Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 48 Alexa Siuman


__ADS_3

Keesokan harinya, dipagi yang begitu cerah. Angin berhembus dengan begitu lembut. Menjatuhkan daun-daun kering yang ada dipepohonan. Seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter yang cantik itu telah rapi dengan dress yang memiliki motif bunga-bunga berwarna biru.


Zayyan berjalan kearah meja rias tepatnya pada nana yang saat ini sedang duduk didepan meja rias. Laki-laki itu memang pulang semalam karena orang tua alexa juga sudah sampai di Indonesia.


"Nih" Ucap zayyan menyodorkan sebuah dasi berwarna navy bermotif garis-garis. Tanpa menjawab ataupun berbicara apapun nana langsung memasangkan dasi itu dikerah baju suaminya.


"Aku kebawah duluan ya" Ucap zayyan setelah nana berhasil membuat simpul pada dasinya tersebut. Nana tidak menjawabnya namun hanya menganggukan kepalanya saja.


Tak lama setelah zayyan turun, nana pun segera menyusul ke lantai dasar. Wanita itu membawa jas kebesarannya yang sering disebut dengan snelli di tangan kiri nya. Sementara tangan kanannya menenteng sebuah tas berukuran kecil miliknya.


"Selamat pagi" Sapa nana setelah sampai di meja makan. Wanita itu meletakkan tas nya lalu meneguk habis susu yang telah dibuat untuk nya.


"Nana pelan-pelan minumnya sayang" Tegur ibu ranya.


"Maaf bu, nana buru-buru soalnya" Jawab wanita itu.


"Buru-buru !! Memangnya mau kemana na ?" Tanya ayah marvin.


"Kerumah sakit lah yah" Jawab nana.


"Tapi kenapa pagi-pagi sekali ?" Tanya ayah marvin.


"Soalnya nana mau urus dan siapin untuk operasi nya alexa dulu yah, makanya harus cepat kerumah sakit" Ujar nana. Tapi sudut matanya menatap suaminya.


"Trus kamu ngak sarapan dulu ?" Tanya ibu ranya khawatir.


"Ngak bu, nana sarapan di rumah sakit aja nanti sama zizi dan tristan"


"Tristan ? Laki-laki yang anterin kamu kemarin ?" Tanya ibu ranya memastikan.


"Iya bu" Jawab nana. "Ya udah nana berangkat dulu ya" Seru nya. Wanita itu langsung menyalami tangan semua orang untuk berpamitan.


"Hmm.. bareng sama aku aja, aku juga mau kerumah sakit" Tawar zayyan.


Nana menoleh, "Tidak usah, aku berangkat sendiri aja. Takut merepotkan" Jawab nana sebelum akhirnya pergi dari sana. Sementara semua orang terperangah dengan jawaban nana tadi. Mereka jadi menduga bahwa hubungan nana dan zayyan saat ini sedang tidak baik-baik saja.


"Oh iya zayyan, bagaimana keadaan alexa ? Apakah dia sangat parah ?" Tanya ayah marvin.


"Ya begitu lah yah, alexa sampai sekarang belum sadar kan diri. Kemarin nana sempat melakukan CT-Scan pada alexa, katanya alexa mengalami pendarahan pada otak karena benturan yang sangat keras dikepalanya. Dan untuk itu harus dilakukan pembedahan" Jelas zayyan.


"Kasian sekali alexa" Seru bibi citra.


"Nanti ibu dan bibi mu akan datang kerumah sakit untuk menjenguk alexa" Tutur ibu ranya.


"Apa nana marah padaku ?" Gumam zayyan dalam hatinya.


☀☀☀


Dirumah sakit tepatnya dikantin rumah sakit, sudah ada tiga manusia-manusia hebat yang menjelma sebagai seorang dokter. Mereka sepertinya sedang menikmati sarapan pagi bersama. Diselingi dengan senda gurau yang selalu menghiasi kebersamaan mereka.

__ADS_1


"Eh na, nasi goreng lo enak kayaknya" Ucap zizi.


"Ya enak lah, kalau ngak enak mana mau gue makan" Tukas nana.


"Hhhee iya juga. Gue nyicip boleh ya" Seru gadis yang berprofesi sebagai seorang dokter kandungan itu.


"Ambil aja kali. Sejak kapan lo minta izin kalau mau nyicip makanan gue" Ucap nana.


"Sejak negara api menyerang" Seru zizi sembari terkekeh.


"Prince, gue boleh mintak roti lo ngak ?" Tanya nana dengan nada manjanya.


"Yee.. kalau ada maunya baru deh gue dibaik-baikin" Seru tristan melihat tingkah manja nana padanya.


"Yaudah kalau ngak boleh" Ucap nana mengerucutkan bibirnya.


"Ya boleh my queen. Memangnya tadi aku bilang ngak boleh ? ngak kan !" Ujarnya.


"Makasih my prince" Ucap nana.


"Idih geli banget gue" Ucap zizi merasa ilfil melihat tingkah sahabatnya itu.


☀☀☀


Jam telah menunjukan pukul 10 pagi. Itu artinya operasi akan segera dimulai. Para suster sudah mulai menyiapkan peralatan operasinya. Sementara para dokter juga sudah bersiap dengan seragam operasinya.


"Baik dokter" Jawab suster itu patuh.


Tak berselang lama, suster datang dengan mendorong brankar yang diatasnya ada alexa sedang terlelap tak sadarkan diri.


"Apa sudah siap ?" Tanya tristan.


Nana mengangguk pasti " Siap" Ucapnya kemudian.


Nana dan tristan segera melakukan pembedahan pada alexa dengan prosedur-proseder yang sesuai dengan standar kesehatan. Setelah berada cukup lama diruang operasi, bergelut dengan peralatan medis, berjuang untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Nana dan tristan akhirnya keluar karena telah selesai melakukan tugas mereka.


"Bagaimana dengan operasinya dokter ?" Tanya mamanya alexa. Sebelum menjawab pertanyaan itu, nana mengedarkan pandangannya untuk melihat orang-orang yang menunggu operasi ini dengan wajah khawatir. Disana ternyata juga ada suami, ibu mertua dan bibinya yang ikut menunggu operasi dengan cemas.


"Operasinya berjalan dengan lancar. Kami sudah mengoperasi nona alexa" Jawab nana.


"Lalu bagaimana keadaan putri saya dokter ?" Tanya seorang laki-laki yang diyakini nana adalah papanya alexa.


"Nona alexa belum sadarkan diri karena masih dalam pengaruh obat bius. Sebentar lagi suster akan memindahkan nona alexa keruangan ICU untuk pemulihan setelah operasi" Jawab nana.


"Apa kami boleh melihat nya nanti nak ?" Kali ini mertuanya yang bertanya.


"Tentu saja boleh bu, tapi kalian hanya boleh masuk dua orang saja. Jadi harap bergantian jika ingin melihat keadaan nona alexa" Jawab nana lagi.


"Apa jeng ranya mengenal dokter ini ?" Tanya mamanya alexa. Ia merasa heran, karena ibu ranya dan nana terlihat sangat dekat. Tentu saja mereka tidak mengenal nana, karena saat nana dan zayyan menikah, mereka sedang berada diluar negeri. Jadi mereka hanya mendengar kabarnya saja tanpa pernah melihat nana.

__ADS_1


"Ah iya saya lupa mengenalkan pada kalian" Ucap ibu ranya. "Kenalkan, wanita yang menjadi dokter bedahnya alexa ini adalah menantu saya, istrinya zayyan. dan namanya adalah Navya" Ujar ibu ranya mengenalkan menantu kesayangannya itu.


"Benarkah zayyan ?" Tanya mama nya alexa.


Zayyan mengangguk mantap sebelum menjawab nya, "Iya tante, ini istrinya zayyan".


"Hay nak, kenalkan nama tante Lastri dan ini adalah suami tante, om vando" Ujar tante lastri memperkenalkan dirinya.


"Hay tante, aku navya tante bisa panggil nana" Jawab nana dengan ramah.


"Zayyan, ternyata istri kamu selain cantik juga seorang dokter yang hebat" Puji tante lastri.


☀☀☀


"Bu, nana permisi keruangan dulu ya bu" Seru nana yang diangguki oleh ibu ranya.


Nana berjalan berdampingan dengan tristan, mereka menyelingi perjalanan mereka dengan sedikit obrolan ringan dan canda hingga membuat mereka terlihat sangat akrab dimata orang yang melihatnya dan itupun tidak lepas dari pandangan zayyan.


"Lihatlah kak, sepertinya ada yang sedang terbakar api cemburu" Bisik bibi citra pada ibu ranya.


"Iya kau benar sekali citra. Dia sepertinya berusaha menahan rasa cemburunya itu" Timpal ibu ranya.


"Iya kak.. Anak mu itu memiliki gengsi yang tinggi untuk mengakui perasaannya" Tutur bibi citra.


"Dia hanya tidak menyadari perasaannya saja citra. Dia terus saja menyangkal bahwa sebenarnya dia sudah mencintai nana" Ucap ibu ranya yang disetujui oleh bibi citra.


"Kalian sedang membisikan apa ?" Sela tante lastri melihat kedua saudara ipar itu terus saja berbisik dari tadi.


"Ah tidak, kami hanya membicarakan hal yang tidak penting saja" Jawab ibu ranya.


☀☀☀


Saat ini, ibu ranya dan bibi citra sudah kembali pulang ke kediaman Rajendra. Dirumah sakit hanya ada orang tua alexa saja yang masih setia menunggu kesadaran putri semata wayang mereka.


Tante lastri saat ini sedang duduk disamping alexa sementara om vando duduk disofa yang tersedia diruangan itu. Tiba-tiba tante lastri merasakan pergerakan pada tangan alexa.


"Pa, kemarilah. Lihat jari tangan alexa bergerak" Seru tante lastri. Om vandopun segera mendekat dan ternyata benar jari tangan alexa memang bergerak. Tak lama alexa membuka matanya, ia mengedarkan pandangannya.


"Mama, papa" Ucap alexa pertama kali melihat orang tuanya. "Alexa ada dimana ?" Tanya nya lagi dengan lemah.


"Kamu ada dirumah sakit nak. Kamu baru saja melakukan operasi karena habis kecelakaan sayang" Jawab tante lastri.


"Pa, ayo panggilkan dokter nana" Seru tante lastri pada suami nya.


Om vando segera memanggil nana diruangannya. Tak lama nana datang untuk memeriksa keadaannya alexa.


Happy reading, semoga suka 😊


Kerinci, Jambi 14 September 2020

__ADS_1


__ADS_2