Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 54 Mencoba Melupakan


__ADS_3

Sang fajar mulai terbit dari ufuk timur. Angin pun berhembus dengan kencangnya. Hari ini nana berencana akan pergi bekerja di Rumah Sakit, karena tidak mau berlama-lama larut dalam kesedihannya.


Wanita itu menuruni anak tangga dengan berhati-hati namun tetap elegan. Hari ini ia memakai dress putih dengan sedikit manik berwarna-warni.


"Selamat pagi Papa" Sapanya setelah sampai dimeja makan.


"Selamat pagi juga Mama" Sapanya lagi pada wanita yang telah melahirkannya.


"Selamat pagi Sayang" Balas mereka yang hampir bersamaan.


Mama yanti memandang nana dari atas hingga bawah. Dan itu membuat nana bingung, kenapa mamanya melihatnya seperti itu.


"Ada apa ma ? apa ada yang salah dengan penampilan nana ?" Tanya nya.


"Ah tidak nak.. Kau sudah sangat cantik, dan tidak ada yang salah. Tapi kau mau kemana ?" Tanya mama yanti mengerutkan dahinya.


"Nana mau kerumah sakit ma" Jawab nana datar.


"Rumah sakit ?" Beo papa dion.


"Iya, ke Rumah Sakit. Aku sangat bosan jika terus dirumah saja, jadi aku memutuskan untuk pergi kerumah sakit. Setidaknya disana ada zizi dan tristan yang akan menghiburku. Disana juga akan banyak orang dan banyak pasien jadi aku tidak akan kesepian lagi" Jelas nana.


"Baiklah, kalau itu mau mu, papa akan izinkan." Jawab papa dion. "Pergilah nak" Serunya lagi. Nana menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Tak lama kemudian, terdengar suara klakson mobil dari arah depan rumah. Nana segera beranjak dari duduknya lalu menyalami tangan kedua orang tuanya sebagai tanda bakti.


"Tristan sudah datang. Kalau begitu nana pergi dulu ma, pa" Pamitnya pada kedua orang tuanya.


"Baiklah.. Kalian hati-hati dijalan" Jawab papa dion.


"Baik pa.. Assalamualaikum" Seru nana sebelum akhirnya ia pergi keluar rumah menghampiri sahabatnya.


🍂🍂🍂


Dimobil Tristan terjadi keheningan, Nana memandang keluar mobil dengan tatapan kosong. Ia masih sedih dengan apa yang terjadi, tapi dia berusaha bersikap baik-baik saja dihadapan orang yang ia cintai.


"Nana.. Lo baik-baik aja kan ?" Tanya Tristan.


Nana menoleh namun tidak langsung menjawab, "Aku baik-baik saja" Jawab nana dengan sedikit tersenyum namun Tristan tau itu hanya senyuman kebohongan.


"Jangan berbobong" Bantah Tristan. "Tidak ada yang baik-baik jika dalam masalah" Seru laki-laki itu.


"Aku tau" Jawab nana. "Lalu aku harus bagaimana ?" Ucapnya lagi sembari menundukkan kepalanya.


"Jangan sedih lagi, aku mohon. Aku tidak tahan melihat mu seperti ini" Seru Tristan.


Nana tersenyum tulus pada Tristan, "Terima kasih telah mengkhawatirkan ku. Aku tidak akan sedih lagi demi bayiku" Jawabnya sembari mengelus lembut perut yang saat ini belum membuncit.

__ADS_1


"Apa kau menginginkan sesuatu ?" Tanya Tristan mengalihkan pembicaraan.


"Iya, aku ingin segera sampai di Rumah sakit dan bertemu dengan pasien-pasien ku" Jawab nana terkekeh.


"Baiklah buk dokter cantik. Kita akan segera sampai agar kau bisa bertemu dengan pasien-pasien mu itu" Jawab Tristan yang juga ikut terkekeh.


🍂🍂🍂


Sementara dikediaman Rajendra, semuanya terasa berbeda. Biasanya akan ada nana yang akan membantu memasak makanan yang lezat.


"Semuanya berubah, Rumah ini seperti tidak ada kehidupan lagi setelah nana pergi" Ucap ibu ranya. "Aku sangat merindukan putriku" Sambung ibu ranya dengan sendu, matanya mulai berkaca-kaca mengingat nana. Iya, ibu ranya memang sudah menganggap nana sebagai putrinya sendiri, bukan lagi sebagai menantu.


"Aku juga sangat merindukan dia kak. Kira-kira dia lagi apa sekarang ? Apa dia makan dengan baik ? Siapa yang akan memenuhi jika dia sedang mengidam" Seru bibi citra.


"Semua ini karena dirimu zayyan, jika saja kau bisa mencintai dan menerima nana sebagai istrimu, aku tidak mungkin kehilangan putri dan calon cucuku" Ucap ibu ranya pada zayyan.


"Maaf kan aku. Aku akan membawanya kembali ke rumah ini" Timpal zayyan. Kata-katanya terlihat seperti bersungguh-sungguh.


"Kau tidak akan bisa membawanya kembalinya kak. Bahkan aku juga tidak akan membiarkan dia kembali, karena kau hanya bisa menyakiti adik iparku" Seru juna.


"Tapi kau jangan lupa juna, aku adalah suaminya" Bantah zayyan.


"Iya, kamu memang suaminya" Jawab juna. "Suami yang tidak pernah menginginkan kehadiran istrinya" Sambung juna lagi. Zayyan terdiam mendengar apa yang dikatakan juna. Entah kenapa hatinya tidak terima jika ada yang bilang bahwa dia tidak peduli pada nana. Karena sebenarnya ia mulai merasa sedih dan kehilangan semenjak nana pergi meninggalkan rumah ini beberapa hari yang lalu.


"Kak, sebagai adik mu, aku ingin memberikan mu nasihat" Ucap juna. "Sebaiknya kau segera menyadari perasaan mu terhadap nana. Jangan sampai dia benar-benar pergi membawa cinta dan anakmu. Karena jika itu terjadi ku pastikan kau pasti akan benar-benar hancur" Tutur juna menepuk pelan bahu laki-laki yang notabennya adalah kakak sepupunya.


🍂🍂🍂


Saat sampai dirumah sakit, nana disambut oleh sahabat perempuannya yang bernama Aziza Ghaffara Dananjaya.


"Selamat pagi bumil cantik ku" Sapa zizi seraya memeluk tubuh sahabatnya itu.


"Selamat pagi Aunty zizi" Balas nana dengan menirukan suara anak kecil.


"Wahh.. Apa kau sekarang sudah bisa bicara, hah ? Ayo katakan pada aunty, apa kau merepotkan mommy mu dirumah ?" Tanya zizi pada perut nana. Gadis itu membungkuk kan tubuhnya agar sejajar dengan perut rata nana.


"Tidak Aunty. Aku adalah anak baik, jadi aku tidak akan merepotkan mommy ku" Jawab nana lagi yang masih menirukan suara anak kecil.


"Anak pintar.. Baiklah sebagai hadiah karena kau sudah menjadi anak yang baik, Aunty akan mengabulkan satu permintaan mu. Katakan lah nak, kau mau apa ?" Tanya zizi lagi.


"Gue ngak mau apupun zi. Dengan menjadi sahabat kalian sudah cukup membuat gue bahagia. Terima kasih karena selalu ada disamping gue" ucap nana tulus.


"Aku juga bahagia menjadi sahabat lo" Jawab zizi memeluk nana yang kemudian disusul oleh tristan. Jadilah mereka bertiga saling berpelukan seakan menyalurkan kehangatan, kekuatan dan kasih sayang.


"Tapi ngomong-ngomong sampai kapan kita akan disini ?" Seru zizi tiba-tiba setelah pelukan itu terlepas.


"Ayo kita masuk, kasihan nana. Dia lagi hamil, Pasti kaki nya pegal karena terus berdiri dari tadi" Timpal tristan. Sementara nana hanya tersenyum bahagia melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu. Ya, semenjak nana hamil, kedua sahabatnya itu jadi sangat overprotektif padanya. Nana tidak boleh ini dan nana tidak boleh itu.

__ADS_1


🍂🍂🍂


Mentari kini telah sampai di titik tertingginya dilangit, Itu artinya ini adalah waktu semua karyawan untuk berisirahat. Triple Pai NavTriAz itu kini tengah berjalan kearah kantin rumah sakit untuk menikmati makan siang mereka.


"Bumil mau pesan apa ?" Tanya zizi pada nana.


"Steak aja deh sama jus jeruk" Jawab nana.


"Lo tris ?" Tanya zizi lagi.


"Gue pesan Spagetti sama Air mineral aja" Jawab tristan.


"Okee" Jawab zizi. Wanita itu langsung meminta barista untuk mencatat semua pesanan mereka. Namun pandangan nya teralihkan saat melihat wanita yang saat ini sedang hamil itu menatap lurus dengan pandangan yang kosong.


"Hey na" Panggil zizi menepuk pelan pundak nana hingga membuat lamunan yang berakhir. "Lo ngelamun ?" Tanya zizi lagi.


"Ekhm.. Ngak kok. Gue cuma lagi lihat orang-orang aja" Bantah nana. Zizi menatap sahabatnya itu dengan tatapan iba.


"Gue ngak apa-apa kok" Seru nana lagi saat melihat kedua sahabatnya sedang menatapnya dengan tatapan sendu.


"Ehm.. Nanti kalian ikut lah aku kesuatu tempat" Ujar tristan.


"Kemana ?" Tanya nana.


"Panti Asuhan" Jawab tristan. "Biasanya aku kesana menemui anak-anak ketika aku sedang ada masalah dan sedih. Mereka begitu lucu, hingga membuatku melupakan segalanya saat bersama mereka" Jawab tristan.


"Baiklah.. Tapi kita harus membelikan mereka sesuatu dulu sebelum kesana" Timpal zizi.


"Iya aku setuju. Bagaimana kalau kita belikan mereka baju, tas dan sepatu saja" Seru nana memberikan ide.


"Terserah kalian saja" Jawab Tristan.


Setelah menikmati makan siang, mereka langsung menuju ke mall untuk membeli hadiah untuk anak Panti. Setelah menghabiskan waktu selama satu jam untuk memilih barang-barang yang diperlukan. Mereka langsung menuju kepanti.


Setelah sampai dipanti, mereka membagikan hadiah-hadiah itu pada anak panti. Terlihat senyuman yang begitu indah dibibir nana saat bersama anak panti itu. Sepertinya kesedihannya sedikit berkurang saat ini.


"Aku selalu berdoa untuk kebahagiaan wanita itu" Seru zizi pada tristan. Ia begitu senang saat melihat nana tertawa bahagia saat berinteraksi dengan anak panti.


"Aku harap dia bisa melupakan kesedihannya walau sejenak" Tutur Tristan.


Hay.. Hay.. Author update lagi nih. Maaf ya kalau seandainya bab kali ini agak sedikit gaje menurut kalian. Soalnya author lagi stuck ide nih, ngak tau mau nulis apa. wkwkwkwk.


Tapi jangan lupa untuk Vote, Like dan Koment ya. Terima kasih ☺


Happy Reading, semoga suka ☺


Kerinci, Jambi 16 September 2020

__ADS_1


__ADS_2