Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 67 Dia Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya, Sang surya telah mengikuti porosnya di antariksa sana. Semilir angin berhembus menggugurkan dedaunan. Awan putih yang bersih tampak bergerak indah di atas cakrawala.


"Selamat pagi mama, selamat pagi papa," Sapa nana dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah cantiknya.


"Selamat pagi sayang."


"Pagi nak."


Nana mendudukkan dirinya dihadapan sang mama. Tepatnya disebelah kanan sang ayah. Ia melihat makanan apa yang dimasak oleh mamanya pagi ini. Matanya langsung berbinar saat melihat nasi goreng udang dihadapannya. Sebenarnya ia sudah ingin makan nasi goreng udang dari semalam tapi dia tidak mau merepotkan sang papa malam-malam. Ia juga tidak mau merepotkan mamanya.


"Waw, nasi goreng udang" Ucap nana. Ia langsung menyedokkan nasi goreng itu kedalam piring nya. Lalu makan dengan lahapnya.


"Sayang, makannya pelan-pelan saja" Tegur mama yanti.


"Hhehe.. Maaf ma, tapi nana lagi pengen makan ini dari semalam" Ucap nana keceplosan.


"Lalu kenapa tidak meminta mama membuatkannya ?," Tanya mama yanti.


"Ehm, itu maa.. Nana tidak enak kalau harus membangunkan mama malam-malam hanya untuk membuat nasi goreng udang," Jawab nana sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


"Tidak masalah, mama senang jika bisa mewujudkan keinginan anak dan cucu mama" Seru mama yanti. "Lain kali jangan seperti itu lagi."


"Iya baik, mamaku" Jawab nana hormat.


☀☀☀


Nana tampak berjalan dikoridor rumah sakit sendirian. Melewati ratusan manusia yang sedang berlalu lalang disana. Namun senyum wanita cantik itu tidak pernah pudar dari bibirnya. Setiap hari ia selalu memancarkan aura kecantikkannya, ada sisi positif yang selalu membuat siapa saja merasa tenang jika berdekatan dengannya.


"Selamat pagi dokter nana" Sapa seseorang dari arah belakang. Nana memutar tubuhnya agar bisa melihat orang itu, senyumnya mengembang tak kala siapa yang melihatnya.


"Selamat pagi dokter zizi" Balas nana dengan senyuman yang tak pernah luntur.


"Lo kemaren dari mana aja sih ? Gue sama tristan cariin lo tau" Seru zizi.


Nana tak langsung menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, butuh waktu untuknya membuka suara. Mungkin wanita hamil itu lagi mempersiapkan jawaban yang cocok untuk pertanyaan sahabatnya itu.


Disaat nana baru saja ingin menjawabnya, zizi memotong ucapannya itu. "Eh na, gue dengar dari suster-suster katanya laki lo masuk rumah sakit gara-gara mabuk ya ?" Tanya zizi pada nana.


"Hmm" Nana berdehem lalu menganggukkan kepalanya.


"Tapi lo kok tau kalau dia masuk rumah sakit ? Atau jangan-jangan lo kemaren dari ruangannya ya ?" Tanya zizi curiga.


"Emang" Jawab nana apa adanya. Menurutnya percuma juga kalau ia merahasiakan semuanya dari zizi, karena cepat atau lambat dia pasti akan tau juga, pikir nana.


"Jadi benar lo dari sana kemaren ?" Tanya zizi lagi memastikan pendengarannya barusan.


"Iya, emang kenapa sih ?" Tanya nana heran. Apa salah nya jika ia mengunjungi suaminya sendiri. Toh juga ngak ada yang akan marah.


"Ngak kenapa-kenapa sih" Jawab zizi cengengesan.


☀☀☀


Jam telah menunjukan pukul 10.00 Wib, Zayyan terlihat sangat gelisah karena sampai saat ini orang yang ia tunggu juga belum datang menghampirinya.


Laki-laki itu tampak mengambil handphonenya diatas nakas disebelah tempat tidurnya. Ia mencari kontak dengan nama My Wife ❤, Lalu segera menghubunginya.

__ADS_1


"Hallo" Seru seseorang dari balik telefon saat sambungan nya tersambung.


"Sayang kamu dimana ? Kenapa belum menemui ku sampai sekarang ?" Tanya zayyan.


"Aku sedang diruangan, ada pasien yang harus ku tangani" Jawab nana berbohong. Sebenarnya tidak ada pasien saat ini, ia hanya belum ingin keruangannya zayyan saja makanya ia berbohong.


"Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus keruangan ku sekarang juga. Kalau tidak aku yang akan kesana" Desak zayyan dengan sedikit mengancam.


"Huft.. Baiklah aku akan kesana" Jawab nana dengan kesal. Suaminya itu telah berhasil merusak moodnya pagi-pagi begini. Nana berdecak kesal melihat tingkah laki-laki yang telah menikahinya 3 bulan yang lalu.


Tak lama kemudian, nana pun datang keruangan suaminya itu dengan mood yang sudah hancur. "Ada apa ?" Tanya nana dengan wajah jutek.


"Ada apa dengan wajah mu itu ?" Tanya zayyan mengerutkan keningnya.


"Ck.. Dia masih tanya ada apa ? apa dia tidak sadar telah merusak moodku" Decak nana dengan suara pelan.


"Sayang, aku lapar" Seru zayyan mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Kalau lapar ya makan saja" Ujar nana dengan ketus.


"Tapi aku mau disuapi oleh ibu dari anak ku" Ucap zayyan dengan lembut. "Aku mohon" Lanjut zayyan memelas yang membuat nana tidak berdaya untuk menolaknya.


Tanpa berbicara apapun, nana langsung duduk pada kursi yang tersedia disamping tempat tidur zayyan. Ia mengambil makanannya lalu mulai menyuapi zayyan.


Setelah makanan nya hampir habis, terdengar suara pintu terbuka dari arah luar. "Ya ampun zayyan, kenapa kau tidak bilang kalau kau..." Omelan laki-laki itu terhenti ketika matanya menangkap seoarang perempuan sedang menyuapi zayyan makan.


"Nana" Ucapnya saat melihat wanita itu menoleh. Nana tersenyum pada raka sebelum menyapa.


"Hay kak raka" Sapa nana dengan senyuman paling manis yang ia miliki. Dan itu sukses membuat zayyan marah, laki-laki itu sepertinya cemburu melihat istrinya tersenyum manis pada laki-laki lain, walaupun itu sahabatnya sendiri.


"Aku baik. Bagaimana dengan.." Ucapan nana terhenti oleh suara zayyan yang terdengar tidak bersahabat.


"Dia baik-baik saja" Ketus zayyan. Nana menjadi heran saat melihat suaminya tiba-tiba begitu.


Tak lama seorang perempuan muncul dari balik pintu. Perempuan yang tidak asing lagi dimata nana. Perempuan yang menjadi alasan terbesar nana pergi meninggalkan suami dan keluarganya. Sama halnya dengan nana, perempuan itu juga terkejut melihat keberadaan nana.


"Nana" Ucapnya. Nana hanya tersenyum masam pada alexa, ia tidak dendam pada alexa namun ia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau hatinya masih terluka saat melihat wanita itu.


Zayyan yang melihat hawa tidak enak diruangan ini pun segera mengalihkan keadaan.


"Sayang aku masih lapar, suapi aku lagi" Pinta zayyan menarik tangan nana.


Raka melongo mendengar panggilan zayyan pada nana tadi. Apa katanya tadi ! Sayang ? Sejak kapan tuan gunung es jadi bucin seperti ini, pikir raka.


Sementara alexa merasa sesak ketika mendengar itu. Ia memang berusaha melupakan dan mengiklaskan zayyan, tapi hatinya masih terasa sakit jika melihat hal seperti ini. Air matanya hampir lolos namun segera ditahannya.


Sementara nana langsung duduk kembali ditempat semula. Ia mulai menyuapi zayyan lagi dengan telaten. Suasana hening pun tercipta beberapa.


☀☀☀


Sekarang sudah hampir siang. Seoarang dokter yang menangani zayyan pun masuk kedalam ruangan itu.


"Selamat siang tuan zayyan" Sapa dokter itu dengan ramah.


"Siang" Jawab zayyan dengan singkat.

__ADS_1


"Saya cek dulu ya" Izin dokter itu yang diangguki oleh zayyan. Dokter itupun langsung memeriksa keadaan zayyan menggunakan stateskopnya.


"Bagaimana keadaannya dok ?" Tanya nana namun disanggah oleh zayyan.


"Dia siapa ? Bertanya lah dengan jelas" Sanggah zayyan.


Nana tampak menarik nafasnya untuk mengendalikan emosinya, " Bagaimana keadaan zayyan dok ?" Tanya nana yang sudah mengubah pertanyaannya.


"Bukan seperti itu cara bertanya nya sayang" Bantah zayyan lagi.


"Lalu bagaimana ?" Tanya nana yang sudah mulai emosi.


"Bagaimana keadaan suamiku dokter ? Seperti itu cara bertanya nya" Seru zayyan memberikan contoh.


"Huft.. Menyebalkan sekali" Gerutu nana dengan kesal. Ia mulai mengatur emosinya sebelum bertanya pada dokter.


"Dokter, bagaimana keadaan suami saya yang tampan nya tidak ada dua nya ini ?" Tanya nana dengan lembut, tapi terkesan mengejek zayyan. Raka terlihat menahan tawanya melihat kelucuan ini. Sementara alexa hanya diam tanpa ekspresi.


"Tuan zayyan sudah baik-baik saja dokter nana. Dan dia juga sudah boleh pulang siang ini" Jawab dokter linda.


"Nanti saya akan minta suster untuk meng aff infusnya tuam zayyan" Tambah dokter itu lagi.


"Baiklah. Terima kasih dokter linda" Seru nana.


"Iya, sama-sama dokter. Kalau begitu saya permisi dulu dokter, tuan dan nona" Pamit dokter linda yang diangguki oleh semua orang yang ada diruangan zayyan.


☀☀☀


"Aku akan membereskan alat-alat, dan kamu pulang diantar oleh kak raka saja" Seru nana sambil memasukin alat-alat kedalam tas.


"Kamu tidak pulang ?" Tanya zayyan menatap nana yang sibuk membereskan alat-alat. Nana menghentikan aktivitasnya sebelum menjawab ucapan sang suami.


"Aku masih harus kerja" Jawab nana.


"Aku mohon" Ucap zayyan memelas. Ia beralih menatap perut nana, "Sayang, apa kamu tidak mau mengantarkan ayah mu pulang ?" Tanya zayyan pada perut nana.


"Zayyan tapi.." Ucapan nana lagi-lagi disela oleh zayyan.


"Ayo dong nak, bilang sama mommy biar anterin ayah pulang" Ucapnya lagi berbicara pada perut nana.


"Uh.. Ya tuhan beri aku kesabaran lebih untuk menghadapi manusia satu ini" Gumam nana pelan menahan kekesalannya.


"Baiklah" Putus nana. Mendengar itu zayyan terlihat sangat senang sekali. "Tapi, aku hanya mengantar saja, setelah itu aku akan kembali kerumah sakit" Ujar nana memberikan syarat.


"Okee istriku" Jawab zayyan mengedipkan sebelah matanya.


To be Continue..


Satu lagi nyusul nanti ya.. Soalnya author lagi stuck ide banget nih, ngak tau mau nulis apa. Kalau ada yang punya ide, boleh tulis di komentar ya, nanti kalau cocok author akan jadikan sebagai bab selanjutnya.


Jangan lupa Vote, Like dan Koment..


Happy Reading, Semoga Suka ☺


Kerinci, Jambi 24 September 2020

__ADS_1


__ADS_2