Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 60 Ditempat Yang Sama


__ADS_3

"Eh na.. Bisa ganti aja ngak ngidam lo ?" Tanya zizi.


Nana tampak berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan zizi, "Gue mau keliling-keliling aja deh sama lo pakai motor. Kan jarang-jarang dibonceng sama dokter zizi naik motor lagi" Jawab nana.


"Duh, kita mau kemana sih. Dari tadi mutar-mutar ngak jelas aja" Keluh zizi.


"Ya udah kita berhenti ditaman aja dulu sambil mikir kita mau kemana" Jawab nana santai.


"Uhh dasar ibu hamil" Gerutu zizi. Gadis itu menghentikan motornya disebuah taman terdekat disana. Tidak terlalu besar sih tamannya tapi cukup indah untuk menenangkan dan mengistirahat kan tubuh dan pikiran.


"Na, kita udah terlalu lama ambil cuti. Apa ngak sebaiknya kita kembali kejakarta dan kembali ke keluarga kita ?" Tanya zizi hati-hati. Ia takut menyinggung perasaan nana, karena ibu hamil biasanya sangat mudah tersinggung.


"Huft.. Gimana ya zi. Tapi gue masih butuh waktu, tapi kalau misalnya lo mau kejakarta duluan, gue ngak apa-apa kok. Nanti biar gue disini sendiri sampai gue siap untuk kembali" Jawab nana menundukkan kepalanya.


"Gue ngak mungkin tinggalin lo sendiri na" Jawab zizi.


"Gue ngak apa-apa kok kalau lo tinggal. Gue juga ngak mau ngekang lo demi masalah gue" Seru nana sendu.


"Gue adalah sahabat lo, udah jadi tanggung jawab gue untuk selalu berada disamping. Gue ngak akan penah biarin lo hadapin semuanya sendiri" Ucap zizi.


"Makasih, karena udah mau jadi tameng sekaligus sahabat terbaik ku" Ujar nana memeluk zizi.


"Sama-sama My Queen" Jawab zizi sembari membalas pelukan nana.


🌈🌈🌈


Hari ini zayyan tengah bersiap-siap untuk keberangkatannya kesuatu daerah. Disana ia akan menangani proyek pembangunan Klinik Swasta dibawah naungan Rajendra Grup. Rencananya Klinik itu akan dia berikan sebagai hadiah untuk seseorang.


Setelah siap, zayyan segara turun kelantai dasar sembari menyeret sebuah koper yang ukurannya tidak terlalu besar.


"Kamu jadi pergi nak ?" Tanya sang ibu saat melihat putranya telah rapi dan menyerat sebuah koper ditangannya.


"Jadi bu" Jawab zayyan singkat. Laki-laki itu langsung mendudukan tubuhnya disebuah kursi yang biasa dia duduki untuk menikmati sarapan paginya.


"Apa kau pergi sendiri ? Apa raka juga ikut dengan mu ?" Tanya ibu ranya.


"Iya bu, tapi raka telah sampai duluan kesana. Zayyan menyuruhnya kesana kemarin sore untuk mengurus sesuatu" Jawab zayyan. Ibu ranya mengangguk pertanda ia mengerti.


"Lalu apakah alexa juga disitu ?" Tanya ibu ranya sedikit ragu dan berhati-hati. Karena ia tau akhir-akhir ini zayyan jadi tampak malas jika berbicara tentang gadis itu, mungkin karena mengingat penyebab kepergian istrinya adalah karena ia menolong alexa pada hari itu.

__ADS_1


Dan benar saja, zayyan hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia memilih bungkam jika menyangkut tentang alexa. Ia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa tidak ada yang namanya wanita lain dalam hatinya selain nana dan ibunya.


"Berapa lama kau akan disana ?" Kali ini ayah marvin yang bertanya.


"Cuma beberapa hari saja yah. Zayyan hanya ingin mengecek perkembangan nya saja sekalian menenangkan pikiran disana" Jawab zayyan.


"Baiklah, ayah doakan semoga proyek mu berjalan dengan lancar disana nak" Seru ayah marvin.


🌈🌈🌈


"Jadi nyonya Rajendra, Kita mau kemana sekarang ? Apa kita akan menetap disini sampai nanti ?" Tanya zizi dengan gaya bicaranya yang sedikit menggoda.


Mendengar itu, nana tertawa. "Tidak, bagaimana kalau kita pergi ketempat wisata didesa ini ? Ujar nana memberikan saran.


"Baiklah nyonya. Aku akan mengantarmu kemana saja yang kau mau kecuali keneraka" Jawab zizi yang disusul oleh tawanya.


Nana memukul lengan zizi, "Dasar bocah edan" Seru nana.


"Ayo naik" Ajak zizi ketika dirinya sudah berada di atas motor. Nana pun segera naik dan zizi langsung melajukan kendaraannya ketempat wisata. Kali ini dia membawa nana ke The Roudh 78.


Setelah menempuh perjalanan yang disuguhkan oleh hamparan sawah yang luas dan pepohonan yang rindang yang menambah kesan asri dan sejuk. Mereka akhirnya sampai di tempat wisata itu. Zizi langsung memarkirkan motornya dan segera mengajak nana untuk masuk.


"Kita kesana yuk ? Gue pengen kasih ikan yang ada disana makan, kayak seru" Ucap nana menarik tangan zizi. Nana langsung membeli makanan ikan dan memberikan ikan-ikan itu makan. Wanita itu tampak begitu bahagia bahkan dengan hal sederhana seperti ini. Meskipun ia dilahirkan dari keluarga kaya raya dinegara ini, tapi ia tidak pernah sombong apalagi memperlihatkan keangkuhannya. Itu salah satu yang menjadi point penting seorang Navya Paramesti Abimanyu.


Setelah puas memberi kan ikan-ikan itu makan, mereka segara mencari tempat baru. "Eh na, lihat sana ada gazebo. Kita kesana yuk" Ajak zizi yang disetujui oleh nana.



Disana memang disediakan beberapa gazebo yang sengaja dibuat berjejer yang didepannya juga terdapat kolam ikan yang berbentuk sungai.


"Ayo kita pesan makanan nya, gue udah lapar banget sekarang" Ujar zizi setelah sampai di gazebo itu.


"Ayo, pesan lah" Jawab nana.


Menu-menu makanan di the Roudh 78 ya sama saja dengan di Cafe Sawah. Sama-sama dikelola oleh warga Desa Pujon Kidul juga. Bedanya, saung-saung atau jajaran gazebo di the Roudh 78 ini tak berdekatan dengan sawah padi. Tapi, berdekatan dengan kolam ikan, yang luasnya udah mirip sungai saja.


🌈🌈🌈


Kini zayyan telah sampai di kota malang setelah menempuh perjalanan melalui jalur udara. Laki-laki itu terlihat berada ditempat penyewaan mobil. Iya karena ia kekota malang menggunakan pesawat jadi dia tidak membawa mobilnya. Sementara sekarang ia membutuhkan sebuah mobil untuk transportasinya selama berada disini. Jadi ia memilih menyewa sebuah mobil untuk transportasinya.

__ADS_1


"Hallo ka, gue udah sampai nih dikota malang. Lokasinya dimana ?" Tanya zayyan setelah telefonnya tersambung dengan raka.


"Oh iya, lokasinya ada di desa pujon kidul. Dari kota malang lo akan menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam untuk sampai di desa ini. Nanti gue kirim alamat lengkapnya lewat map ya" Ujar raka.


"Okee" Jawab zayyan singkat.


"Gue tunggu lo disini ya, hari-hati bawa mobilnya" Seru raka lagi.


"Baiklah" Jawsb zayyan.


Zayyan langsung mengemudikan mobilnya sesuai petunjuk dari map yang dikirimkan oleh raka. Saat di perjalanan dia tidak sengaja melihat laki-laki sedang berboncengan dengan seorang wanita yang diyakini zayyan adalah suami-istri. Mereka terlihat begitu mesra, hingga membuat zayyan kembali teringat dengan nana.


Sudah dua minggu sejak kepergian nana, zayyan tidak pernah berhenti mencari keberadaan istrinya. Bahkan ia sudah mengirim mata-mata disetiap negara untuk mencari keberadaan nana tapi sampai detik ini ia juga belum menemukan keberadaan wanita yang saat ini tengah hamil muda itu.


"Kamu pergj kemana na ? Aku sudah mencari mu kemana saja, tapi tetap saja tidak ketemu" Gumam zayyan.


"Katakan kepadaku, kemana lagi aku harus mencari mu saat ini" Ujarnya frustasi.


Setelah sekian lama menempuh perjalanan, akhirnya zayyan sampai ditempat tujuannya.


"Hay Bro, lo baru sampe ?" Sambut raka dengan sedikit basa-basi nya.


"Menurut lo" Jawab zayyan sinis.


Bukannya tersinggung, raka malah tertawa dengan jawaban zayyan. "Bagaimana dengan perkembangan proyeknya ? Tanya zayyan to the point.


" Seperti yang lo lihat, semuanya berjalan dengan baik" Jawab raka. Zayyan mengangguk, tanpa banyak bicara lagi ia langsung mengecek pembangunan proyeknya hingga tak menyadari ini sudah waktunya makan siang.


"Zayyan, ini sudah sangat siang. Aku dengar disana ada wisata terdekat, disitu juga tersedia beberapa cafe. Bagaimana kalau kita cari makan siang disana saja" Ajak raka.


"Ya sudah ayo kita kesana" Jawab zayyan yang di juga diangguki oleh alexa. Ya, dari tadi alexa hanya diam saja, dia hanya berbicara seperlunya saja. Karena semenjak kejadian dimana zayyan membentaknya, alexa tidak berani lagi banyak bicara pada zayyan. Selain itu alexa juga merasa bahwa zayyan saat ini semakin menjauh darinya. Meskipun sedih, ia mencoba untuk terlihat biasa saja.


Mereka bertiga langsung berjalan ketempat wisata itu dan anehnya mereka malah memilih duduk dan makan didekat gazebo juga. Hanya berjarak beberapa gazebo dari tempat zayyan, nana dan zizi juga masih disana. Namun mereka sama-sama tidak menyadari nya.


Maaf ya, sedikit telat updatenya. Tadi author sebenarnya udah nulis tapi tidak sengaja kehapus. Jadinya harus ngetik ulang lagi deh 😓 Tapi ngak apa-apa demi kalian, author bela-belain ngetik ulang.


Tapi jangan lupa kasih Vote, Like dan Koment ya. Terima kasih 🙏


Happy Reading, Semoga Suka ☺

__ADS_1


Kerinci, Jambi 20 September 2020


__ADS_2