Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 28 Dia Juga Ikut ?


__ADS_3

Hari berlalu, kini weekend pun telah tiba. Semua orang kini tengah bersiap-siap karena setengah jam lagi mereka akan berangkat ke puncak.


Nana hari ini tampak cantik dengan dress nya yang berwarna putih dan rambut yang lagi-lagi di biarkan tergerai.



Zayyan tampil dengan kemeja putih yang memiliki motif bintik-bintik, dan celana jeans hitam. Ia tampak begitu tampan dan manis dengan pakaian itu.



Shakira terlihat sangat anggun dengan dress berwarna putih dan pink, dengan rambut yang juga dibiarkan tergerai begitu saja.



Sementara Arjuna hari ini tampil keren dengan kemeja dengan motif garis-garis dan jeans biru.



"Apa semuanya sudah siap ?" Tanya ayah marvin yang baru saja keluar dari dalam rumah.


"Iya sudah yah" Jawab zayyan.


"Ya sudah, ayo kita berangkat" Ucap ayah marvin yang diangguki oleh semua orang. Semuanya sudah mau masuk kedalam mobil, namun terhenti ketika mendengar suara teriakan dari luar pagar.


"Tunggu.." Teriak seseorang dari luar pagar itu sembari berlari.


"Apa dia juga akan ikut ?" Gumam nana dalam hatinya saat melihat seseorang yang baru datang itu.


"Maaf bibi, paman. Apa kami boleh ikut ?" Tanya Alexa dengan nafas yang tidak beraturan lagi.


"Iya bibi, paman. Kami boleh ikut ya" Pinta raka memelas pada orang tua dari sahabat nya itu. "Kami juga butuh liburan, zayyan selalu memberikan kami banyak tugas dikantor setiap harinya. Jadi kami mau refresing juga" Ujar raka.


"Kenapa kalian malah menyalahkan aku, kalau tidak mau dikasih pekerjaan, kalian berhenti saja bekerja" Kesal zayyan.


"Kami mohon bibi, paman" Ucap mereka lagi. Ya, yang berteriak dari luar pagar itu adalah kedua sahabat zayyan yaitu Alexa dan Raka.


"Baiklah, kalian boleh ikut" Seru ayah marvin.


"Terima kasih paman" Ucap mereka berdua dengan bahagia. "Paman memang the best" Timpal Alexa mengangkat jarinya membentuk jempol.


"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang, nanti keburu siang" Ujar paman bimo.


"Alexa" Panggil ibu ranya saat melihat alexa mulai berjalan kearah mobilnya zayyan.


"Iya, ada apa bi ?" Tanya Alexa.


"Kamu dan raka ikut mobil bibi saja ya. Biarkan zayyan, nana, juna dan shakira satu mobil" Ucap ibu ranya.


"Baiklah bi" Ucap alexa terpaksa. Sebenarnya ia ingin satu mobil dengan zayyan, Tapi ia juga tidak mungkin menolak permintaan ibu ranya.


"Hm.. Kak juna" Panggil nana.


"Iya ada apa na ?" Jawab juna.


"Kak juna duduk didepan saja sama zayyan" Ucap nana. Juna melirik kearah shakira seakan bertanya kenapa, namun shakira menggelangkan kepalanya sebagai jawaban.


"Maaf ya na, bukannya kakak ngak mau. Tapi kakak ingin duduk bersama istri tercinta kakak, mau mesra-mesraan" Jawab juna.


"Huft, Ya sudahlah kak" Jawab nana. Sebenarnya nana bukan tidak mau duduk disamping suaminya itu, tapi ia hanya merasa canggung saja.


Mereka semua sudah masuk kedalam mobil masing-masing. Mobil pertama diisi dengan para orang tua dikeluarga Rajendra dan kedua sahabat Zayyan. Sementara dimobil kedua diisi dengan dua pasangan muda itu beserta satu anak kecil.


***


Dimobil zayyan, disana hanya ada celotehan gadis kecil yang tidak pernah berhenti berbicara. Tak jarang juga mereka dibuat tertawa dengan tingkah menggemaskan gadis cantik itu.


"Kak zayyan, nanti di supermarket depan berhenti sebentar ya kak" Seru Shakira yang di iyakan oleh zayyan.


"Kamu mau beli apa sayang ?" Tanya Juna.

__ADS_1


"Aku mau beli sesuatu untuk nenek disana" Jawab Shakira.


Zayyan tiba-tiba menginjak rem mobilnya, karena saat ini mereka telah sampai didepan supermarket. Ia memarkirkan mobilnya tak jauh dari supermarket itu.


"Apa kamu mau ikut na ?" Tanya shakira sebelum turun dari mobil.


"Iya kak" Jawab nana, kemudian gadis itu melihat kearah laki-laki yang ada disamping nya. "Apa kamu menginginkan sesuatu ?" Tanya nana pada suaminya.


"Tidak" Ucap zayyan dengan cuek dan juga dingin. Nana tidak lagi berbicara dan langsung turun dari mobil itu untuk mengikuti kakaknya yang sudah menunggu diluar mobil dari tadi.


Setelah menunggu selama 20 menit, Akhirnya nana dan shakira keluar dari supermarket itu dengan sebuah paperbag ditangannya.


"Sudah selesai ?" Tanya juna.


"Iya sudah, ayo kita jalan lagi" Ucap Shakira.


Mereka segera melajukan mobil mereka lagi, kearah puncak. Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam tiga puluh menit untuk sampai ditempat tujuan mereka.


Setelah sampai tepat didepan rumah nenek ratih, mereka melihat ternyata sudah ada mobil ayah marvin disana.


***


"Assalamualaikum" Ucap mereka yang hampir bersamaan.


"Waalaikumsalam" Jawab mereka bersama-sama dari dalam rumah.


Nana yang merasa takut pun reflek memengang lengan zayyan. Zayyan hanya diam, tapi tidak menolak karena ia juga tau nana saat ini sangat takut bertemu dengan nenek ratih.


"Pengantin baru, nempel mulu kayak perangko" Canda Raka yang melihat zayyan dan nana bergandengan. Sementara Alexa menatap nana dengan tatapan tidak suka.


Shakira langsung berjalan kearah nenek ratih untuk mencium tangannya yang diikuti oleh putrinya. "Apa kabar nek" Sapa shakira ramah.


"Hay nenek uyut, apa kabar" Ucap olive yang ikut menyapa nenek uyutnya.


"Nenek baik-baik saja" Jawab nenek ratih.


Kini giliran zayyan dan nana yang menghampiri nenek ratih. "Hay nek" Sapa zayyan kemudian menyalami tangan nenek ratih.


Sementara nana hanya terdiam, dia ingin menyapa nenek ratih tapi dia juga takut melihat wajah galaknya.


Nenek ratih yang melihat ketakutan nana pun tersenyum, "Kemarilah nak, tidak usah takut" Ujar nenek ratih.


Nana segera menghampiri nenek ratih kemudian mencium tangan wanita tua itu.


"Apa kau adalah istrinya zayyan dan cucu menantu ku ?" Tanya nenek ratih dengan lembut.


"Iya nek, Kenalkan aku nana istrinya zayyan nek" Ucap nana yang kini sudah merasa tidak takut lagi dengan nenek zayyan.


"Kau sangat cantik nak, zayyan beruntung menjadi suamimu" seru nenek ratih.


"Terima kasih nek" Ucap nana.


"Kemarilah nak, duduk disebelah nenek" Pinta nenek ratih. Nana mengikuti keinginan nenek ratih untuk duduk disebelahnya.


"Bagaimana kalau nanti malam kita buat pesta berbeque kecil-kecilan di halaman depan. Pasti akan sangat seru" Usul Paman bimo.


"Ide yang bagus, tapi kita harus membeli alat-alatnya terlebih dahulu" Ucap ayah marvin.


"Iya, biarkan anak-anak muda yang menyiapkan alat-alatnya" Tutur bibi citra.


"Tapi disini supermarket sangat jauh, bukan begitu ibu" Ujar ibu ranya.


"Iya, supermarket sangat jauh dari sini. Tapi didekat sini ada pasar tradisional. Jika kalian mau kalian bisa membeli nya disana" Seru nenek ratih.


"Itu bukan ide yang buruk, dulu aku dan nana juga sering kepasar trasional. Disana semua sayur dan danging masih sangat segar, tidak seperti di supermarket" Cerocos shakira.


"Dan harganya juga sangat murah disana" Tambahnya hingga membuat orang-orang tertawa.


"Sekarang aku tau, kenapa olive sangat cerewet. Ternyata itu menurun dari mommy nya" Ucap Juna dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh semua orang.

__ADS_1


Shakira melototkan matanya pada juna, dan seketika tawa mereka pecah lagi. Shakira memang mudah bergaul dengan orang baru, ia memiliki sifat ceria sama seperti Nana, namun yang membedakan nya adalah nana tidak mudah bergaul dengan orang baru.


***


"Nana, dimana suamimu ? Nanti keburu pasarnya tutup" Ucap Shakira.


Saat ini mereka anak-anak muda yang diperintahkan kepasar untuk membeli alat-alat yang dibutuhkan nanti malam, Raka dan Alexa juga ikut dengan mereka.


"Dia sedang dikamar tadi, tunggu sebentar aku akan panggilkan" Seru nana. Saat nana mulai melangkah kan kakinya, zayyan terlihat baru saja keluar dari dalam rumah.


"Itu dia" Tutur nana menghentikan langkahnya.


"Kakak kenapa kau lama sekali" Kesal juna.


"Sudahlah, ayo kita berangkat sekarang. Kalau tidak nanti pasarnya keburu tutup" Ujar raka menyudahi perdebadatan kedua adik beradik itu.


Saat ini nana duduk disamping Zayyan, shakira bersama juna, dan raka bersama Alexa. Sebenarnya tadi Alexa ingin duduk bersama zayyan, namun raka menariknya dan membawanya duduk dibelakang bersamanya.


Tak lama mereka pun sampau dipasar tradisional itu. Karena memang tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah nenek ratih. Mereka berbagi tugas, agar cepat selesai. Mereka pergi bersama pasangan masing-masing.


Nana dan zayyan kebagian membeli dagingnya. "Zayyan, dimana tempat membeli dagingnya ?" Tanya nana.


"Mana aku tau" Jawab zayyan cuek.


"Kau ini sungguh menyebalkan sekali. Kau kan sudah sering kesini, kenapa masih tidak tau dimana tempat jualan dagingnya" Kesal nana.


"Aku memang sering ke rumah nenek tapi tidak pernah kepasar ini" Jawab zayyan tidak mau kalah.


"Ya sudah, ayo kita kesana" Ajak nana menarik tangan zayyan.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka menemukan sebuah pedagang yang menjual daging.


"Itu dia penjual daging nya" Ucap nana yang langsung berjalan kearah sana.


"Pak, dagingnya satu kilo berapa ?" Tanya nana pada pedangangnya setelah sampai disana.


"1 kilo 130 nek" Jawab pegang itu.


"Saya ambil 3 kg ya pak" Seru nana. Pedangang itu langsung mengambil daging yang diminta oleh nana.


"Semuanya 390 ya neng" Ucap pedangang itu sembari memberikan kantong plastik nya.


Nana langsung berbalik menghadap zayyan. "Apa ?" Tanya zayyan bingung.


"Uangnya mana ?" Ucap nana.


"Uang ?" Ulang zayyan.


"Iya uang, ayo cepat berikan pada ku" Ujar nana.


Zayyan mengeluarkan dompetnya dari saku celana, lalu mengambil uang seratus ribuan sebanyak empat lembar.


"Ini" Ujar zayyan singkat sembari mengulurkan uang itu. Nana langsung mengambilnya dan memberikannya pada pedangang itu.


"Ini uangnya pak, kembaliannya ambil saja" Ucap nana ramah.


"Ini pegang" Seru nana memberikan sebuah kantong plastik yang berisi daging.


"Kenapa memberikan pada ku ?" Ucap zayyan dengan kesal.


"Ayo bawa ini, kamu kan laki-laki jadi kamu yang harus bawa" Ucap nana yang langsung meninggalkan zayyan.


"Dasar, merepotkan" Gerutu zayyan kesal.


Setelah membeli danging mereka langsung menuju keparkiran dan ternyata disana sudah ada Juna, Shakira, Raka dan juga Alexa yang sudah menunggu mereka dari sejak tadi.


"Kenapa kalian lama sekali" Ucap juna.


Hay kesayangannya author Inra, Jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment.

__ADS_1


Terima Kasih 😉😊


Bengkulu, 27 Agustus 2020


__ADS_2