
Hari ini Zayyan sengaja pulang lebih cepat dari kantor nya. Tiba-tiba saja ia sangat merindukan dua sosok yang sangat berharga bagi dirinya, siapa lagi kalau bukan Nana dan Keel.
Sejak berada dikantor, Zayyan selalu saja memandang sebuah foto yang terletak di atas meja kerjanya. Foto yang memperlihatkan gambar dirinya dan juga Nana beserta dengan putranya.
Saat ini ia telah sampai di depan kediaman utama Rajendra. Ia segera melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum." Ucapnya saat pertama kali masuk kedalam rumah. "Sayang.. Sayang kamu dimana ?." Panggilnya.
Tak ada jawaban dari panggilan Zayyan meskipun ia telah memangil berulang kali. Ia pun bingung kemana istri dan anaknya itu pergi. Rumah juga terlihat sepi saat ini, sepertinya ibu ranya juga pergi.
"Bi, kemana perginya orang-orang ?." Tanya Zayyan pada seorang maid.
"Nyonya besar dan nyonya muda tadi pergi kerumah Tuan Bima, tuan. Tadi non olive merengek pengen ketemu sama tuan muda keel." Jawab maid itu apa adanya.
Zayyan menganggukkan kepalanya pelan. "Baiklah bi, terima kasih." Ucapnya dengan sopan.
Zayyan langsung berjalan kembali masuk kedalam mobilnya. Ia berencana ingin menyusul mereka kerumah pamannya. Lagi pula ia juga sudah sangat merindukan putri dari adiknya itu. Zayyan memang selalu menganggap olive seperti anaknya sendiri sejak dulu hingga sekarang.
Jarak antara kediaman utama Rajendra dengan rumah paman bimo memang tidak terlalu jauh. Hanya akan memakan waktu selama 10 menit saja untuk sampai di rumah pamannya itu.
***
"Ayaahhh." Olive yang melihat Zayyan telah datang langsung berhamburan berlari memeluk ayah dari baby keel itu. Semua orang langsung menoleh pada Zayyan.
Gadis kecil itu terlihat sangat senang dengan kedatangan Zayyan. Sepertinya putri dari arjuna dan juga shakira itu juga sangat merindukan kakak dari ayahnya yang sudah ia anggap sebagai ayah nya sendiri.
"Hay sayang." Jawab Zayyan sembari mendekap olive kedalam pelukannya.
"Teteh kangen banget sama ayah. Kenapa ayah ngak pernah jengukin teteh lagi ? Ayah udah ngak sayang lagi ya sama teteh ?." Tanya gadis kecil itu dengan sendu. Semenjak kelahiran baby keel, semua orang memang sudah membiasakan memanggil olive dengan panggilan teteh. Alasannya sederhana, biar nanti ketika besar keel tidak cangung memanggil olive dengan sebutan itu.
"Benarkah begitu ?." Tanya Zayyan yang diangguki oleh olive. "Ayah juga sangat merindukan olive." Ujarnya dengan tersenyum.
"Assalamualaikum bibi, paman." Sapa Zayyan yang langsung mencium punggung tangan paman dan bibinya. Lalu beralih pada ibunya. Laki-laki itu juga tidak lupa menyapa Adik dan adik iparnya, Arjuna dan Shakira.
Zayyan mendudukan dirinya disamping Nana. "Mas tau dari mana kalau kita disini ?." Tanya Nana pada Zayyan.
"Dari bi inah." Jawab Zayyan. "Hay jagoan ayah, lagi ngapain hmm ?." Tanya Zayyan langsung mencium pipi gembulnya baby keel.
"Mas jangan cium-cium keel kayak gitu, nanti dianya bangun loh." Protes Nana pada Zayyan.
"Kalau cium-cium kamu boleh ngak ?." Goda Zayyan.
Mendengar itu pipi Nana langsung berubah menjadi merah merona. Ia jadi sangat malu mendengar ucapan suaminya dihadapan banyak orang.
"Aww.. Kenapa dicubit sih sayang." Keluh Zayyan sembari memengang pinggangnya yang dicubit oleh Nana.
"Ya habisnya mas sih, masa bilang kayak gituan dihadapan banyak orang, aku kan jadi malu." Ucap Nana mengerucutkan mulutnya. Sementara orang-orang hanya tertawa melihat pasangan itu.
"Oo.. Jadi istrinya mas malu ! Kenapa harus malu sih, kan wajar-wajar aja kalau mas cium istri mas." Seru Zayyan.
"Mulai lagi deh ngebucinnya.. Kalau mau mesra-mesraan mending dikamar aja, jangan disini." Kali ini juna yang memprotes pasangan itu.
"Yee.. Iri bilang bos." Celutuk ayah dari baby keel itu.
***
Saat ini mereka telah kembali kekediaman utama Rajendra. Nana berjalan menaiki anak tangga satu persatu.
"Sayang." Panggil Zayyan.
"Hmm." Sang istri hanya menjawab dengan deheman sembari membaringkan sang putra di didalam box bayi.
"Sayang." Panggil Zayyan lagi.
"Hmm." Lagi-lagi wanita itu hanya menjawab dengan deheman saja.
"Sayang." Zayyan tidak berhenti memanggil Nana sampai wanita itu menjawab dengan benar.
"Ada apa ?." Tanya Nana yang saat ini sudah menoleh kearah Zayyan.
Tak sampai disitu, Zayyan masih saja terus memanggil istrinya itu. Sepertinya ia kurang puas dengan jawaban istrinya.
"Sayang." Panggil nya lagi dengan manja.
__ADS_1
"Iya sayang, ada apa ?." Jawab Nana dengan sedikit jengah. Bagaimana tidak, dari tadi suaminya itu terus saja memanggil nya tanpa memberitau apa yang ingin dia katakan.
Jawaban terakhir dari Nana itu mampu membuat Zayyan tersenyum. "Duduk disini dulu." Jawab Zayyan menepuk bagian kosong disebelahnya. Tanpa membantah lagi Nana langsung berjalan dan duduk disamping suaminya itu.
"Ada apa sayang ?." Tanya Nana sembari menatap wajah Zayyan.
Zayyan langsung membaringkan tubuhnya dengan kepalanya diatas pahanya Nana. "Sayang, mas mau ngomong sesuatu sama kamu." Seru Zayyan.
"Mau ngomong apa ?."
"Mas mau apapun yang terjadi nanti, kamu tetap percaya sama mas. Kamu harus tetap yakin kalau mas sayang sama kamu dan juga anak kita, kalau mas ngak akan pernah hianatin kamu."
"Kamu harus janji kalau kamu harus tetap selalu percaya sama mas meski apapun yang nanti akan kamu lihat." Ucap Zayyan tiba-tiba. Entah ada angin apa, tiba-tiba saja Zayyan berbicara seperti itu.
Meskipun banyak pertanyaan dalam benaknya saat ini, tapi Nana memutuskan untuk mengikuti keinginan suaminya itu. "Baiklah mas. Tapi kamu juga harus janji untuk tidak membohongi ku." Seru Nana yang hanya dijawab dengan senyuman kecil oleh Zayyan.
"Maaf sayang, aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya sama kamu. Aku takut kamu marah dan tidak bisa menerima ini semua." Gumam Zayyan dalam hatinya.
***
Keesokan harinya, mentari memancarkan sinarnya keseluruh seantero dunia.
Jam telah menunjukan pukul 12.00 Siang. Nana tampak tengah memasukan makanan kedalam rantang. Entah kenapa hari ini Nana sangat ingin makan siang bersama suaminya dikantor.
"Bu, Nana titip Keel bentar ya." Ucap Nana pada ibu mertunya.
"Kamu mau kemana sayang ?." Tanya sang ibu mertua - Ranya.
"Nana mau antar makan siangnya mas Zayyan sekalian makan siang bersama dikantor bu." Jawab Nana apa adanya.
Mendengar itu, ibu ranya tersenyum. Tentu saja ia tidak akan keberatan karena ia malah akan senang melihat anak dan menantunya sudah tidak saling bersikap dingin seperti dulu lagi.
"Pergilah nak, biar keel ibu yang jaga."
Nana langsung berangkat kekantor Zayyan diantar oleh sopir. Tak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk bisa sampai disana. Nana langsung masuk kedalam kantor dengan senyuman yang mengembang, para karyawan tidak lagi menghalangi Nana karena memang mereka sudah tau bahwa wanita yang berprofesi sebagai seorang dokter itu adalah istri dari bos mereka.
"Hay mbak, hay kak." Sapa Nana pada alexa dan juga Raka.
"Nana." Ucap mereka hampir bersamaan dengan terkejut. Ini tidak benar, sesuatu pasti akan terjadi jika Nana masuk kedalam ruangannya Zayyan. Tapi bagaimana mereka akan mengentikan Nana saat ini.
Betapa terkerjutnya Nana saat melihat Zayyan begitu dekat dengan seorang wanita. Ia langsung menjatuhkan rantang yang dipengangnya kelantai. Air matanya pun langsung mengalir membasahi wajah cantiknya.
Melihat kedatangan istrinya, Zayyan sangat terkejut. Ia tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. "Nana." Panggil Zayyan melihat Nana hanya mematung dipintu.
"Nana tunggu, aku bisa jelaskan semuanya." Seru Zayyan yang langsung mengejar Nana keluar kantor.
"Sayang, aku mohon dengarkan aku dulu." Mohon Zayyan dengan wajah memelas. Nana menghela nafas dengan air mata yang terus saja mengalir.
"Baiklah, aku akan dengarkan apa yang ingin kamu jelaskan." Ucap Nana. Sejujurnya ia juga tidak percaya dengan apa yang ia lihat tadi, makanya ia memilih memberikan Zayyan kesempatan untuk menjelaskan semuanya.
Zayyan langsung menarik Nana untuk masuk kedalam mobilnya. "Ayo ikut aku."
Laki-laki itu langsung mengemudikan mobilnya membelah jalanan ibu kota Jakarta. Lalu tiba-tiba menghentikan mobilnya disebuah taman kota.
"Apa yang ingin kau jelaskan ?." Seru Nana tanpa melihat kearah Zayyan. Hati Zayyan serasa sangat sesak saat melihat istrinya saat ini.
"Sayang dengarkan aku, apa yang kau lihat tadi tidak seperti apa yang pikirkan. Bukankah sudah ku katakan pada semalam, apapun yang terjadi tetaplah percaya pada ku. Aku tidak akan mungkin menghianatimu karena aku menyayangi." Ucap Zayyan.
"Lalu apa yang aku lihat tadi ? Bisakah aku tetap percaya padamu disaat aku melihat sendiri apa yang kau lakukan dibelakang ku ?" Tanya Nana dengan tangisannya.
"Huft.. Baik aku akan jelaskan semuanya pada mu. Aku harap kau percaya apa yang aku katakan."
"Sebenarnya wanita itu adalah mantan kekasih ku. Namanya adalah Zeline. Dia adalah cinta pertamaku, dan aku sangat mencintainya. Hingga suatu ketika aku melihat sendiri dengan mata kepalaku ...." Zayyan menjelaskan semuanya pada Nana tanpa ada yang disembunyikannya lagi. Ia juga menjelaskan rencana mereka nanti malam untuk membongkar kejahatan Zeline dan juga ayahnya.
"Apa kau percaya pada ku ?." Tanya Zayyan setelah selesai menjelaskan semuanya pada Nana. Sementara Nana berusaha mencari kebohongan dari tatapan mata Zayyan, tapi ia sama sekali tidak menemukanny.
"Jika kau tidak percaya pada ku, kau bisa tanyakan langsung pada Alexa dan juga Raka." Seru Zayyan dengan sendu. Ia benar-benar sedih melihat nana salahpaham padanya.
"Aku percaya pada mu." Ucap Nana pada akhirnya. Mendengar itu Zayyan sangat bahagia, akhirnya wanita yang sangat ia cintai itu akhirnya mempercayainya juga.
Zayyan langsung memeluk erat tubuh nana, ia juga membenam sebuah ciuman yang cukup lama dikepala sang istri.
***
__ADS_1
Malam telah tiba, sudah waktunya mereka menjalankan rencana mereka. Alexa dan Raka sengaja bersembunyi ditempat yang tidak terlalu jauh dari tempat Zayyan. Sementara Nana dan juga baby keel berada didalam mobil, mereka baru akan keluar ketika waktunya telah tepat.
"Hay, sayang. Maaf karena membuat mu menunggu terlalu lama." Seru Zeline yang baru saja sampai.
"Ah.. Tidak apa-apa sayang. Aku juga baru sampai." Jawab Zayyan yang tak kalah manisnya. Ia memang sengaja bersikap baik pada zeline meskipun sebenarnya ia begitu jijik jika harus bersikap seperti ini pada wanita licik ini.
Zayyan memanggil pelayan dan mereka segera memesan makanan. Sembari menunggu makanan sampai, mereka memilih mengobrol mengingat-ingat kenangan terindah mereka saat dulu.
Meskipun Zayyan sudah sangat jengah saat ini, namun ia harus tetap bersabar bermain drama dihadapan Zeline. Hingga waktunya benar-benar tepat untuk mengungkapkan kebenaran dan kelicikan dari Zeline dan ayahnya.
Seperti rencana mereka kemarin, mereka berhasil menculik lalu memaksa sekretaris pribadinya tuan riko untuk berpihak kepada mereka.
Setelah puas berbasa-basi, Zayyan pun memilih mengakhiri semua ini.
"Zeline, aku ingin kau berkata jujur pada ku saat ini. Apa alasan sebenarnya kau kembali mendekati ku ?." Tanya Zayyan. Ia sudah tidak sanggup lagi memainkan drama ini.
"Apa maksud mu ? Aku mendekati mu kembali karena aku masih sangat mencintaimu." Jawab Zeline.
"Benarkah ? Apa tidak ada alasan lain selain itu ?." Tanya Zayyan lagi.
"Tidak ada alasan lain lagi sayang. Cuma itu alasan ku satu-satunya, aku sangat mencintai mu dan kau pun masih sangat mencintaiku kan ?." Tanya Zeline.
"Tidak, kau salah besar jika menganggap aku masih mencintai mu Zeline. Penghiatan yang sudah kau torehkan pada ku saat itu sudah menghapus semua rasa yang aku miliki untuk mu." Ucap Zayyan.
"Aku tidak menghianatimu, bukankah sudah kujelaskan semuanya ?." Seru Zeline yang masih kekeh tidak mau mengaku.
Zayyan tersenyum licik "Benar kah ? Lalu apa ini ?." Seru Zayyan.
"A..Apa ?." Tanya Zeline dengan sedikit gugup.
"Apa yang akan terjadi saat ini akan membuatmu sangat terkejut dan tidak bisa mengelak lagi." Seru
Seseorang pun datang bersama Raka dan juga Alexa. "Pak Reno." Ucap Zeline terkejut. Ada ketakutan dan kecemasan dibalik mata Zeline. Apakah rencananya sudah diketahui oleh Zayyan ? Lalu kenapa sekretaris ayahnya ada disini ? Jangan bilang dia menghiati dirinya dan juga ayahnya. Pikiran Zeline berkecamuk.
"Selamat malam nona." Sapa Sekretaris Reno pada Zeline.
"Ke.. Kenapa bapak bisa disini ?." Tanya Zeline dengan gugup.
"Untuk mengungkapkan kebenaran. Maaf nona karena telah menghiati nona dan juga pak riko. Tapi saya pikir, selama ini saya sudah salah karena telah berpihak pada orang jahat seperti kalian."
"Apa yang kalian lakukan selama ini tidak lah benar. Selama ini saya tidak punya pilihan lain selain mengikuti kejahatan kalian yang sering menipu orang. Ini bukan pertama kalinya kalian melakukan ini, sudah banyak korban dan saya sudah tidak bisa melakukan ini lagi."
"Selama ini saya bertahan karena saya pikir saya tidak bisa menghidupi keluarga saya jika kehilangan pekerjaan. Tapi sekarang saya sudah tidak peduli lagi. Karena lebih baik tidak makan dari pada menikmati uang yang sama sekali tidak halal." Ucap Reno yang semakin menyudutkan Zeline.
"Apa yang bapak katakan ?." Ucapnya seolah-olah dialah yang difitnah oleh Reno. "Zayyan jangan percaya padanya, apa yang dia katakan tidak lah benar, dia hanya memfitnah ku dan papa saja." Ujar Zeline memengang tangan Zayyan.
"Lepaskan aku dan jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotormu itu." Ucap Zayyan menghempas tangan Zeline dengan begitu kuat hingga membuat wanita itu mundur beberapa langkah.
"Dan dia tidak sedang menuduhmu, Karena aku punya bukti untuk semuanya." Seru Zayyan memutarkan sebuah vidio. "Apa sekarang kau ingin mengelak lagi nona Zeline Kirania Adisatya ?." Tanya Zayyan.
Karena sudah sangat tersudutkan, Zeline memilih mengakuinya. "Iya, semua itu adalah benar. Aku mendekati mu kembali hanya karena ingin memanfaatkan mu lalu mengambil alih perusahaan mu. Apa kau puas ?." Teriak Zeline.
Zayyan bertepuk tangan dengan senyuman liciknya "Waw Zeline... Kau ingin menipu ku tapi malah kau sendiri yang tertipu. Jangan lupakan sesuatu Zeline, bahwa aku adalah Rafael Zayyan Rajendra. Kau tidak akan bisa menipuku karena aku bukan orang bodoh." Ucap Zayyan. Tak lama polisipun datang untuk menangkap Zeline.
"Tangkap dia pak atas kasus penipuan dan pastikan dia dan ayahnya mendekam dipenjara dalam waktu yang lama, jika perlu seumur hidupnya." Seru Zayyan.
"Baik tuan Zayyan. Terima kasih atas kerja samanya." Seru polisi itu yang diangguki oleh Zayyan. Tak lama Nana datang dengan membawa baby keel ditangannya.
Zayyan tersenyum pada Nana. "Oh iya Zeline, satu hal lagi yang harus kamu ketahui. Bahwa kamu sudah lama pergi dari hati ku dan bahkan sekarang sudah digantikan oleh seseorang."
"Kenalkan mereka adalah istri dan anakku. Mereka adalah cinta ku sekarang." Ucap Zayyan sembari mengecup kepala Nana.
Polisipun langsung membawa Zeline kekantor polisi. Sementara Ayahnya - Riko sudah berada disana sejak tadi.
"Terima kasih karena sudah percaya dan tetap disisi ku." Seru Zayyan pada Nana. "Dan terima kasih juga untuk kalian, terima kasih telah membantu ku mengungkapkan kejahatan Zeline dan ayahnya." Sambung Zayyan.
"Untuk mu tuan reno, mulai besok kau bisa datang kekantor ku dan bekerja disana." Ucap Zayyan pada Reno - sekretarisnya Riko.
"Terima kasih pak Zayyan. Anda sudah terlalu baik pada saya." Ucapnya berterima kasih.
Setelah menyelesaikan misi dan rencana mereka. Mereka pun segera kembali kerumah mereka masing-masing begitupun dengan Zayyan dan juga Nana.
Maaf ya, updatenya lama hari ini. Author tadi banyak kerjaan lain yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara Vote, Like dan Koment.
__ADS_1
Happy Reading.
Kerinci, Jambi 14 Oktober 2020