
“Aww… Kenapa malah mencubitku ?” Keluh zayyan. Nana sengaja mencubit pingang zayyan karena telah menanyakan hal yang tidak-tidak pada zizi dan itu membuatnya sangat malu saja. Kenapa harus bertanya seperti itu, seperti tidak ada pertanyaan lain saja. Pikir nana.
“Kau membuat ku kehilangan muka dihadapan zizi. Kenapa harus bertanya seperti itu ?” Bisik nana pada zayyan. Melihat sahabatnya itu sedang berbisik pada suaminya, zizi langsung angkat bicara.
“Ngak usah malu kali na. Gue udah sering dengar pertanyaan itu keluar dari mulut para suami. Setiap pasangan yang datang menemani istrinya untuk cek kehamilan selalu bertanya seperti itu.”
“Gue akan jawab pertanyaan dari kak zayyan. Sebenarnya berhubungan intim saat hamil itu boleh saja dilakukan sejauh pasangan itu sendiri masih nyaman dalam melakukan hal tersebut.” Jelas zizi.
“Tapi apa itu tidak berbahaya bagi janinnya sendiri ?” Tanya zayyan lagi. Laki-laki itu tentunya pasti harus memastikan keamanan istri dan janinnya. Ia tidak mau terjadi apa-apa pada kedua orang yang sangat disayanginya itu hanya karena nafsunya saja.
“Nah itu adalah pertanyaan bagus kak. Tapi sebenarnya melakukan hubungan intim tidak akan membahayakan janin. Karena banyak proteksi natural dari tubuh sang ibu untuk dapat melindungi sang bayi, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam Rahim serta lender tebal yang menutupi leher Rahim. Namun tetap saja harus dilakukan dengan hati-hati. Dan melakukan hubungan intim pada saat istri sedang hamil juga punya aturan kak.”
“Jadi aturannya itu adalah kita harus memastikan bahwa kandungan sang ibu sehat, lebih baik melakukan hubungan intim setelah Trimester pertama, Sang ibu tidak memiliki riwayat pendarahan dan yang paling penting adalah kita harus perhatikan posisi hubungan intim. Sebaiknya hindari posisi telentang karena posisi ini dapat menekan perut dan menyebabkan penekanan pada pembuluh darah pada perut.”
Zizi menjelaskan secara panjang lebar pada kedua pasangan yang baru saja dimabuk cinta itu. Gadis itu seperti seorang wanita cerdas pada saat menjelaskannya. Sungguh sangat rugi jika ada laki-laki yang menolak gadis ini.
***
Saat ini mereka telah berada diruangan nana. Zayyan memutuskan untuk menunggu istrinya bekerja supaya bisa pulang bersama.
“Mas” Panggil nana saat mengingat suatu hal yang tejadi siang tadi.
“Hmm” Jawab zayyan singkat. Laki-laki itu tidak memindahkan pandangannya dari ponsel miliknya. Sepertinya ia sedang mengecek sesuatu. Namun nana sangat kesal karena zayyan hanya menjawabnya dengan dehemen saja.
“Mas” Panggil nana lagi. Zayyan kali ini mengalihkan pandangannya pada sang istri.
__ADS_1
“Ada apa sayang ? apa kau membutuhkan sesuatu ?” Tanya zayyan lembut. Entah sejak kapan manusia es itu berubah menjadi sangat lembut seperti ini, piker nana.
“Tidak. Aku hanya ingin bercerita saja pada mu.” Seru nana menggelengkan kepalanya.
“Cerita apa ?” Tanya zayyan.
“Kamu tau mas, tadi siang sikap zizi tu sangat berbeda pada Tristan. Sepertinya zizi lagi menghindarinya, karena saat aku membicarakan tentang Tristan tadi kantin Rumah Sakit tadi zizi terlihat sangat cuek seakan tidak mau mendengar nama Tristan. Apa mereka sedang bertengkar ? Entah kenapa aku merasa zizi sedang menyembunyikan sesuatu dari ku saat ini. Tapi apa ?.” Seru nana mengeluarkan isi hatinya. Zayyan yang mendengarnya pun merasa ada yang ada diantara mereka berdua.
“Tunggu dulu, Tristan itu siapa ?” Tanya zayyan.
“Tristan itu adalah sahabat ku dan zizi. Kami bersahabat dari sejak pertama masuk dunia perkuliahan.” Jawab nana apa adanya.
“Apa dia laki-laki yang bersama mu direstoran itu ?.” Tanya zayyan memastikan.
“Aku tidak mau kamu dekat-dekat dengannya lagi.” Seru zayyan langsung merasa panas saat mengingat Tristan.
“Kenapa ? Dia adalah sahabat ku, dan aku tidak akan menjauhinya.” Jawab nana.
“Aku bilang tidak boleh dekat dengannya lagi. Jangan membantah suami mu lagi sayang” Ujar zayyan dengan tegas.
“Baiklah. Aku akan menjauhi Tristan, tapi kau juga harus menjauhi Mbak Alexa.” Ucap nana dengan tak kalah tegasnya. Siang itu terjadi pertengkaran antara sepasang suami istri itu gara-gara sahabat beda kelamin mereka masing-masing.
“Tapi, Alexa adalah sahabatku dan lagi pula dia adalah sekretarisku dikantor. Bagaimana mungkin aku menjauhinya. Lagi pula antara aku dan dia, kami tidak memiliki hubungan apa-apa selain sahabat.” Bantah zayyan.
“Dan Tristan juga adalah sahabatku. Aku dan dia juga tidak memiliki hubungan apapun selain sahabat. Lagi pula kami adalah partner dalam medis, aku membutuhkan bantuannya setiap kali ada operasi begitupun sebaliknya.”
__ADS_1
“Bagaimana mungkin kau meminta ku menjauhi sahabatku sendiri sedangkan kau tidak mau menjauhi perempuan itu.” Seru nana dengan sangat kesal.
***
Perdebatan mereka seperti tidak ada habisnya. Tidak ada yang mau mengalah diantara mereka berdua. Mereka sama-sama memiliki ego yang tinggi. Bahkan saat ini mereka telah sampai dirumah tapi tetap saja mereka saling berdiaman. Tidak ada yang ingin meminta maaf terlebih dahulu.
Malam pun telah tiba, semua orang telah kembali kekamar masing-masing setelah menyelesaikan makan malam mereka. Tidak ada yang berubah dengan pasangan satu ini. Entah mengapa mereka memiliki ego dan gengsi yang begitu tinggi. Saat ini bahkan mereka tidur dengan saling membelakangi.
“Sayang.” Panggil zayyan yang sudah mulai bosan diam-diaman dengan istrinya. Lagi pula kalau tetap seperti ini bagaimana ia akan menjalan aksinya, pikir zayyan. Nana hanya diam tidak menjawab panggilan dari suaminya itu. Entah wanita itu pura-pura tidur atau memang sudah memasuki alam mimpinya saat ini.
“Sayang.” Panggil zayyan lagi karena tidak mendapat jawaban dari sang istri. Laki-laki itu melingkarkan tangannya diperut nana. “Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud untuk membuat mu marah. Aku janji tidak akan menghalangimu berinteraksi dengan sahabat laki-laki mu itu selama kamu tau batasan. Dan aku juga akan melakukan hal yang sama, aku akan membatasi hubunganku dengan Alexa.”
“Tapi aku mohon jangan diam aku seperti ini lagi. Aku tidak tahan dan aku benar-benar bisa gila kalau kau seperti ini.” Seru zayyan. Mendengar ketulusan zayyan, nana akhirnya membalikkan tubuhnya menghadap pada laki-laki yang telah menguasai seluruh harinya.
“Apa kau janji.” Ucap nana dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Zayyan tersenyum lembut pada istrinya itu.
“Tentu saja sayang.” Jawab zayyan meyakinkan wanita yang kini tengah mengandung anaknya itu. Nana tersenyum lalu segera masuk kedalam pelukan suaminya itu. Merasakan kehangatan yang ditransfer oleh laki-laki yang telah membuatnya tergila-gila.
“Sayang.” Panggil zayyan disela-sela pelukan mereka. Sepertinya laki-laki itu teringat akan satu hal. Tampak dari wajahnya yang sedang memikirkan sesuatu tapi merasa ragu untuk mengatakannya.
Ayo dong kasih semangat buat author dalam bentuk Vote, Like dan Koment.
Happy Reading, Semoga suka ❤
Kerinci, Jambi 29 September 2020
__ADS_1