Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 62 Kembali Bukan Untukmu


__ADS_3

"Tapi kenapa olive tidak boleh digendong mommy nana ?" Tanya anak itu dengan polos.


"Kerena didalam perut nya mommy nana ada adik bayi sayang, nanti kalau misalnya olive gendong sama mommy nana, adik bayinya bisa terluka" Jelas shakira memberikan pengertian pada anaknya.


"Benarkah mommy ? Apa disini ada adik bayi ?," Tanya gadis kecil itu pada nana menggunakan bahasa cadelnya.


Nana mengangguk lalu tersenyum pada putri dari kakaknya itu "Iya sayang" Ujarnya kemudian.


"Apa aku boleh menciumnya mommy ?" Tanya nya dengan penuh harap.


"Tentu saja boleh. Adik bayinya pasti akan seneng jika dicium sama..." Ucapannya terputus saat mengingat sesuatu.


"Jika adik bayi nya sudah lahir, olive mau dipanggil apa ?" Tanya nana. "Kakak ? Cici ? Atau Teteh ?" Ujar nana memberikan pilihan.


Gadis kecil itu tampak berfikir sejenak namun mengundang tawa karena kegemasannya saat berfikir seperti orang dewasa. "Kenapa kalian tertawa ?" Tanya nya bingung.


"Ah tidak apa-apa sayang, hanya saja kau terlihat lucu sekali" Seru shakira.


"Olive belum menjawab pertanyaan mommy tadi" Seru nana.


"Aku mau dipanggil teteh saja" Ucapnya memberi jawaban.


"Baiklah teteh olive" Ucap nana namun dibantah oleh olive.


"Bukan teteh olive mommy" Bantah olive.


"Lalu ?" Tanya nana bingung. Bukan kah tadi dia sendiri yang meminta dipanggil teteh, pikir nana.


"Namaku adalah Azzahra Oliver Rajendra. Jadi aku mau dipanggil Teteh Ara oleh dedek bayi" Ujarnya berbicara seperti layaknya orang dewasa.


Nana tersenyum gemas melihat tingkah keponakannya itu, "Iya baik lah, Teteh Ara" Seru nana dengan senyum nya.


🌈🌈🌈


Sekarang sudah semakin larut, suasana pun telah berubah menjadi sunyi. Zizi dan Tristan sudah pulang sejak tadi, sementara Shakira, Juna dan Olive memilih menginap di kediaman Abimanyu.


Tapi anggota keluarga Abimanyu masih berkumpul bersama di Ruang keluarga. Mereka saling melepas rindu karena tidak bertemu selama sebulan ini.


"Dek, memangnya kamu kemana aja sih selama sebulan ini?," Tanya shakira. Ia begitu penasaran kemana nana berada selama sebulan ini. Padahal zayyan sudah menyuruh anak buahnya mencari keseluruh kota dan negara, tapi tetap saja tidak ketemu.


"Aku pergi kedesa kak. Ke kampung halamannya tante jihan. Lebih tepatnya kerumah neneknya zizi" Jawab nana apadanya.


"Dimana ?" Tanya shakira penasaran.


"Didesa pujon kidul, malang" Jawab nana apa adanya.


"Uhukk" Mendengar nama desa itu juna jadi tersedak, hingga membuat semua orang bertanya-tanya dan penasaran. Seperti ada sesuatu yang diketahui oleh juna tentang desa itu.

__ADS_1


"Kak juna kenapa ?" Tanya nana.


"Ah.. Hmm.. Tidak apa-apa" Jawab juna gugup. Sebenarnya nana curiga pada juna namun ia tidak mau memperdebatkan itu semua, jadinya ia memilih diam.


"Kenapa tidak menghubungi kami ?" Tanya mama yanti sedikit mengintimidasi.


"Maaf.. Nana hanya ingin menenangkan pikiran dan hati nana saja ma" Jawab nana tertunduk.


"Ma.. Jangan menyalahkan nana lagi" Tegur papa dion yang membuat mama yanti diam.


Namun pandangan mama yanti teralihkan pada sosok gadis kecil yang tengah mengelus perut nana dengan sayangnya.


"Mommy, kapan adik bayi akan lahir ?" Tanya olive.


Nana terdiam, dia bingung bagaimana cara menjelaskan pada gadis kecil yang tingkat keingintahuannya itu sangat tinggi. "Hm.. Adik bayi baru akan lahir jika usianya udah sebilan bulan nak. Dan itu masih sangat lama" Jawab nana pada akhirnya.


"Huft.. Padahal aku ingin sekali bermain dengan nya mi" Seru olive menghela nafasnya.


"Teteh ara harus sabar dulu ya, sampai dedek bayinya lahir" Jawab nana berusaha memberikan pengertian pada keponakan nya itu.


Gadis kecil itu kembali mengelus perut nana, "Dedek bayi jangan nakal ya diperutnya mommy ya" Ucap nya seolah-olah memang sedang berbicara pada bayi yang ada dikandungan nana.


"Iya teteh, aku janji ngak akan nakal dalam perut nya mommy" Jawab nana. Gadis kecil itu langsung mencium perut nana dengan segenap kasih sayang nya. Sepertinya ia benar-benar sangat menyayangi adik yang bahkan belum pernah ia lihat bagaimana bentuknya.


🌈🌈🌈


Saat didalam mobil, shakira teringat dengan kejadian semalam dimana juna tersedak ketika mendengar nama desa pujon kidul. Sama seperti nana, ternyata shakira juga mencurigai juna, ia tau ada yang disembunyikan oleh suaminya itu darinya.


"Sayang" Panggil shakira. Juna menoleh sejenak kearah shakira lalu kembali fokus kedepan karena memang dia sedang menyetir mobil.


"Ada apa sayang ?" Jawab juna.


"Hmm.. Aku boleh nanya ngak ? Tapi aku mau kamu jawab jujur" Seru shakira dengan hati-hati.


"Nanya apa ?" Jawab juna.


"Tapi kamu jangan marah ya" Ucap shakira dengan ragu.


"Iya sayang, aku janji ngak bakalan marah" Jawab juna dengan satu tangan mengelus kepala istrinya.


"Semalam itu, kamu bohongkan ?" Ucap shakira to the point.


"Bohong ?" Jawab juna bingung.


"Iya, aku tahu kamu pasti tau sesuatu tentang desa pujon kidul itu" Seru shakira yang membuat juna jadi gugup.


"Jawab aku dengan jujur. Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari ku. Jangan-jangan..." Ucap shakira yang sengaja menjeda kalimatnya.

__ADS_1


Juna yang mengerti bahwa istrinya sedang berfikir yang tidak-tidak itupun langsung membantahnya, "Jangan berfikir yang macam-macam sayang, aku tidak mungkin menghianatimu" Bela juna.


"Jika bukan itu lalu apa ? kenapa kamu tidak mau memberi tau ku" Ucap shakira yang pura-pura ngambek.


"Baiklah aku akan katakan semuanya tapi janji untuk merahasiakan nya untuk sementara ini" Ucap juna yang terpaksa memberitau shakira.


"Sebenarnya kamaren itu kak zayyan sedang membangun proyek di desa kidul itu. Dua minggu yang lalu dia juga sempat kesana untuk mengecek proyek itu. Tapi aku juga heran kenapa dia tidak bertemu dengan nana disana ya" Jelas juna.


"Dan satu lagi, apa kamu tau ?" Tanya zayyan yang dijawab shakira dengan gelengan kepalanya.


"Disana kak zayyan sedang membangun sebuah klinik swasta sebagai hadiah untuk nana" Lanjut juna yang membuat shakira terkejut hingga membulatkan mulutnya. (Jangan terlalu gede ya shakira nganga nya, nanti bisa masuk nyamuk kedalam mulut lo. Wkwkwk)


🌈🌈🌈


Zayyan terlihat terburu-buru kerumah sakit untuk menemui nana. Iya, laki-laki itu tadi tidak sengaja mendengar percakapan shakira dan juna tentang kepulangan nana kerumah orang tuanya. Ia juga dengar kalau hari ini nana langsung masuk kerja kerumah sakit karena telah terlalu lama mengambil cuti.


"Sayang" Panggil zayyan sambil memeluk seorang wanita dari arah belakang. Ia semakin mengeratkan pelukannya ketika wanita itu memberontak ingin dilepaskan.


"Zayyan" Seru nana saat berhasil lepas dari pelukan suaminya.


"Iya ini aku" Seru zayyan. Ia kembali memeluk wanita yang selama sebulan ini ia cari. Sementara nana hanya terdiam membisu saat diperlakukan seperti itu.


"Lepasin" Ucap nana memberontak ingin lepas dari dekapan sang suami.


"Ngak, aku ngak akan lepasin kamu" Jawab zayyan. Ia semakin mengeratkan pelukan nya agar nana tidak bisa lepas dari pelukannya. Rasanya ia ingin selalu memeluk istrinya agar tidak pergi lagi darinya.


"Aku bilang lepasin" Bentak nana hingga zayyan melepaskan pelukannya. Nana hendak pergi dari sana namun tangannya dicekal oleh zayyan.


"Kamu mau kemana ? Aku mohon jangan pergi lagi" Ucap lelaki itu.


"Ayo kita pulang kerumah" Ajak zayyan menarik tangan istrinya Namun ditahan oleh nana.


"Aku ngak mau" Jawab nana. "Sekarang lepasin tangan aku dan biarkan aku pergi" Seru nana dengan sorot mata yang tajam.


"Ngak. Kamu sekarang udah kembali dan aku ngak akan biarkan kamu pergi lagi" Ujar zayyan yang masih menahan tangan nana.


Mendengar itu, nana langsung berdiri dengan tegap dihadapan zayyan. Ia bersikap kuat meskipun sebenarnya hatinya saat ini sedang rapuh.


"Kalau begitu dengar kan aku tuan zayyan. Aku memang telah kembali sekarang, tapi perlu kamu ingat satu hal bahwa AKU KEMBALI BUKAN UNTUK MU" Seru nana dengan tegas. Ia sengaja menekan kalimat terakhirnya.


"Jadi jangan menganggu ku lagi" Ucapnya sebelum pergi dari hadapan suaminya itu. Namun zayyan masih terdiam mendengar kalimat terakhir istrinya itu. Rasanya begitu sakit saat mendengar kalimat itu langsung dari wanita yang ia cintai. Ia tahu bahwa ia salah, tapi haruskah dia dihukum seberat ini ? Pikirnya.


To Be Continue..


Ayo dong, kasih Votenya 😟 Biar author tambah semangat buat nulisnya. Jangan lupa juga tinggalin jejak dengan cara Like dan Koment disetiap bab nya ya. Terima Kasih


Happy Reading, Semoga Suka ☺

__ADS_1


Kerinci, Jambi 21 September 2020


__ADS_2