Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 46 Triple Pai NavTriAz


__ADS_3

Mentari bersinar dengan teriknya yang siap membakar apa saja yang berada dibawah nya. Seorang wanita cantik sedang berjalan dengan anggunnya dikoridor rumah sakit. Wanita itu terlihat baru saja keluar dari mushola rumah sakit untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat.


"Siang dokter" Sapa suster yang melewatinya. Nana mengangguk dengan senyuman yang tidak pernah ia lupakan.


"Siang" Jawab nana dengan keramahannya.


Wanita itu terus saja berjalan menulusuri koridor dilantai tiga. Berencana ingin memasuki ruangannya. Namun langkahnya terhenti tak kala seseorang memanggilnya.


"Naaaa" Panggil seseorang itu. Nana membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang memanggilnya.


"Zizi, Tristan" Ucap nana saat melihat ternyata kedua sahabatnya yang datang menemuinya.


"Keluar yuk ? Sesekali ngumpul bertiga. Kan udah lama ngak" Ajak zizi. Nana mengalihkan pendangannya pada tristan seakan meminta pendapat. Tristan yang mengerti dengan tatapan nana pun mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban.


"Iya udah deh, gue mau" Jawab nana. "Tapi gue ambil tas dulu ya didalam" Seru nana. Ia masuk kedalam ruangannya untuk mengambil tas selempangnya lalu segera keluar menemui sahabat-sahabatnya.


Sebelum keluar tadi nana menyempatkan untuk membuka hapenya terlebih dahulu. Siapa tau aja ada panggilan penting, pikirnya. Dan benar saja, ternyata ada sekitar 5 panggilan tak terjawab dari suaminya. Namun tidak mempedulikannya, ia langsung menyimpan kembali hapenya kedalam tas miliknya.


"Ayo, Lets go guys" Ujar nana. Ia mengandeng tangan kedua sahabatnya itu dengan dia berada di tengah-tengah mereka.


"Tunggu dulu" Seru tristan tiba-tiba. Seruannya menghentikan langkah mereka sejenak.


"Ada apa ?" Tanya nana.


Tristan melepaskan tangan nana pada lengannya, lalu berpindah tempat. "Harusnya gue yang ditengah. Biar keren gitu, kayak diperebutkan oleh dua wanita cantik" Ucapnya setelah berada diantara nana dan zizi.


"Yee.. itu mah keenakan di elu banggg" Seru zizi.


"Biarin aja napa sih. Sewot amat lu dari dulu ngak berubah-berubah" Jawab tristan yang tak kalah sewotnya.


Nana memutar kedua bola matanya melihat pertengkaran kedua sahabatnya itu, "Mulai lagi deh" Ucap nya.


"Kalau masih mau ribut, gue pergi nih" Ancam nana pura-pura melangkah kan kaki nya. Namun tangannya ditarik oleh mereka.


"Ya udah maaf deh, kita ngak bakal ribut lagi. Janji deh" Ucap zizi sembari mengangkat jarinya hingga membentuk huruf V.


"Okee.. Gue maafin. Ayo jalan" Seru nana.


☀☀☀


Saat ini mereka telah sampai disebuah tempat yang sangat indah. Didaerah pengunungan yang memiliki banyak pemandangan alam nan indah.


"Tempatnya bagus kan ?" Tanya tristan.

__ADS_1


"Bangeettt" Jawab nana.


"Ini mah, sempurna" Jawab zizi.


"Siapa dulu dong yang ngajak, Dokter tristan" Ucapnya menyombongkan diri.


"Iya deh.. Iya deh.. Dokter tristan yang tampan ini memang the best" Ucap nana.


"Na, tampanan mana tristan sama suami lo" Seru zizi tiba-tiba. Gadis itu melupakan sesuatu, bahwa tristan belum mengetahui kalau nana sudah menikah dengan zayyan.


Mendengar itu nana melototkan matanya pada zizi. "Suami ? Maksudnya ?" Tanya tristan dengan raut wajah yang sedang kebingungan.


"Maksud gue, suami nya kak shakira" Jawab zizi. "Iya, tadi maksud gue itu tampanan mana lo sama suaminya kak shakira" Ucapnya lagi dengan cengengesan.


"Oh gituu, kirain suami siapa" Seru Tristan. "Makanya kalau ngomong itu yang jelas kenapa sih" Katanya lagi semberi menjitak pelan kepala zizi.


"Aww.. Sakit tau ngak" Keluh zizi.


"Oh iya zi, gimana kerjaan lo dirumah sakit ?" Tanya nana.


"Yaa, gitu gitu aja sih. Setiap hari periksa kehamilan orang dan ngebantu persalinan orang. Tapi, gue senang kok, rasanya tu gimana yaa, saat kehidupan pertama disambut langsung oleh tangan ini" Seru zizi. "Kalian tau, kadang gue sampai terharu dengan perjuangan seorang wanita untuk melahirkan anaknya ke dunia ini" Ucap nya mengingat saat dia membantu persalinan banyak orang.


"Gue banyak belajar dari mereka, Para wanita hebat. Gue sadar, cinta seorang ibu memang tidak bisa ditandingi. Bahkan mereka mencintai sebelum melihat kehadirannya. Pantas saja nabi kita memuliakan wanita, karena mereka memang luar biasa" Zizi menceritakan pelajaran yang dia ambil dari profesinya sebagai dokter kandungan. "Gue ngak bisa bayangin bagaimana kalau gue ada diposisi mereka kelak. Gue pasti akan sangat bahagia" Lanjut zizi berandai-andai.


"Lo pasti akan bahagia dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak lo kelak. Gue yakin itu" Tutur nana.


"Jadi lo ngak mau, memuliakan kita-kita ? Gue sama nana juga wanita kali" Timpal zizi.


"Iya tentu saja, kalian sahabat gue yang paling baik. Gue pasti akan selalu memuliakan kalian" Jawab tristan.


"Ehh.. ngomongin tentang kerjaan, gue jadi ingat sama pasien yang tadi pagi kita periksa" Seru tristan. "Lo kenal sama mereka na ?" Tanya nya.


Mendengar pertanyaan tristan, nana jadi gelagapan menjawabnya. Ia bingung harus jujur atau berbohong pada sahabat laki-lakinya.


"Ehm.. I.. ituu" Jawab nana terbata-bata.


"Itu apa na ? Kok jadi gugup gitu ?" Sela tristan. Ia menjadi heran kenapa nana sangat gugup saat dia bertanya tentang pasien tadi pagi.


Nana menghela nafasnya dengan kasar, "Okeey.. lo mau jawaban jujur atau bohong ?" Tanya nana.


"Ck.. Ya jujur dong. Masa iya jawaban bohong" Jawab tristan.


"Sebenarnya wanita itu adalah..... Sabahat suami gue" Jawab nana.

__ADS_1


"Suami lo ? Maksudnya ? Gue ngak ngerti deh sama kalian berdua dari tadi bahas suami-suami mulu" Cerocos tristan.


"Sebenarnya laki-laki yang memakai kemeja biru tadi adalah suami gue. Gue sama dia udah nikah selama hampir satu bulan" Jelas nana. Wanita itu sangat takut kalau tristan marah padanya karena tidak memberi tau kalau dia sebenarnya susah menikah.


"Ngak.. ngak.. lo pasti bohongkan. Lo cuma kerjain gue aja kan ?" Ucapnya tidak mempercayai omongan nana.


"Tris gue minta maaf sebelumnya karena ngak kasih tau lo yang sebenarnya. Tapi gue memang udah nikah sama dia. Kami dijodohkan oleh orang tua kami. Sebenarnya dia adalah kakak sepupu dari kak juna, suaminya kak shakira" Ucap nana. Matanya kini telah berkaca-kaca. Ia benar-benar takut kalau tristan akan benar-benar marah padanya. Ia tidak mau kehilangan sahabat laki-laki yang selalu menjaganya selama ini.


"Gue mau tau alasan lo, kenapa ngak ngasih tau gue kalau lo udah nikah ?"


"Gue minta maaf, awalnya gue mau kasih kejutan buat lo. Gue berencana akan kasih tau lo saat udah sampai di Indonesia" Jawab nana.


"Dan gue udah sampai di Indonesia udah lama, kenapa belum juga kasih tau gue ?" Ucap Tristan dengan suara yang sudah lebih tinggi dari biasanya.


"Karena gue belum menemukan waktu yang tepat untuk ngomong sama lo" Jawab nana.


"Okeey...kalau dia suami lo. Kenapa dia bisa bersama wanita itu ?" Tanya tristan.


"Karena alexa adalah sahabatnya. Sama seperti kita, mereka bertiga juga bersahabat dari sejak mereka SMA. Orang tua alexa sedang di luar negeri jadi zayyan dan raka yang bertanggung jawab atas alexa saat ini" Jawab nana. Air matanya sudah tidak bisa ditahannya. Butiran bening itu meluncur dengan derasnya membasahi wajah cantiknya. Zizi yang melihat nana menangis pun, segera menghampiri nana. Ia memeluk nana untuk memberikan ketenangan.


"Tapi na, kenapa dia diam aja saat tadi lihat lo ? Apa hubungan kalian baik-baik aja ?" Tanya tristan.


Nana semakin mengeraskan tangisannya. Hatinya kembali sesak saat mengingat suaminya. Nana menggeleng kuat, "Dia ngak mencintai gue. Dia nerima perjodohan ini karena ngak mau kecewain orang tuanya, sama kayak gue. Dia juga sangat dingin sama gue. Gue ngak tau harus bagaimana" Jawab nana.


"Tinggalin dia" Ucap tristan dengan ketegasannya.


Hay.. Hay readers semuanya. Apa kabar ? Semoga baik-baik saja ya. Gimana menurut kalian BAB hari ini ? Kalau kalian suka tinggalin jejak ya, dengan cara Vote, Like and Koment.


Author ucapin terima kasih pada kalian semua karena telah bersedia membaca karya author.


Happy Reading ya, semoga suka 😊


Ini Author kasih visualnya Triple Pai NavTriAz


☀ Navya ☀



☀ Tristan ☀



☀ Azizah ☀

__ADS_1



Kerinci, Jambi 11 September 2020


__ADS_2