya saat ini. Karena sekarang mood nana bisa naik turun karena kehamilannya.
Nana tersenyum lalu memeluk zizi dengan sayangnnya. " Terima kasih, lo memang sahabat gue yang paling baik" Seru nana.
"Iya udah ayo kita pulang" Seru azizah. Mereka berdua berjalan beriringan, diselingi dengan sedikit obrolan dan candaan.
🌟🌟🌟
Didalam mobil nana dan zizi bercerita banyak hal, baik tentang pekerjaan, cinta, kehidupan, dan segalanya.
"Oh iya na, lo kan lagi hamil nih sekarang. Lo ada mual-mual ngak ?" Tanya zizi.
Nana tampak berfikir sebelum menjawabnya, "Ngak sih. Untuk saat ini gue ngak ada mual-mual ataupun ngidam apapun. Tapi ngak tau setelah ini" Jawab nana. "Makanya gue ngak tau sama sekali kalau gue ternyata sedang hamil" Seru nana.
"Berarti benar-benar ngak ada tanda apapun kalau lo lagi hamil gitu ?" Tanya zizi lagi.
Nana menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, "Tapi gue akhir-akhir ini jadi mudah lelah sih. Kerja sedikit tapi capeknya subhanallah" Ujar nana. "Trus gue jadi cengeng banget gitu, dikit-dikit nangis" Jawabnya sambil terkekeh.
"Itu wajar sih. Kerena saat hamil apalagi di trimester pertama ibu hamil sering kali mengalami perubahan mood, itu semua karena hormon estrogen dan progesteron di tubuhnya akan mengalami peningkatan secara signifikan. Hal inilah yang memengaruhi neurotransmitter atau zat kimia di otak yang mengatur suasana hati" Jelas zizi.
"Tapi tenang aja, itu semua hanya di trimester pertama aja kok. Karena biasanya setelah memasuki trimester kedua, ibu hamil sudah mulai bisa mengontrol suasana hatinya" Sambung zizi memberikan penjelasan pada sahabatnya.
"Untung juga ya, gue punya sahabat seorang dokter kandungan. Jadi bisa konsultasi kapan dan dimana aja" Ucap nana. Sementara zizi hanya menanggapinya dengan senyuman.
🌟🌟🌟
Kini mereka telah sampai di depan gerbang kediaman Rajendra. Zizi segaja menghentikan mobilnya di seberang jalan karena memang nana yang memintanya. Ia tidak mau tambah merepotkan sahabatnya itu.
"Zi.. Berhenti disini, gue mau turun disini aja deh" Seru nana. Zizi langsung menginjam rem mobilnya.
"Kenapa ? Gue antar sampai dalam aja ya" Tawar zizi.
"Ngak usah, disini aja ngak apa-apa kok, serius" Ucap nana.
__ADS_1
"Ya udah deh, kalau lo maunya gitu. Tapi lo hati-hati ya nyebrangnya" peringat zizi.
"Iya-iya.. Kenapa jadi lebay gini sih" Ujar nana dengan tawanya. Wanita itu segera turun dari mobil sahabatnya. Ia berjalan menyebrangi jalan bermaksud ingin memasuki gerbang rumah. Namun saat hampir sampai digerbang, ia berhenti ketika ada seseorang yang memanggilnya.
"Nana tunggu" Seru orang itu. Nana menghentikan langkahnya lalu menoleh pada asal suara.
"Mbak Alexa" Ucap nana.
"Iya na.. Aku dari kemarin cari-cari kamu tapi ngak ketemu" Seru alexa.
"Ada apa ya mbak ?" Tanya nana penasaran.
"Ngak kok, aku cuma mau berterima kasih sama kamu karena udah ngerawat aku selama dirumah sakit aja" Jawab alexa.
"Oh soal itu.. Iya sama-sama mbak, itu udah jadi kewajiban aku untuk ngerawat siapa saja yang membutuhkan perawatan" Jawab nana. Mereka terlalu asik mengobrol hingga tidak mendengar suara klakson mobil dari arah depan. Mobil itu melaju dengan sangat cepat hingga hampir saja menabrak mereka berdua jika tidak ada yang menolong.
"Nanaaa"
"Alexaaa"
Teriak dua orang yang berbeda dari arah gerbang keluarga Rajendra. Mereka langsung menarik tangan nana maupun alexa untuk menghindari tabrakan itu. Mereka berdua begitu terkejut dengan kejadian yang hampir saja mencelakai mereka.
"Apa kamu sudah gila, hah ? Kenapa bediri dijalan ? kamu mau mati ?" Bentak zayyan pada alexa. Ia benar-benar sangat marah melihat kecerobohan alexa.
"Kamu baru saja ditabrak mobil, dan sekarang kamu masih mau ditabrak mobil, iyaa ?" Teriak zayyan. Alexa hanya diam menerima bentakan dari sahabatnya itu.
"Ikut aku sekarang" Ucap zayyan menarik tangan alexa masuk ke kediaman Rajendra. Ia tau saat ini alexa pasti sangat syok.
"Bahkan disaat seperti ini, dia lebih memilih menyelamatkan dia dari pada aku" Gumam nana dalam hatinya.
"Nana kamu baik-baik saja hah ? Apa ada yang terluka ? ayo bilang sama kakak" Ucap shakira sangat khawatir dengan adiknya. Iya yang menyelamatkan nana adalah shakira kakaknya, disaat suaminya sendiri sibuk menyelamatkan dan mengkhawatirkan wanita lain.
"Nanaa" Teriak zizi yang lansung keluar dari mobilnya. Gadis itu belum pergi dari sana. Tadinya ia bermaksud ingin pergi tapi ia menghentikan niatnya ketika mendengar suara teriakan shakira dan zayyan.
Tiba-tiba saja kesadaran nana memudar, ia jatuh pingsan. Untung saja shakira menahannya jika tidak mungkin ia akan terjatuh.
"Kak shakira, nana kenapa ?" Tanya zizi yang tak kalah khawatirnya.
"Nana pingsan zi" Jawab shakira yang saat ini sudah menangis.
"Ayo bawa nana segera kedalam kak.. Aku khawatir dengannya dan janin yang ada dirahimnya" Seru zizi tanpa melihat kearah shakira. Ia begitu khawatir dengan sahabat nya yang saat ini sedang hamil.
Shakira terkejut dengan ucapan zizi. "Apa katanya tadi ? Janin yang ada dirahimnya !! Apa itu artinya nana sedang..." Gumam shakira dalam hatinya.
"Tunggu, apa kata mu tadi ? Janin ?" Tanya shakira.
"Iya kak.. Nana sedang hamil. Nanti aku akan ceritakan semuanya pada kalian. Tapi sekarang ayo bawa nana kedalam dulu" Ucap zizi.
"Pakk.. Pakk tolong" Teriak shakira memanggil satpam. Mendengar suara teriakan shakira, satpam itu segera menghampiri sumber suara.
"Astagfirullahhalazim.. Non nana kenapa non shakira ?" Tanya satpam itu.
"Nanti aja tanya-tanya nya pak. Sekarang tolong bawa nana kedalam" Titah nana. Satpam itu langsung menggendong nana menuju rumah yang diikuti oleh shakira dan zizi.
__ADS_1
"Bawa saja langsung kekamarnya ya pak" ujar shakira lagi.
Semua orang yang ada di ruang tamu begitu terkejut melihat nana digendong oleh satpam. Begitupun dengan zayyan, ia juga tak kalah terkejutnya.
"Apa yang terjadi ? Ada apa dengan nana, shakira ?" Tanya ibu ranya khawatir melihat menantunya tidak sadarkan diri.
Shakira tidak mengacuhkan pertanyaan dari ibu ranya. Ia tidak fokus dengan orang yang ada dihadapannya. Pikirannya saat ini hanya ada pada adik nya saja. Ibu ranya juga tidak tersinggung karena shakira tidak menjawab pertanyaan nya. Ia mengerti saat ini shakira sedang mencemaskan adik nya.
Orang-orang berhamburan mengikiti mereka kekamar nana. Begitu pun dengan zayyan dan juga alexa. Iya tadi, zayyan membawa alexa kedalam rumah dan ternyata diruang tamu sedang ada keluarga mereka. Tadinya mereka begitu terkejut melihat alexa, tapi mereka semua tidak tau kalau nana juga hampir tertabrak. Mereka pikir hanya alexa saja yang menjadi korbannya.
Dikamar, zizi langsung memeriksa keadaan nana. Ia begitu lega saat tau nana jika nana tidak apa-apa.
"Bagaimana keadaan nana, zi ?" Tanya ibu ranya begitu khawatir.
"Nana baik-baik saja bi, dia hanya syok saja" Jawab zizi.
"Lalu bagaimana dengan kandungannya ? Tanya shakira.
" Kandungan nya juga baik-baik saja kak. Kakak usah khawatir" Jawab zizi lagi.
"Kandungan ? Maksudnya ?" Kali ini zayyan bertanya. Ia lagi-lagj terkejut mendengar ucapan shakira dan zizi tadi.
"Sebenarnya nana sekarang sedang hamil. Usia kandungannya baru 4 minggu. Dia juga baru tau tadi saat aku periksa dirumah sakit" Jawab zizi.
"Jadi nana saat inu sedang hamil, zi ?" Tanya ibu ranya memastikan.
"Iya bi. Aku harap tidak ada yang membuatnya banyak pikiran, kita harus sebisa mungkin menjaganya" Ujar zizi. Semua orang sangat bahagia mendengar kabar ini. Apalagi ayah marvin dan ibu ranya. Hal yang selalu mereka nantikan akhirnya terjadi juga.
Sementara zayyan tidak tau harus bahagia atau tidak. Tapi hatinya bergetar saat zizi mengatakan bahwa wanita yang sudah menjadi istrinya itu sedang hamil anaknya.
"Berhenti disitu" Seru shakira tiba-tiba dengan tegas saat zayyan ingin mendekati nana. Semua orang terperangah saat melihat shakira.
Shakira menghadang zayyan agar tidak mendekati nana. "Shakira aku ingin melihatnya" Ujar zayyan memelas. Ia masih berusaha menerobos shakira agar bisa mendekati nana.
"Aku bilang berhenti disitu" Ucapnya dengan nada tinggi. "Jangan pernah mendekati adikku. Bukankah kau tidak peduli padanya ? Bukankah kau lebih memilih menyelamatkan sahabatmu dari pada istri mu sendiri" Bentak shakira. Matanya saat ini benar-benar memancarkan kemarahan. Bahkan ia tidak pernah semarah ini sebelumnya.
"Jika saja tadi aku tidak datang tepat waktu, entah apa yang akan terjadi pada nya" Seru shakira yang berubah sendu. Air matanya menetes saat melihat keadaan adiknya. "Apa kau tau kau hampir saja membiarkan adikku celaka hanya karena wanita ini" Teriak shakira sembari menunjuk alexa. ia tidak peduli lagi dengan orang-orang yang ada disana.
"Aku bersumpah zayyan, jika terjadi sesuatu dengan adikku dan janinnya. Aku tidak akan pernah memaafkan mu" Peringat shakira. Ia benar-benar tidak terima jika adiknya diperlakukan seperti ini. Bahkan ia memanggil zayyan tanpa embel-embel kakak ipar lagi.
To Be Continue
Huh.. Part kali ini menurut author paling nyesek dan sedih.. Author sampai nangis nulisnya ðŸ˜ðŸ˜ Kasihan banget sama nana, dan salut juga sama ketegasan shakira dalam melindungi dan membela adiknya.
Kalau kalian suka jangan lupa tinggalin jejak ya, dengan cara Subscribe, Like dan koment ya.. Eh salah, maksud author Vote, Like dan Koment 😂😂
Terima kasih.
Nanti kalau sempat, author update satu lagi ya tapi agak sorean gitu, okeyy
Happy Reading, semoga syuukaaa ☺
Kerinci, jambi 15 September 2020
__ADS_1