
“Saya ingin bertanya dok.” Seru seorang mahasiswa terakhir.
“Iya, silakan.” Ucap nana memberikan izin. Nana tersenyum melihat mahasiwa itu terlihat begitu antusias. Dia pasti salah satu mahasiswa cerdas dikampus ini, pertanyaanya pasti sedikit menantang, pikir Nana. Namun ternyata pertanyaannya sukses membuat nana melongo.
“Apa dokter sudah menikah ?.” Tanya nya pada nana. Sungguh pertanyaan yang sangat berbobot, gumam nana dalam hatinya.
“Ah.. Saya kira kamu akan bertanya dengan pertanyaan yang membuat saya tertantang. Tapi ternyata saya salah.” Seru Nana sedikit tertawa.
“Tapi tidak apa-apa, kamu tenang saja. Saya pasti akan menjawabnya karena hanya kamu yang tertarik dengan kehidupan pribadi saya.”
“Tapi jawaban saya sepertinya akan membuat kamu sedikit kecewa. Yang saya takutkan adalah hari ini akan menjadi hari patah hati nasional.” Ucap nana yang menimbukan gelak tawa dari semua orang. Ternyata nana memiliki sisi lain dari dirinya, yaitu seorang wanita yang Funny.
“Hhaha.. Seperti yang kamu dan kalian semua lihat kalau perut saya ini sudah membesar. Jangan kira kalau isinya adalah makanan atau cacing-cacing besar, karena suami saya akan sangat marah jika kalian mengatakan itu. Karena didalam sini isinya adalah bayi manusia bukan makanan ataupun hewan.” Ucap nana bercanda.
“Saya rasa kalian semua sudah tau kalau saat ini saya sudah menikah, karena ini adalah salah satu buktinya.” Sambungnya sembari menunjuk perutnya yang sudah mulai membesar.
“Saya rasa saya sudah menjawab semua pertanyaan dari adik-adik mahasiswa semua. Semoga materi yang saya sampaikan dapat berguna bagi adik-adik semua. Akhir kata saya tutup dengan Assalamualaikum wr..wb..” Tutup Nana.
Semua orang tertawa menyaksikan interaksi nana dengan mahasiswa. Mereka juga sangat takjub, ternyata selain memiliki wajah dan fisik yang cantik, nana juga memiliki otak yang cerdas. Ditambah lagi dia adalah seorang putri dan menantu dari keluarga kaya raya. Sungguh sempurna kehidupan nana, pikir orang-orang.
Tapi siapa yang tau dengan isi hati seseorang. Kadang kala mereka tersenyum dan tertawa dengan begitu lebar hanya untuk menutupi kesedihannya. Benar apa yang dikatakan oleh nana tadi, apa yang terlihat belum tentu sama seperti apa yang sebenarmya terjadi.
“Waw.. Ternyata dr. Navya selain cantik juga Funny ya. Sungguh sosok yang multitalenta sekali, wajar saja banyak kaum hawa yang iri melihat dr. Navya ini. Sudah cantik, cerdas, anak dan menantu orang kaya, punya suami ganteng, pokonya sempurna deh.” Puji Mc pada Nana.
“Anda terlalu berlebihan dalam memuji saya tuan. Bahkan saat ini saya merasa seakan melayang mendengar pujian anda.” Jawab nana dengan tertawa.
“Hhhaa.. Baiklah karena materi dari dr. Navya sudah disampaikan maka sekarang kita akan panggil seorang dokter yang tak kalah cantiknya. Silakan dr. Azizah Ghaffara Dananjaya, Sp. OG, waktu dan tempat kami persilakan.” Ucap Mc itu memangil Zizi untuk maju kedepan. Tanpa menunggu lama, zizi langsung maju dengan senyum yang sangat indah.
***
__ADS_1
Setelah semua pemateri memberikan materi terkait dengan spesialisnya masing-masing. Akhirnya acara seminar itu ditutup, karena memang saat ini sudah waktunya makan siang. Zizi keluar dari ruangan itu bersama dengan Nana dan juga Zayyan.
“Habis ini lo mau kemana lagi zi ?.” Tanya Nana pada sahabatnya itu.
“Kayaknya gue langsung kerumah sakit deh na. Soalnya gue ada janji sama pasien gue nanti jam 2 siang.” Jawab Zizi.
Nana menganggukkan kepalanya tanda mengerti. “Trus lo mau kita anterin atau gimana ?.” Ucap nana memberikan tawaran.
“Ngak usah deh na. Lo sama kak Zayyan pasti capek banget, mendingan kalian pulang aja deh. Lagipula gue juga bawa mobil sendiri kok.” Tolak zizi halus.
“Oo ya udah kalau gitu kami duluan ya zi.” Kali ini Zayyan yang berbicara. Semenjak baikan dengan nana, zayyan membiasakan dirinya untuk akrab dengan orang yang dekat dengan istrinya.
“Iya kak. Aku titip sahabat ku ini ya.” Seru zizi.
“Pasti.” Jawab zayyan. Nana dan Zayyan langsung berjalan keluar universitas itu. Sementara zizi membiarkan pasangan itu jalan duluan karena memang dia merasa tidak enak jika harus bersama mereka. Baru saja zizi ingin melangkahkan kakinya, seseorang terlebih dahulu menghentikannya.
“Kamu zizi kan ?” Tanya orang itu memastikan.
“Iya.. Kamu siapa ? Apa kita saling mengenal sebelumnya ?.” Tanya zizi dengan sopan tapi dengan ekspresi wajah seperti orang yang sedang bingung.
“Aku Kavindra, kakak kelas sekaligus tetangga kamu dulu.” Jawab laki-laki itu dengan cepat.
“Ka.. Kak kavin ?.” Ulang zizi.
“Iya ini aku kavin yang dulu sering boncengin kamu pergi kesekolah.” Seru kavin mencoba membantu zizi untuk mengingatnya.
Kavindra adalah kakak kelas sekaligus tetangga nya zizi saat di bangku sekolah menengah atas. Mereka memiliki hubungan yang sangat dekat saat dulu sebelum kavindra memutuskan untuk kuliah diluar negeri. Sejak saat itu mereka kehilangan kontak dan tidak pernah bertemu lagi.
Setelah mengatakan itu, zizi langsung mengingat siapa laki-laki yang ada didepannya saat ini. Tanpa sadar, zizi langsung memeluk kavindra. Sepertinya gadis itu sangat merindukan sosok yang telah dianggapnya sebagai kakak kandungnya itu. Mereka berdua memutuskan untuk mengobrol disebuah kafe agar bisa saling bertukar kabar. Lagi pula zizi masih memiliki waktu sekitar satu setengah jam sebelum menemui pasiennya.
__ADS_1
***
Sementara ditempat lain, Nana dan juga Zayyan terlihat baru saja sampai di kediaman Rajendra. Saat nana hampir saja membuka pintu mobilnya, zayyan tiba-tiba mencegahnya. ‘Tunggu sayang, jangan dibuka dulu.” Seru Zayyan.
“Kenapa ?.” Tanya nana bingung.
Zayyan tidak menjawabnya tapi malah turun dari mobil itu. Nana semakin bingung dibuatnya, tapi setelah itu ia tersenyum. “Silakan turun ratuku yang cantik.” Ucap Zayyan membungkuk kan badannya.
“Terima kasih.” Jawab nana dengan tersenyum. Ketika kaki wanita hamil itu baru saja menginjak tanah, tiba-tiba ia langsung melayang karena diangkat oleh sang suami.
“Mas.” Cicit nana. Tiba-tiba saja wajah nana jadi merona dengan perlakuan sang suami.
“Mas ngak mau kamu kecapean, makanya mas gendong.” Seru zayyan.
Nana tersenyum, “Terima kasih suamiku.” Ucap nana dengan nada manja nya.
Zayyan langsung menggendong nana ala bridal style. Ia segera membawa istrinya itu kedalam kamar. Setelah sampai dikamar zayyan langsung mendudukan sang istri diatas tempat tidur.
“Kamu pasti capekkan ?.” Tanya zayyan yang saat ini sudah duduk disamping Nana. Tangannya mengelus lembut perut nana. Sesekali ia juga mengajak anak dalam kandungan istrinya itu berbicara. Tapi-tiba saja, Zayyan terdiam karena merasa ada sesuatu yang bergerak didalam perut Nana.
“Sayang, dia bergerak.” Ucap Zayyan menatap nana dengan tatapan penuh arti. Namun tangannya masih setia mengelus perut istrinya seakan merasakan kembali pergerakan anaknya didalam sana.
Ayo dong, kasih Vote dan Likenya. Biar author tambah semangat buat nulis ceritanya.
Oh iya, cerita nya zizi sengaja author tulis sedikit di disini karena nanti yang banyaknya ada dilapak nya tersendiri. Dan Azizah Love Note Insya Allah akan author update paling lama akhir bulan ini.
Happy Reading, Semoga Suka.
Kerinci, Jambi 5 Oktober 2020
__ADS_1