Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 64 Kecelakaan


__ADS_3

Didalam perjalanannya, ia sering meracau memanggil nama nana. Hingga tak menyadari ada sebuah mobil dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi sedang melaju. Mata zayyan membulat ketika menyadarinya, ia berusaha menghindar hingga membuat mobilnya menabrak sebuah pohon yang ada disana.


Kesadaran zayyan pun hilang seiring dengan banyaknya darah yang mengucur dari kepalanya. Kepalanya mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah karena benturan yang sangat keras kearah kaca mobil.


Seketika kerumunan orang berdatangan menghampiri zayyan. Zayyan dibawa kerumah sakit Medikal MR Hospital. Kar,ena memang rumah sakit itu yang terdekat dari situ. Selain itu, sang penolong sempat melihat KTP zayyan dan disana tertera jelas kalau zayyan adalah anggota keluarga Rajendra.


"Dokter.. Suster.. Tolong, ada pasien kecelakaan" Teriak orang yang membawa zayyan kerumah sakit. Para suster langsung berlari membawa sebuah brankar menuju mobil orang yang menolong keluarga Rajendra.


Para suster itu langsung membawa zayyan ke IGD dan diperiksa oleh dokter jaga yang ada disana. Tak lama zayyan dipindahkan keruangan inapnya. Tapi belum ada yang menghubungi keluarga zayyan karena tidak ada dari mereka yang tau nomornya.


💛💛💛


Hari-hari ini, tiba-tiba saja nana ingin pergi ke Rumah Sakit lebih dulu. Entah mengapa sejak bangun dari tidur, perasaan nana jadi tidak enak. Seperti ada sesuatu yang menjanggal tapi dia sendiri tidak tau apa itu.


Wanita cantik itu kini tengah berjalan melewati koridor dan melewati banyak suster dan orang-orang yang berlalu lalang disana.


"Eh, lo tau ngak tadi pagi ada yang kecelakaan karena mabuk-mabukkan. Dengar-dengar sih salah satu anggota keluarga Rajendra, si pemilik rumah sakit ini" Seru seorang suster bercerita pada suster yang lainnya


Deg


Tiba-tiba jantung nana berdegup lebih kencang saat mendengar itu. Karena penasaran dengan berita itu, nana akhirnya mendekati suster-suster itu untuk mencari kebenaran.


"Kecelakaan ? Anggota kelurga Rajendra ? Tapi siapa ?" Tanya nana beruntun pada dirinya sendiri.


"Suster" Panggil nana.


"Eh iya dokter. Ada apa dok ? Ada yang bisa saya bantu ?" tanya suster itu ramah.


"Hm.. Tadi saya dengar ada yang kecelakaan ya ?" Tanya nana.


"Iya dok. Orang itu kecelakaan karena menghindari mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Selain itu, orang itu juga membawa mobil dalam keadaaan mabuk berat dok" Jelas suster itu.


"Terus apa itu dari keluarga Rajendra ?" Tanya nana ragu.


"Saya dengar sih begitu dok" Jawab suster itu lagi.


Deg


Lagi-lagi jantung nana berdebar-debar seakan ada yang terjadi pada orang yang terdekatnya.


"Apa sudah ada yang menghubungi keluarganya ?" Tanya nana.


"Belum dok. Tidak ada yang mempunyai nomor keluarga pasien dok" Jawab suster itu apa adanya. Iya, dirumah sakit ini hanya beberapa orang saja yang tau kalau dokter adalah menantu dari keluarga Rajendra, termasuk suster yang sedang ditanyai oleh nana ini.


"Baiklah kalau begitu suster" Seru nana pada akhirnya. Suster itu mulai melangkah kan kakinya untuk pergi namun lagi-lagi nana menghentikan nya.


"Tunggu sebentar sus" Cegah nana saat suster itu mulai melangkah pergi.

__ADS_1


"Iya dok ?" Seru suster itu.


"Hm.. Apa suster tau dimana pasien itu dirawat ?" Tanya nana hati-hati karena takut suster itu curiga karena ia terlalu banyak bertanya.


"Iya dok. Pasien itu ada diruang inap Cempaka" Jawab suster itu.


"Mm.. Baik terima kasih suster" Jawab nana.


💛💛💛


Nana berjalan mencari ruang inap cempaka. Ia awalnya ragu untuk membuka pintu itu tapi ia berusaha memberanikan dirinya.


Betapa terkejutnya nana saat melihat orang yang tengah berbaring di tempat tidur pasien itu.


"Zayyan" Ucapan itu lolos begitu saja dari mulut nya. Ia membekap mulutnya sendiri karena begitu syok melihat ayah dari anaknya tengah berbaring lemah disana.


Nana berjalan secara perlahan mendekati zayyan. Mata nya mulai berkaca-kaca melihat laki-laki itu.


"Kenapa malah jadi begini ?" Tanya nana pada dirinya sendirinya.


Hingga sampai detik ini, zayyan belum juga bangun dari pingsan nya. Nana juga sudah terlalu lama berada diruangan zayyan.


"Aku akan menghubungi ibu dan ayah" Seru nana. Ia berencana menghubungi mertuanya untuk memberi tau kabar ini. Namun saat nana mulai berdiri dari tempat duduknya, ada sebuah tangan yang menahan nya.


"Jangan pergi, jangan tinggalin aku lagi" Seru zayyan. Nana melihat matanya terpejam namun mulutnya terus saja bergumam.


"Jangan pergi lagi. Aku mohon sayang. Aku bisa mati jika kamu pergi lagi dari ku" Ucap zayyan dengan sendu. Sementara nana hanya terdiam mendengarnya. Tangannya terus berusaha melepaskan tangan zayyan, tapi tetap tidak bisa.


"Zayyan lepasin tangan ku. Aku harus pergi" Seru nana dengan cuek.


"Ngak.. Kamu ngak boleh pergi dari sini" Jawab zayyan bersih kekeh.


"Zayyan aku mau hubungi ayah dan ibu dulu" Ucap nana dengan nan sedikit tinggi.


"Baiklah.. Aku izinkan kamu menghubungi ayah dan ibu tapi kamu harus janji untuk tidak pergi dan menemani ku sini" Seru zayyan pada nana. Nana terdiam, ia tampak berfikir sejenak.


"Iya" Jawab nana kemudian dengan terpaksa. Karena percuma saja melawan saat ini, karena zayyan pasti tidak akan mengizin kan nya pergi, pikirnya.


Nana langsung berdiri lalu menghubungi ayah dan ibu mertuanya. Setelah menghubungi mertuanya, nana memutuskan untuk duduk disofa yang terletak agak jauh dari tempat tidurnya zayyan.


"Sayang" Panggil zayyan pada nana, tapi nana tidak mempedulikannya. Wanita itu hanya diam sembari memainkan handphonenya.


"Sayanggg" Panggil zayyan lagi namun nana tetap saja tidak menoleh padanya.


"Dia panggil siapa sih dari tadi" Gumam nana dalam hatinya. Sebenarnya nana dengar zayyan memanggil tapi ia tidak zayyan sedang memanggil siapa, karena ngak mungkin zayyan memanggilnya dengan panggilan sayang, pikirnya.


"Nanaaa sayanggg.. Dari tadi aku panggilin kok di jawab sih ?" Seru zayyan dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Kamu manggil aku ?" Tanya nana bingung.


"Iya sayang, terus aku panggil siapa lagi kalau bukan kamu" Ucap zayyan.


"Sayang ? Tumben banget manggil gue sayang. Setan apa lagi yang masuk ketubuhnya" Gumam nana menahan tawanya.


"Ada Apa ?" Tanya nana dengan sedikit cuek.


"Aku mau jelasin semua sama kamu" Seru zayyan menatap nana dengan serius.


"Jelasin apa ?" Tanya nana cuek.


"Sebenarnya.." Ucapan zayyan terputus ketika suara pintu terbuka. Ternyata yang masuk adalah dokter yang merawat zayyan.


"Dokter nana" Seru dokter itu saat melihat nana ada diruangan zayyan.


Nana tersenyum, "Dokter Linda" Balas nana.


"Kenapa dokter nana ada disini ?" Tanya dokter linda heran. Soalnya zayyan tidak mengalami masalah pada sarafnya.


"Hmm.. Saya.." Jawab nana gugup.


"Dia istri saya dok" Seru zayyan tiba-tiba. Ia sengaja mengatakan itu dihadapan dokter linda agar ia tidak ada yang salah paham sama nana.


"Benarkah ?" Tanya dokter linda terkejut. Dokter linda menatap nana seakan meminta jawaban. Nana hanya tersenyum canggung lalu mengangguk kan kepalanya.


"Maaf, saya baru tau kalau ternyata dokter nana adalah menantu dari keluarga Rajendra, pemilik rumah sakit ini" Ucap dokter linda sopan namun terkesan sangat formal.


"Tidak usah terlalu formal seperti itu dokter" Seru nana.


"Hhaha.. Baiklah kalau begitu" Jawab dokter linda. "Saya cek kondisinya dulu ya tuan" Seru dokter linda yang disetujui oleh zayyan. Dokter linda langsung memeriksa keadaan zayyan.


"Sudah selesai, keadaan tuan zayyan saat ini sudah lebih membaik" Ucap dokter yang menangani zayyan. "Kalau begitu saya permisi dulu tuan, dokter" Pamitnya sebelum keluar dari ruangan itu.


"Iya, terima kasih dokter" Jawab nana dengan ramah.


"Dokter tadi cantik ya" Seru zayyan dengan sengaja.


"Oh ya ? Kalau begitu kenapa tidak meminta dokter itu saja yang menemani mu disini" Jawab naan dengan ketus.


"Menyebalkan.. Berani sekali dia memuji wanita lain dihadapan ku" Geruru nana dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh zayyan. Ia langsung mendudukan tubuhnya kembali di sofa. Karena selama hamil ia menjadi sangat mudah lelah.


Zayyan tersenyum mendengar kekesalan nana. Ia tau bahwa wanita yang sedang mengandung anaknya itu sedang cemburu saat ini. Zayyan lalu mengatakan pada para readers, ayo dong kasih Vote dan Likenya biar nana ngak marah lagi sama aku.


Jangan lupa untuk mampir di novel baru author ya, judulnya MENTARI DARI BUMI SAKTI.


Happy Reading, Semoga suka ☺

__ADS_1


Kerinci, Jambi 22 September 2020


__ADS_2