
Pagi ini, nana berinisiatif bangun lebih pagi dari biasanya. Karena ia berniat akan membuatkan sarapan pagi untuk semua orang yang ada di rumah ini. Meskipun nana terkenal manja dengan kedua orang tua dan kakaknya, tapi ia juga sangat mahir dalam memasak.
Hari ini nana akan memasak nasi goreng sea food dengan omelet sayur dan jus strawberi sebagai pelengkapnya.
"Nana, kamu udah bangun" Tanya ibu ranya yang baru saja datang ke dapur.
Nana melihat sekilas kearah ibu mertuanya lalu kembali menghias makanan yang dibuatnya sembari menjawab pertanyaan dari ibu mertuanya itu, "Iya bu, nana sudah bangun dari tadi".
Ibu ranya menghampiri nana, " Kamu sedang apa ?" Tanya ibu ranya.
"Ahh, ini nana lagi membuat nasi goreng sea food dengan omelet sayur dan juga jus strawberi untuk sarapan pagi ini" Ucap nana.
"Kelihatan nya enak" Puji ibu ranya, kemudian ia ikut membantu nana menata makanannya di dapur.
"Makanan nya sudah siap ? Ya ampun maaf kan kira bi, karena tidak membantu bibi memasak sarapan pagi ini" Sesal shakira. Shakira baru saja turun dari kamar nya, karena ia baru saja selesai mengurus keperluan suami dan anaknya. Ditambah lagi pagi ini olive sangat rewel dan susah sekali diatur. Makanya shakira terlambat keluar dari kamarnya, dan akhirnya tidak bisa membantu menyiapkan sarapan.
"Tidak apa-apa nak, bibi juga terlambat tadi. Sarapan ini disiapkan oleh nana" Ujar ibu ranya.
"Benarkah ? Maaf kan kakak ya dek, tidak bisa membantu mu menyiapkan sarapan. Olive pagi ini sangat rewel. Ia tidak mau mandi dan bersiap, makanya aku terlambat keluar dari kamar" Jelas shakira yang berasa tidak enak.
"Hey, tidak apa-apa santai saja, kakak ini seperti dengan siapa saja" Ujar nana menggelengkan kepalanya. "Ibu, nana permisi kekamar dulu ya. Mau mandi dulu sekalian membangunkan zayyan" Ujar nana pada ibu mertuanya. Ibu ranya mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban. Nana segera menuju kamarnya.
***
Nana membuka pintu kamarnya dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah sesuatu yang membuatnya tidak habis pikir. Zayyan sama sekali belum bergerak dari tempat tidurnya padahal ini sudah sangat siang.
Nana menggelengkan kepala nya karena tidak habis pikir dengan suaminya. Ini sudah sangat siang, bagaimana mungkin ia masih belum bangun.
Nana segera melangkahkan kakinya kekamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
"Astaga, dia masih belum bangun sampai sekarang ? Pemalas sekali" Gerutu nana saat melihat zayyan masih juga belum bangun dari tidurnya.
Nana menghampiri sisi ranjang untuk membangunkan zayyan, "Zayyan ayo bangun" Ucap nana. Namun laki-laki itu masih saja larut dalam tidur nyenyaknya.
"Ya ampun, dia ini tidur atau sudah tiada ? Susah sekali membangun kan nya" Ucap nana kesal dengan suaminya itu. Namun ia tidak menyerah dan terus saja membangunkan zayyan.
"Zayyan, ayo bangun sekarang. Ini sudah sangat siang" Ucap nana sedikit mengeraskan suaranya agar siempu segera bangun.
"Kau ini selalu saja mengganggu tidurku" Ucap zayyan yang baru saja membuka matanya.
"Ayo cepat mandi, yang lain sudah menunggu dibawah. Aku akan siapkan pakaian mu" Ucap nana yang langsung berdiri dan segera menyiapkan pakaian untuk laki-laki yang sudah menjadi suaminya.
Zayyan masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara nana langsung turun kebawah setelah menyiapkan pakaian zayyan.
__ADS_1
"Ibu" Panggil zayyan sedikit berteriak yang baru saja turun.
Ibu ranya menoleh kearah sumber suara itu, " Ada apa ? Kenapa kau memanggil ibu ?" Tanya ibu ranya.
"Bu, tolong pasangkan dasi ku, aku tidak bisa melakukannya. Aku ada rapat penting hari ini, jadi aku harus terlihat rapi" Pinta zayyan pada wanita yang telah melahir kan nya.
Dari dulu laki-laki itu memang tidak bisa memasangkan dasi nya sendiri. Setiap pagi ia akan berteriak memanggil ibu nya hanya untuk memasangkan dasinya.
"Ya ampun anak ini, entah kapan dia bisa melakukannya sendiri, selalu saja merepotkan orang lain" Ibu ranya dibuat kesal oleh anaknya itu. Bagaimana tidak, ia saat ini sedang sibuk menyiapkan sarapan, dan dia datang menganggunya.
"Zayyan, sekarang kau sudah menikah. Mulai hari ini minta lah nana yang memasangkan dasimu itu dan menyiap kan keperluan mu" Tegas ibu ranya.
"Tapi bu, aku tidak mau" Bantah zayyan.
"Kalau kau tidak mau ya sudah, kau kerjakan saja sendiri" Tutur ibu ranya.
Nana sedari tadi hanya menyaksikan perdebatan antara ibu dan anak itu. Jujur saja ia tidak menyangka kalau sosok yang selalu dingin terhadap nya ternyata bisa berubah sangat manja jika bersama ibu nya.
Nana berjalan mendekati zayyan. Tanpa meminta izin, ia langsung memasangkan dasi suaminya itu. Meskipun zayyan sempat menolak tapi nana tidak peduli.
"Sudah selesai" Ucap nana setelah berhasil memasangkan dasi di kerah kemeja nya zayyan. "Apa kau tidak mau berterima kasih pada ku ?" Tanya nana sembari menarik kedua sudut bibirnya.
"Kenapa aku harus berterima kasih, itukan sudah kewajiban mu sebagai istri untuk melayani ku" Gerutu zayyan dengan wajah cueknya lalu berjalan menarik sebuah kursi dimeja makan. Nana tertawa kecil saat mendengar perkataan zayyan.
Sebenarnya nana hanya bercanda meminta zayyan berterima kasih pada nya. Ia cukup tau diri, melayani suaminya itu adalah kewajibannya sebagai seorang istri.
"Ini makanan mu" Ucap nana memberikan piring yanv sudah ia isi dengan menu sarapan pagi ini.
"Siapa yang memasak nasi goreng ini ?" Tanya zayyan sembari menyantap makanannya dengan sangat lahap.
"Kenapa ? Apa tidak enak ?" Tanya bibi citra mengerutkan dahinya.
"Tidak bibi, ini sangat enak. Apa bibi yang memasaknya ?" Tanya zayyan, sebelum bibi citra menjawab zayyan sudah berbicara lagi "Aku ingin nasi goreng ini dimasak untuk ku setiap pagi, apa bibi keberatan ?" Tanya zayyan lagi sembari mengunyah makanannya.
"Tidak, bibi tidak keberatan. Tapi bukan bibi yang memasak nya" seru bibi citra.
"Lalu siapa yang memasak nya ? Apa ibu ? atau shakira ?" Tanya zayyan.
"Bukan kami juga yang memasaknya nak" Jawab ibu ranya.
Sementara juna dan shakira menahan tawanya melihat kepolosan zayyan. Ia tidak tau kalau yang memasak sebenarnya adalah istrinya sendiri. Nana juga terlihat begitu santai duduk disebelah zayyan sembari menyantap makanan nya tanpa berniat memberi tau suaminya bahwa dia lah yang sudah memasak makanan itu pagi ini.
"Oo aku tau, pasti bi surti yang memasaknya kan ? Aku akan minta bi surti untuk memasaknya untuk ku setiap pagi" Cerocos zayyan.
"Bibi... Bi surti" Panggil zayyan pada ART nya.
__ADS_1
"Iya ada apa tuan ?" Jawab bi surti.
"Aku mau bibi buatkan aku makanan ini setiap pagi. Nasi goreng buatan bibi sungguh enak" Seru zayyan.
Bi surti terlihat bingung, pasalnya bukan dia yang sudah memasak sarapan pagi ini. " Maaf tuan, tapi bukan bibi yang memasaknya" Jawab bi surti dengan ragu. Ia takut kalau tuan mudanya akan marah.
Zayyan menghentikan makan nya, " Jika bukan bibi, ibu, dan shakira atau pun bi surti yang memasaknya, lalu siapa ?" Tanya nya dengan bingung. Ia masih tak menyadari bahwa dirumahnya sekarang masih ada 1 perempuan lagi, yaitu istrinya sendiri.
Setelah memutar otaknya cukup lama, zayyan baru teringat satu hal. Ia mengalihkan pandangan nya pada seorang wanita yang duduk disampingnya. Nana yang menyadari sedang dilihat oleh zayyan pun ikut mengalihkan pandangannya.
"Ada apa ? Kenapa kau melihat ku seperti itu ?" Tanya nana dengan begitu santai nya. Ia masih tetap menyantap makanan yang masih tersisa dipiringnya.
Sementara juna sudah tidak bisa lagi menahan tawa nya melihat drama korea yang begitu nyata didepan nya itu. Ayah dan paman pun juga sudah ikut tertawa melihat zayyan.
"Jangan bilang kalau kau yang memasak nya !" seru zayyan dengan wajah yang sulit diartikan.
"Memang aku yang memasak nya" Jawab nana dengan santai kayak dipantai 😁. "Kau tenang saja, aku akan memasaknya setiap pagi untuk suami ku tercinta" Ucap nana lagi dengan kedua sudut bibir yang terangkat.
Tanpa menjawab perkataan nana, zayyan langsung berdiri dan berpamitan pada semua orang. Nana yang melihat nya pun ikut berdiri, ia berniat akan mengantarkan suami nya sampai depan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh mamanya.
"Kau mau kemana ?" Tanya zayyan yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Mengantar mu sampai depan" Jawab nana.
"Tidak perlu, kau disini saja" Ucap zayyan dengan cuek.
"Tidak, aku akan tetap mengantar ku kedepan. Kata mama sebagai seorang istri, aku harus melayani suamiku dan juga mengantarnya saat mau berangkat kerja" Jelas nana.
Zayyan langsung berjalan tanpa membalas lagi ucapan nana. Karena percuma saja berdebat dengan istrinya itu, dia pasti akan tetap mengantarnya kedepan.
"Zayyan tunggu" Ucap nana menghentikan zayyan saat sudah sampai di dekat pintu.
"Ada apa lagi ?" Tanya zayyan dingin.
Tanpa menjawab, nana langsung menarik tangan zayyan lalu mencium nya. "Semangat kerjanya suamiku" Ucap nana tersenyum.
"Ehm" Jawab zayyan singkat lalu segera masuk kedalam mobilnya.
Setelah mobil zayyan tidak terlihat lagi dimatanya, nana memutuskan untuk kembali masuk kedalam.
"Nana..."
Hay-hay.. Jangan lupa tinggalin jejaknya ya dengan cara Vote, Like dan Koment. Terima kasih ☺
Author sayang kalian 😍😉
__ADS_1
Kerinci, Jambi 25 Agustus 2020