Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 74 Welcome Back


__ADS_3

Pagi pun telah. Mentari telah naik keperedarannya. Secercah cahaya masuk disela tirai hingga mengenai mata nana. Wanita itu terjaga dari tidurnya saat cahaya itu menyilaukan matanya. Namun ia merasa ada sesuatu yang berat menindih perutnya.


"Oh ya ampun, dia selalu mencuri kesempatan dalam kesempitan" Seru nana saat melihat sebuah tangan melingkar di atas perutnya. Tangan siapa itu ? Tangan siapa lagi kalau bukan suaminya, si Tuan Gunung es yang sekarang sudah mulai sedikit mencair.


Nana berusaha menyingkarkan tangan zayyan tapi bisa.


"Zayyan, ayo bangun" Seru nana mengoyangkan tubuh zayyan. Namun bukannya bangun, laki-laki itu malah mengeratkan pelukannya.


"Zayyan ayo bangun. Tangan mu menindih perutku" Seru nana dengan sedikit berteriak hingga membuat zayyan kaget.


"Ada apa ? Kenapa berteriak pagi-pagi begini ?" Tanya zayyan dengan suara orang khas bangun tidur.


"Ayo singkarkan tangan mu dari perut ku. Tangan gajah mu itu menindih anak ku didalam sini. Nanti dia bisa terluka" Gerutu nana.


"Apa kau bilang ! Anak mu ?" Tanya zayyan balik.


"Iya anak ku, memang siapa lagi" Seru nana.


"Hey, dia itu juga anak ku !! Apa kau lupa nona navya, aku yang menyemprotkan benih ku kedalam rahim mu. Jadi dia itu anak ku" Protes zayyan.


"Tapi aku yang mengandungnya. Jadi dia anak ku" Bantah nana. Wanita itu sepertinya tidak mau mengalah pada suaminya itu.


"Huft.. Baiklah kalau begitu. Karena aku yang menyemprotkan benih itu dan kau yang mengandungnya. Maka anak ini adalah anak kita. Okee" Putus zayyan agar tidak ada perdebatan diantara mereka pagi-pagi begini.


"Huh.. Menyingkirlah aku mau mandi" Seru nana menjauhkan tangan zayyan. Tapi zayyan sepertinya begitu enggan untuk melepaskan pelukan nana.


"Apa kau tidak mau mandi dengan suami mu ini ? Katanya mandi dengan suami itu juga adalah ibadah" Seru zayyan menggoda nana.


Mendengar itu mulut nana menganga dan muka nya memerah. "Dasar mesum" Teriak nana dengan memukul dada zayyan.


"Hhaha.. Apa kau malu ? Lagipula jika mesum dengan istri sendiri apa salahnya ?" Seru zayyan dengan santainya.


"Huh, kau sungguh menyebalkan zayyan" Kesal nana.


"Baiklah aku akan melepaskan mu tapi ada syaratnya" Ujar zayyan. Namun nana tidak menanggapinya. Wanita itu hanya diam.


"Ya sudah kalau tidak mau" Kata zayyan yang kini sengaja mengeratkan pelukannya.


"Ya sudah cepat katakan apa syaratnya ?" Seru nana.


"Cium aku dulu, baru aku akan melepaskan mu" Zayyan sengaja memberikan syarat itu kepada nana.


"Apa ? Tidak.. Tidak.. Aku tidak mau" Tolak nana.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo pejamkan matamu kembali karena aku tidak akan melepaskan mu sebelum kau menciumku" Tutur zayyan.


"Tapi zayyan mama pasti sudah menunggu kita dibawah" Nana berusaha memberikan alasan agar zayyan melepaskannya tanpa harus mencium laki-laki itu terlebih dahulu.


"Biarkan saja. Mama dan papa pasti akan mengerti" Jawab laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu.


"Baiklah" Ucap nana pada akhirnya. Ia memilih mengalah karena merasa percuma saja kalau terus berdebat dengan zayyan. Laki-laki itu tetap tidak akan melepaskannya tanpa sebuah ciuman.


Cup..


"Sudah. Aku sudah memberikan apa yang kau inginkan, sekarang lepaskan aku" Kata nana setelah mencium pipi zayyan.


"Tapi aku tidak minta cium disitu, sayang." Bantah zayyan.


"Lalu ?" Tanya nana.


"Cium aku disini" Zayyan menunjukan bibirnya. Nana terperangah mendengar permintaan zayyan yang aneh itu.


Cup...


Tanpa mengatakan apapun nana menuruti keinginan suaminya itu, agar dia bisa cepat keluar dari kamar.


"Sekarang singirkan tanganmu" Seru nana yang saat ini sudah mulai kesal dengan zayyan. Laki-laki itupun segera melepaskan nana.


...***...


Saat ini mereka telah berada dimeja makan. Bergabung bersama papa dion dan mama yanti.


"Maafkan nana ma karena tidak membantu mama membuatkan sarapan" Seru nana merasa tidak enak karena tidak membantu mamanya didapur.


"Tidak apa-apa sayang. Lagi pula mama hanya membuat nasi goreng saja pagi ini" Seru mama yanti dengan tersenyum.


Nana mengangguk lalu menyendokkan nasi goreng kedalam piring suaminya terlebih dahulu baru kepiring nya setelah itu.


Mereka menikmati sarapan pagi tanpa ada suara sedikipun. Hanya ada bunyi sendok dan garpu yang beradu dengan piring.


Kebetulan hari ini adalah weekend, jadi mereka tidak perlu tergesa-gesa untuk pergi.


"Apa kalian akan pulang pagi ini ?" Tanya papa dion.


"Iya pa, tadi ibu sudah menelfon. Katanya Ayo segera bawa menantu ibu pulang kerumah" Ujar zayyan menirukan gaya bicara ibu nya.


Mendengar itu, kedua manusia paruh baya yang beda kelamin itupun tertawa. "Baiklah, mama akan izinkan kamu membawa putri mama pergi. Tapi sebagai syaratnya kalian harus mengunjungi mama dan papa minimal seminggu sekali" Tutur mama yanti.

__ADS_1


"Tenang saja ma. Kami pasti akan sering kesini mengunjungi kalian" Jawab zayyan.


Saat ini mereka telah selesai sarapan pagi. Zayyan dan nana pun juga sudah siap untuk kembali ke kediaman Rajendra.


Mereka berdua berpamitan pada mama yanti dan papa dion terlebih dahulu sebelum pergi.


"Ma. Nana pergi dulu ya" Seru nana memeluk sang mama. Lalu beralih pada papa dion. Nana juga memeluk erat sang papa.


"Nana titip mama ya pa."


Zayyan juga berpamitan pada mertunya sebelum membawa nana pergi kerumahnya. Setelah selesai acara pamit-pamitan, mereka langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Rajendra.


...***...


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit. Akhirnya mereka tiba di kediaman mewah keluarga Rajendra. Zayyan segera turun dari mobilnya begitupun dengan nana.


Mereka segera masuk dengan berjalan beriringan. Semua keluarga ternyata telah menunggu mereka diruang tamu. Ibu ranya tampak berdiri ketika melihat nana datang bersama putranya.


"Welcome Back Sayang" Seru ibu ranya langsung memeluk menantu kesayangannya itu.


"Terima kasih bu" Sahut nana membalas pelukan ibu mertuanya.


"Selamat datang kembali dirumah mu, nak" Ujar ayah marvin yang juga ikut memeluk nana. Wanita itu membalas pelukan ayah marvin sambil tersenyum lembut.


Nana beralih memeluk bibi citra dan menyalami tangan paman bimo. Dan yang terakhir adalah kakak dan kakak iparnya.


"Uhh sayang kuu, kemarilah" Seru shakira merentangkan tangannya agar nana bisa leluasa masuk kedalam pelukannya.


"Aku juga mau ikut" Ucap juna yang ingin memeluk shakira dan nana tapi ditarik oleh zayyan.


"Jangan coba-coba memeluk istri ku" Peringat zayyan. Laki-laki itu kini berubah menjadi sangat posesif jika tentang nana. Ia seakan tidak rela jika ada laki-laki lain yang memeluk istrinya kecuali dia sendiri.


"Kenapa ? Dia adalah adik sekaligus kakak ipar ku. Kenapa aku tidak boleh memeluknya" Ucap juna tidak terima.


"Awas saja jika kau berani. Akan ku parahkan lehermu" Ancam zayyan. Semua orang tertawa melihat sikap posesifnya zayyan. Mereka tidak memasukan omongan zayyan kedalam hati karena mereka tau zayyan hanya bercanda saja.


"Dasar bucin. Dulu aja ngak peduli sama istri, sekarang malah marah-marah kalau gue peluk" Gerutu juna yang berhasil membuat semua orang tertawa kembali.


Jangan lupa Tinggalin jejak ya dengan cara Like, Vote dan Koment..


Happy Reading, Semoga Suka ☺


Kerinci, Jambi 27 September 2020

__ADS_1


__ADS_2