Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 77 Check Up


__ADS_3

Sang surya kini telah kembali bersinar diatas sana. Wisma mewah milik keluarga Rajendra kini tampak ramai. Karena semua penghuninya telah terjaga dari mimpi indah mereka.


Dari atas sana, tampak sepasang pasangan yang baru saja baikan itu sedang berjalan beriringan menuju lantai dasar. Melangkah pelan menuruni anak tangga satu-persatu. Dan itupun tidak lupa dengan senyuman yang terpatri dibibir keduanya.


Sepertinya dua manusia beda kelamin itu sedang dimabuk cinta saat ini. Terlihat jelas gelora asmara dari dalam jiwa mereka.


Semua orang tersenyum bahagia menyaksikan kebahagiaan mereka. Bagaimana tidak, setelah begitu banyak rintangan, setelah begitu banyak luka dan kecewa, dan setelah begitu banyak drama, akhirnya mereka bersatu kembali dalam sebuah cinta.


Memang benar kata orang, cinta datang karena terbiasa. Awalnya mereka menikah tanpa ada kata cinta diantara mereka namun seiring waktu bersama cinta tumbuh di antara mereka. Ya, meskipun belum ada yang mengungkapkan diantara mereka.


"Selamat pagi semuanya" Sapa nana dengan sudut bibir yang terus saja melengkung menampakan deretan gigi yang tertata rapi.


Sementara zayyan hanya tersenyum memperlihatkan kebahagiaan nya kepada semua orang. Laki-laki itu tidak menyapa dengan kata-kata namun menyapa dengan senyuman.


"Pagi sayang."


"Selamat pagi nak."


"Selamat pagi cintaku."


"Selamat pagi adik ipar."


"Pagi nak."


"Selamat pagi mommy dan ayah."


Balasan dari sapaan nana terdengar saling bersahutan di ruang makan.


"Kenapa mommy senyum-senyum terus dari tadi ? Apa mommy sedang bahagia hari ini ?" Tanya olive dengan begitu polosnya.


Mendengar pertanyaan gadis kecil itu, nana gelagapan mencari jawaban yang cocok. Ia harus memilih kata agar mudah dimengerti oleh keponakan rasa anak sendiri itu.


Olive adalah anak yang hiperaktif, tingkat keingintahuan nya sungguh tinggi. Makanya ia akan bertanya terus menerus jika belum puas dengan jawaban dari lawan bicaranya.


"Hmm... Iya, tentu saja mommy bahagia. Karena hari ini mommy akan melihat bagaimana perkembangan adik kecilnya olive" Jawab nana yang tidak begitu yakin dengan jawabannya sendiri.


"Melihat adik bayi ? Tapi bagaimana caranya ?" Tanya gadis itu mulai penasaran. Benar saja dugaan nana, gadis itu pasti akan banyak bertanya dengan jawaban yang ia berikan tadi.


"Mm.. Aunty zizi punya alat nya di Rumah Sakit. Nama nya adalah USG. Nanti mommy akan lihat perkembangan adik bayi menggunakan alat itu." Jawab nana.


USG kehamilan adalah sebuah tes yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan perkembangan janin dan juga organ reproduksi ibu hamil. 


Adapun fungsi dari USG Trimester kedua ini adalah untuk mengetahui ritme dan detak jantung bayi, memeriksa perkembangan janin, mengecek posisi plasenta, mendapat gambaran anatomi dari tubuh bayi.


"Waw.. Apa olive juga boleh lihat adik bayi ?" Tanya gadis kecil itu antusias. Ia begitu semangat ingin melihat adik bayi dalam kandungan adik dari ibunya itu.


"Tentu saja sayang, tapi bukan hari ini ya. Lain kali mommy akan mengajak tetah ara untuk melihat adik bayi" Bujuk nana pada gadis kecil itu.


"Huft.. Baiklah" Jawab olive dengan sedikit kecewa. Nana bukan tidak mau mengajak gadis kecil itu, tapi dia akan memeriksakan kandungannya nanti sembari bekerja di rumah sakit. Wanita itu tidak mungkin membawa olive ikut dengan nya bekerja di rumah sakit, karena itu pasti akan sangat repot.


"Sampai kapan kalian akan berbicara dan membiarkan cacing-cacing diperut ku memberontak ?" Tanya zayyan.


"Maafkan, aku akan mengambilkan mu makanan" Nana tertawa karena bisa-bisanya ia melupakan makanan mas suaminya itu.


Nana langsung melayani suaminya dengan segenap hati. Menyendokkan nasi kedalam piring yang ada didepan zayyan. Lalu mempersilakan zayyan untuk menikmati sarapan paginya begitupun dengan dirinya sendiri.


☀☀☀


Saat ini mereka telah berada didalam mobil. Pagi ini zayyan akan mengantarkan nana pergi bekerja. Awalnya nana menolak tapi zayyan memaksanya. Terpaksa nana menerima tawaran yang diberikan oleh sang suami.


"Hari ini jadwal pemeriksaan kandungan kamu ?" Tanya zayyan memulai pembicaraan mereka.


"Iya. Hari ini adalah jadwal pemeriksaan ku" Jawab nana.

__ADS_1


"Jam berapa ?" Tanya zayyan lagi.


"Apanya ?" Tanya nana balik. Wanita itu sepertinya gagal memahami pertanyaan sang suami.


"Jadwal pemeriksaannya sayang. Memang apa lagi" Seru zayyan.


"Oo.. Maaf aku gagal memahami pertanyaan mu" Nana menepuk kepalanya sembari tertawa. "Jadwal pemeriksaan ku nanti siang setelah makan siang" Ujar nana kemudian.


"Baiklah."


Zayyan menghentikan mobil nya tepat di depan teras. Nana segera membuka seatbelt nya begitupun dengan zayyan. Sebelum turun dari mobil nana terlebih dahulu mencium tangan suaminya.


"Aku masuk dulu mas. Hati-hati dijalan" Seru nana dengan senyuman.


"Baiklah" Jawab zayyan tapi sebelumnya ia mencium pucuk kepala istrinya terlebih dahulu. Nana segera turun dari mobil suaminya lalu membiarkan laki-laki itu untuk pergi kekantornya.


☀☀☀


Waktu berjalan dengan sangat cepat. Rasanya nana baru saja datang kerumah sakit diantar oleh suaminya namun sekarang sudah siang saja.


Nana berjalan menyelusuri koridor, ia berencana akan keruangan dokter zizi untuk mengajaknya makan siang.


Tokkk..


Tokkk..


Tokkk..


"Masuk" Sahut zizi dari dalam ruangan nya.


"Selamat siang dokter zizi" Sapa nana dengan sudut bibir yang melengkung.


Mendengar suara yang tidak asing lagi ditelinganya, zizi menolehkan kepalanya.


"Selamat siang dokter Navya Rajendra" Balas zizi.


"Sejak kata SAH menggema diruangan kala itu" Jawab zizi. Mereka berdua akhirnya tertawa.


"Gue sangat lapar sekali, ayo kita cari makan" Ajak nana pada zizi.


Kedua sahabat ini sangat jarang bertemu akhir-akhir ini. Mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Hari ini adalah hari pertemu pertemuan mereka setelah beberapa hari tidak bertemu.


"Ayo" Jawab zizi yang langsung berdiri dari kursi kebesarannya. Gadis itu langsung menggandeng tangan nana untuk segera pergi kekantin Rumah Sakit.


Mereka memang anak orang kaya. Tapi mereka tidak pernah segan untuk makan ditempat yang sederhana. Mereka berdua sangar menyukai kesederhanaan.


Bagi kedua sahabat itu. Kebahagiaan tidak harus selalu tentang kemewahan tapi kadang kala juga tentang bagaimana kita menikmati sebuah kesederhanaan.


Saat ini mereka telah sampai di kantin Rumah Sakit. Sembari menunggu makanan mereka diantar, mereka menikmati waktu dengan obrolan ringan dan sedikit candaan. Sudah lama sekali mereka tidak tertawa lepas seperti ini berdua.


"Oh iya, dimana tristan ? Kenapa gue ngak lihat dia hari ini" Celetuk nana. Ekspresi wajah zizi langsung berubah saat mendengar nama zayyan disebutkan.


Gadis itu terlihat begitu enggan membahas tentang laki-laki itu. Jadi ia mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban dari pertanyaan nana.


Namun sepertinya, Tuhan berkata lain. Tristan tiba-tiba saja datang menghampiri kedua gadis itu dikantin Rumah Sakit dan itu mampu membuat zizi merasa tidak nyaman.


"Selamat siang dokter nana"


"Selamat siang juga dokter zizi"


Tristan menyapa kedua gadis yang memiliki tempat spesial dihatinya. Tentu saja sebagai seorang sahabat.


"Selamat siang dokter tristan" Jawab nana dengan senyumnya.

__ADS_1


"Siang" Zizi begitu enggan untuk menjawab sapaan laki-laki itu.


"Mm na.. Gue baru aja ingat, kalau gue ada janji dengan pasien gue sekarang. Jadi gue ke ruangan duluan ya" Seru zizi. Gadis itu tampaknya masih menghindari laki-laki yang telah menjadi sahabatnya selama kurang lebih 7 Tahun itu.


"Tapi, makanan nya" Sergah nana.


"Nanti aja, kalau lo mau lo aja yang makan. Gue buru-buru soalnya" Bohong zizi. Gadis itu langsung pergi tanpa menyapa atau berpamitan pada tristan.


"Ada apa dengan nya ? kenapa aku merasa kalau dia sedang menghindari tristan !" Gumam nana dalam hatinya. Dan ternyata bukan hanya nana yang berpikiran kalau zizi sedang menjauhi tristan. Tapi laki-laki itu sendiri juga berfikiran demikian.


☀☀☀


Setelah menikmati makan siangnya, nana langsung berjalan kembali keruangan zizi karena saat ini adalah waktunya wanita itu memeriksakan kandungannya.


"Oh akhirnya lo datang juga. Gue udah nunggu lo sampai jamuran nyonya muda Rajendra" Sahut zizi dengan kesal. Bagaimana tidak, ia telah menunggu nana di ruangannya hampir setengah jam.


"Maaf kan pasienmu ini dokter zizi" Ucap nana memelas lalu tertawa dengan ucapannya sendiri.


"Baiklah.. Sekarang silakan naik keatas timbangan. Aku akan mengukur berat badan dan tinggi badan mu" Titah dokter zizi. Nana menuruti apa yang diperintahkan oleh zizi kepadanya. Dan zizi segera melihat BB dan TB dari pasien spesialnya ini.


"Sekarang ayo naik ketempat tidur." Titah zizi lagi. "Apa suamimu tidak ingin ikut melihat perkembangan anak kalian ?" Tanya zizi kemudian.


"Tidak. Dia lagi sibuk dikantor nya" Jawab nana yang diangguki oleh zizi.


"Siapa bilang aku sibuk. Aku juga ingin melihat calon anak ku" Seru seseorang yang baru saja datang. Ia berdiri diambang pintu.


"Mas, kamu datang ?" Tanya nana dengan kaget.


"Tentu saja" Jawab zayyan yang langsung menutup pintu lalu berjalan kearah istrinya saat ini.


"Aku akan mengukur tekanan darah nana terlebih dahulu" Izin zizi.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, dokter zizi" Seru zayyan yang saat ini sudah berada disisi nana.


Zizi langsung mengecek tanda vital nana dimulai dari tekanan darah, Nadi, RR dan suhu. Setelah itu langsung melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh.


Zizi langsung mengoleskan jelly untuk menghilangkan lapisan udara di atas kulit perut yang dapat memantulkan kembali gelombang suara dari transduser. Kemudian, alat USG digerak-gerakkan di atas perut.


"Sekarang lihat lah anak kalian di layar monitor itu" Seru zizi menunjuk layar monitor yang ada dihadapan nana dan zayyan.


Nana dan zayyan langsung melihat kearah monitor. Nana tersenyum melihat perkembangan janin yang ada didalam kandungannya. Sementara zayyan tercengang melihat apa yang ada dihadapanya saat ini.


Zizi lalu memasangkan alat pendengar detak jantung bayi. Dan iya, mata zayyan sampai berkaca-kaca mendengar suara detak jantung anaknya.


"Apa itu adalah bunyi detak jantung anak ku ?" Tanya zayyan pada zizi. Sebagai jawaban zizi menganggukan kepalanya.


"Iya, itu adalah bunyi detak jantung anak kalian. Sejauh ini keadaan bayi yang ada didalam kandungan nana baik-baik saja dan tidak ada masalah. Begitupun dengan ibu nya. Mereka berdua sepertinya sangat sehat. Tapi harus tetap menjaga nutrisi selama kehamilan" Jelas zizi. Gadis itu menghapus jelly yang ada di perut nana lalu menutup kembali perut wanita hamil itu.


Nana dan zayyan mengikuti zizi untuk duduk diatas kursi yang tersedia di hadapan meja kerja zizi.


"Mm.. Aku ingin bertanya padamu dokter zizi" Tanya zayyan dengan formal. Mendengar itu zizi tertawa, ia merasa lucu jika harus berbicara dengan formal dihadapan sahabat dan suaminya.


"Tidak perlu terlalu formal kak zayyan. Aku adalah sahabat nana, jadi anggap aku sebagai sahabat mu atau sebagai adik mu saja" Tutur zizi.


"Baiklah kalau begitu. Aku ingin bertanya pada ku zi, apa saat wanita hamil boleh melakukan hubungan suami istri ?" Tanya zayyan dengan ragu.


Mendengar itu zizi langsung tertawa. Memang tidak heran lagi, karena setiap suami akan selalu menanyakan itu saat mengantar istrinya cek kehamilan. Namun disisi lain, nana menjadi sangat malu karena pertanyaan suaminya itu. Mukanya saat ini sudah sangat merah seperti kepiting rebus.


"Aww....." Keluh zayyan pada nana.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment.


Part hari ini sampai sini aja dulu ya. Soalnya author capek kalau harus ngetik lebih panjang lagi 😁 Ini aja udah hampir 2000 kata dalam satu part. Jadi partnya akan author lanjutkan besok lagi. Terima kasih pengertiannya ☺

__ADS_1


Happy Reading, Semoga suka ❤


Kerinci, Jambi 28 September 2020


__ADS_2