Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 30 Kembali Kerja


__ADS_3

Setelah pulang dari puncak satu minggu yang lalu. Kini nana sudah kembali bekerja di rumah sakit milik mertuanya itu karena masa cutinya juga sudah berakhir.


Hari ini, nana kerumah sakit dengan setelan berwarna coklat. Ia tampak begitu anggun, aura kecantikan nya terpancar dengan begitu sempurna.


"Selamat pagi pengantin baru" Sapa Azizah yang tiba-tiba ada dibelakangnya nana.


Nana dibuat terkejut oleh zizi, "Ngagetin aja lo" Ujar nana dengan kesal. "Lo itu udah kayak hantu tau ngak, tiba-tiba ada dibelakang gue".


" Sembarangan aja lo ngomong, pake bilang gue kayak hantu lagi" Jawab zizi.


"Eh zi, lo tau ngak" Seru nana.


"Ngak, kan lo belum kasih tau" Jawab zizi yang benar-benar membuat nana kesal.


"Iya makanya dengerin gue dulu, baru jawab" Kesal nana.


"Ya udah, cepatan ngomong" Ucap zizi sedikit ngegas (Hhaha udah kayak bawa kendaraan aja ya, pake ngengas sekarang)


"Kok gue jadi kangen banget ya sama Tristan. Dia gimana kabarnya sekarang" Ujar nana.


"Iya, semenjak kita pulang ke Indo, dia udah ngak ngasih kabar lagi. Nomornya juga ngak bisa dihubungi lagi" Ucap zizi.


"Iya benar banget" Ucap nana, "Gue pengen banget peluk dia sekarang".


Zizi tiba-tiba menghentikan langkahnya, "Tunggu dulu, lo udah isi ya na ?" Tanya zizi tiba-tiba.


"Isi ?" Beo nana merasa bingung dengan pertanyaan zizi, namun saat sudah mengerti kemana arah bicara zizi, nana segera menjawab.


"Iya" Ucapnya yang sengaja menghentikan ucapannya.


"Beneran na ? Ya ampun perkasa banget ya suami lo, baru nikah udah langsung jadi" Cerocos zizi tanpa tau kalau nana hanya mengerjainya.


"Maksud gue, iya udah isi nasi tadi pagi" Ucap nana yang diikuti dengan gelak tawa yang menggema.


"Aww" Ucap nana karena tiba-tiba dipukul oleh zizi.

__ADS_1


"Rasain tuh, habisnya siapa suruh kerjain gue" Kesal zizi karena nana berhasil mengerjai gadis yang notaben nya adalah seorang dokter kandungan.


💛💜💚


"Papa berangkat dulu ya ma" Pamit papa dion.


"Iya pa" Jawab mama yanti dengan lesu.


"Mama kenapa lagi sih ? Kok ngak semangat gitu ?" Tanya papa dion.


Mama yanti menghela nafasnya dengan kasar. "Kok anak-anak udah ngak pernah kesini lagi ya pa ? Mama kangen tau sama mereka apalagi sama cucu kita" Ucap mama yanti sendu.


"Mungkin mereka lagi sibuk ma" Ucap papa dion. "Lebih baik mama langsung hubungi mereka, minta mereka untuk menginap di rumah kita weekend ini".


" Ide bagus pa" Jawab mama yanti yang sudah kembali semangat lagi. "Nanti mama akan hubungi mereka".


"Ya udah, kalau gitu papa berangkat dulu ya ma. Jangan sedih-sedih lagi" Tutur papa dion sembari mencium keningnya mama yanti.


"Okee siap bos" Jawab mama yanti dengan kedua sudut bibir yang terangkat.


Hari ini nana menangani banyak pasien yang harus ia periksa diantaranya adalah pasien stroke, demensia, tumor sistem saraf dan pasien epilepsi.


Namun, yang menjadi fokus utamanya adalah pasien tumor sistem saraf. Karena nana harus membuat jadwal operasi untuk pasien ini.


Tumor sistem saraf adalah pertumbuhan sel abnormal dari jaringan otak atau sumsum tulang belakang. Gejala umum dari tumor SSP ini sendiri termasuk muntah, sakit kepala, perubahan penglihatan, mual, dan kejang.


Tumor SSP dapat dideteksi dan diklasifikasikan melalui pemeriksaan neurologis, pencitraan medis , seperti pencitraan x-ray , pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau computed tomography (CT), atau setelah analisis biopsi.


Sebenarnya penyebab dari tumor SSP ini masih kurang dipahami. Namun, beberapa faktor risiko diketahui, termasuk paparan radiasi, kelainan genetik, riwayat keluarga tumor SSP, defisiensi imun, stres, dan riwayat kanker sebelumnya.


Sama halnya dengan semua kanker, risiko berkembangnya tumor SSP akan meningkat seiring bertambahnya usia.


Tumor SSP biasanya diobati menggunakan satu atau lebih cara seperti operasi, Terapi radiasi, Kemoterapi, Terapi bertarget dan pengawasan aktif.


Pengobatan tumor SSP sering melibatkan tim dokter yang bekerja sama, termasuk ahli bedah saraf, ahli saraf, ahli onkologi medis, ahli onkologi radiasi dan ahli endokrin.

__ADS_1


Namun pada saat ini mereka memilih operasi sebagai alternatif pengobatannya. Operasi digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati tumor SSP. Pengangkatan jaringan tumor membantu mengurangi tekanan tumor di bagian otak terdekat.


Tujuan utama dari pembedahan ini sendiri adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin massa tumor sambil mempertahankan fungsi normal otak, dan untuk meredakan gejala yang disebabkan oleh tumor seperti sakit kepala, mual dan muntah. Beberapa tumor tertanam dalam dan tidak aman untuk diangkat, dan dalam kasus ini peran operasi mungkin terbatas untuk mendapatkan biopsi diagnostik. Setelah operasi, kemoterapi atau terapi radiasi dapat digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.


(Ini Author ambil dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/Central\_nervous\_system\_tumor)


"Huft.. Hari ini sangat melelahkan sekali" Gumam nana bermonolog. Saat ini ia sedang bersender di kursi kebesarannya untuk merenggangkan otot-ototnya. Ia merasa sangat lelah karena terlalu banyak menangani pasien hari ini.


*Tokkk..


Tokkk..


Tokkk*..


Sebelum nana mempersilakan orang itu masuk, pintu sudah dibuka dari luar. "Lagi ngapain lo na ?".


" Menurut lo ?" Ucap nana dengan santainya tanpa merubah posisinya.


"Cari makan yuk ?" Ajak zizi.


"Dimana ?".


" Di Cefe tempat biasa aja gimana ?"


"Ya udah yuk" Ucap nana yang sudah berdiri dari tempat duduknya. Namun diurungkan ketika handphonenya bergetar. Ia melihat panggilan dari siapa yang masuk di hpnya.


My Prince Is Calling...


"Tristan" Ucap nana saat melihat layar hpnya.


Maaf ya hari ini author hanya bisa nulis sedikit, soalnya author masih sibuk banget sama acara pernikahan kakak sepupu author.


Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, dengan cara Like, Vote dan Koment.


Terima kasih 😉☺

__ADS_1


Bengkulu, 29 Agustus 2020


__ADS_2