Menikahi Mr. Rajendra (S1)

Menikahi Mr. Rajendra (S1)
BAB 96 Epilog ~ Ending


__ADS_3

Dua bulan kemudian, mereka hidup bahagia tanpa ada lagi penganggu dalam rumah tangga mereka. Hubungan Zayyan dan Nana juga sudah sangat dekat saat ini. Selalu ada kebahagiaan dan senyuman dikeluarga kecil mereka apalagi saat ini sudah ada Keel yang masuk kedalam kehidupan mereka.


Bayi kecil itu kini telah tumbuh menjadi anak yang tampan. Ia sekarang sudah berusia tepat tiga bulan. Tingkahnya yang lucu kadang membuat orang tidak ingin jauh-jauh darinya. Masih kecil saja sudah bisa membuat semua orang terpesona dengannya apalagi ketika dia sudah besar nanti. Pasti akan ada banyak gadis yang akan mengantri untuk bisa mendapatkan cinta dari putra Zayyan.


“Apa kau sudah siap sayang ?.” Tanya Zayyan yang baru saja masuk kedalam kamarnya dan juga Nana.


“Memangnya kita mau kemana ?.” Tanya Nana penasaran.


“Kau akan tau nanti, istri ku sayang” Jawab Zayyan sembari mengecup singkat bibir Nana.


Besok adalah hari ulang tahunnya Nana. Sebagai seorang suami ia pasti ingin membahagiakan istrinya itu. Zayyan berencana ingin membuatkan kejutan untuk istri tercintanya itu. Ia ingin mengajak Nana kesuatu tempat yang sangat spesial, disana nanti ia akan memberikan Nana banyak kejutan. Laki-laki itu juga mengajak seluruh anggota keluarganya untuk ikut dalam rencananya. Tidak hanya keluarga tapi ia juga mengajak sahabat Nana dan juga Sahabatnya tapi kedatangan mereka tidak akan diketahui oleh Nana. Ibu dari Keel itu hanya tau bahwa ini adalah liburan keluarga saja.


“Kenapa mencium ku .? Protes Nana dengan kesal.


“Kenapa memangnya ? Apa ada larangan yang mengatakan bahwa seorang suami dilarang mencium istrinya sendiri ?.” Seru Zayyan.


“Huh.. Kau sangat menyebalkan.” Nana menghela nafasnya karena ia pasti akan kalah jika harus berdebat dengan suaminya itu. Sementara Zayyan tersenyum dengan penuh kemenangan karena telah berhasil membuat istrinya itu kesal.


Zayyan berjalan mendekati keel yang saat ini sedang bermain sendirian diatas tempat tidur. “Hay kesayangan nya ayah.” Seru Zayyan yang langsung menggendong putranya itu. “Keel lagi main ya ?.” Tanya Zayyan yang dijawab keel dengan senyuman.


“Kenapa anak ayah tampan banget sih.” Ucap Zayyan dengan mencium leher baby keel yang membuatnya tertawa geli. Zayyan pun ikut tertawa melihat tawa anaknya itu.


Kini, Nana telah siap membereskan peralatannya dan juga peralatan baby keel. “Keel lagi main sama ayah yang jelek ini.” Seru Nana yang saat ini sudah duduk disamping Zayyan.


“Enak aja ngatain mas jelek. Lihat tuh nak, mommy ngatain ayah jelek padahalkan tampan gini. Lagiankan kalau ayah jelek mana mau mommy nikah sama ayah.” Ujar Zayyan tidak terima.


“Iya kan nikahnya karena terpaksa dulu.” Jawab Nana dengan santainya. Mendengar jawaban istrinya, Zayyan lansung menoleh dengan tatapan datar.


“Jadi kamu terpaksa nikah sama mas ?.” Tanya Zayyan dengan datar namun tegas.


Nana pun menoleh hingga kini kedua mata mereka saling bertatapan. “Iya.” Jawab Nana yang langsung membuat Zayyan sangat kecewa dengan jawaban Nana. Zayyan langsung meletakkan kembali baby keel keatas tempat tidur lalu setelah itu langsung pergi namun Nana mencegahnya dengan menarik pergelangan tangan Zayyan.


“Mau kemana ?.” Tanya Nana sembari menatap sang suami tercintanya itu.


“Kebawah. Cepatlah turun dan aku akan menunggu dibawah.” Seru Zayyan melepas tangan Nana dari pergelangan tangannya.


Nana lansung memeluk Zayyan disaat laki-laki itu berhasil melepaskan tangan nana dari tanggannya. “ Tapi aku kan belum selesai ngomong tadi.” Ucap Nana sembari memeluk Zayyan. “Aku memang terpaksa menikah dengan mu tapi itu dulu dan sekarang aku bahagia menjadi istri dan ibu dari anak mas.” Sambung Nana dengan senyuman lalu kemudian langsung mengalungkan tangannya dileher Zayyan. Sementara Zayyan hanya diam sembari menatap lekat mata istrinya itu.


“Lepaskan tangan mu.” Ucap Zayyan berusaha melepaskan tangan Nana. Raut wajah Nana langsung berubah sendu saat Zayyan bersikap dingin padanya. Apakah suaminya itu marah padanya, pikir Nana.


“Apa mas marah ?.” Tanya Nana dengan sendu. Ingin sekali ia menangis ketika suaminya itu kembali bersikap dingin padanya.


“Tidak.” Jawab Zayyan singkat.


“Lalu kenapa mas bersikap dingin padaku ?.” Tanya Zayyan dengan suara seraknya. Mendengar istrinya itu hampir saja menangis, Zayyan menghela nafasnya lalu membalikkan tubuhnya hingga saat ini ia saling berhadapan dengan Nana.


“Mas tidak marah hanya saja mas tidak suka dengan jawaban sayang tadi.” Ucap Zayyan sembari mengangkat kepala Nana agar menatapnya. Zayyan langsung memeluk tubuh Nana dengan erat dan seketika itu juga tangis Nana pecah.


“Kenapa menangis, hmm ?.” 


“Maaf.” Hanya kata itu yang terucap dari bibir Nana.


“Sudahlah, jangan menangis lagi.” Ujar Zayyan sembari mengecup kepala Nana.


“Tapi aku takut dan aku tidak suka jika mas kembali bersikap dingin pada ku seperti dulu.” Ucap Nana yang masih terisak dalam tangisnya.

__ADS_1


“Maaf, mas janji ngak akan bersikap dingin lagi. Udah jangan nangis lagi dong, nanti Keel juga ikutin nangis kalau lihat mommy nya nangis.” Seru Zayyan menenangkan istrinya. Nana mengangguk lalu menghapus air matanya.


“Udah, ayo kita kebawah. Sayang, gendong baby Keel aja biar mas yang bawa barang-barang.” Zayyan langsung mengangkat koper yang berisi peralatan yang mereka butuhkan selama disana.


***


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, mereka akhirnya sampai di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Desa yang sama dengan tempat Nana pergi karena kecewa dengan Zayyan waktu itu. Kali ini mereka datang menggunakan jet pribadi, karena mereka berangkatnya agak sore jadi mereka sampai disana pada malam hari.


Kini mereka telah sampai dihotel dan telah memasuki kamar masing-masing. Sementara para sahabat mereka menginap dirumah neneknya Zizi – Nenek Ida. Mereka baru akan berkumpul besok diwaktu perayaan ulang tahun Nana.


“Kamu mandi gih, biar Keel mas yang jagain.” Titah Zayyan yang diangguki oleh Nana, Karena badan nya memang sudah terasa sangat lengket saat ini. Tanpa menunggu lama lagi, Nana langsung masuk kedalam kamar mandi.


Tak lama kemudian, Nana telah menyelesaikan ritual mandinya dan kini gilaran Zayyan yang mandi. Sementara baby keel sibuk dengan mainan yang ada ditangannya. Bayi itu sekarang sangat aktif bergerak, ia juga sering bergumam sendiri ketika kita mencoba mengajaknya bicara.


Namun ketika melihat Nana didekat nya baby keel langsung menangis dengan sangat kencang. Sepertinya ia sudah tau jika ibu nya berada didekatnya saat ini, selain itu putra dari Zayyan dan Nana itu sepertinya haus.


“Kenapa menangis nak ? Keel haus ya ?.” Tanya Nana yang dibalas gumaman dari baby Keel. Nana langsung menyusui anaknya itu secara langsung, Seperti dugaannya ternyata baby keel memang sangat haus dan itu terbukti dari caranya mengisap p****g s*s* Nana.


“Ya ampun, haus banget ya boy, sampai segitunya mimik sama mommy.” Ucap Zayyan yang baru saja keluar dari kamar mandi


 “Pelan-pelan aja nak, nanti kesedak loh. Lagian juga ngak ada yang mau ambil punya keel.” Kali ini Nana yang berbicara. Ia menjadi cemas sendiri melihat anaknya meminum asi dari nya.


“Dia takut nanti diambil sama ayah.” Seru Zayyan. Namun siapa sangka ucapan Zayyan mampu membuat putranya itu menangis. Mungkin dia pikir bahwa Zayyan memang benar-benar mau mengambil ASI nya.


“Cup.. Cup.. Cup sayang, jangan nangis dong. Ayah Cuma becandai keel aja kok, ngak beneran mau diambil ASI nya.” Bujuk Nana, seakan mengerti dengan apa yang diucapkan oleh ibunya, baby keel pun langsung diam dan kembali menikmati sumber utama makanannya itu.


***


Keesokan harinya, semua orang bersiap-siap untuk peresmian Rumah Sakit yang ada didaerah Pujon Kidul itu. Dan kini mereka telah berkumpul didepan Rumah Sakit.


Zayyan tersenyum lalu menunjuk sebuah bagian Rumah Sakit yang dimana disana terdapat nama Rumah Sakit itu tersendiri. “Rumah Sakit Pelita Hati NPR.” Nama itu yang terpampang besar disana.


“Rumah Sakit Pelita Hati NPR.” Ucap Nana membaca nama rumah sakit itu.


“Iya. Kamu tau NPR itu apa ?.” Tanya Zayyan. Nana menggelengkan kepalanya dengan ekspresi bingung. “Navya Paramesti Rajendra.” Ucap Zayyan sembari tersenyum.


Mendengar itu Nana sangat kaget, “Ma.. Maksudnya apa ? Kenapa ada nama ku disana ?.” Tanya Nana dengan bingung.


“Rumah Sakit ini sengaja mas bangun khusus untuk Dokter Nana, istri tercintanya Zayyan.” Ucap Zayyan lagi.


“Apa itu artinya rumah sakit ini adalah milik ku ?.” Tanya Nana lagi. Otak nya masih belum menerima apa yang baru saja ia dengar dan dia lihat.


“Iya. Karena istri mas ini sangat senang dengan profesinya makanya mas sengaja bangun Rumah Sakit untuk mu sayang. Anggap saja sebagai hadiah ulang tahun dan sebagai tanda terima kasih karena sudah memberikan mas seorang putra yang tampan.” Jawab Zayyan yang langsung memeluk Nana. Saking terharunya, Nana pun menangis dipelukan Zayyan. Kali ini bukan tangisan kesedihan namun tangisan kebahagiaan.


“Selamat Ulang Tahun istri tercintanya mas. Aku mencintai mu.” Seru Zayyan sembari membubuhi Nana dengan banyak kecupan.


“Selamat Ulang Tahun putri kesayangannya Mama dan Papa.” Ucap Mama yanti dan Papa dion.


“Happy Birthday Adikku sayang. Mmuach.” Kali ini Shakira dan Arjuna lah yang mengucapkannya lengkap dengan sebuah ciuman dipipinya Nana.


“Selamat Ulang Tahun Menantuku. Semoga yang terbaik selalu menyertaimu.” Itu adalah doa dari ibu Ranya dan ayah Marvin.


Kini gilaran paman Bimo dan bibi Citra yang mengucapkan. “Happy Birthday Sayang.”


Nana menangis mendapat kejutan dan hadiah istimewa dari keluarga dan suaminya. Ia sangat-sangat bersyukur karena memiliki mereka disisinya. “Terima Kasih untuk semuanya, Nana bahagian banget. Ini adalah hari ulang tahun terindah bagi Nana.” Ucapnya dengan penuh Haru.

__ADS_1


“Tapi mommy sedih deh, karena anak perempuan mommy tidak mengucapkan selamat ulang tahun pada mommy nya.” Sindir Nana pada Olive.


“Selamat ulang tahun mommy.” Ucap gadis itu langsung berlari kepelukan Nana. 


“Terima kasih sayang.” Jawab Nana yang lansung mengecup kedua pipi keponakannya itu.


“Karena mommy hari ini ulang tahun, bolehkan teteh minta hadiahnya ?.” Tanya gadis kecil itu dengan polos.


“Kan mommy yang ulang tahun, harusnya teteh dong yang kasih mommy hadiah.” Seru Nana. “Tapi ngak apa-apa deh, karena anak perempuan mommy ini sangat baik dan pintar jadi mommy akan kasih hadiah. Memangnya teteh mau minta hadiah apa ?.” Tanya Nana.


“Teteh mau minta hadiah adik cewek sama mommy.” Ucap dengan sangat lugu dan polos. Nana terperangah mendengar permintaan anak dari kakaknya itu sementara Zayyan dan yang lainnya hanya tertawa melihat permintaan polos dari Olive.


“SETUJUUU.” Semua orang mengalihkan pandangannya pad sumber suara. Kali ini bukan Zayyan yang mengatakan setuju tetapi orang lain. Betapa kagetnya Nana melihat sahabat-sahabatnya juga ada disini.


“Kalian juga disini ?.” Tanya Nana.


“Iya dong, mana mungkin kita ngak kesini. Kan ini adalah hari ulang tahun lo.” Seru Zizi. “Tapi na, gue setuju sama ucapan olive. Gue minta ponakan cewek dong.” Sambungnya lagi dengan wajah memelas.


Nana benar-benar menjadi kesal dengan permintaan keponakan dan sahabatnya itu. “Enak aja minta ponakan sama gue. Buat sendiri sono, kan udah gede.” Celetuk Nana yang membuat semua orang tertawa.


“Yee elah nyonya. Gue emang udah gede tapi kan belum nikah. Gimana cara buatnya coba kalau pasangannya aja belum ada.” Gerutu Zizi.


“Makanya buruan nikah, biar ngak kelamaan jomblonya.” Kali ini Tristan yang menimpali.


Zizi terdiam, entah kenapa hati nya sesak saat mendengar kalimat itu dari mulut Tristan. “Lo tenang aja, bentar lagi gue akan nikah kok.” Jawab Zizi dengan datar.


“Beneran ?.” Tanya Nana memastikan.


“Iya. Mama mau jodohin gue sama anak temannya.” Jawab Zizi dengan suara berat. “Udah ah, jangan bahas itu disini nanti aja pas di novel gue.” Seru Zizi menghentikan banyak pertanyaan dari Nana dan juga Tristan.


“Selamat ulang tahun ya na, semoga lo bahagia selalu.” Ucap Zizi langsung memeluk sahabatnya itu. Begitupun dengan Tristan, Raka dan juga Alexa, mereka juga mengucapkan selamat ulang tahun pada ibu dari baby keel itu.


Setelah acara ucapan selamat ulang tahun, mereka bergegas untuk acara selanjutnya, yaitu acara peresmian rumah sakit dan pitanya akan dipotong langsung oleh Nana. Setelah acara potongan pita nanti akan ada acara makan-makan sebagai perayaan ulang tahun Nana dan juga peresmian Rumah Sakit Pelita Hati NPR.


“Terima kasih mas untuk semuanya. Aku seneng banget hari ini.” Seru Nana dengan tulus.


“Sama-sama sayang.” Jawab Zayyan “I Love You.” Bisik Zayyan ditelinga Nana.


Wajah Nana bersemu merah mendengar ungkapan cinta dari Zayyan. “Ah ngak romantis banget sih kamu mas, masa ungkapin cintanya kayak gini.” Protes Nana. “Tapi ngak apa-apa deh, I Love You Too Suamiku” Jawab Nana kemudian.


Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi Nana. Begitu banyak kejutan yang ia terima dari suami tercintanya. Ia juga sangat bersyukur karena menjadi istri dari Zayyan dan juga ibu dari Baby Keel. Hari ini juga merupakan hari ulang tahun terindahnya. 


Kini rumah tangga mereka kian membaik dan semakin hari semakin banyak kebahagiaan yang datang. Mereka sama-sama tidak menyangka bahwa perjodohan yang dulunya pernah mereka tolak akan memberikan begitu bahagia dan cinta.


...-Happy Ending-...


^^^~Tidak semua perjodohan akan membawa kita pada kesengsaraan. Karena sejatinya baik buruk nya rumah tangga tergantung kita yang mengendalikan. Masalah cinta, dia bisa saja datang kapan saja dan kita tidak bisa menentukan pada siapa dia akan berlabuh~^^^


Hay Readers semuanya !!!


Kali ini Author benar-benar tamatin novelnya ‘Menikahi Mr. Rajendra’. Nanti author akan kasih dua ekstra partnya ya.


Dan jangan lupa kasih dukungannya dengan cara Vote, Like dan Koment. Terima kasih.


Happy Reading, Semoga Suka.

__ADS_1


Kerinci, Jambi 14 Oktober 2020.


__ADS_2