Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 47 Ungkapan Perasaan Tristan


__ADS_3

"Tapi na, kenapa dia diam aja saat tadi lihat lo ? Apa hubungan kalian baik-baik aja ?" Tanya tristan.


Nana semakin mengeraskan tangisannya. Hatinya kembali sesak saat mengingat suaminya. Nana menggeleng kuat, "Dia ngak mencintai gue. Dia nerima perjodohan ini karena ngak mau kecewain orang tuanya, sama kayak gue. Dia juga sangat dingin sama gue. Gue ngak tau harus bagaimana" Jawab nana.


"Tinggalin dia" Ucap tristan dengan ketegasannya.


Nana begitu terkejut dengan ucapan tristan, begitupun dengan zizi, ia juga tak kalah kagetnya dengan apa yang diucapkan oleh tristan.


"Lo gila ya tris" Bentak zizi. Ia tidak habis pikir kenapa sahabat laki-lakinya itu malah menyuruh nana meninggalkan suaminya.


"Gue ngak gila, gue serius dengan ucapan gue. Lebih baik lo tunggalin dia na" Ujar tristan dengan penuh keseriusan.


Tangisan nana kembali pecah saat mendengar sahabat laki-laki nya itu meminta dia meninggalkan suaminya.


"Ngak tris, gue ngak mau" Tolak nana.


"Nana, dengarin gue. Pernikahan ini hanya akan menyakiti hati lo. Gue ngak mau lo tersakiti apalagi sama cowok kayak dia" Bentak tristan. Dia benar-benar sudah emosi saat ini.


"Tapi tetap aja, gue ngak mau pisah sama dia tris" Jawab nana tetap kekeh mempertahankan pernikahan nya.


"Apa lo mencintainya ?" Tanya tristan datar.


Nana terdiam, sejujurnya dia masih tidak memahami perasaan nya terhadap suaminya, zayyan. Apakah itu cinta atau hanya sekedar mengagumi. Tapi dia juga tidak mau berbohong bahwa dia nyaman saat bersama zayyan.


"Gue ngak tau apa gue mencintai dia atau ngak. Tapi yang gue tau, gue nyaman saat bersama dia" Jawab nana apa adanya.


Namun entah mengapa jawaban itu membuat tristan sangat kecewa. Rasanya seperti ditikam oleh pisau yang sangat tajam. Perih namun juga sakit.


"Huftt.. Ya ampun nana.. Lo tau ngak sih ? Lo hanya bisa menderita jika tetap bersamanya. Dia hanya bisa membuat lo kecewa dan terluka dan gue ngak rela jika lo diperlakukan seperti itu" Tutur tristan. Laki-laki itu memengang tangan nana, ia mulai menatap mata nana dengan serius. "Gue mohon tinggalin dia na. Ikut bersama gue pergi dari sini. Kita akan pergi jauh, gue janji akan bahagiain lo. Gue ngak akan nyakitin lo. Itu janji gue" Ucap laki-laki itu.


"Jujur na, gue udah suka sama lo sejak pertama kali kita bertemu. Lo ingat, saat lo nolongin gue saat hari pertama kita ospek di bangku perkuliahan ? Sejak saat itu gue jatuh cinta sama lo na. Gue mulai merasa nyaman sama lo, tapi gue ngak berani ungkapin cinta gue ke lo. Gue takut, lo nolak gue dan akhirnya menjauh. Makanya gue lebih memilih menjadi sahabat lo karena setidaknya gue bisa dekat dengan lo" Jelas tristan mengungkapkan perasaannya pada nana.

__ADS_1


Nana dan zizi begitu terkejut mendengar ungakapan perasaan tristan padanya. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa sahabat laki-lakinya itu selama ini menyimpan rasa padanya.


"Ngak lo pasti bohongin gue kan ?" Bantah nana.


"Ngak na. Gue ngak pernah bohongin lo. Gue ngomong apa adanya na" Seru tristan.


"Tapi gue hanya anggap lo sebagai sahabat baik gue, ngak lebih tris. Maaf karena gue ngak bisa balas perasaan lo sama gue" Ujar nana. "Kalian tau kan, dari dulu gue selalu ingin menikah sekali seumur hidup. Jadi gue mohon jangan rusak prinsip gue" Ucap nana. Sedari tadi air matanya tak pernah berhenti mengalir. Matanya pun kita telah sembab karena menangis. Sementara zizi hanya diam menyaksikan apa yang terjadi pada kedua sahabatnya saat ini. Pikiran nya juga kalut saat mendengar ungkapan cinta tristan pada nana.


"Ternyata kami sedang terjebak oleh cinta segi tiga" Gumam zizi dalam hatinya. "Benar-benar rumit, cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tristan mencintai nana, tapi nana tidak mencintai tristan. Dan gue juga sama, gue mencintai tristan tapi dia malah mencintai nana" Gumam nya dengan sendu.


"Baiklah kalau itu keputusan lo na, gue ngak akan maksain lo. Tapi ingat, jika dia menyakiti lo lagi, gue akan bawa lo pergi dari dia. Karena gue ngak rela lo disakitin na" Ujar tristan dengan tulus.


Nana langsung memeluk tristan, tangisan nya semakin menjadi dipelukan laki-laki itu. Ia benar-benar merasa bersalah dan tidak enak hati dengan laki-laki yang telah menjadi pelindungnya selama 7 Tahun ini.


"Maafin gue karena ngak bisa balas perasaan lo. Gue harap lo ngak menjauh dari gue. Gue mau kita tetap seperti biasanya. Lo harus janji sama gue tris" Ucap nana dalam pelukan tristan.


"Ngak apa-apa na. Dan gue janji ngak akan jauhin lo dan gue akan tetap jadi sahabat terbaik untuk lo dan juga zizi" ucap tristan tulus meskipun kini hatinya hancur.


☀☀☀


Saat ini mereka telah berada disebuah restoran terdekat dengan tempat mereka berada tadi. Setelah melewati drama-drama menyedihkan tadi, mereka sekarang merasa kelaparan. Jadinya mereka memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu.


"Oh iya na, lo udah putuskan tindakan apa yang akan lo ambil untuk alexa ?" tanya tristan.


"Iya, gue udah putusin. Tadi gue sempat melakukan pemeriksaan CT-Scan dan dari sana gue temukan bahwa ada pendarahan dalam otak nya. Jadi gue pikir tindakan yang tepat adalah dengan cara pembedahan untuk mengeluarkan cairan yang menyebabkan penekanan pada otak"Jawab nana.


" Na.. Kenapa harus lo tolong sih. Kalau gue jadi lo, mungkin gue akan biarin aja dia begitu saja. Biar mati sekalian" Celetuk zizi. Ia juga begitu kesal dengan zayyan. Hanya karena alexa dia menyakiti sahabatnya nana.


"Karena gue seoarang dokter. Gue harus bisa membedakan mana masalah pribadi dan mana masalah pekerjaan. Bahkan gue ngak akan biarin musuh mati ditangan gue" Jawab nana.


"Lo baik banget sih na. Hati lo terbuat dari apa sih ?" Seru zizi.

__ADS_1


"Gue bukan orang baik zi. Tapi gue hanya menjalankan sumpah profesi gue. Gue telah bersumpah dihadapan sang pencipta yang disaksikan oleh ribuan orang dan orang tua gue untuk tidak pernah membedakan pasien gue, untuk selalu mementingkan kepentingan pasien diatas kepentingan gue sendiri, untuk selalu menjalankan tugas gue dengan baik" Jawab nana.


"Mama gue selalu bilang, bahwa sumpah itu adalah hutang yang harus dibayar. Gue ngak tau kapan gue akan dipanggil, tapi yang jelas gue ngak mau mati dengan membawa sumpah yang belum gue penuhi" Sambung nya lagi.


"Memang benar ya, orang yang baik selalu terlahir dari rahim orang yang baik pula" Celetuk zizi. Ia begitu mengangumi sifat sahabat nya itu. Selain cantik, dia juga mempunyai hati yang tulus dan baik. Selain itu dia juga seorang dokter yang genius.


"Oh iya tris. Besok lo bantuin gue operasi alexa ya" Pinta nana.


"Okee, siap queen. Apa sih yang ngak buat lo" Jawab tristan mengedipkan matanya.


"Ah lo bisa aja" Seru nana dengan pura-pura malu, padahal malu-maluin, wkwkwkw.


"Gue boleh ikut ngak ?" Tanya zizi asal.


"Ngak" Jawab nana dan tristan bersamaan.


"Lo urusin aja tuh ibu hamil dan ibu yang mau beranak" Ujar nana.


"Kalau lo ikut, bisa gagal operasinya. Nanti pasiennya malah lo suruh mengejan lagi" Timpal tristan.


"Yee.. Kalian berdua mah, kalau ngomong kadang suka bener" Jawab zizi terkekeh.


Setelah menikmati hari yang penuh tawa, tangis dan canda tadi. Mereka memutuskan untuk segera pulang karena memang sekarang sudah hampir sore. Tristan mengantarkan zizi terlebih dahulu baru setelah itu mengantarkan nana pulang kerumah mertuanya.


Hay.. Hay.. Jangan lupa kasih Votenya ya ! Sama Like dan Koment juga disetiap babnya. Terima kasih


Dan author mohon maaf, besok author tidak update. Karena besok author sangat sibuk dengan dunia nyata. Banyak tugas kuliah yang harus author kerjain, jadi mohon pengertiannya ya 😊 Insha Allah author akan update lagi hari senin dan akan author usahain douple up ya


Happy Reading, Semoga suka 😊


Kerinci, Jambi 12 September 2020

__ADS_1


__ADS_2