Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 68 Kebimbangan


__ADS_3

Wanita itu tampak mengemudikan mobilnya dengan zayyan yang berada disampingnya. Tadinya zayyan yang ingin menyetir mobil tapi nana menghalanginya dengan alasan zayyan masih sakit dan baru keluar dari Rumah Sakit.


Dari pada nana menolak untuk mengantarnya pulang, lebih baik zayyan mengikuti saja kemauan wanita itu.


Sementara raka dan alexa dimana ? Mereka berada dimobil lain. Mengikuti mobil nana dan zayyan dari belakang. Awalnya, raka menawarkan memakai mobil nya saja tetapi nana menolaknya. Kenapa ?, Karena jika nana mengantar zayyan menggunakan mobil raka, maka bagaimana dia akan pulang nanti.


Zayyan akan semakin banyak alasan untuk menahannya untuk tetap tinggal. Makanya nana memutuskan untuk membawa mobilnya sendiri.


"Apa kamu tidak lelah jika harus bekerja saat hamil seperti ini ?," Tanya zayyan. Laki-laki itu mencoba memecahkan keheningan.


Nana tidak mau langsung menjawabnya, ia mencoba mengulur waktu dengan tetap fokus menyetir mobilnya.


"Apa kamu tidak mendengar ku ?" Zayyan mencoba bertanya lagi.


"Tidak. Aku senang dengan profesiku, dan tidak akan ada kata lelah untuk itu" Jawab nana namun tetap fokus mengemudikan mobilnya.


"Baiklah. Aku tidak akan melarang mu jika kau suka" Seru zayyan.


"Dan aku tidak akan peduli meski kau melarang ku" Jawab nana dengan tegas. Wanita itu tampak nya sangat mencintai prefesinya. Tidak akan ada yang bisa membuatnya meninggalkan pekerjaannya kecuali dirinya sendiri.


Zayyan memilih diam untuk menghindari perdebatan.


Nana tiba-tiba saja menginjak rem mobilnya yang membuat zayyan sedikit terpental kedepan. Untung saja laki-laki itu memakai sabuk pengaman kalau tidak kalian bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi.


"Astaga" Seru zayyan. Ia begitu kesal dengan istrinya itu, tapi berusaha mencoba menahannya.


"Sudah sampai, sekarang turunlah" Ucap nana tanpa memandang kearah suaminya.


"Masuk lah dulu" Ajak zayyan.


Nana langsung menoleh kearah zayyan, "Jangan mencoba mengingkari janji mu tuan zayyan. Bukan kah kau sudah berjanji pada ku kalau aku hanya akan mengantar kan mu saja" Tolak nana dengan suara yang tegas.

__ADS_1


"Huft.. Baiklah" Jawab zayyan pada akhirnya dengan menghela nafasnya. Zayyan segera turun dari mobil nana. Setelah zayyan turun nana segera melajukan mobil nya sebelum mertuanya melihat keberadaan nya disana.


☀☀☀


Setelah mengantar suaminya pulang, nana ternyata tidak langsung pergi kerumah sakit seperti katanya tadi.


Ia memilih pergi kesuatu tempat yang bisa memberinya ketenangan dan kenyamanan. Ia butuh waktu untuk memahami apa yang terjadi setelah kepulangannya kembali. Ia butuh waktu untuk mengerti dengan perubahan sikap zayyan. Dan dia juga butuh waktu untuk memikirkan kembali permintaan zayyan untuk kembali pada nya.


Wanita itu hanya trauma akan apa yang pernah terjadi padanya. Ia takut terluka kembali. Ia takut mengambil keputusan yang salah yang nantinya kan mempengaruhi kehidupan nya dan juga calon anaknya.


Pantai. Iya, nana memilih pantai sebagai objek ketenangan. Baginya, biru adalah lambang ketenangan. Begitupun dengan pantai dan laut. Warna biru pada laut memang identik dengan nuansa yang dapat memberikan ketenangan dan kedamaian. Hal ini sendiri juga sesuai dengan kajian psikologi warna yang mengaitkan bahwa warna biru identik dengan perasaan damai dan tentram.


Nana duduk dibawah rindangnya pohon kelapa yang berjejer ditepi pantai. Ditemani semilir angin yang berhembus dengan begitu lembut. Pun juga banyak orang yang berlalu lalang menikmati deburan ombak.a


"Sebenarnya apa yang terjadi ? Apa semua ini nyata ? Kenapa seakan-akan dia seperti berubah setelah kepergianku ? Apa dia hanya mempermainkan ku ?"


"Aku tidak tau apa yang terjadi setelah kepergian ku, tapi yang aku tau dia telah berubah saat ini. Tapi apakah dia benar-benar telah menerima ku ? Atau ini semua hanya mimpi dan khayalan ku saja ?"


"Ya tuhan, ini sungguh membingungkan."


"Apa yang harus aku lakukan, ya Allah. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Tapi aku juga takut kembali terluka seperti yang pernah aku alami. Aku takut kembali berharap orang yang sama. Beri aku petunjuk untuk memilih yang terbaik."


Wanita yang kini tengah mengandung itu seperti kembali larut dalam pikiran nya. Hingga ia tak menyadari ada seseorang yang telah duduk disampingnya. Menatapnya dengan penuh arti. Memahami luka dan kebimbangannya saat ini.


Elusan dikepala nana itu mampu membuyarkan lamunan nya. Membawanya kembali pada dunia nyata. Nana menoleh kearah samping untuk melihat siapa yang datang dan mengelus kepalanya itu.


"Kakak" Ucap nana saat matanya menangkap sosok itu.


Shakira. Iya, kata kakak yang diucapkan oleh nana adalah untuk shakira. Wanita yang tumbuh bersamanya dari sejak kecil. Wanita yang rela kasih sayang orang tuanya dibagi sama rata dengan adiknya. Wanita yang akan selalu menjadi tameng dan yang akan berdiri dibarisan paling depan saat ada yang berusaha menyakiti adiknya.


"Kenapa kau ada disini ?" Tanya shakira membuka suaranya.

__ADS_1


Nana terdiam, ia tidak langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh sang kakak. Pertanyaan yang sangat mudah dijawab namun saat ini sangat sulit dikatakan.


"Aku adalah kakakmu, aku yang selalu menghapus air matamu saat kau menangis, aku yang membantu mu saat kau dalam kesulitan, aku yang berdiri paling depan untuk melindungimu."


"Ceritakan semuanya pada ku, jangan memendam segalanya sendirian" Ucap shakira yang membuat nana memilih menceritakan segalanya.


"Kakak, aku..." Nana menceritakan segalanya yang ada dipikirannya. ia mengatakan apa yang membuatnya bingung dan bimbang seperti ini.


Mendengar keluhan adiknya, shakira tersenyum. Ia mengelus lembut kepala adiknya seakan memberikan kenyamanan dan ketenangan.


"Tak ada cara terbaik menikmati perjalanan selain membiarkan dirimu tersesat. Ketika berhadapan dengan jalan yang tampak tak berujung dan jembatan serupa yang membingungkan. Terus saja berjalan. Setiap belokan, setiap sudut, menghadirkan misteri tersendiri. Tersesat adalah anugerah, karena dirimu tak tahu apa yang menanti di tiap kelokan. Bukankah begitu dengan kehidupan, bahkan kematian sekalipun?." - Bamby Cahyadi.


Begitulah ucapan shakira saat menanggapi kebimbangan yang sedang dihadapi oleh adik kandungnya.


"Tapi kak, aku tidak mengerti dan memahami semua ini" Jawab nana. Raut wajah nya menandakan kebingungan.


"Manusia memang sulit dimengerti. Mungkin karena itulah tidak ada yang pernah benar-benar memahami dirinya sendiri. Selalu ada yang membingungkan dari diri kita." - Sheva Thalia


Ucap shakira kembali membuka suaranya. Dari tadi wanita yang sudah memiliki satu anak itu terus saja berbicara menggunakan bahasa yang sulit dimengerti oleh nana.


"Kenapa kakak terus saja berbicara menggunakan bahasa yang sulit dimengerti" Keluh nana.


Shakira tersenyum dengan penuh misteri pada adiknya itu.


"Kakak rasa kau cukup cerdas untuk memahami dan mengerti apa yang kakak katakan dokter navya."


"Huft.. Baiklah, aku mengerti apa yang harus aku lakukan selanjutnya kak" Jawab nana tersenyum pada saudaranya itu.


Bersambung..


Jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment

__ADS_1


Happy Reading, Semoga suka ☺


Kerinci, Jambi 24 September 2020


__ADS_2