Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 53 Membawanya Kembali


__ADS_3

Papa dion tiba-tiba berdiri dari duduknya. Ia menatap zayyan dengan tatapan yang sulit diartikan. Tak ada wajah marah nya sedikit pun tapi setiap kali tatapan menyiratkan kekecewaan.


"Apa kau masih ingat apa yang papa katakan dihari pernikahan kalian ?" Tanya papa dion. Namun tak ada jawaban dari zayyan.


"Waktu itu papa bilang, jika kau tak lagi menginginkannya berada disamping mu, maka antar dia kembali padaku, aku akan menerimanya kembali tanpa membencimu" ia menjeda kalimatnya sesaat sebelum akhirnya melanjutkannya. "Tapi hari ini kau telah menyakiti hati wanita yang selalu ku jaga selama 25 tahun ini. Maka dari itu aku akan membawa nya kembali bersamaku" sambungnya.


"Tapi pa aku bersumpah antara aku dan alexa tidak ada hubungan apapun. Kami hanya bersahabat tidak lebih. Aku peduli padanya karena dia adalah sahabat ku" Bela zayyan.


Tanpa memperindah pembelaan zayyan, papa dion beralih menatap shakira. "Shakira, tolong bawa adikmu kemari nak. Papa akan membawanya kembali kerumah kita" seru papa dion. Shakira tidak langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu. Ia memang marah dan kecewa pada zayyan, tapi ia juga bingung dengan keputusan papanya. Apakah dengan memisahkan mereka, semuanya akan baik-baik saja ? Lalu bagaimana dengan bayi yang ada dirahimnya nana ? Pikir shakira.


"Tidak pa, jangan bawa nana" cegah zayyan. "Aku janji tidak akan menyakitinya lagi, aku akan memperbaiki semuanya. Beri aku kesempatan satu kali saja" seru zayyan.


"Tapi kau tidak mencintainya bukan ? Papa tidak mau mengambil resiko yang akan menyakiti perasaan putri ku lagi" Tolak pria paruh baya itu. Bukannya ia tidak mau memberikan kesempatan pada menantu nya itu, tapi ia hanya takut mengambil resiko.


"Papa akan memberikan mu kesempatan itu jika kau sudah benar-benar mencintai putri ku" ucapnya lagi. Zayyan terdiam bukan karena ia tidak mau mempertahankan istrinya lagi. Tapi karena ia merasa ragu dan bingung dengan perasaannya.


"Shakira" ucap papa dion lagi. Shakira menghela nafasnya, sepertinya keputusan papa nya itu tidak bisa dibantah lagi.


"Baiklah pa" jawab shakira. Wanita itu langsung menaiki anak tangga satu persatu untuk menghampiri adiknya. Setelah sampai, ia membawa nana segera turun untuk menemui semua orang.


"Sayang.. Ayo ikut mama dan papa pulang" Ucap mama yanti. Ia merengkuh putri bungsunya kedalam pelukannya, berharap setiap duka akan sedikit berkurang dengan pelukan itu.


"Mama" panggil nana dengan sendu. Mata nya berkaca-kaca saat menatap manik mata wanita yang sudah melahirkannya itu. Namun mama yanti tersenyum seakan memberikan ketenangan pada putrinya.


"Ayo nak, mulai sekarang kau akan kembali tinggal dirumah kita" seru papa dion.


"Maaf sebelumnya tuan dion, apa tidak sebaiknya kita membicarakan ini dengan ketenangan" Ayah marvin mencoba membujuk papa dion.


"Saya rasa tidak ada yang perlu di bicarakan lagi tuan marvin. Putramu tidak mencintai putri ku, jadi untuk apa aku membiarkan nya tinggal disini. Aku tidak mau membuat putriku semakin terluka lagi" jawab papa dion.


Nana beserta orang tuanya melangkah kan kaki keluar dari kediaman Rajendra. Sebenarnya nana berat meninggalkan rumah ini. Sudah banyak kenangan yang dia dapatkan disini. Ia pasti akan sangat merindukan ibu mertua dan bibinya.


Sementara zayyan, laki-laki itu memandang istrinya saat dia mulai menjauh dari rumah itu. Seperti ada yang hilang tapi dia tidak atau apa. Laki-laki itu sungguh tidak mengerti dengan perasaannya saat ini.


🌿🌿🌿


Dikediaman keluarga Abimanyu, nana tampak termenung disudut kamarnya sembari memandang keluar.

__ADS_1


"Sayang.. Apa mama boleh masuk ?" Tanya mama yanti dari luar. Namun tidak ada jawaban, nana terlalu larut dalam lamunan hingga tidak menyadari panggilan mamanya.


"Nana" panggil wanita paruh baya itu lagi. Suara ketukan yang cukup keras itu akhirnya membuyarkan lamunan nana.


"Masuk aja ma, pintunya ngak nana kunci" jawab nana dari dalam. Mama yanti pun menekan knop pintu lalu segera masuk menghampiri putrinya.


"Kamu lagi ngapain nak ? Kok mama panggil tadi ngak dijawab ?" tanya mama yanti.


Nana terdiam, "Maaf ma, tadi nana ngak dengar kalau mama manggil dari luar" jawab nana.


"Kamu pasti ngelamun kan ?" tebak mama yanti. "Sayang, kamu sekarang lagi hamil. Kamu ngak boleh stress, kasian bayi yang ada disini" ucap mama yanti mengelus perut yang saat ini masih rata.


Nana menatap perutnya sekilas, "ngak kok ma.. Nana ngak akan mikirin apa-apa lagi. Nana akan jaga anak ini" jawab nana.


Mama yanti tersenyum pada putrinya itu, "sekarang kita makan malam yuk dibawah !! Papa udah nungguin kamu tuh" seru mama yanti.


"Iya ma" jawan nana. Mereka berdua segera turun kelantai dasar untuk melakukan makan malam.


"Sayang kamu mau makan apa ? Bilang aja ya kalau kamu kepengen sesuatu. Nanti papa akan belikan untuk mu dan untuk cucu papa" tutur papa dion disela suapannya.


"Ya udah, kamu makan yang banyak ya. Papa tidak mau kalau cucu papa nanti kekurangan gizi" ceplos papa dion yang diangguki oleh nana.


🌿🌿🌿


Malam telah tiba, zayyan memasuki kamar yang ia tempati bersama nana selama lebih kurang dua bulan ini. Ia memandang setiap sudut tempat itu yang sedikit banyak telah memberikan kenangan dengan wanita yang saat ini tengah mengandung anaknya.


Ia terduduk mengingat setiap momen itu. "Apa yang aku lakukan ?" ucapnya pada dirinya sendiri.


"Aku hampir saja membiarkan istri dan anakku dalam bahaya tadi" ucapnya lagi dengan sendu.


"Sekarang dia pergi membawa calon anak yang ada dirahimnya" ia begitu menyesal dengan perbuatan nya tadi. Tapi ia juga tidak mempunyai alasan untuk mempertahankan nana disisnya.


"Apa aku salah, jika aku mengkhawatirkan sahabatku sendiri ?" Tanya nya lagi pada hatinya.


"Tapi kenapa hati ku begitu sesak saat melihat dia pergi ? Apa aku sudah mulai mencintainya ?" Begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenak nya saat ini. Ia sendiri masih tidak memahami perasaannya.


"Tidak.. Aku tidak mencintainya. Aku hanya merasa care karena dia sedang sedang mengandung anak ku saat ini" Bantahnya pada diri sendiri. Pikirannya seakan sedang berperang dengan hatinya saat ini. "Iya, hanya itu saja alasannya" Gumamnya lagi sebelum mematikan lampu kamarnya dan memilih tidur.

__ADS_1


Keesokan harinya, zayyan terbangun karena perutnya terasa mual. Ia berlari ke wastafel untuk memuntahkan isi perutnya.


"Ah ya ampun, dari kemaren mual banget" Ucap zayyan dengan wajah yang memucat dan lemah.


Ceklek.. Pintu terbuka dari arah luar. Tampak dua orang wanita paruh baya memasuki kamar zayyan. Mereka tadi tidak sengaja lewat didepan kamar laki-laki itu, tapi mereka mendengar suara orang sedang mual-mual. Jadinya mereka memutuskan untuk melihat nya.


"Zayyan kamu kenapa nak ?" Tanya ibu ranya menghampiri zayyan ke wastafel didalam kamar mandi kamarnya.


"Wajah mu juga pucat sekali !!" Seru bibi citra. Iya, dua wanita paruh baya yang datang adalah ibu ranya dan bibi citra.


Ibu ranya mengelus lembut wajah pucat zayyan. "Zayyan dari kemaren mual-mual terus bu" Ucap zayyan.


"Apa kamu sakit ?" Tanya ibu ranya khawatir. Ia memang kecewa dengan putranya itu, tapi sebagai seorang ibu dia juga tidak tega melihat putra semata wayang nya seperti ini.


Zayyang menggeleng, " Zayyan tidak tau bu.. Zayyan hanya mual dipagi dan malam hari aja" jawab zayyan.


Bibi citra tampak berfikir sejenak, "Kakak, aku rasa zayyan mengalami morning Sickness" Seru bibi citra.


"Morning sickness ?" Beo zayyan. "Apa itu bi ?" Tanya zayyan kemudian.


"Itu, Morning sickness adalah mual muntah yang terjadi saat hamil. Tapi  morning sickness bisa terjadi pada suami atau calon ayahnya" Jelas bibi citra.


Zayyan tampak mencerna kata-kata dari sang bibi, ia berusaha memahami situasi ini. "Apa ini juga terjadi padanya bi ?" Tanya zayyan.


"Bisa iya dan bisa tidak" Jawab ibu ranya tiba-tiba. "Dulu, saat ibu hamil, ayah kamu juga mengalami morning sickness seperti ini. Tapi ibu sama sekali tidak merasakan nya" Jelas ibu ranya mengingat masa-masa kehamilannya dulu.


"Bagaimana cara mengatasinya bu ?" Tanya zayyan lagi.


"Bermacam-macam. Kalau dulu, ayah kamu akan berhenti mual jika memeluk ibu lalu mengajak kamu berbicara" Jawab ibu ranya.


"Tapi ibu tau, bagaimana cara mengatasinya jika terjadi padamu" Jawab ibu ranya. Ia menepuk pelan pundak zayyan, "Ibu harap cara itu juga tidak terjadi pada mu, karena jika itu terjadi kau tidak akan bisa melakukannya. Karena posisinya, istrimu telah pergi zayyan" Ucap ibu ranya sendu sebelum meninggakkan kamar putranya. Ia sangat sedih menantunya dibawa pergi oleh orang tuanya. Sementara Zayyan terdiam mendengar ucapan ibu nya itu.


Jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara Vote, Like dan Koment.. Terima kasih ☺


Happy Reading, semoga suka ☺


Kerinci, Jambi 16 September 2020

__ADS_1


__ADS_2