Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 75 Awal Yang Baru


__ADS_3

"Ya udah, zayyan sama nana mau kekamar dulu."


Zayyan tidak menanggapi omongan juna. Ia malah meminta izin untuk pergi kekamarnya. Laki-laki itu sepertinya ingin menikmati waktu berdua dengan istrinya


"Iya nak, pergilah" Jawab ibu ranya memberikan izin.


Setelah mendapatkan izin, zayyan langsung membawa nana kekamarnya. Sementara nana hanya diam terpaku melihat zayyan menggenggam tangannya.


"Ayo sayang."


Nana lagi-lagi terperangah dengan sikap zayyan yang menurutnya berubah 180°. Zayyan yang sekarang sangat berbeda dengan zayyan yang dulu. Laki-laki itu sekarang lebih perhatian dan acap kali memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.


Wanita itu segera menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau berharap lebih lagi. Ia takut akan dijatuhkan saat ia berada diatas. Namun, jauh dari lubuk hatinya ada kebahagiaan dan kehangatan ketika menerima semua ini.


"Ada apa ?" Tanya zayyan ketika melihat istrinya tidak bergerak dari tempatnya.


"Ti... Tidak, ayo kita kekamar" Jawab nana salah tingkah. Melihat itu zayyan menggelengkan kepalanya, ia tau ada yang sedang dipikirkan oleh istrinya.


Sepasang pasangan yang baru baikan itu langsung melangkahkan kaki menaiki anak tangga satu persatu. Hingga kini mereka telah berdiri tepat didepan pintu yang berwarna putih. Dipintu itu terdapat tulisan Mr & Mrs. Zayyan.


Zayyan langsung menekan knop pintu kamarnya lalu membawa nan masuk.


"Huft.. Sudah lama sekali tidak masuk dikamar ini. Kangen juga ternyata" Gumam nana dalam hatinya. Wanita hamil itu mengedarkan pandangannya menyapu setiap sudut ruangan itu.


"Kangen ya" Seru zayyan yang saat ini sudah duduk berselonjor di tempat tidur dengan benda pipih di tangannya.


"Hmm."


"Ayo kesini, duduk disamping ku" Zayyan menepuk kasur disebelahnya. Nana berjalan dengan ragu mendekati zayyan. Hingga kini ia mendudukan dirinya disamping suami nya itu.


"Kenapa tegang begitu ?" Zayyan melihat wajah nana begitu tegang saat bersamanya. Ia kemudian tertawa untuk mencairkan suasana.


Tiba-tiba saja nana tersenyum hingga menampakkan giginya yang rapi sambil mengelus perutnya.


"Kenapa ?" Tanya zayyan menautkan alisnya.


"Dia bergerak" Ucap nana senang.


"Benarkah ?."


Zayyan kemudian mengelus lembut perut nana yang saat ini sudah mulai membesar. Dan itupun tidak luput dari pandangan nana.


"Hay, sayang... Apa benar kamu barusan bergerak ?."


"Apa sekarang kau sudah sebesar itu didalam sana, hingga mommy mu sudah bisa merasakan pergerakan mu."


"Terus lah tumbuh dan kemudian cepatlah lahir kedunia. Ayah tidak sabar ingin menggendongmu."


Seru zayyan mencoba mengajak buah hatinya berbicara. Ini adalah kali pertama zayyan mengajak bayi dalam kandungan istri nya berbicara.

__ADS_1


Nana tanpa sadar tersenyum melihat zayyan. "Baiklah ayah, aku akan segera lahir dan kau jangan marah jika aku merepotkan mu nantinya" Seru nana dengan menirukan suara anak kecil.


Zayyan menatap nana dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Kemudian tersenyum pada istrinya itu.


"Tidak akan. Aku akan menyayanginya dengan sepenuh hatiku. Membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Menjadikannya bagian dari diriku."


"Dan kita akan melakukan nya berdua. Membesarkan dan mendidik anak-anak kita bersama" Seru zayyan dengan pandangan yang tidak lepas dari nana.


"Anak-anak ?" Tanya nana mengerutkan dahinya. Anak-anak ! Bukan kah itu artinya lebih dari satu, pikir nana.


"Iya, anak-anak" Jawab zayyan tersenyum jahil.


...***...


Saat ini, semua wanita dikeluarga Rajendra sedang berada didapur. Mereka tampaknya menyiapkan menu makan siang hari ini.


"Baiklah guys, kita akan buat makanan apa hari ini ?" Tanya ibu ranya.


"Aku ingin membuat capcai, dia sangat menyukainya kan ?" Nana mengatakan itu sembari membayangkan wajah zayyan. Semua nya tersenyum melihat nana. Mereka tau saat ini wanita itu sedang membayangkan suaminya.


"Apa dia yang kau maksud adalah Zayyan ?"


"Iya."


"Apa ini spesial untuknya ?"


"Iya."


"Iya."


Setelah mengatakan itu nana tersadar, ternyata mertuanya itu sedang mengerjainya saat ini.


"Ma.. Ma.. Maksud ku, aku akan membuat capcai untuk semua orang. Ayah juga menyukai capcai kan ?" Elak nana. Ia sekarang sudah salah tingkah menghandapi para wanita Rajendra itu.


"Hhahaa" Suara tawa menggelegar didapur itu. Mereka begitu puas mengerjai nana. Sebagai bonus nya mereka telah mengetahui isi hati nana yang sebenarnya pada zayyan.


"Jangan menertawakan ku" Seru nana pura-pura marah.


"Maafkan kami nyonya muda. Tapi ibu, aku ingin membuat Ayam saus tiram untuk suamiku tercinta, dia sangat suka makanan itu" Ujar shakira sedikit menggoda adiknya.


"Iya, kau buat lah itu. Aku sendiri akan buatkan tongseng ayam pedas untuk ayah mu" Seru bibi citra.


"Kau sendiri akan buat apa kak ?" Tanya bibi citra pada ibu ranya.


"Karena kalian telah membuat sayur dan olahan ayam. Maka aku akan buat makanan yang berbeda. Oseng kacang panjang" Ucap ibu ranya.


Setelah menentukan apa yang ingin mereka buat. Sekarang mereka berkutak dengan peralatan dapur. Mereka menyelingi acara masak mereka dengan sedikit candaan dan tawa.


Kini, sudah jam 12.00 Wib. Itu artinya mereka telah menghabiskan waktu didapur selama 1 jam penuh. Makanan telah terhidang dengan sangat rapi di meja makan.

__ADS_1


"Makanan telah siap. Ayo sekarang kita panggil para laki-laki


rajendra itu" Seru ibu ranya.


"Baik ibu."


"Baik bibi."


"Baik kakak."


"Aku juga akan memanggil suamiku." Seru ibu ranya.


Mereka kini pergi kekamar masing-masing untuk memanggil para lelakinya. Setelah itu semuanya berkumpul di meja makan untuk menikmati hidangan makan siang yang telah disediakan oleh para wanita.


"Waw. Aku sudah lama sekali tidak memakan makanan ini" Ucap zayyan begitu bahagia melihat ada makanan capcay di meja makan.


"Apa kau tau siapa yang membuat capcay itu ?" Tanya ibu ranya.


"Siapa memangnya yang membuat ini ibu ?" Bukannya menjawab zayyan malah bertanya balik pada ibunya.


"Siapa lagi kalau bukan istri mu ! Dia membuatkan capcay untuk mu dengan penuh kasih sayang" Seru ibu ranya.


Zayyan menatap nana dengan tatapan penuh arti, "Benar begitu nyonya zayyan ?" Tanya laki-laki itu dengan nada menggoda.


"Tidak. Aku membuatnya untuk semua orang" Bantah nana. Tapi ia tidak berani menatap mata suaminya itu.


"Iya untuk semua orang. Tapi spesial untuk ku" Ucap zayyan dengan mengedipkan sebelah matanya pada nana.


Kalian tau apa yang terjadi pada nana saat ini ? Muka nya menjadi merah merona akibat dari godaan sang suami. Ia sangat malu sekarang ini pada semua orang yang ada disana.


"Sudahlah kak, jangan menggoda adik ku lagi" Sela shakira membela adiknya.


"Kenapa memangnya ? Apa aku salah jika menggoda istriku sendiri ?" Tanya zayyan.


"Lihat lah shakira, mukanya jadi merah merona. Dan aku suka itu."


Setelah merasa puas menggoda istrinya itu. Zayyan akhirnya diam dan menikmati makan siangnya. Laki-laki itu makan dengan sangat lahap. Menghabiskan semua makanan yang ada dipiring nya hingga tandas tak tersisa satu pun.


"Apa kau sangat lapar ! Hingga menghabiskan semuanya ?" Kali ini nana yang menggoda suaminya. Sepertinya wanita itu ingin balas dendam pada laki-laki yang menjadi ayah dari anak yang ada dalam kandungannya.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Like, Vote dan Koment.


Happy Reading, Semoga Suka ☺

__ADS_1


Kerinci, Jambi 27 September 2020


__ADS_2