Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 65 Kembalilah Kepada Ku


__ADS_3

"Menyebalkan.. Berani sekali dia memuji wanita lain dihadapan ku" Geruru nana dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh zayyan. Ia langsung mendudukan tubuhnya kembali di sofa. Karena selama hamil ia menjadi sangat mudah lelah.


Zayyan tersenyum penuh kemenangan saat melihat kekesalan nana. Ia tau bahwa wanita yang sedang mengandung anaknya itu sedang cemburu saat ini.


"Apa kau cemburu dengan dokter itu ?" Tanya zayyan sedikit menggoda.


"Ti..tidak, untuk apa aku cemburu pada nya ? Aku tidak peduli lagi jika kau ingin dekat dengan wanita manapun" Seru nana dengan sedikit gugup tetapi ia berusaha menutupi kegugupannya itu.


"Benarkah ?" Tanya zayyan tersenyum jahil.


"Iya" Jawab nana singkat. Ia mengalihkan pandangannya kesembarang tempat untuk menutupi kegugupan dan kekesalannya itu.


Tapi pandangan pasangan itu teralihkan saat seseorang membuka pintu dari luar. Seorang wanita paruh baya langsung menghampiri tempat tidur zayyan dengan sangat panik. Wanita paruh baya itu tidak datang sendiri, dibelakangnya ada ayah marvin, paman bimo dan bibi citra.


"Zayyan kenapa kamu bisa kecelakaan seperti ini nak ?" Tanya ibu ranya dengan cemas. Matanya mengkilat saat melihat putranya terbaring ditempat tidur Rumah Sakit.


"Ibu jangan khawatir, zayyan tidak apa-apa" Jawab zayyan mencoba memberi ketenangan pada sang ibu.


"Katakan apa ibu, apa benar yang mereka katakan kalau kau kecelakaan karena mabuk-mabukan ?" Tanya ibu ranya dengan nada suara yang lebih tinggi dari biasanya.


Zayyan terdiam sejenak, matanya menatap sang istri yang berada di belakang semua orang.


"Iya" Jawab nya mantap tapi tidak mengalihkan pandangannya dari nana.


"Tapi kenapa ? Kau tidak mabuk sebelumnya" Seru ibu ranya.


"Itu karena..." Zayyan menjeda kalimatnya sejenak sebelum mengatakan alasannya mabuk-mabukan. "Itu karena aku tidak tau lagi harus bagaimana bu, aku tidak bisa berfikir jernih. Katakan apa yang harus aku lakukan ketika istri ku sendiri tidak mau lagi bertemu dengan ku. Ia meminta ku untuk menjauhinya"


"Aku tau kalau aku salah, dan aku minta maaf untuk kesalahan ku selama ini. Tapi haruskan aku dihukum seberat ini ? Apa tidak ada lagi kesempatan kedua untuk ku memperbaikinya ?" Seru zayyan dengan mata yang berkaca-kaca. Nana terdiam mendengar kalau zayyan seperti ini karena ucapannya kemarin. Nana juga bisa melihat penyesalan dari sorot mata suaminya itu. Namun ia masih ragu untuk melanjutkan hubungan ini.


"Tapi juga bukan seperti ini caranya. Apa yang kau dapatkan jika terjadi sesuatu pada mu, hah ?" Seru ibu ranya dengan sedikit membentak. Ia Tidak habis fikir dengan putranya itu, kenapa dia mempunyai pikiran yang sangat dangkal.


"Maaf kan aku karena telah membuat kalian semua khawatir" Seru zayyan bersungguh-sungguh.


💜💜💜


"Nana kamu kemana saja nak ? Kami telah mencari mu kesemua tempat tapi tetap tidak menemukan mu" Seru ibu ranya memeluk menantunya itu.


"Aku pergi kesuatu tempat bu. Saat itu aku hanya butuh waktu untuk memahami semuanya" Jawab nana membalas pelukan sang ibu mertua.


"Ayo kita duduk, kau pasti sangat lelah karena berdiri terlalu lama" Ujar ibu ranya.


Wanita paruh baya itu menggiring sang menantu nya kesebuah sofa. Ia lalu ikut duduk disofa itu disamping nana. Sebagai seorang wanita yang pernah hamil, ia mengerti bagaimana perubahan hormon pada ibu hamil, mereka juga akan sangat mudah lelah meskipun tidak melakukan hal yang berat.


"Bagaimana keadaan cucu ibu ?" Tanya nya sambil mengelus perut rata nana. Seakan menyalurkan kasih sayang nya pada sang cucu yang selalu ia nantikan kehadirannya. Yang akan menjadi penyejuk dan tawa semua anggota keluarga.


"Dia baik-baik saja bu, dia juga sehat didalam sana" Jawab nana tersenyum. Sementara zayyan tersenyum dari tempat tidurnya saat melihat kebahagiaan ibu nya saat mengelus perut istrinya.


"Bahkan aku tidak pernah melihat ibu tersenyum dengan begitu bahagia sebelum nya" Gumam zayyan dalam hatinya.


"Apa bibi juga boleh mengelusnya ?" Tanya bibi citra penuh harap.


Nana tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. "Tentu saja boleh bi, dia juga cucu bibi kan" Jawab nana.


"Tentu saja, dia adalah cucuku" Seru bibi ranya bahagia. Ia langsung duduk disebelah nana lalu mengelus perut nana dengan begitu lembut.


"Sehat-sehat didalam ya sayang. Kami tidak sabar menunggu kehadiran mu di tengah-tengah keluarga kami" Ucap bibi citra berbicara pada sang janin.

__ADS_1


Nana mengangkat pergelangan tangannya untuk melihat jam. Dan ternyata jam sudah menunjukan pukul 9.30 WIB. Ia harus segera pergi keruangannya karena sebentar lagi ia ada jadwal operasi.


"Mm.. Ibu, ayah, bibi dan paman. Sebelum nya maaf karena aku harus pergi sekarang" Seru nana berpamitan pada semua orang. Zayyan menjadi sedih mendengar nana ingin pergi lagi. Kedua manik mata mereka bertemu dan mereka saling menatap untuk waktu yang cukup lama.


"Jangan tinggalin aku lagi"


"Kau mau kemana lagi nak ?" Tanya ibu ranya setelah melihat putranya tampak begitu sedih mendengar nana ingin pergi.


"Hm.. Sebenarnya sebentar lagi nana ada jadwal operasi, jadi sebelum itu aku harus menyiapkan semuanya terlebih dahulu" Seru nana yang membuat mereka lega. Tadinya mereka pikir kalau nana akan pergi lagi tapi ternyata ia hanya pergi karena ada jadwal operasi.


"Aku izinkan kamu pergi, tapi kamu harus kembali lagi kesini nantinya" Ujar zayyan memberikan syarat.


"Aku tidak janji" Jawab nana datar.


"Kalau begitu aku tidak izinkan kamu pergi" Seru zayyan lagi.


"Dan aku akan tetap pergi" Jawab nana.


"Apa kamu ingin melanggar perintah suamimu ini ? Apa kamu tau hukumnya jika melanggar perintah dari suamimu ?" Tanya zayyan dengan tegas dan sedikit mengancam. Sebenarnya ia sengaja melakukan itu agar nana kembali lagi kesini nanti. Ia hanya ingin selalu dekat dengan istrinya. Itu saja.


"Huft.. Baiklah aku akan kembali nanti" Putus nana pada akhirnya. Ia terpaksa mengatakan itu, karena kalau tidak zayyan tidak akan membiarkan nya pergi. Dan dia tidak punya banyak waktu untuk berdebat dengan suaminya itu.


"Apa kau puas tuan zayyan ?" Seru nana dengan kesal.


"Tentu saja nyonya zayyan" Jawab zayyan dengan penuh kemenangan. Nana memutar bola matanya mendengar ucapan zayyan lalu setelah itu kembali berpamitan pada semua orang sebelum ia keluar dari ruangan itu.


💜💜💜


Wanita cantik itu terlihat sedang bersender dikursi kebesarannya didalam ruangan tercintanya. Ia baru saja selesai melakukan tugasnya sebagai seorang dokter. Tadi ia juga dibantu oleh tristan didalam ruang operasi. Semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.


Tokkk..


Tokkk..


"Masuk" Jawab nana dari dalam ruangan. Ia melihat siapa yang mengetuk pintu ruangannya.


"Maaf dokter" Ternyata yang masuk mengetuk pintu ruangannya adalah seorang suster.


"Ada apa sus ?" Tanya nana dengan sopan namun tetap tidak menghilangkan ketegasannya. Iya selama ini nana selalu ramah pada semua orang tapi tetap tegas karena ia tidak mau terlihat lemah di hadapan orang lain hingga mudah ditindas.


"Mm.. Suami dokter.. Maksud saya tuan zayyan meminta dokter keruangannya sekarang" Ujar suster itu sedikit gugup.


Nana terdiam mendengar nama zayyan disebutkan, "Baiklah saya akan kesana" Jawab nana pada akhirnya.


Wanita itu tak langsung pergi kesana. Ia tetap mengistirahat kan tubuhnya sejenak. Setelah cukup lama, nana memutuskan untuk pergi keruangan inap suaminya itu.


Nana membuka pintu lalu mengedarkan pandangannya keseluruh tempat seakan mencari seseorang.


"Kemana ibu dan ayah ?" Tanya nana dengan datar.


"Mereka tadi pamit pulang. Ayo duduk lah sini" Ujar zayyan menepuk tempat tidurnya. Tanpa berbicara apapun nana langsung duduk ditempat yang diminta zayyan. Keheningan pun terjadi beberapa waktu.


"Bagaimana dengan operasinya ?" Tanya zayyan mencoba memecahkan keheningan.


"Lancar" Jawab nana seadanya. Zayyan mengambil tangan nana lalu menggenggamnya dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya lagi.


"Sayang" Panggil zayyan namun nana tidak mengindahkan panggilan itu. Wanita itu tetap saja diam dengan seribu bahasa.

__ADS_1


"Sayang, aku minta maaf" Akhirnya kata-kata itu lolos dari mulutnya zayyan. Kata-kata sederhana namun mengandung arti penyesalan yang begitu dalam.


"Minta maaf untuk apa ?" Tanya nana dengan nada yang terdengar masih cuek.


"Untuk segalanya" Jawab zayyan. "Mau kah kamu memulai semuanya dari awal bersama ku ? selalu ada disetiap hari-hari ku ? Membesarkan anak kita bersama ? Maukah kamu memberikan ku satu kesempatan lagi ?" Zayyan bertanya dengan beruntun. Dari nada bicara nya siapa pun tau kesungguhan dari ucapannya.


"Kenapa diam ?" Tanya zayyan lagi saat tidak mendapat jawaban dari nana. "Aku tau aku telah banyak melakukan kesalahan pada mu. Aku tau aku salah karena telah menyia-nyiakan mu. Aku tau aku salah karena telah mengabaikan kehadiran mu. Aku juga tau kalau aku salah karena lebih memilih menyelamatkan alexa dari pada dirimu waktu itu. Tapi apa aku akan dihukum karena semua itu ? Apa aku tidak pantas mendapatkan maaf dan kesempatan kedua ?" Tanya zayyan lagi dengan bersungguh-sungguh.


"Aku tidak tau" Hanya ucapan itu keluar dari mulutnya nana. Wanita itu menunduk karena menyembunyikan air matanya.


"Aku mohon kembali lah pada ku, sayang" Pinta zayyan dengan wajah memelas. Ia sangat berharap kalau nana akan kembali kepadanya. Memulai semuanya dari awal. ia berjanji tidak akan menyakiti nya lagi.


To Be Continue..


.


.


.


.


.


.


.


.


Mereka telah bersahabat dari sejak mereka kecil, melakukan segalanya bersama-sama, bermain dan belajar bersama. Mereka adalah satu jiwa dalam banyaknya raga. Namun setelah lulus dari bangku SMA, mereka memilih berpisah karena harus mengejar impian mereka di negara yang berbeda.


Setelah berpisah beberapa tahun, mereka memutuskan untuk kembali pulang ke tanah kelahirannya di Bumi Sakti Alam Kerinci dan bertemu kembali dengan sahabat-sahabatnya.


Namun siapa sangka, salah satu dari mereka ternyata telah dijodohkan oleh orang tuanya sejak kecil dan itupun dengan sahabatnya sendiri.


Siapakah yang akan dijodohkan ? Dan dengan siapa dia akan di jodohkan ? Lalu bagaimana respon mereka setelah mengetahui akan dijodohkan dengan sahabatnya sendiri?


Yuk, ikutin terus cerita nya di novel terbarunya Author, Judulnya : MENTARI DARI BUMI SAKTI.


.


.


.


.


.


.


.


Ayo dong tinggalin jejak nya dengan cara Vote, Like dan Koment.


Happy Reading, Semoga Suka ☺

__ADS_1


Kerinci, Jambi 23 September 2020


__ADS_2