Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 91 Peran Baru


__ADS_3

Hay.. Hay semuanya, ketemua lagi sama author Inra. Apa kabar semuanya ? Semoga kalian baik-baik saja ya. Aamiin 🙏


Oh iya author mau klarisifikasi sedikit. Sebenarnya kemaren itu belum end ceritanya, author cuma becanda doing kemaren, sueerr deh ✌✌😂😂


Jadi kalian tenang aja, karena masih ada beberapa konflik sebelum benar-benar author tamatin. Dan untuk Azizah Love Note akan author rilis paling lama tanggal 15 ya. Author mau ucapin terima kasih karena udah ikutin novel recehnya author.


________________________


Senyuman itu mengembang sempurna tak kala melihat buah hatinya. Bayi mungil itu seakan menjadi penyemangatnya saat ini. Mulai hari ini, hari-harinya akan semakin berwarna, ia semakin bersyukur karena telah diberikan putra tampan oleh sang pencipta. Simbol cintanya pada sang suami.


“Selamat pagi kesayangannya mommy.” Ucap Nana sembari membubuh wajah putranya dengan banyak ciuman.


“Apa ayah tidak mendapatkan morning kiss dari mommy seperti keen ?.” Tanya Zayyan dengan sedikit menggoda.


Nana menggelengkan kepalanya dengan sedikit senyuman. Sementara Zayyan menampilkan wajah cemberut dan memelasnya. “Kau lihat nak, semenjak kau lahir mommy tidak lagi mempedulikan dan menyayangi ayah lagi.” Gerutu Zayyan.


Seolah mengerti dengan ucapan ayahnya, bayi kecil itu mulai mengeluarkan tangisnya dengan sangat kencang. Seperti nya ia marah karena sang ayah menyalahkan kehadirannya. Zayyan terperangah mendengar tangisan anaknya, ia tidak tau kalau ucapannya akan benar-benar dianggap serius oleh baby keen.


Sementara Nana sibuk menenangkan putranya agar berhenti menangis. “Tidak nak, jangan menangis lagi. Keel tidak seperti apa yang dikatakan ayah tadi. Ayahmu itu hanya mengisengi keen saja.” Ucap Nana menenangkan sang putra. Seolah mengerti dengan apa yang diucapkan oleh sang mommy, baby keen langsung terdiam sembari menatap Nana.


“Awas saja jika mas mengatakan hal tidak-tidak lagi dan sampai membuat putra ku menangis seperti tadi. Aku tidak akan mengampunimu.” Ancam Nana pada sang suami.


“Huft.. Baiklah mas janji tidak akan mengatakan hal itu lagi dan membuat anak kita menangis.” Jawab Zayyan. “Sayang, maafkan ayah ya. Tadi ayah tidak bermaksud mengataimu seperti itu.” Ucap Zayyan pada bayi kecilnya.


Seakan senang melihat penderitaan ayahnya yang dimarahi sang mommy, bayi itu tertawa kecil seolah mengejek Zayyan. Setelah menidurkan keen, Nana memindahkan putranya kedalam box bayi lalu segera menyiapkan keperluan sang suami untuk pergi bekerja.


***


Saat ini mereka telah sampai di meja makan. Nana mengambil piring dan menyiapkan makanana untuk suaminya – Zayyan.


“Sayang, dimana keel ?.” Tanya ibu ranya pada menantunya.

__ADS_1


“Dia baru saja tidur bu, jadi aku meletakkannya dikamar.” Jawab Nana dengan sopan. Nana memang memutuskan untuk merawat anaknya tanpa bantuan baby sitter. Karena wanita itu ingin menikmati peran barunya sebagai seorang ibu. Meskipun nanti ia harus membagi waktunya antara suami, anak dan pekerjaanya. Tapi ia pasti akan meluangkan banyak waktunya untuk putra kesayangannya itu.


“Apa setelah ini kau masih tetap mau kerja dirumah sakit nak ?.” Tanya ayah mertua – Marvin.


Mendengar pertanyaan ayah mertuanya, Nana tidak langsung menjawab. Ia lebih dulu melihat kearah Zayyan seakan meminta pendapat laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.


“Kalau Zayyan terserah Nana saja yah. Jika dia masih mau kerja Zayyan tidak akan melarangnya tapi jangan sampai menelantarkan anak.” Jawab Zayyan sembari tersenyum kearah sang istri.


“Hm.. Iya yah, Nana masih mau kerja. Menjadi seorang dokter adalah impian terbesar Nana, jadi Nana tidak bisa meninggalkan semua itu begitu saja.” Jawab Nana. “Tapi Nana janji akan berusaha membagi waktu Nana dengan baik. Nana tidak akan melupakan kewajiban Nana sebagai seorang istri dan seorang ibu.” Sambung Nana.


“Baiklah, kalau begitu ayah juga setuju dengan keputusan mu. Tapi kapan kau berencana untuk kembali bekerja lagi.” Tanya ayah marvin.


Nana tampak berfikir sejenak. “Sepertinya Nana baru akan kembali kerja setelah keen berusia 6 bulan yah.” Jawab Nana dengan pasti dan disetujui oleh suami dan mertuanya.


Sarapan pagi pun telah usai, kini Nana pergi mengantar suaminya berangkat kerja. Seperti biasa, Nana mencium punggung tangan Zayyan terlebih dahulu dan Zayyan membalas nya dengan kecupan singkat di dahi sang istri.


“Mas pergi dulu ya sayang.” Pamit Zayyan smebari berjalan memasuki mobilnya.


“Wah.. Ternyata anak nya mommy udah bangun ya ?.” Seru Nana yang langsung menggendong putranya – Keen. Nana langsung memberikan ASI pada putranya secara langsung. Wanita yang berprofesi sebagai dokter bedah saraf itu memang memilih memberikan ASI Ekslusif pada putranya. Selain baik untuk kekebalan tubuh bayi, ASI Ekslusif juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti Melindungi bayi dari kuman, Menyediakan nutrisi yang lengkap, Jaminan asupannya higienis dan aman, Membuat bayi tumbuh sehat dan cerdas, Mencegah diare dan malnutrisi, Memperkuat ikatan antara ibu dan anak, Membantu perkembangan otak dan fisik bayi, Meningkatkan perkembangan kognitif, dan berat badan bayi akan ideal.


Sebagai seorang ibu baru, Nana sudah pasti banyak belajar dan membaca dari buku-buku dan juga meminta petujuk pada Mama dan ibu mertuanya sebagai orang telah lebih lama berpengalaman.


***


Jam sudah menunjukan pukul 8 malam dan sampai saat ini Zayyan belum juga kembali dari kantor nya. Nana terlihat mondar-mandir menunggu kepulangan sang suami, ia sangat khawatir karena ini pertama kalinya Zayyan pulang larut malam dan hapenya juga tidak bisa dihubungi.


“Kamu kemana sih mas ?.” Gumam Nana yang masih berusaha menghubungi Zayyan. Tapi lagi dan lagi ia tidak mendapatkan jawaban dari telefonnya. Tak lama Nana mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya. Ia segera mengintip dari balik gorden kamarnya. Wanita itu menghela nafas leganya karena itu adalah mobil suaminya.


Zayyan segera memasuki kamar untuk menemui istri dan juga anaknya. Sebelum Zayyan membuka pintu, Nana telah terlebih dahulu membuka pintu dengan tatapan garangnya.


“Mas dari mana saja dan kenapa pulang malam sekali ? Lalu kenapa hape mas tidak bisa dihubungi dari tadi ? Apa mas tau aku sangat mengkhawatirkan mas dari tadi.” Gerutu Nana dengan kesal. Hingga ia tidak sadar telah membubuhi banyak pertanyaan pada suaminya. Bukannya marah dengan pertanyaan-pertanyaan istrinya itu, dia malah tersenyum.

__ADS_1


“Apa kau sebegitu khawatirnya dengan suami mu ini sayang ?.” Tanya Zayyan balik dengan sedikit menggoda. Mendengar godaan suaminya itu, wajah Nana langsung memerah karena tersipu malu.


“Te.. Tentu saja aku mengkhawatirkan mas. Aku kan istrimu mas.” Jawab Nana sembari tertunduk. Rasanya ia ingin sekali menangis jika mengingat hal tadi saat dia mengkhawatirkan suaminya.


Zayyan langsung menarik Nana masuk kedalam pelukannya, tak lupa ia meninggalkan sebuah kecupan yang sangat lama di dahi istri tercintanya itu. “Maaf kan mas karena membuat dirimu khawatir. Tadi ada hal yang harus mas kerjakan terlebih dahulu hingga mas lupa waktu dan soal hape, tadi mas kehabisan baterai dan lupa membawa charger.” Jelas Zayyan.


Nana membalas pelukan sang suami dan membenamkan wajahnya di dada bidang yang selalu membuatnya nyaman itu. “Lain kali jangan seperti ini lagi atau aku akan benar-benar marah pada mas.” Seru Nana dengan suara manjanya.


“Iya, sayang.” Jawab Zayyan. “Dimana keel ?.” Tanya Zayyan saat tidak melihat keberadaan putranya itu.


“Anak mu itu sudah tidur dari tadi, ia lelah harus menunggu ayahnya pulang terlalu lama.” Seru Nana sembari berjalan meletakkan tas Zayyan ditempatnya. “Apa mas sudah makan ?.” Tanya Nana.


Zayyan menggelengkan kepalanya. “Belum.” Jawab Zayyan singkat.


“Mas mandi saja dulu, aku akan menyiapkan makanan untuk mu.” Seru Nana yang diangguki oleh Zayyan.


Setelah menemani sang suami menikmati makan malamnya, mereka kini telah berada didalam kamar. Zayyan membaringkan kepalanya diatas paha Nana, dan Nana mengelus lembut kepala suaminya itu. Hari ini Zayyan sangat lelah sekali, namun rasa lelahnya itu langsung hilang seketika saat melihat senyum istri dan anaknya.


“Sayang, mas menginginkan mu saat ini.” Ucap Zayyan yang membuat Nana terdiam. Ia tidak tau bagaimana cara menolak ajakan suaminya itu. Ia takut Zayyan marah padanya jika ia menolak. Tapi mereka juga tidak bisa melakukannya saat ini karena Nana baru saja melahirkan dan masih dalam masa nifas.


‘Hm.. Jangan sekarang ya mas.” Jawab Nana dengan hati-hati.


“Kenapa ?.” Tanya Zayyan.


“Karena sekarang aku masih belum lepas dari masa nifas mas. Jadi mas harus tahan dulu ya.” Bujuk Nana. Mendengar itu Zayyan mendengus kecewa, padahal ia ingin sekali melakukannya saat ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment.


Happy Reading, semoga suka.


💖 Mampir yuk, ke novel author yang lain judulnya MENTARI DARI BUMI SAKTI, sekarang udah masuk ke konflik awalnya loh. Insya Allah tidak kalah seru nya dari novel yang ini. 💖

__ADS_1


Kerinci, Jambi 10 Oktober 2020


__ADS_2