
Sebelumnya Author mau ucapin Terima Kasih pada semua readers yang sudah bersedia dan ngikutin karya-karya author dari awal sampai sekarang. Terima kasih juga karena udah support author agar semangat buat nulis ceritanya.
__________________________________________________________
"Lepasin tangan lo dari tangan nana. Lo ngak berhak menyeret nana seperti ini."
Seru tristan mencoba melepaskan tangan nana. Mendengar itu, zayyan tertawa mengejek.
"Ngak berhak lo bilang ? Jangan lupa dokter tristan yang terhormat, Dia adalah istri saya" Seru zayyan dengan tegas pada tristan.
"Jadi lo yang ngak berhak melarang gue untuk bawa istri gue pergi" Zayyan sengaja menekan kata istri pada tristan. Ia seakan menekan kan dan mengingatkan pada tristan kalau nana adalah miliknya.
Setelah mengatakan itu, zayyan langsung membawa nana pergi tapi kali ini tidak lagi menariknya dengan kasar. Ia menggenggam tangan nana dengan lembut lalu segera membawanya pergi.
Sementara tristan hanya terdiam disana tanpa menghentikan lagi zayyan membawa nana pergi. Karena dia bisa melihat kesalahpahaman dimata zayyan. Dia mencoba mengerti bahwa laki-laki itu hanya cemburu melihat istrinya bersama pria lain.
"Masuk" Zayyan membuka pintu mobilnya lalu meminta nana untuk masuk. Tanpa mengatakan apapun, nana langsung masuk kedalam mobil zayyan.
Diperjalanan tidak ada yang membuka suaranya. Hanya ada keheningan disana. Baik nana maupun zayyan tidak ada yang berniat untuk mengajak bicara.
Zayyan tampak fokus menyetir mobil, sementara nana terlihat mengalihkan padangannya keluar kaca mobil. Entah apa yang sedang dilihat wanita itu tapi ia begitu enggan untuk melihat kearah suaminya meskipun hanya sekedar menoleh.
☀☀☀
Mereka kini telah sampai di depan kediaman Abimanyu. Zayyan menghentikan mobilnya tepat didepan teras. Nana ingin membuka pintu mobil itu tapi dicegah oleh Zayyan.
"Tunggu" Seru zayyan. Nana menoleh pada zayyan tanpa mengatakan apapun. Zayyan langsung turun dari mobil lalu segera membuka kan pintu untuk nana.
Melihat tingkah zayyan, nana mengerutkan dahinya. Tapi tetap saja ia tidak mau mengatakan apapun pada zayyan.
Sepertinya ia masih kesal pada zayyan karena menyeretnya di restoran tadi.
Nana langsung turun lalu mendahului zayyan untuk masuk kerumah orang tuanya.
"Kamu udah pulang sayang ?" Tanya mama yanti yang baru saja turun dari lantai atas.
"Iya ma, nana baru pulang" Jawab nana. Wanita itu langsung menyalami tangan sang mama.
"Hay ma" Sapa zayyan pada mertuanya.
__ADS_1
"Zayyan ? Kamu disini juga ?" Tanya mama yanti sedikit heran karena tiba-tiba menantunya ada dirumahnya. Sudah lama sekali zayyan tidak kerumah ini.
Zayyan tersenyum lembut pada mertuanya sebelum menjawab pertanyaannya. "Iya ma. Tadi zayyan ngak sengaja ketemu nana di restoran. Makanya langsung kesini sekalian antar nana."
"Papa dimana ma ?" Tanya zayyan saat tidak melihat sosok sang papa mertua
"Papa belum pulang dari kantor nak. Mungkin sebentar lagi akan pulang" Jawab mama yanti. Wanita menoleh ke jam yang ada dinding.
Jika ada yang bertanya apa orang tua nana sudah tidak marah lagi pada zayyan ? Jawabannya adalah, dari awal baik papa dion dan mama yanti tidak pernah marah pada zayyan. Waktu itu mereka juga bilang kan, jika zayyan tidak menginginkan putrinya maka kembalikan saja ia padanya, dia tidak akan marah.
Kalau kecewa ? Tentu saja, orang tua mana yang tidak kecewa jika putrinya diperlakukan seperti itu oleh suaminya sendirinya. Orang tua mana yang tidak kecewa jika melihat anaknya tersakiti dirumah mertuanya. Tapi itu semua tergantung lagi dengan bagaimana kita menyikapinya.
Awalnya baik mama yanti dan papa dion maupun shakira sangat kecewa dengan sikap zayyan pada nana. Tapi seiring berjalannya waktu, sejak kepergian nana dari rumah. Mereka belajar memahami bahwa semua yang dilihat dan didengar belum tentu seperti apa yang sebenarnya terjadi.
Sejak nana menghilang dari rumah, zayyan selalu datang ke kediaman Abimanyu untuk menanyakan kabar berita nana. Kadang juga menginap hanya untuk mengobati rasa rindu nya pada sang istri.
Zayyan berusaha menunjukan rasa penyesalannya pada sang mertua. Semua orang juga tau bagaimana terpukulnya zayyan saat nana pergi. Bagaimana hancurnya zayyan saat tidak mampu menemukan keberadaan sang istri.
Sejak saat itu papa dion tau, sebenarnya zayyan sangat mencintai putrinya namun ia hanya telat menyadari perasaannya.
Soal memaafkan, tentu saja ia akan memaafkan zayyan. Tuhan saja maha pengampun, lalu apa haknya sebagai manusia biasa tidak memaafkan menantunya itu, Pikir papa dion.
"Tidak ma. Zayyan sangat lelah, boleh kah zayyan kekamar untuk istirahat" Tanya zayyan meminta izin dengan sopan pada ibu mertuanya itu.
"Tentu saja nak. Ini juga rumah mu, kau boleh melakukan apa saja yang kau suka" Seru mama yanti tersenyum lembut.
"Hm.. Tapi ma, zayyan tidak mau istirahat disini. Maksudnya tadi ia mau pulang kerumah nya untuk beristirahat" Nana mencoba menolak zayyan dengan cara yang halus.
"Tidak, aku tidak bilang begitu. Aku mau istirahat dikamar kita disini" Bantah zayyan.
Nana terperangah mendengar ucapan zayyan. "Kamar kita ? Itu kamar ku bukan kamar mu atau kamar kita" Bantah nana tidak terima.
"Kita sudah menikah sayang. Apa yang menjadi milik mu juga menjadi milik ku, begitu pun sebaliknya. Jadi kamar mu juga kamar ku. Bukan kah begitu ma ?" Tanya zayyan berusaha meminta pembelaan dari sang mertua.
Mama yanti tertawa melihat kelakuan putri dan menantunya itu. "Iya" Jawab mama yanti pada akhirnya.
Setelah berdebat cukup panjang dengan sang istri, zayyan langsung naik ke lantai atas untuk pergi ke kamar nana. Sementar nana mengikutinya dengan terus saja menggerutu.
☀☀☀
__ADS_1
Kini matahari telah tenggelam. Sang mentari telah berganti dengan sang bulan. Seorang ART datang mengetuk pintu kamar nana dan zayyan.
Tokkk...
Tokkk...
Tokkk...
"Siapa ?" Sahut nana dari dalam kamar.
"Ini bibi non"
"Ada apa bi ?" Tanya nana.
"Nyonya meminta bibi untuk memanggil non nana dan tuan zayyan untuk makan malam bersama dibawah non" Seru maid itu.
"Oh gitu, baik bi. Nanti nana dan zayyan akan turun ya bi" Sahut nana. Wanita itu sepertinya begitu nggan untuk membuka pintu kamar nya.
"Siapa ?" Tanya zayyan yang baru saja keluar dari kamar mandi. Sepertinya laki-laki itu baru saja membersihkan dirinya didalam kamar mandi.
"Bi Minah. Mama dan papa minta kita kebawah untuk makan malam" Jawab nana dengan nada datar. Wanita itu nampak begitu cuek pada zayyan. Kadang ia hanya menjawab pertanyaan zayyan dengan seadanya saja.
Zayyan mengangguk sebagai bentuk tanda mengerti dengan ucapan sang istri. Laki-laki itu berjalan mendekati lemari lalu menarik sebuah T-Shirt berwarna hitam dan sebuah celana training.
Sementara nana masih sibuk mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer didepan meja riasnya. Zayyan nampak nya sudah siap memakai pakaiannya. Ia duduk mengamati sang istri dari atas tempat tidur.
"Ada apa ?" Tanya nana ketus saat menyadari tatapan zayyan.
Zayyan menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum. "Tidak. Ayo kita kebawah, tidak baik membuat mama dan papa menunggu terlalu lama" Seru zayyan yang diangguki oleh nana.
Mereka berdua langsung berjalan menuruni anak tangga untuk ikut bergabung makan malam bersama mama dan papa dion.
☀☀☀
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment.
Happy Reading, Semoga Suka ☺
Kerinci, Jambi 26 September 2020
__ADS_1