
Suara adzan subuh dipagi hari membangunkan nana dari tidurnya. "Huh ya ampun, aku sampai ketiduran di sofa" Ucap nana. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang tapi lagi-lagi ia harus kecewa karena tidak menemukannya.
"Dia benar-benar tidak pulang semalam" Ucap nana dengan sendu. Tak mau terlalu berlarut-larut dalam kesedihan dan kekecewaannya, nana segera beranjak dari tempatnya. Ia memutuskan untuk mengambil wudhu dan segera melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat.
Setelah melaksanakan sholat subuh, nana segera turun ke lantai dasar. Karena biasanya para wanita di keluarga Rajendra akan mulai menyiapkan makanan setelah melaksanakan sholat subuh. Keluarga Rajendra memang memperkerjakan banyak ART dirumahnya namun untuk hal memasak mereka tidak mengizin siapapun menyiapkan makanan untuk para suami kecuali anggota kelurga Rajendra sendiri.
"Selamat pagi ibu ku yang cantik jelita bak bidadari dari alam khayangan" Seru nana saat baru saja sampai didapur.
"Selamat pagi juga putri ku cantik bak putri kerajaan dari alam mimpi" Jawab ibu ranya yang kemudian diikuti dengan kekehan nya.
"Yah ibu, kok gitu sih ngomongnya. Masa iya dari alam mimpi sih" Ucap nana dengan cemberut. "Berarti nana ngak cantik dong" Seru nya lagi.
"Hhehe.. ngak kok sayang. Kamu itu adalah putri ibu yang paling cantik sedunia" Ujar ibu ranya lagi.
"Berarti hanya nana saja putri ibu yang paling cantik nih ? Shakira ngak ?" Timpal shakira yang baru saja bergabung didapur.
"Kalian berdua adalah putri-putri ibu yang paling cantik dan paling baik. The best deh pokoknya. Ngak akan ada yang bisa menandingi kecantikan dari putri-putri ibu" Ujar ibu ranya memuji kedua menantunya itu.
"Sudah-sudah. Ayo masak sekarang, kalau tidak para laki-laki akan kelaparan nantinya" Ucap bibi citra menyudahi drama antara mertua dan menantu itu.
Mereka semua berkutak didapur hampir sekitar satu jam tiga puluh menit. Terlalu lama ? Bagaimana tidak, mereka memasak sembari mengobrol yang diselingi dengan candaan. Setelah memasak, mereka semua kembali kekamar masing-masing untuk membersihkan diri sebelum melakukan sarapan pagi.
Hari ini nana memakai Blouson warna kuning emas yang dipadukan dengan celana jeans putih. Gaya yang sangat simpel namun terkesan elegan. Apalagi ditambah dengan high heels yang berwarna senada dengan bajunya dan rambut yang dibiarkan tergerai seperti biasanya.
Nana menduduki salah satu kursi yang ada di meja makan untuk bergabung menikmati sarapan pagi bersama keluarganya.
"Oh iya, dimana zayyan ?" Tanya ayah marvin ketika tidak mendapati putranya di meja makan.
Nana terdiam cukup lama, entah mengapa hatinya begitu sesak saat mengingat suaminya sedang bersama wanita lain. Ayah marvin kembali bertanya tak kala tidak mendapat jawaban dari nana. "Apa dia tidak pulang semalam ?" tanya ayah marvin lagi. Nana menggelengkan kepalanya dengan senyuman yang terkesan terpaksa sebagai bentuk jawaban.
☀☀☀
Nana memasuki rumah sakit dengan langkah yang begitu santai. Melewati setiap koridor yang terdapat di sana.
"Selamat pagi dokter nana" Setiap suster selalu menyapanya demikian.
"Selamat pagi" Nana juga selalu menjawabnya dengan keramahan. Pantas saja nana menjadi dokter terfavorite di rumah sakit itu. Selain karena kecantikannya, nana juga terkenal dengan kebaikan dan kemarahannya.
Saat nana baru saja ingin memasuki ruangannya, namun ia urungkan ketika ada suara yang memanggil namanya. Nana membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang memanggilnya.
"Dokter Adi" Ucap nana saat melihat siapa yang memanggilnya. "Ada apa dokter ?" Tanya nana.
"Saya ingin membicarakan tentang pasien yang baru saja masuk kemaren. Apa boleh saya masuk" Ujar dokter adi saat nana belum juga mengizinkannya untuk masuk keruangan nana.
"Ahh.. Maaf, saya lupa" Ujar nana menepuk dahinya. "Ayo silakan masuk dokter" Seru nana kemudian.
Nana dan dokter adi pun segera masuk keruangan nana. Nana juga mempersilakan dokter adi untuk duduk dikursi yang telah disediakan didepan meja kerja nana.
"Dokter ingin membahas tentang apa ya, kalau saya boleh tau" Seru nana memulai pembicaraan.
"Oh iya saya ingin membicarakan tentang pasien kecelakaan yang baru saja masuk kemarin siang" Ucap dokter adi lalu menghentikan ucapannya sejenak. "Jadi begini dokter nana, kemarin siang ada seorang pasien yang baru saja masuk karena kasus kecelakaan. Pasien itu mengalami benturan yang sangat keras dikepala bagian belakangnya hingga menimbulkan banyak pendarahan. saat saya periksa, saya rasa ada pendarahan didalam otaknya dan itu berhubungan dengan saraf. Jadi saya rasa dokter nana lah yang berhak menangani pasien ini, karena dokter yang lebih paham tentang saraf" jelas dokter adi.
"Baiklah, saya akan periksa pasien ini nanti" Ucap nana. "Tapi sebelumnya apa saya boleh melihat rekam medisnya terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan ?" Tanya nana.
"Iya, tentu saja boleh dokter nana. Ini saya sudah membawakan rekam medisnya" Jawab dokter adi sembari menyerahkan rekam medis milik alexa.
"Saya akan membacanya nanti" ucap nana.
"Baiklah dokter nana, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit dokter adi yang diangguki oleh nana. Dokter adi pun segera keluar dari ruangan nana.
Saat nana baru saja ingin melihat rekam medis yang diberikan oleh dokter adi, hpnya tiba-tiba saja berdering. Nana segera mengangkat telefonnya.
"Hallo Queen" Seru seseorang dari seberang telefon.
__ADS_1
"Assalamualaikum" Sindir nana.
"Hhehe, Waalaikumsalam" Jawab orang itu dengan kekehannya.
"Dimana na ?" Tanya tristan. Iya, yang menelfon nana adalah tristan sahabatnya. Memangnya siapa lagi yang akan memanggil nana dengan panggilan queen kalau bukan kedua sahabatnya itu.
"Lagi diruangan nih. Tadi dokter adi baru saja pergi dari sini" Ujar nana.
"Dokter adi ? Ada apa ?" Tanya tristan.
"Katanya kemarin ada pasien kecelakaan dengan benturan keras dikepala bagian belakangnya" Jawab nana, "Jadi dia minta gue untuk periksa karena menurut nya ada pendarahan didalam otaknya" Ucap nana lagi.
"Oh gitu, ya udah. Gue temenin ya periksanya" Seru tristan.
"Okee, gue tunggu sekarang ya" Jawab nana. Perempuan itu melupakan niatnya untuk memeriksa rekam medis pasien itu terlebih dahulu. Nanti saja dia baca, pikirnya.
Tak menunggu lama, tristan pun datang keruangan nana. "Ayo" Ucap tristan langsung. Nana segera berdiri dari kursi kebesarannya. Ia berjalan beringan dengan tristan. Namun saat hampir saja sampai diruangan itu, nana menghentikan langkahnya.
"Ada apa ?" Tanya tristan.
"Lo masuk duluan aja ya tris, nanti gue nyusul. Mau ketoilet bentar soalnya, kebelet banget" Seru nana.
"Ck.. Dasar. Ya udah sono pergi" Ujar zayyan. Nana segera masuk ke toilet sementara tristan melanjutkan langkah nya menuju ruangan kamboja.
Tokkk..
Tokkk..
Tokkk..
Zayyan mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan itu. Zayyan terbangun saat mendengar suara ketukan itu. "Masuk" Jawab zayyan dari arah dalam.
"Ah dokter ternyata. Mau periksan alexa ya ?" Tanya zayyan.
Tak lama pintu terbuka dari arah luar. Nana masuk dengan kepala yang tertunduk hingga membuat zayyan tidak bisa melihat wajah nana dengan jelas.
"Ah ini dia dokter yang akan menanganinya" Seru tristan.
Bola mata nana membulat ketika melihat siapa pasien yang akan dia tangani. "Jadi pasien yang dimaksud oleh dokter adi adalah Alexa" Gumam nana dalam hatinya.
Ia mengangkat wajah mencari sosok seseorang. Namun hatinya selalu berharap bahwa dia tidak bertemu dengan sosok itu. Namun takdir berkata lain, mungkin saja sang pencipta menginginkan mereka untuk bertemu. Tatapan nana seketika berubah menjadi sendu, ingin sekali rasanya ia pergi dari sini namun ia tahan, karena prinsipnya untuk tidak membeda-bedakan pasien sekalipun itu adalah penjahat ataupun musuh.
"Apa pasiennya sudah sadarkan diri sebelumnya ? Tanya nana yang berusaha bersikap profesional meskipun itu harus menyakiti hatinya sendiri.
Zayyan terdiam, ia tidak langsung menjawabnya. "Belum" Jawab zayyan akhirnya.
Tanpa berkata apapun lagi, nana mengeluarkan stateskop dari saku snelli miliknya. Wanita itu langsung memeriksa keadaan alexa.
Tiba-tiba seseorang keluar dari kamar mandi. Sama hal nya dengan zayyan, ia juga begitu terkejut melihat keberadaan nana.
"Nana" Suara itu tiba-tiba saja keluar dari mulut raka saat melihat nana. Iya pria yang baru saja keluar dari kamar mandi adalah Raka. Sebenarnya Zayyan tidak hanya berdua saja dengan alexa diruangan itu, karena raka juga menginap dirumah sakit.
Nana tersenyum pada raka, tapi raka tau ada kesedihan dimata nana. "Kalian saling kenal ?" Tanya tristan.
Saat raka ingin menjawab, nana langsung menyela nya "Iya, dia adalah teman ku" Ucap nana sembari tersenyum pada tristan lalu beralih menatap raka.
"Bagaimana keadaan Alexa, na ?" Tanya raka.
"Dari hasil pemeriksaan ku, dia mengalami benturan yang sangat keras dikepala bagian belakangnya. Kita harus melakukan Scanning pada bagian kepala dengan alat CT-Scan untuk melihat apa ada merusakan pada otaknya" Ujar nana.
"Kerusakan pada otak ? Maksudnya ?" Kali ini zayyan yang bertanya. Nana menatap zayyan sejenak sebelum menjawab pertanyaan nya.
"Iya untuk melihat apakah ada kerusakan pada otak atau tidak, seperti pendarahan pada otak atau terjadi fragmen kepala yang menusuk keotak. Baru setelah itu kita tentukan tindakan apa yang akan kita ambil selanjutnya" Jelas nana.
__ADS_1
"Sebentar lagi akan ada suster yang membawa nona alexa. Sampai ketemu diruang CT-Scan" Ucap nana sembari menatap zayyan dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
"Kalau begitu kami permisi dulu" Pamit nana. "Ayo" Ajak nana pada tristan. Wanita itu tanpa sadar menggenggam tangan tristan lalu menariknya untuk keluar, dan itu pun tidak lepas dari pandangan Zayyan.
☀☀☀
Sampai diruangan nana langsung mendudukan tubuhnya disisi bad pasien yang tersedia diruangannya. Ingin sekali rasanya wanita itu menangis dan berteriak dengan sangat keras. Hatinya begitu sakit seakan dihujam oleh belati tajam saat melihat suaminya sedang menemani wanita lain. Meskipun nana tau, alexa adalah sahabat zayyan. Namun tetap saja ia terluka melihat suaminya bersama wanita selain dirinya.
Tokkk..
Tokkk..
Tokkk..
Mendengar suara ketukan itu, nana segera menghapus butiran bening yang sempat jatuh membasahi wajah cantiknya.
"Masuk" Ucapnya kemudian.
"Maaf dokter, pasien sudah berada diruang CT-Scan" Ujar suster itu.
"Baiklah, saya akan segera kesana" Jawab nana. Wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter bedah saraf itu segera keluar dari ruangannya untuk menuju keruangan CT-Scan. Setelah sampai disana, ia langsung masuk tanpa menyapa zayyan ataupun raka terlebih dahulu.
Setelah lebih kurang 30 menit, nana keluar dari ruangan itu bersama seorang suster. Raka dan zayyan yang melihat nana keluar pun segera berdiri dari duduknya.
"Dimana orang tua nona alexa ?" Tanya nana, "Saya membutuhkan walinya" Ucapnya lagi.
"Hm.. saya adalah walinya" Jawab zayyan. Nana dan raka yang mendengar itu pun menatap zayyan. Keheningan terjadi beberapa saat. "Tapi saya membutuhkan orang taunya nona alexa untuk menyetujui tindakan" Seru nana lagi dengan datar.
"Orang tuanya sedang ada diluar negeri. Selama mereka belum datang, aku yang akan menjadi walinya" Ujar zayyan dengan tegas. "Katakan saja padaku" Katanya lagi.
Nana menghela nafasnya, ia tidak akan bisa membantah perkataan suaminya itu. "Baiklah, temui saya diruangan saya" Ucap nana langsung meninggalkan mereka.
"Gue ikut" Seru raka yang diangguki oleh zayyan.
"Lo gila tau ngak yan. Dokter itu adalah istri lo, apa lo ngak mikir bagaimana perasaannya" Ujar raka dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh zayyan.
"Ya terus gue harus bagaimana" Jawab zayyan cuek.
Mereka telah sampai diruangan nana dan kini telah duduk dihadapan nana. Tanpa berbasa-basi nana segera menjelaskan apa yang ingin dia katakan.
"Dari hasil CT-Scan saya menemukana adanya perdarahan pada otak nona alexa. Dan tindakan medis yang harus dilakukan adalah dengan cara melakukan pembedahan. Tujuan dari pembedahan ini adalah untuk mengeluarkan cairan yang menyebabkan penekanan pada otak" Jelas nana. Jujur saja ia terlihat begitu cerdas saat seperti ini.
"Jadi apakah pihak keluarga setuju dilakukan pembedahan" Seru nana yang sengaja menekan kata Pihak Keluarga untuk memberikan sindiran pada laki-laki yang berada di hadapannya saat ini.
"Tunggu sebentar, aku telfon orang tuanya dulu" Ucap raka. Setelah memberi tau orang tua alexa dan mereka mengizinkan dilakukan pembedahan tersebut.
"Mereka setuju untuk dilakukan pembedahan" Ucap raka setelah memutuskan sambungannya.
"Baiklah, kalau setuju silakan tanda tangani surat persetujuannya terlebih dahulu baru kita akan mengatur jadwal operasinya" Ucap nana memberikan sebuah kertas dan sebuah pena. Setelah surat itu ditanda tangani, nana melanjutkan penjelasannya.
"Baiklah, operasi akan dilakukan besok sekitar jam 10 pagi dirumah sakit ini. Saya dan team saya akan berusaha yang terbaik untuk nona alexa" Seru nana.
Zayyan sedari tadi tidak melepas pandangannya dari dokter yang notabennya adalah istrinya sendiri. Sebenarnya ada rasa bersalah dalam hatinya karena tidak memberi tau nana tentang kecelakaan alexa. Ia juga bisa melihat raut wajah kekecewaan dari sorot mata istrinya itu.
Hari ini author up satu aja ya, soalnya author kehabisan ide. Hhaha. Tapi tenang aja, author udah buat bab ini panjang. Biasanya author hanya menggunakan 1000 kata lebih perbab tapi bab ini udah 2000 kata lebih.
Besok-besok author usahain lagi deh buat double up. Tapi jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment. Biar author seneng trus tambah semangat lagi deh nulisnya.
Author juga ucapin terima kasih pada readers setianya MMR ini.
Happy Reading ya Guys, semoga suka 😊
Kerinci, Jambi 10 September 2020
__ADS_1